Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.97 Pertengkaran dua wanita


__ADS_3

"Apa kau bilang??" ucap Cloe tak terima akan ejekan Ailyn.


"Pe-la-kor..! apa masih kurang jelas?" sindir Ailyn tersenyum.


"Berani sekali kau padaku.. kau itu harusnya mati saja.." ucap Cloe lalu menyerang Ailyn.


Ailyn pun menghindar dengan baik dan Cloe menabrak Tom yg tengah berada di belakang Ailyn. Tom yg baru tiba itu pun diserang oleh Cloe dan mereka berdua jatuh berguling di lantai.


"Wah, kau mencintai lantai ini ya??" balas Ailyn tersenyum.


"Kau.. kalau terjadi sesuatu pada anakku kau harus tanggungjawab..!" ucap Cloe yg seketika membuat Tom dan Jery terkejut.


"Anak?? oh kau ternyata tak tahu malu juga ya.. bisa-bisanya dengan bangga mengatakan hamil padahal belum menikah." ucap Ailyn.


Ailyn pun sudah merasa curiga dan perasaannya pun tak enak. Tapi menghadapi Cloe dirinya harus tenang dan tak boleh memakai kekerasan fisik.


"Nyonya, tuan sudah menunggu di ruangan.." ucap Jery.


"Oke Jery terimakasih.." ucap Ailyn.


"Dan kau pelakor, kau takkan pernah bisa menyentuhku barang sehelai rambutku pun.." ucap Ailyn.


"Kau..!!!!" teriak Cloe.


"Nona anda baik-baik saja.?" tanya Tom.


"Ini gara-gara Ailyn.. dia itu zombie hidup." ucap Cloe.


"Salahmu sendiri yg menyerangnya.. Kau yg menyerangnya dan kau juga yg jatuh sendiri.." balas Tom kesal.


Bagaimanapun Ailyn adalah kenalannya yg sangat baik dengan mengenalkannya pada Alonso yg memberinya pekerjaan penting di perusahaan ini. Tom juga melihat dengan jelas perbuatan Cloe yg menyerang Ailyn lebih dahulu, dan Ailyn hanya menghindarinya. Padahal Ailyn bisa mengalahkan Cloe dengan mudah tapi Ailyn takkan melakukannya.


"Bukannya membelaku kau malah membela mayat itu..!" ucap Cloe.


"Lebih baik kau tutup mulutmu.. aku memegang cctv seluruh kantor ini.. " ancam Tom membuat Cloe terdiam.


"Lebih baik kau pulang saja." ucap Tom.


"Tapi Alonso ingin bicara denganku." ucap Cloe.


"Yasudah tunggu sampai tuan selesai bicara dengan istrinya." ucap Tom.


Tom pun mau tak mau membantu Cloe untuk berdiri dan menyuruhnya duduk di kursi. Untungnya tadi Tom menangkap tubuh Cloe, hingga wanita itu baik-baik saja. Jika tidak, mungkin Cloe sudah langsung mencium lantai.


.


.


Sementara di dalam ruangan Alonso situasi tengah memanas karena Ailyn sudah tahu Cloe tengah hamil.


"Ai.. aku merindukanmu." ucap Alonso memeluknya.


Tapi Ailyn justru melepaskan diri dan mendorong Alonso hingga mendarat di sofa nya.


"Ai.. kau masih marah padaku.." ucap Alonso.


"Menurutmu, kenapa Cloe bisa hamil?" tanya Ailyn dengan sorot mata tajam.


Ailyn pun mendekat ke Alonso dan menarik dasi Alonso hingga suaminya itu merasa tercekik.


"Nyonya.. ampuni tuan.." ucap Jery.


"Jery keluar.. ini urusan kami..!" ucap Ailyn dengan tatapan membunuh.


Seketika Jery pun merinding dan merasa kalau nyonya Ailyn lebih menakutkan daripada tuannya yg dahulu. Jery pun langsung keluar karena takut terkena imbasnya dari pertengkaran rumah tangga tuannya.


"Ai.. sesak.. lepaskan." ucap Alonso.


"Apa?? aku tidak dengar.." ucap Ailyn.

__ADS_1


"Lepas Ai.. nanti aku jelaskan." ucap Alonso semakin tercekik.


Diluar saat Jery baru saja keluar ruangan, dirinya berpapasan dengan Cloe. Wanita itu pun tak terima karena hanya Ailyn yg dipersilahkan masuk.


"Jery minggir..!" ucapnya.


"Nona, jangan masuk sekarang.." ucap Jery.


"Kubilang minggir..!" ucap Cloe mendorong Jery sekuat tenaga.


Jery pun terjungkal, dan kesal oleh perbuatan Cloe. Jika wanita itu tidak sedang hamil, Jery pasti langsung menyeretnya keluar gedung. Dan Tom langsung berlari menghampirinya.


"Jery kau baik-baik saja?" tanya Tom membantunya bangkit.


"Wanita itu benar-benar gila.." ucap Jery.


"Kemana Cloe?" tanya Tom.


"Dia pasti di dalam.. gawat Tom.. kita harus masuk.." ucap Jery.


"Memangnya akan ada apa?" tanya Tom.


"Akan ada pertarungan antara singa betina dengan kucing oren." ucap Jery membuat Tom bingung.


"Kau ini bicara apa sih?"


"Sudah ayo masuk.." ucap Jery.


.


.


Cloe pun langsung masuk ke dalam ruangan dan melihat Ailyn tengah menatap tajam Alonso dan mereka saling bicara.


Ailyn pun melihat Cloe datang ke arahnya melalui pantulan jendela lemari milik Alonso. Terlihat dengan jelas, Cloe hendak menyerangnya lagi. Ailyn pun langsung bergerak dengan cepat untuk menyingkir dalam hitungan detik.


Niat Cloe ingin menjambak rambut Ailyn dari belakang, tapi Ailyn sudah bangkit hingga Cloe terjungkal di sofa.


"Aaahh.." teriak Cloe.


"Wah Cloe apa kau sedang akrobat?? " tanya Ailyn karena kepala Cloe mendarat di sofa.


"Ck.. kau..!!"


"Iya aku kenapa?" tanya Ailyn.


"Harusnya kau itu mati saja..!! kau itu hanya menggangguku dengan Alonso.." ucap Cloe.


"Benarkah Al?" tanya Ailyn dengan tatapan tajamnya.


"Tuaaann...!" teriak Jery dan diikuti oleh Tom dari belakang.


Mereka bahkan melihat Cloe tengah terjungkal di sofa. Firasat Jery pun tepat, karena tak mungkin Cloe bisa menang dari Ailyn.


"Aku tak menyentuh wanita ini, kalian bisa lihat tayangan cctvnya.." ucap Ailyn.


"Astaga..!!" ucap Alonso kesal.


"Kenapa kau marah?? kau belum menjawab pertanyaanku?" tanya Ailyn masih dengan tatapan tajamnya.


"Al.. katakan padanya.. aku tengah mengandung anak kita." ucap Cloe.


"Ai.. itu bukan anakku.. itu anak pria lain." ucap Alonso.


"Al.. apa maksudmu?? kita melakukannya kan?" tanya Cloe tak percaya.


"Kau dengar sendiri kan, suamiku tak mengakuinya." ucap Ailyn.


"Cloe alasanku memanggilmu adalah untuk menjelaskan situasinya." ucap Alonso.

__ADS_1


"Jadi setelah istrimu hidup kembali kau akan membuangku dan anak ini?? kau jahat sekali Al." ucap Cloe menangis.


"Dasar ratu drama? kau yakin itu anak dari suamiku?" balas Ailyn.


Ailyn pun mulai terbawa emosi. Hingga Cloe pun bangkit dan ingin mencakar wajah Ailyn. Ailyn yg sudah membaca gerakan itu pun segera menangkap tangannya dan menguncinya ke belakang. Cloe pun nampak kesakitan.


"Aaa.."


"Nyonya tolong lepaskan." ucap Tom.


"Tom kemarilah kalau begitu." ucap Ailyn dan Tom mendekat.


"Tangkap pelakor ini.. " ucap Ailyn mendorong tubuh Cloe pelan.


Tom pun menangkapnya.


"Tom.. jaga wanita ini karena aku tak bisa terus bertahan jika melawannya." ucap Ailyn serius.


"Baik nyonya.." balas Tom memegangi Cloe.


"Hei pesuruh lepaskan aku..!" ucap Cloe.


"Al.. kau punya lakban? atau sejenisnya?" tanya Ailyn membuat Cloe diam.


Alonso pun menarik nafas karena kedua wanita dihadapannya sedang bertengkar. Dan Ailyn nampak tak ingin kalah dari Cloe. Walau tak memberikan perlawanan, jika Ailyn emosi akan sangat kacau jadinya.


"Ailyn duduklah.." ucap Alonso.


"Cloe kau juga duduk.." ucap Alonso.


"Tom.. jaga Cloe jangan sampai dia berulah." ucap Alonso lagi.


"Baik tuan." ucap Tom.


Tom pun duduk di sebelah Cloe dan Ailyn duduk di hadapan Cloe. Dan Alonso tengah pusing oleh pertengkaran dua wanita tersebut. Cloe pun menatap tajam pada Ailyn, sementara Ailyn berusaha mengontrol emosinya.


"Jadi, Cloe aku ingin bicara yg sebenarnya padamu." ucap Alonso.


"Maksudmu apa Al?" tanya Cloe.


"Dengarkan dulu." ucap Alonso.


"Malam itu, saat pertama kali kau memberikan obat perangsang kan ke dalam minumanku?" tanya Alonso.


"I-itu.." ucap Cloe.


"Aku tahu karena merasakan efeknya, tapi kita tak menikmati malam bersama, karena aku pingsan dan dibawa pulang oleh Jery." ucap Alonso.


"Lalu siapa yg melakukannya kalau bukan kau?" tanya Cloe tak percaya.


"Aku yg melakukannya." ucap Tom semakin membuat Cloe merinding.


"Lalu malam-malam berikutnya? tak mungkin pria ini lagi kan?" tanya Cloe.


"Tidak, tetap Tom yg melakukannya.. tapi aku tak menyangka kalau kau sampai hamil." ucap Alonso.


"Al.. kau pasti berbohong karena di hadapan istrimu kan?" tanya Cloe.


"Aku punya buktinya." ucap Tom.


"Apa buktinya?" tanya Cloe.


Tom pun mengeluarkan semua rekaman cctv kejadian malam itu dan malam lainnya. Cctv sekitar kamar hotel dan juga di lift dimana dua orang pengawal Alonso memukul Alonso dan Cloe hingga pingsan.


Bahkan wanita itu melihat dengan kepalanya sendiri kalau yg masuk bersamanya ke kamar hotel adalah Tom bukan Alonso.


"Al.. kau menipuku..!" ucap Cloe histeris.


"Makanya kalau mau menipu pria lebih cerdas sedikit." ucap Ailyn.

__ADS_1


"Kau..!!"


Cloe pun mengamuk dan hendak menyerang Ailyn lagi. Tapi Tom segera menariknya keluar ruangan dan menenangkannya. Sementara Alonso mengamankan Ailyn.


__ADS_2