Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.70 Terjebak


__ADS_3

Setelah puas menghabiskan waktu bersama istrinya, Alonso pun kembali ke rumahnya. Wajah mereka pun menunjukkan raut kebahagiaan saat kembali. Tak bisa dipungkiri ini adalah pengalaman pertama bagi keduanya untuk benar-benar jatuh cinta.


Keduanya pun semakin lengket dan tak terpisahkan saat ini. Hingga akhirnya Alonso harus pergi bekerja seperti biasa. Nampak pria yg terkenal kejam itu sangat berbeda dengan dulu, dirinya sampai tak mau berpisah dari istrinya.


Sementara Ailyn dirinya pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah suaminya yg menggemaskan. Ailyn pun menyemangati Alonso kalau sesuatu yg berlebihan itu tidaklah baik.


"Al.. pergilah bekerja." ucap Ailyn.


"Tapi aku masih ingin bersamamu." ucap Alonso.


"Aku tahu, tapi sesuatu yg berlebihan juga tak baik.. kau mau perusahaanmu jatuh ke tangan yg salah lagi?" tanya Ailyn.


"Kau benar, aku harus bekerja." ucap Alonso.


"Ya.. sudah bersiaplah lalu kita sarapan sebelum kau berangkat." ucap Ailyn.


Perkataan Ailyn pun menyadarkan Alonso kalau dirinya tak pernah tahu ada berapa banyak musuhnya. Contohnya si Rafli, staf senior di kantornya tapi justru melakukan korupsi di perusahaannya.


Alonso pun tak ingin kecolongan lagi karena semua stafnya sudah bekerja keras untuk perusahaannya. Dan mereka lebih berhak atas hasil perusahaan daripada orang-orang seperti Rafli.


Selesai bersiap, Alonso pun sarapan pagi bersama Ailyn. Kemudian sebelum dirinya pergi ke kantor Alonso mencium kening Ailyn dengan mesra. Semua pelayan yg menatap pun langsung menunduk dan tersenyum. Sementara Ailyn mendoakan suaminya agar pekerjaannya lancar.


.


.


Selepas Alonso pergi, Ailyn pun pergi ke markas untuk membahas beberapa rencana mereka sebelum besok mereka pergi. Dan hal itu dibahas secara intens berdasarkan kondisi di lapangan serta tugas utama mereka.


Mereka pun melakukan rapat seharian, dan sore hari baru akhirnya mereka selesai. Banyak hal yg perlu dibahas dalam rapat tersebut. Dan mereka juga harus menentukan segala persiapan sampai kejadian terburuk yg bisa saja terjadi.


Sehabis rapat, rekan Ailyn pun melihat dirinya terlihat lebih berseri dan bahagia dari biasanya. Dan tak ada hal lain yg mereka lakukan selain menggodanya.


"Ailyn ku.. kau sekarang semakin cantik.."


"Benar, nampaknya tuan Alonso sangat mencintaimu."


"Senior.. bagaimana bisa kau seberuntung ini??"


"Ailyn nampaknya di depan ada pangeranmu dengan kuda besi menunggumu."


"Benarkah??" ucap Ailyn lalu melihat ponselnya.


"Hahaha.. lihatlah sekarang dia mengakuinya dan langsung melihat ponselnya."


Ailyn pun langsung berlari ke depan dan tak melihat suaminya disana.


"Kalian.. benar-benar ya.." ucap Ailyn.


"Hahaha.. apakah ini Ailyn rekan kita itu?? lihat dia mulai jatuh cinta."


"Ohoho.. apakah sebentar lagi kita punya keponakan.?"


"Berhenti menggodaku..!" ucap Ailyn tegas dan seketika mereka pun berhenti.


"Akh.. kalian ini suka sekali menggodanya hingga kesal." ucap Leon


"Menggoda orang yg sedang jatuh cinta itu seru kapt.."


"Itu benar.. apalagi orang itu Ailyn si wanita dingin."


"Ck.. kalian ini benar-benar ya.." ucap Ailyn memasang wajah serius.


"Ailyn sudahlah.. mereka memang begitu." ucap Leon.


"Itu tuan Alonso datang..!" tunjuk Zion.

__ADS_1


"Mana Zion?" tanya Ailyn langsung mencarinya.


"Bukankah itu mobil suamimu senior?"


"Sepertinya benar." ucap Ailyn.


"Kalian lihat kan?? sekarang Ailyn sedang jatuh cinta.. hahahahaha.."


"Kalian ini memang menyedihkan." ucap Leon.


"Padahal siapa ya yg ditinggal menikah 3x.. " sindir yg lainnya.


Sontak Leon pun kesal dengan ejekan yg lainnya. Dan anak buahnya itu pun langsung mengambil langkah seribu sebelum dihajar oleh kapten mereka.


"Awas kalian kalau tertangkap kubuat kalian babak belur..!" seru Leon.


"Ampun kapt.. besok kita masih punya misi." ucap nereka seraya melarikan diri.


Leon pun masih mengejar mereka dan gemas dengan mulut mereka yg begitu menyebalkan jika sudah bicara.


Sementara itu, Zion dan Ailyn pun tengah memastikan apakah itu benar mobil Alonso.


"Senior.. benar kan nomor platnya sama." ucap Zion.


"Ha.. benarkah? aku bahkan tak hapal nomornya." ucap Ailyn.


"Ckck.. kau itu istrinya atau bukan sih?" balas Zion.


"Ya.. aku tidak terlalu memperhatikannya Zion." ucap Ailyn.


Tak lama kemudian Alonso pun turun dari mobilnya dan menemui Ailyn dan Zion.


"Tuan Alonso.. apa kabar?" tanya Zion.


"Baik, kau sendiri? sudah sembuh kan?" tanya Alonso.


"Kau tidak bilang mau kemari?" tanya Ailyn.


"Bukankah kejutan itu diperlukan?" balas Alonso tersenyum.


"Oh.. tunggu." ucap Alonso lalu masuk ke dalam mobil mengambil sebuket bunga.


"Ini untukmu.." ucap Alonsi memberikannya.


"Terimakasih bunga yg cantik." ucap Ailyn.


Zion pun terpukau karena Alonso sungguh pria yg keren di matanya.


"Anda benar-benar keren tuan.. !" ucapnya.


"Tentu saja.." balas Alonso.


"Kalau begitu sampai jumpa lagi Zion.." ucap Ailyn.


"Ya.."


Sementara para jomblo yg berlarian itu pun menatap pemandangan antara Ailyn dan Alonso dengan tatapan menyedihkan.


"Lihat.. "


"Oh.. romantis sekali.."


"Kapan aku bisa begitu.."


Bughh..Bughh..Buggh..

__ADS_1


Leon pun memukul kepala mereka dengan puas karena sudah mengejeknya.


"Rasakan itu.. !! ingat jangan sampai besok kalian telat atau aku akan menghajar kalian habis-habisan." ucap Leon.


"Baik kapt." ucap mereka takut.


.


.


Keesokannya, tepat sebelum Ailyn berangkat Alonso justru sedang bermanja-manja dengannya. Padahal Ailyn bilang tugas kali ini akan mudah. Tapi nampaknya Alonso masih enggan berpisah dari istrinya.


"Al.. 15 menit lagi." ucap Ailyn mengingatkan.


"Masih lama Ai 15 menit itu." ucap Alonso dengan posisi tidur di pangkuan Ailyn.


"Mau sampai kapan kita begini?" tanya Ailyn.


"Ai.. nanti kau itu jika sudah pergi, lama kembalinya. sudah biarkan aku begini 15 menit lagi."


Ailyn pun tak bisa protes lagi dan tepat 15 menit kemudian Alonso melepaskannya. Mereka pun bersiap dan sarapan pagi sebelum pergi bekerja. Entah mengapa hari itu Alonso sangat berat melepas kepergian istrinya.


Dan Ailyn juga merasa Alonso kian hari semakin manja padanya. Pagi itu, Alonso berlama-lama saat melepaskan Ailyn pergi.


Pria itu memeluk istrinya cukup lama kemudian barulah melepaskan Ailyn pergi.


"Ingat, kau harus berhati-hati.." ucap Alonso.


"Tentu.."


"Kau harus pulang dengan selamat kalau tidak.." ucap Alonso.


"Kalau tidak kenapa?" tanya Ailyn.


"Aku akan menuntut atasanmu." ucap Alonso.


"Aku akan kembali dengan selamat.." ucap Ailyn.


Kemudian Alonso pun mengecup kening istrinya itu dan membiarkannya pergi bekerja. Alonso pun hanya bisa berdoa dan berharap kali ini Ailyn pulang dengan selamat seperti biasanya.


.


.


Sementara Ailyn pun pergi ke markas dengan mobilnya. Tidak ada yg boleh mengantarnya karena semua yg berkaitan dengan pekerjaannya adalah rahasia tingkat tinggi.


Sepanjang jalan, Ailyn pun merasa baik-baik saja. Hingga di pertengahan jalan, dirinya merasa kecepatan mobilnya naik sendiri. Dan Ailyn tak bisa mengerem ataupun berhenti. Dirinya dan mobil tersebut semakin menambah kecepatannya.


Ailyn pun berusaha mengontrol situasi dan melihat apakah ada yg mengikutinya. Jika benar maka kemungkinan mobilnya sudah diretas dan dikendalikan oleh seseorang dari jarak dekat.


Bahkan untuk membuka jendela saja tidak bisa, hingga Ailyn harus sangat berhati-hati dalam hal ini. Ailyn pun melihat dua orang pengendara motor tengah memegang alat di tangannya. Ailyn pun tahu mereka sedang mengontrol mobilnya.


Ailyn berusaha mengatur jarak agar bisa kabur dan mengurangi kecepatan. Tapi nampaknya sulit karena jalanan sedikit ramai. Mau tak mau Ailyn berhati-hati dan menghindari banyak insiden berbahaya.


"Sial aku dijebak.. sampai kapan aku akan terjebak pada situasi ini.." gumam Ailyn dalam hati.


Ailyn ternyata sedang dijebak seseorang dan mobilnya bergerak sesuai keinginan mereka. Mereka pun membawa Ailyn pergi ke suatu tempat. Dan semakin menjauhi markas. Posisi Ailyn saat ini sedang dalam bahaya, karena tak tahu kemana para penjahat itu akan membawanya.


.


Sementara itu rekan-rekannya termasuk Leon pun sedang menunggunya. Mereka bingung karena tak biasanya Ailyn begini, malahan biasanya wanita itu datang paling awal. Kini mereka hanya tinggal menunggu waktu yg tersisa sebelum berangkat. Jika Ailyn tak muncul juga, kemungkinan dirinya akan dikenakan sanksi karena tak datang dalam misinnya.


"Kapt.. bagaimana ini?" tanya Zion.


"Waktu Ailyn hanya tinggal 15 menit lagi.. kalau dia tak datang kita harus pergi."

__ADS_1


"Tapi kapt.."


"Tak ada waktu lagi, misi ini jauh lebih penting.. nanti kita akan minta Ailyn menjelaskan segalanya." ucap Leon.


__ADS_2