
John pun tidak bisa diam saja melihat putranya sedang sakit. Dirinya membantu David selama di rumah sakit. Lalu dirinya memberitahu Jane dan Ailyn. Tapi yg datang justru malah hanya Ailyn. Sementara Jane, dirinya bilang kalau anaknya sedang sakit. Padahal saat ini dirinya tengah arisan sosialita di sebuah kapal pesiar.
John pun akhirnya tahu, kalau satu-satunya anak David yg memiliki kelakuan baik hanyalah Ailyn. Sementara Jini sudah jelas, tindakannya tidak baik dengan berakhir di penjara. Lalu Jane, masa lalunya juga tidak baik dan kini setelah menikah, dirinya juga hanya berfoya-foya. Apalagi setelah anaknya tumbuh lebih besar, Jane bisa meninggalkannya kapanpun demi kesenangannya.
Sementara Ailyn, yg diberitahu soal kondisi ayahnya langsung menuju ke rumah sakit diantarkan oleh sopir pribadinya. Ailyn cukup terkejut karena beberapa hari yg lalu ayahnya sempat mengunjunginya, dan kini sudah berada di rumah sakit serta telah menjalani operasi.
Kemarin saat datang ke rumah Alonso, David memang tampak lebih pucat dari biasanya. Awalnya Ailyn hanya mengira kalau ayahnya itu kelelahan habis lembur atau semacamnya. Tapi ternyata ayahnya sedang menderita penyakit yg serius sampai harus dioperasi.
Ailyn pun tiba di ruangan David, dan dipersilahkan masuk oleh penjaga di depan kamar.
"Ayah aku masuk." ucap Ailyn.
"Lihat siapa yg datang lebih dahulu." ucap John.
"Ailyn.. terimakasih sudah datang.." ucap David.
"Bodoh..!!" ucap Ailyn membuat semuanya terdiam.
"Hei nak tenang dulu." ucap John menenangkan situasi.
"Diam kek, dia itu orang tua yg bodoh.. dia hanya minum kopi sepanjang hidupnya dan kurang minum air putih sampai ginjalnya bermasalah, belum lagi hobinya mengkonsumsi minuman berenergi yg jauh lebih berbahaya lagi.. Bodoh..Bodoh..!" ucap Ailyn kesal.
"Bagaimana kau bisa tahu.." ucap David.
"Karena selama ini aku memata-matai kehidupan ayah dan ibu tiriku untuk bertahan hidup." ucap Ailyn.
Seketika John dan David pun terdiam. David pun malu karena Ailyn sampai melakukan itu.
"Kenapa diam? kalau mau tubuhmu kuat, cukup makan dan minum air yg benar.. lalu berolahraga, bukan minum minuman berenergi.." ucap Ailyn masih marah.
"Maaf Ailyn.. ayah memang bodoh.." ucap David mengakuinya.
"Dan lagi apa-apaan menyiksa diri sendirian di rumah sakit??" balas Ailyn.
"Sudah cukup.. kau itu datang langsung marah-marah." ucap John menenangkan Ailyn.
"Tapi kek.." ucap Ailyn.
"Sstt.. jaga emosimu.. kau jadi lebih sering meledak-ledak." ucap John.
"Maaf kek.. maaf ayah." ucap Ailyn.
"Ya.. aku senang akhirnya kau memarahiku." ucap David.
"Yah.. ayahnya lebih bodoh lagi senang dimarahi." ucap John
John pun menjelaskan situasi David, begitu juga dirinya menceritakan kronologis ceritanya kenapa dirinya bisa berakhir di rumah sakit. Kebiasaan buruknya adalah penyebab utamanya, persis seperti apa yg dikatakan oleh Ailyn.
__ADS_1
Di sisi lain David pun senang Ailyn mengunjunginya. Dirinya berharap hubungannya dengan Ailyn dapat membaik seiring berjalannya waktu. Walau mungkin tak akan dekat seperti ayah dan anak pada umumnya karena serangkaian masalah yg terjadi di masalalu. Tapi David sungguh berharap bisa dekat dengan putrinya itu.
Walau dalam hatinya, David kecewa pada Jane yg melupakannya. John pun sudah memberitahu ulah putrinya yg lain. Dimana Jane saat ini tengah berada di kapal pesiar untuk melakukan arisan sosialita bersama teman-temannya. Padahal David selalu memanjakannya sejak dulu dan memberikan semua yg Jane inginkan.
Tapi begitu menikah dan tahu ayahnya sakit, dirinya enggan mengunjungi David. Bahkan terdengar kabar kalau kini Jane hidup bebas kembali. Padahal anaknya masih kecil dan terlalu dini untuk ditinggalkan. Dan entah apa yg dipikirkan oleh Juno mengenai sikap Jane yg terlalu bebas ini.
Ailyn pun kembali setelah mengunjungi ayahnya selama 2 jam. Kondisi kesehatannya yg utama, dan John menyuruhnya pulang karena tak baik Ailyn berada di rumah sakit terlalu lama. Ailyn pun pulang dengan sopirnya.
Setelah itu, John berbicara dengan David mengenai anak-anaknya.
"Sekarang kau tahu kan siapa anak yg paling peduli padamu.." ucap John.
"Iya ayah, bahkan Ailyn tahu semua kebiasaan burukku." ucap David.
"Lihat kedua putrimu yg dulu selalu kau manjakan.. yg satu di penjara, yg satu lagi tak peduli padamu." ucap John.
"Benar.. aku sudah gagal menjadi ayah." ucap David.
"Satu-satunya kehebatanmu hanyalah otakmu." ucap John.
Begitulah John pun menceramahi putranya tersebut. Padahal yg lebih tua John, tapi yg sakit justru malah David yg jelas lebih muda darinya. John juga memarahinya soal kebiasaan buruknya tersebut. Berbeda dengan dirinya yg menerapkan pola hidup sehat yg jarang sekali sakit walau usianya sudah senja.
.
.
.
Ailyn pun datang sesuai jadwalnya di sore hari. Dan mereka sudah menunggunya dengan senyuman.
"Akhirnya bintang utamanya sudah tiba." ucap Zion.
"Selamat datang Ailyn." ucap Leon.
"Terimakasih semuanya.. tapi kalian sedikit berlebihan." ucap Ailyn.
"Tentu tidak, kami harus melakukannya."
"Benar, dan kami punya hadiah untukmu." ucap Leon mewakili.
"Hadiah? kalian tak perlu repot begini." ucap Ailyn.
"Tidak, 6 bulan kedepan kami akan di kirim ke medan perang seperti dulu." ucap Leon.
"Jadi senior, kami belum tentu bisa hadir saat anakmu lahir.. dan kami memberi hadiahnya labih awal." ucap Zion.
"Terimakasih semuanya aku jadi terharu." ucap Ailyn menangis.
__ADS_1
"Aduh.. jangan menangis Ailyn."
"Zion kau pasti berlebihan lagi.."
"Tenang-tenang.. orang hamil memang gampang emosi dan sering menangis." ucap Ailyn.
"Benarkah aku baru tahu." ucap mereka.
"Makanya kalian itu menikah.." sindir Ailyn dan mereka langsung frustasi.
"Sesulit itukah menikah?" tanya Ailyn.
"Jangan ditanya, bahkan kapten kita gagal 3x.." ucap Zion.
"Zion kau mau mati..??" ucap Leon emosi saat disindir.
"Maaf kapt.." balas Zion.
"Aku saja jika tidak dijodkan mungkin takkan menikah sama seperti kalian." ucap Ailyn.
"Benarkah?? jadi semuanya perjodohan."
"Ya tak heran sih, kakekmu kan kaya Ailyn."
"Memang hidup orang kaya itu aneh.. " balas Ailyn.
"Tapi yg terpenting senior bahagia kan?" tanya Zion.
"Iya.. untungnya begitu." ucap Ailyn.
Mereka pun merayakan pesta perpisahan Ailyn dengan bahagia. Para pria kekar itupun bersedia menjaga Ailyn dan mengantarnya sampai rumah. Mereka juga ikut senang dengan kehamilan rekannya. Walau pasti tidak mudah kehilang orang yg berbakat seperti Ailyn.
Ailyn pun mendapat kado dari rekan-rekannya tersebut. Walaupun mereka pria yg tak tahu apapun soal wanita apalgi bayi, mereka tetap memberikan hadiah yg mampu mereka pikirkan. Dan pastinya mereka tak bisa memilih dengan benar karena tak mengerti.
Saat tiba di rumah Ailyn melihat ada sepatu bayi perempuan, dan pakaian bayi laki-laki. Bahkan ada mobilan, tembak-tembakan, sampai boneka. Ailyn sampai tertawa melihatnya padahal jenis kelaminnya saja belum tahu, tapi mereka sudah memberikan hadiah-hadiah tersebut. Alonso pun terkejut saat pulang melihat Ailyn tengah membuka kado dari rekan-rekannya.
"Mereka cukup perhatian dan unik." ucap Alonso.
"Iya..meski tampangnya kekar dan sangar tapi hati mereka pink seperti hellokitty." ucap Ailyn tersenyum.
.
.
Di tempat lain, nampak seorang wanita baru saja keluar dari penjara. Dan wanita itu pergi dengan menaiki taksi menuju ke sebuah gedung. Dia adalah Jini, yg baru saja bebas dari penjara. Kini Jini bersembunyi di aparteman lamanya.
"Awas saja kau Ailyn.. kau sudah merebut segalanya dariku.." gumam Jini di apartemennya.
__ADS_1