
Hari yg dinanti pun tiba, dan Ailyn sudah bersiap untuk hadir di acara yg dibuat oleh ibu tirinya. Acara yg diperuntukkan untuk mempermalukannya di hadapan banyak orang.
Malam itu, Ailyn memakai gaun yg dipilihkan Alonso dan sedang merias dirinya. Nampak juga Alonso memerhatikannya dari belakang. Ailyn pun tahu Alonso ada di belakangnya.
"Kau sudah siap Al?" tanya Ailyn.
"Iya, aku punya sesuatu yg menarik untukmu." ucap Alonso mendekati Ailyn.
"Apa itu?"
"Bukalah." ucap Alonso memberikan sebuah hadiah kecil.
Kotak kecil itupun dibuka oleh Ailyn dan terlihat sebuah kalung berlian di dalamnya. Hati Ailyn pun semakin bertanya-tanya.
"Untukku?" tanya Ailyn.
"Memangnya untuk siapa lagi." balas Alonso.
"Terimakasih."
"Biar aku bantu pakaikan." ucap Alonso memakaikan kalung berlian tersebut.
Nampak kalung itu sangat indah dan cocok dikenakan oleh Ailyn. Ailyn pun tersenyum dan bisa menilai kalau kalung itu pasti mahal.
"Kau tersenyum, berarti kau menyukainya." ucap Alonso senang.
"Sepertinya kalung ini mahal." ucap Ailyn.
"Wanita memang paling jeli masalah ini." ucap Alonso.
"Bukan itu maksudku.. jika penyihir tua itu melihat kalung ini pasti dia akan kepanasan." ucap Ailyn tersenyum.
"Kukira apa, ternyata kau memikirkan apa yg akan terjadi disana." ucap Alonso.
"Tentu saja, aku sengaja diundang untuk dipermalukan." balas Ailyn.
"Oke.. istriku yg cantik.. ayo kita buat mereka menyesal." ucap Alonso.
"O-oke." balas Ailyn gugup mendapat pujian dari Alonso.
Dalam hatinya Ailyn masih tak percaya pada Alonso. Dirinya mulai menganggap Ailyn istri sungguhan, bahkan memujinya cantik. Pujian yg baru pertama kali ia dengar sepanjang hidupnya. Karena dulu, julukan anak haram selalu melekat padanya.
Ailyn dan Alonso pun pergi ke pesta tersebut. Dan Ailyn takkan membiarkan Anita mempermalukannya. Bahkan Alonso sengaja menggunakan mobilnya yg paling mahal untuk membuat istrinya terlihat seperti ratu.
Bahkan saat sampai di tempat, Alonso pun membukakan pintu untuk istrinya tersebut dan menggenggam erat tangan Ailyn. Semua mata pun terpaku pada mereka berdua dengan tampilan yg luar biasa. Pakaian yg berkelas, kendaraan yg berkelas, bahkan Ailyn tak tampak seperti anggota pasukan khusus malam ini.
__ADS_1
Mereka pun membicarakan Ailyn dan Alonso karena menurut info yg beredar, Ailyn dinyatakan lumpuh. Berita itu sengaja disebarkan oleh Anita, tapi sayang malam itu Ailyn mampu berjalan dengan kedua kakinya dan tersenyum.
Pandangan orang pun mulai berubah, dan mengasihani Anita yg tega membuat kabar tak mengenakan tersebut. Ailyn pun berjalan dengan Alonso menuju ke tempat Anita dan David.
Keduanya pun melemparkan senyuman saat bertemu Anita dan David.
"Selamat ayah.." ucap Ailyn.
"Terimakasih nak." ucap David memeluk Ailyn.
Alonso pun merasa iri dan langsung memotongnya.
"Selamat ayah.. ini ada hadiah kecil dari kami." potong Alonso.
"Terimakasih Alonso."
"Selamat ibu.. semoga menyukai hadiah kecil kami." ucap Ailyn tersenyum.
"Terimakasih Ailyn dan Alonso, kalian sudah datang.. aku kira kau masih sakit." ucap Anita.
"Hanya luka kecil, aku bahkan masih mampu melumpihkan 2-3 orang." balas Ailyn.
"Kuharap acara kalian berlangsung sukses dan bahagia selalu." balas Alonso.
"Alonso, lebih baik kau bawa Ailyn menikmati pesta ini.." ucap David berusaha memecah ketegangan.
Alonso pun membawa Ailyn menjauh dari mereka dan duduk di sebuah kursi. Nampak Ailyn begitu antusias membalas Anita malam ini.
"Kau tunggu disini, aku akan membawakan minuman." ucap Alonso.
"Baik." ucap Ailyn.
Saat itu, Ailyn pun tengah duduk di mejanya. Dan tiba-tiba Jane datang padanya dengan tujuan mengolok-olok dirinya.
"Ailyn kau akhirnya datang juga." ucap Jane.
"Tentu, memangnya kenapa Jane.?"
"Kemarin kau masih duduk di kursi roda, aku pikir kau malu untuk datang kemari." sindir Jane.
"Sayangnya tubuhku cukup kuat dan mampu sembuh lebih cepat. " balas Ailyn.
"Syukurlah kalau begitu.. " ucap Jane.
"Ya begitulah." balas Ailyn tersenyum.
__ADS_1
"Kau kini punya selera yg luar biasa sejak menikahi Alonso." ucap Jane.
"Benarkah?"
"Kalungmu bagus, aku yakin itu pasti Alonso yg memberikannya.. karena kau tak mungkin sanggup membelinya." sindir Jane tersenyum.
"Itu memang benar, beruntungnya aku punya suami yg sangat baik dan perhatian." ucap Ailyn dengan bangga.
"Tapi sayang kalian tak punya keturuna ." balas Jane kembali menyindir Ailyn.
"Tidak memiliki keturunan atau belum memiliki keturunan bukan akhir dari duniaku.. Aku bisa menikmati pekerjaanku dan menikmati hidupku berdua suamiku." balas Ailyn tersenyum.
"Oh iya, karirku sedang bagus, dan suamiku sangat mendukungku, jika kami belum memiliki keturunan juga bukankah uang suamiku mampu membuatku hamil?" balas Ailyn tersenyum.
"Itu bagus." balas Jane kesal.
"Aku sebagai wanita yg mandiri, jika hanya sindiran tentang anak bukan sebuah masalah yg berarti bagiku." balas Ailyn.
"Ya.. nikmatilah pesta ini." balas Jane meninggalkan Ailyn.
Disinilah Jane merasa kalah, karena dibandingkan dengan Ailyn karirnya tak ada apa-apanya. Bahkan bisa dibilang dirinya bekerja hanya untuk statusnya bukan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Bahkan jika bukan karena ayahnya mungkin Jane hanya staf biasa.
Berbeda jauh dengan Ailyn yg sudah melalui banyak hal seorang diri. Dengan berbekal tekad dan motivasinya, Ailyn kini berada di puncak karirnya. Yg lebih membuat Jane iri adalah Ailyn mendapatkan dukungan dari Alonso suaminya. Sementara dirinya, kini sudah memiliki anak dan Juno melarangnya untuk bekerja. Dunianya hanyalah rumah dan anaknya. Dirinya tak bisa berpesta dan berjalan-jalan bebas seperti dulu.
Jane pun mengepal geram atas balasan Ailyn padanya.
"Dasar anak haram kurang ajar.." umpat Jane dalam hati.
Bahkan Jane melihat kalung berlian yg dikenakan Ailyn adalah kalung edisi terbatas yg hanya ada beberapa buah di dunia ini. Sementara Jane hanya mengurus anaknya seharian tanpa bisa berias ataupun bekerja.
Itulah perbedaan jauh antara Ailyn dan Jane, disaat Jane berusaha menjatuhkannya dengan alasan belum memiliki anak, maka Ailyn membalasnya dengan karir yg dimilikinya. Bahkan jika Ailyn mau dan serius dalam rumah tangganya bisa saja Ailyn langsung hamil dalam waktu dekat.
Alonso yg melihat istrinya membalas perbuatan Jane pun hanya bisa tersenyum bangga. Karena pertanyaan soal anak adalah hal yg paling sensitif bagi seorang wanita yg sudah menikah. Tak semua wanita mampu sekuat Ailyn menahan semua perkataan buruk orang sekitarnya.
Bahkan Ailyn tetap menjaga dirinya meski Alonso sudah terang-terangan menyatakan perasaannya. Terlihat juga kalau Ailyn bukan wanita yg tak mudah menyimpan iri pada wanita lainnya. Padahal bisa saja dirinya hamil dan mempertahankan rumah tangganya bersama Alonso untuk alasan anak. Tapi Ailyn tak melakukannya. Dan untuk beberapa alasan yg membuat Alonso belum memahaminya hingga kini.
Alonso pun mendekati Ailyn dan membawakan minuman untuk istrinya itu.
"Ini untukmu." ucap Alonso.
"Terimakasih Al." balas Ailyn.
"Tadi Jane pasti berusaha menjatuhkanmu.." ucap Alonso.
"Dan dia selalu gagal.. kau tenang saja aku tak selemah itu dalam hal mental." balas Ailyn tersenyum.
__ADS_1
Sementara Jane di sudut lain mengepal geram, karena melihat Ailyn mendapatkan suami seperti Alonso yg diluar perkiraannya. Dalam pikirannya Alonso adalah pria yg kejam yg mungkin akan menyiksa Ailyn, tapi fakta yg terlihat adalah sebaliknya. Bahkan Alonso sampai rela mendapatkan kalung yg sangat langka tersebut untuk Ailyn.