
"Bagaimana??" tanya seorang wanita di telepon.
"Target sudah tertangkap nyonya."
"Bagus.. pastikan mobilnya hangus terbakar dan tak meninggalkan jejak aneh." ucap wanita itu lagi.
"Baik nyonya."
Itu adalah percakapan antara Anita dan orang suruhannya. Anita sudah merancang segalanya dengan orang suruhannya dan tahu kalau beradu fisik, Ailyn masih bisa melawan mereka. Tapi akan berbeda jika Ailyn terkurung di suatu tempat.
"Akhirnya sebentar lagi anak haram itu akan menemui ajalnya." gumam Anita dalam hati.
Sementara itu, Anita terlihat begitu bersemangat dan sedang mencari pakaian serba hitam. Yang tak lain akan digunakan untuk datang ke pemakaman Ailyn. Dan saat itu Jane sedang datang mengunjungi ibunya. Dirinya pun mendapati ibunya sedang bahagia dan memilih pakaian serba hitam.
"Mom.. ada apa ini?" tanya Jane.
"Oh Jane.. biasa teman-teman mom ingin party dengan dresscode serba hitam." ucap Anita.
"Apa tak salah mom? seperti ingin melayat saja." ucap Jane.
"Ya.. tren orang kaya itu memang begitu sayang." ucap Anita.
Jane pun agak curiga tapi memang kadang memang seperti itulah ibunya. Jane pun membiarkannya saja Anita dengan semua kebahagiaannya.
.
.
Sementara itu, Ailyn sedang bertaruh nyawa pada kondisinya saat ini. Dirinya harus mengendalikan mobilnya agar tidak mencelakai orang lain. Tapi untungnya kecepatannya masih standar untuk berada di jalan raya. Nampak mereka dilarang membuat masalah besar di jalanan oleh orang suruhannya. Karena jika kecelakaan itu terjadi di area publik pasti akan dengan mudah diselidiki.
Sesuai rencana mereka pun menggiring Ailyn ke sebuah area kosong. Ailyn pun terus berupaya mengendalikan mobil tersebut seraya melihat jam di tangannya. Nampak dirinya sudah sangat terlambat untuk misinya. Dan Ailyn bahkan tak tahu dirinya bisa selamat atau tidak.
"*Apakah aku bisa selamat??"
"Tidak.. aku tidak boleh mati dengan mudah.. aku harus menangkap mereka nanti."
"Tapi bagaimana aku bisa keluar dari situasi ini?? tidak.. aku harus tenang.." Ailyn pun bermonolog dalam hatinya*.
__ADS_1
Dirinya pun dibawa ke jalanan yg sepi dan terus menanjak. Ailyn juga sudah semakin curiga, kemudian dirinya membuka ponsel untuk tahu dimana lokasinya saat ini. Hasilnya pun cukup membuatnya merinding, dimana Ailyn dibawa ke area dataran tinggi.
Pikiran Ailyn pun sudah kemana-mana memikirkan sekenario terburuknya. Mungkin saja dirinya akan dibuang ke dasar jurang bersama mobil ini. Apalagi mereka terus melalui jalanan yg menanjak. Dan beberapa orang itu terus mengikutinya.
Setelah berada di tempat sepi barulah Ailyn mengeluarkan senjata apinya. Dirinya berusaha menembak ke luar jendela dan terjadilah baku tembak di sana. Dengan medan yg cukup berbahaya mau tak mau Ailyn melawan sampai akhir.
Dorr..dorr..dorr..
Prankk..prankkk..
Ailyn pun berusaha menghindari tembakan dan mobilnya sudah tak karuan bentuknya karena mereka juga membalas tembakannya.
Saat ada kesempatan Ailyn pun membalas tembakan mereka dan tepat mengenai pengendara motor tersebut. Keduanya pun terjatuh, dan Ailyn mampu menghentikan laju mobilnya.
Nafas Ailyn pun terengah-engah akan situasinya saat ini. Dirinya pun melihat kedua orang pengendara motor itupun terkapar di tanah. Lalu dirinya mencoba meminta bantuan Alonso dengan menghubunginya. Tapi telepon itu tak juga dijawab. Ailyn yg sedang panik itupun menghubungi siapa saja yg ada di benaknya.
Ailyn mencoba menelpon semua rekannya tapi sayang mereka juga sudah berangkat dan teleponnya mati. Ailyn pun terdiam dengan posisi mobilnya yg tak tahu apa masih sanggup berjalan lagi sampai rumah atau tidak.
Ailyn mencoba menghidupkan mesin mobil, tapi nampak tak berfungsi dan dirinya terjebak di tempat yg ia tak tahu bagaimana caranya untuk pulang. Kondisi sekitar sangatlah sepi dan pastinya jarang dilewati orang.
Ailyn pun melihat sepeda motor pelaku dan berniat untuk mengendarainya pulang ke rumah. Setidaknya dirinya harus kabur dulu dari sana. Baru saja Ailyn terpikir sebuah ide, namun tiba-tiba mobilnya terpental ke arah jurang.
Saat Ailyn menengok ke belakang, nampak ada sebuah mobil yg dengan sengaja menabraknya hingga terjun bebas ke jurang.
Brakkk..
"Aaaaa.." teriak Ailyn.
Brakk..Brakkk..
Ketika tiba di dasar jurang, Ailyn pun sudah tersadar namun kondisinya sudah dipenuhi luka. Ailyn pun menyadari kalau mobilnya sebentar lagi akan meledak. Dirinya pun mengumpulkan sisa tenaganya untuk bisa keluar dari dalam mobil.
"Aku cuma punya waktu 15-30 detik.." gumam Ailyn.
Ailyn pun menguatkan tubuhnya dan melepas sabuk pengamannya. Untungnya juga tubuhnya tak dalam kondisi terjepit hingga bisa keluar dengan mudah. Ailyn pun menghancurkan kaca jendela di area depan dan keluar secepat yg ia bisa.
Setelah keluar dari dalam mobil, dengan langkah gontai Ailyn menjauh dari mobilnya. Tak lama setelahnya mobilnya pun meledak dan Ailyn sudah berhasil keluar. Untungnya dirinya bisa keluar dengan cepat, karena telat 1 detik saja nyawanya bisa terancam.
__ADS_1
Ailyn pun menjauh dan bersembunyi di bawah pohon, dirinya tak tahu harus meminta pertolongan siapa lagi. Tubuhnya sudah tidak kuat berjalan lagi, dan sudah banyak mengeluarkan darah yg membuat tubuhnya lemas.
.
.
Sementara di atas sana, para penjahat tersebut berbahagia walaupun harus kehilangan kedua rekan mereka.
Dan tiba-tiba sekelompok orang datang dan memergoki mereka.
"Apa yg kalian lakukan?"
"Kami baru saja melihat kecelakaan.. lihat ada mobil yg jatuh."
"Bisa kalian jelaskan kenapa ada banyak peluru disini?"
Mereka pun bertarung akhirnya satu sama lain dan komplotan penjahat itu berhasil melarikan diri. Beberapa komplotan berhasil tertangkap. Dan sekelompok orang tersebut turun ke bawah untuk melihat apakah mobil yg mereka cari ada di bawah sana.
Setelah sampai di bawah, tak salah lagi itu adalah mobil yg mereka cari. Mereka pun terkejut melihat kondisi mobil sudah hangus terbakar. Dan melihat ke arah dalam, tak ada orang di dalam mobil.
"Ayo berpencar..! ada kemungkinan selamat.." ucap pemimpin mereka.
Anggota lain pun menurutinya dan berpencar melakukan pencarian. Meskipun sudah selang 2 jam dari kecelakaan karena harus melawan para penjahat itu kemudian turun ke dasar dengan medan yg buruk, mereka berharap menemukan orang yg mereka cari.
Salah seorang pun melihat jejak darah dan mengikutinya. Sepertinya jejak darah itu merupakan jejak orang yg mereka cari saat ini. Dan mereka menemukan wanita tengah tergeletak dengan sejumlah luka di tubuhnya.
"Kapten.. ada seorang wanita.." teriak salah seorang.
Mereka pun mendekat dan langsung mengecek apakah wanita itu adalah orang yg mereka cari. Setelah melihat dengan seksama, wanita itu adalah orang yg mereka cari.
"Ini benar nona.. ayo kita bawa pergi dari sini." ucap kapten mereka.
Mereka pun langsung pergi, dan melihat banyak orang berdatangan. Sepertinya ada yg mendengar ledakan dan melaporkan ke pihak berwajib. Mungkin mereka adalah warga sekitar yg mendengar langsung ledakan dan asap yg keluar dari arah jurang.
Mereka pun tak ingin dicurigai sebagai pelaku dan langsung membawa Ailyn pergi. Terlebih Ailyn sangat membutuhkan perawatan. Mereka pun membawa Ailyn ke tempat mereka agar tidak ada yg mengetahuinya.
Siapakah mereka??
__ADS_1