
Setelah berhasil melarikan diri ke negaranya, Cloe pun bisa hidup dengan tenang. Tapi segalanya tak sesuai dengan ekspektasinya. Cloe terus-menerus penda**han dan gejalanya tak wajar. Bahkan berbeda dari apa yg dibicarakan dokter pada klinik tersebut.
Tubuhnya pun semakin lemah karena terus-menerus penda**an. Hingga keluarganya membawanya ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter pun cukup membuat anggota keluarganya terkejut.
Dokter berkata kalau Cloe habis melakukan prosedur ab**i dan dengan cara yg sangat membahayakan. Hingga Cloe berakhir seperti ini, serta obat yg diberikan dokter yg menanganinya di klinik tersebut adalah obat yg cukup berbahaya.
Beginilah akibatnya jika menipu banyak orang demi kepentingannya. Bahkan bukan hanya itu, Cloe rela menyingkirkan janinnya sendiri tanpa berpikir akibatnya. Kini keluarganya pun kecewa padanya, karena kebodohannya sendiri mampu membahayakan nyawanya.
Dan Cloe merasakan sakit yg luar biasa pada tubuhnya efek dari obat dokter tersebut. Padahal uang yg ia keluarkan tak sedikit tapi hasilnya sangat membuatnya menderita.
Perlahan, Cloe pun menyesali perbuatannya. Seandainya dirinya tetap melanjutkan kehamilannya dan membiarkan anaknya lahir, pastilah kondisinya tak parah begini. Dan juga Cloe sudah memeras Alonso dan Tom karena kehamilannya. Kini yg tersisa hanyalah penyesalan saja. Dan juga kondisinya yg semakin serius.
Pihak keluarga pun langsung melaporkan klinik tersebut karena membahayakan nyawa Cloe. Meskipun Cloe sudah menandatangani surat perjanjian, tapi pihak keluarganya tetap tak terima akan hal itu.
Dengan kekuatan keluarganya, akhirnya klinik ab**i itupun ditutup dan dikenakan sanksi. Dan berita itu langsung terdengar oleh Tom. Dirinya pun akhirnya tahu kondisi Cloe yg menyedihkan usai mengab**i janin mereka tanpa seijin Tom. Bahkan parahnya meski Tom sudah membayarnya untuk melahirkan anaknya, Cloe tetap melakukannya.
Tom mungkin kehilangan segalanya, mulai dari uang, aset miliknya, hingga yg paling berharga yaitu calon anaknya. Rasa sedih dan kegalauannya pun begitu terlihat oleh Jery dan Alonso. Sayang sekali setelah usahanya tersebut Tom justru ditipu oleh Cloe.
"Apakah Tom baik-baik saja?" tanya Alonso pada Jery.
"Sepertinya tidak tuan, dia sudah mengorbankan segalanya tapi wanita itu malah menipunya." ucap Jery.
"Tom yg malang.. aku akan jadi bos yg jahat jika memotong gajinya terlalu besar." ucap Alonso.
"Aku saja yg melihatnya tak tega.." ucap Jery.
"Kau temani dia.. jangan biarkan dia sendirian,." ucap Alonso.
"Tuan, barusan aku dapat info kalau Cloe saat ini dirawat di sebuah rumah sakit karena malprakter dari klinik tempat dia melakukan ab**i.." ucap Jery.
"Setiap kejahatan pasti akan ada balasannya." ucap Alonso.
"Benar, dia sudah memeras tuan dan Tom.. kini dia tengah menerima balasan perbuatannya." ucap Jery.
"Yasudah kau pantau dia.. akan repot kalau aku kehilangan Tom." ucap Alonso.
"Baik tuan."
__ADS_1
Sementara Alonso dirinya mulai menyadari kalau orang-orang yg mencoba menyakitinya dan Ailyn kini tengah menerima ganjaran atas perbuatannya. Mulai dari Jini yg masuk penjara, lalu disusul oleh ibunya yg tega membuat rencana pembunuhan terhadap istrinya. Kini Cloe, wanita yg terus mencoba menghancurkan rumah tangganya.
Dan saat ini Alonso tengah menikmati kebahagiaannya setelah penderitaan panjang rumah tangganya beberapa bulan terakhir. Dan dirinya bahagia sekali bisa melihat Ailyn terus ada di rumah apalagi Ailyn tengah hamil semakin menambah kebahagiaan di hidupnya.
.
.
Sementara Ailyn, dirinya sangat bosan berada di rumah terus menerus. Bekerja pun dirinya pasti takkan diperbolehkan oleh Alonso. Dan sangking tak ada kerjaannya, Ailyn mencoba melakukan banyak hal baru. Ailyn mulai belajar berkebun dan menanam tanaman bunga bersama tukang kebun mereka.
Tentu saja Alonso mengetahuinya dan mereka harus membantu Ailyn, karena luka sekecil apapun pada istrinya Alonso pasti akan marah besar. Dan mereka semua yg berada di rumahnya harus memantau keadaan istrinya dan memberikan apa yg diinginkan istrinya tersebut.
.
.
Dan pada suatu hari, David pun mengunjungi rumah Alonso karena ingin tahu kabar putrinya yg sedang hamil. David pun sejujurnya merasa malu karena tak pernah memperhatikan Ailyn sejak kecil.
Dirinya pun dipersilahkan masuk dan menunggu Ailyn di ruang tamu. Ailyn pun keluar saat tahu ayahnya datang.
"Ya. tak apa.." ucap Ailyn.
"Aku hanya ingin melihatmu, dan ingin tahu kabarmu." ucap David.
"Seperti yg ayah lihat aku baik-baik saja." ucap Ailyn tersenyum.
"Syukurlah.. selamat atas kehamilanmu, ayah senang mendengarnya.." ucap David.
"Terimakasih ayah." ucap Ailyn.
"Sekarang ayah sudah resmi bercerai dari Anita.. jadi ayah takkan membiarkan wanita itu mengganggumu lagi." ucap David.
"Kasihan sekali Anita, sudah jatuh tertimpa tangga." ucap Ailyn.
"Dia pantas menerimanya.. Semoga kau bahagia dan sehat selalu putriku." ucap David lalu pamit meninggalkan rumah Alonso.
Ailyn juga menerima beberapa hadiah dari ayahnya. Beberapa perlengkapan bayi dan juga buah-buahan. Ailyn pun bisa melihat ketulusan ayahnya kini. Akhirnya setelah puluhan tahun, Ailyn bisa merasakan kasih sayang ayahnya. Tapi tak ada kata terlambat untuk berubah. Dan Ailyn pun menerima ayahnya karena sudah menceraikan Anita.
__ADS_1
.
.
Sementara David, dirinya pun sudah mulai menua. Dan kondisi fisiknya juga melemah. Sebelum ajal menjemputnya, David ingin agar bisa menebus kesalahannya di masa lalu pada Ailyn.
Dan pada pemeriksaan kesehatan terakhirnya, David mengalami hal buruk pada ginjalnya. Dirinya juga harus melakukan operasi secepatnya untuk bisa bertahan hidup. Tapi sebelum itu, David ingin melihat Ailyn dan memberikan sedikit kasih sayangnya.
Setelah dari rumah Alonso, David pun mengunjungi rumah sakit untuk mempersiapkan operasinya. Tak ada yg tahu tentang kondisinya kini, bahkan John pun tak diberitahu, begitu juga dengan Jane putrinya. Apalagi Ailyn yg tak dekat dengannya, David akan merasa malu jika memberitahu kabar penyakitnya pada Ailyn yg selama ini jarang ia perhatikan.
David pun mulai menuai karmanya, dulu dia meninggalkan Dewi begitu saja tanpa kejelasan. Dan hanya dengan sepucuk surat David memberikan sebuah talak pada istrinya tersebut. Dan Dewi pun mengandung Ailyn sampai membesarkannya sendirian hingga ajal menjemputnya.
Bukannya melindungi putrinya Ailyn, David malah menempatkan Ailyn di sebuah neraka. Meski semuanya tercukupi, tapi Ailyn tak bahagia bahkan tersiksa oleh Anita.
Mungkin penyakitnya ini adalah hukuman untuknya, karena bukan hanya gagal menjadi seorang suami tapi juga gagal menjadi seorang ayah. David pun menyesali segalanya dan akan menebus segala dosanya di masa lalu.
Dirinya memutuskan untuk mengurus dirinya sendiri, tanpa ada satu orang keluarga pun yg menemaninya saat sedang menjalani operasi. David juga memilih rehat sementara dari pekerjaannya. Dan fokus pada pengobatannya.
Mungkin hukuman ini adalah yg paling tepat untuknya. Menderita sendirian tanpa ada yg mengetahuinya. Pria tua itupun hanya ditemani asistennya untuk segala keperluannya.
Sementara orang pertama yg tahu kondisinya adalah John, ayahnya sendiri. Dengan semua mata-mata yg dimiliki John, dirinya akhirnya tahu kalau putranya itu berada di rumah sakit setelah menjalani operasi. John pun mendatanginya dengan emosi di wajahnya karena David tak memberitahukan kondisinya pada siapapun.
"Hei anak durhaka..!" ucap John memasuki ruangan putranya.
"Ayah.. sebaiknya pelankan suaranya." ucap David.
"Apa yg kau lakukan, menderita sendirian tanpa memberitahu aku dan anak-anakmu." ucap John kesal.
"Aku hanya tak ingin merepotkan kalian.. terutama ayah." ucap David.
"Sampai kapan kau akan merahasiakan segalanya..?? sampai kau mati??" tanya John sebal.
"Maaf ayah.. aku merasa bersalah atas apa yg menimpa rumah tanggaku." ucap David.
"Bukan berarti kau sendirian di dunia ini.. dasar anak bodoh." ucap John menitihkan air matanya.
Bagaimana pun David adalah putranya, meski bodoh David adalah anak yg baik dan tak pernah berbuat buruk. Bahkan citranya di perusahaan juga bagus.
__ADS_1