
Jane pun merasa iri pada Ailyn dan mulai merengek pada Juno. Dirinya meminta suaminya untuk membelikan perhiasan untuknya. Alasannya sederhana karena perhiasan yg ia miliki sudah ketinggalan jaman.
"Jane.. perhiasanmu sudah banyak.." balas Juno.
"Tapi sayang, itu semua sudah ketinggalan jaman."
"Kalau begitu jual saja beberapa dan ganti yg baru." balas Juno.
"Tidak mau, itu asetku yg berharga." ucap Jane.
"Baiklah, nanti kita ke toko perhiasan.." ucap Juno.
"Begitu dong sayang." ucap Jane tersenyum.
Sementara Juno tak mengerti dengan istrinya yg selalu berfoya-foya. Dan mengumpulkan banyak barang mahal yg entah apa kegunaannya.
.
.
Di sudut lain, nampak Anita memperhatikan Ailyn dari ujung rambut sampai kaki. Dirinya juga melihat kalung mahal Ailyn dan merasa iri karena kalung itu adalah kalung incarannya namun gagal karena harga lelangnya terlalu mahal.
Tak disangka kalung mahal tersebut kini berada pada Ailyn. Dan pastinya barang mahal itu adalah pemberian suaminya. Anita pun mengepal geram karena anak tirinya berhasil mendapatkan apa yg ia inginkan.
Disaat ada kesempatan, Anita pun mendekati Ailyn. Saat itu tepat pada saat Alonso tengah bicara dengan kliennya dan David.
"Ailyn, bolehkah aku duduk?" tanya Anita.
"Silahkan saja nyonya.. ini kan pestamu." balas Ailyn.
"Kau masih saja memanggilku nyonya." ucap Anita.
"Bukankah kau senang kupanggil nyonya.?"
"Ailyn sudahlah lupakan masalalu." balas Anita.
"Tak semudah itu." ucap Ailyn.
"Bukankah saat ini hidupmu lebih baik, kulihat sepertinya Alonso yg memberikanmu kalung itu." ucap Anita.
"Matamu memang jeli nyonya Anita.. bagaimana bagus bukan?" balas Ailyn.
"Tapi tak cocok untuk anak haram sepertimu." ucap Anita.
"Tapi sayangnya ini sudah jadi milikku.. bahkan orang terhormat sepertimu nampaknya gagal memilikinya, atau karena kalung ini sangat mahal? astaga pasti suamiku berusaha keras mendapatkannya untukku." ucap Ailyn menutup mulutnya untuk menyembunyikan senyumnya.
"Cih.. kau tak pantas memakainya." ucap Anita.
"Benarkah?? lalu kau pantas memakainya?" balas Ailyn.
"Kalung seperti itu hanya pantas untuk orang sepertiku."
"Oho.. haruskah kutanya harganya pada suamiku? agar kau bisa membelinya?" sindir Ailyn.
"Kalung itu tak semahal yg kau bayangkan." balas Anita.
__ADS_1
"Benarkah? kenapa kau tak memilikinya jika merasa pantas."
"Ailyn.. lepaskan kalung itu, itu sangat tak pantas untukmu." ucap Anita.
Ailyn pun tersenyum memandang Anita. Wanita tua itu bahkan tak tahu malu saat ini.
"Tak ada yg lucu disini, harusnya kau beruntung karena tidak cacat." ucap Anita.
"Nyonya Anita, bukankah ini hari bahagiamu?? kenapa kau memusingkan kalungku? Apa hakmu melarangku memakainya? atau jangan-jangan kau iri?" tanya Ailyn memasang wajah sedih.
"Cih dasar wanita licik, kau berusaha mempermalukanku.."
"Apa salahku nyonya? kalung ini pemberian suamiku bukankah sudah sepantasnya aku pakai untuk menghargai kerja kerasnya?" ucap Ailyn seraya berpura-pura menangis.
"Hentikan Ailyn.. jangan pura-pura menangis."
Tapi orang-orang justru menatapnya dan Alonso pun ikut menatapnya. Lalu Alonso mendekati Ailyn yg terdengar seperti menangis.
"Ailyn.. ada apa?" tanya Alonso.
"Ibu tiriku menyuruhku melepaskan kalung pemberianmu ini." ucap Ailyn.
"Apa?? berani sekali dia.." ucap Alonso kesal dan menatap tajam pada Anita.
Semua mata pun ikut menatap tajam pada Anita. Bagaimana dirinya bisa melarang orang lain memakai barang miliknya sendiri.
"Bukan begitu.. ini hanya salah paham.. aku hanya ingin melihat kalungnya." ucap Anita.
"Tega sekali kau berbohong.. padahal jelas-jelas kau memintaku melepasnya karena aku tak pantas memakainya." ucap Ailyn.
Ailyn pun mengeluarkan sebuah pena dari tasnya dan menekan tombol yg isinya percakapannya dengan Anita. Disana juga jelas terdengar Anita menghina Ailyn dan memintanya melepaskan kalung miliknya.
"Tunggu.. itu.. itu hanya salah paham." ucap Anita membantah.
"Buktinya sudah jelas, dan kau ibu tiri yg jahat.." ucap Alonso menatap tajam pada Anita.
"Berani sekali kau menghina istriku.. !!" ucap Alonso.
"Ailyn aku tak bermaksud begitu.. maafkan aku."
"Bohong, sudah ada buktinya dan kau mengelak.. aku tak tahan lagi ada disini.. aku tak ingin dipermalukan lagi." ucap Ailyn.
"Sekali lagi kau ganggu istriku kau akan tahu akibatnya. " ucap Alonso.
"Maafkan aku Ailyn.. " ucap Anita mendekati Ailyn
"Sudah cukup, selama ini aku selalu dibandingkan dengan Jane karena belum punya anak, sekarang aku memakai kalung pun kau permasalahkan.." ucap Ailyn menitihkan air mata.
"Ayo sayang kita pergi.." ucap Alonso
"Jika bukan keluarga Ailyn aku sudah menghancurkanmu.!!" ucap Alonso pada Anita.
Alonso pun membawa Ailyn pergi dari pesta dan menuju ke mobilnya. Namun, bukannya menangis Ailyn malah tertawa puas membuat Alonso kesal.
"hahaha.. aku berhasil membuatnya malu." ucap Ailyn.
__ADS_1
"Ya Tuhan.. aku sudah cemas kau malah akting." ucap Alonso.
"Bagaimana aktingku?" tanya Ailyn.
"Luar biasa nyonya.. harusnya kau jadi aktris saja." ucap Alonso.
"Itu adalah salah satu kemampuan menyamarku." balas Ailyn tersenyum puas.
"Kau puas sekali mempermalukan Anita." ucap Alonso.
"Tentu saja.. karena dia yg ingin mempermalukanku.. Dan kau pas sekali memberikanku kalung ini.. Aku akan mengingat momen ini seumur hidupku." ucap Ailyn bahagia.
"Syukurlah aku yg mendapatkannya." ucap Alonso.
..."Yah wajar saja Anita kesal, harga kalung itu saja sangat mahal.." gumam Alonso dalam hati. ...
"Tapi Aku lapar Ai.. ayo kita cari tempat makan." ucap Alonso.
"Oke.. " balas Ailyn.
Akhirnya Alonso pun punya kesempatan untuk makan malam berdua Ailyn. Apalagi hari ini Ailyn berdandan rapi begitu juga dengannya. Mereka pun nampak seperti ingin kencan dengan penampilan itu. Dan Alonso pun pergi ke restoran yg menjual steak terenak di kota ini.
Dan Alonso baru bisa menikmati makanan dengan nyaman. Sementara Ailyn masih bahagia karena bisa membalas Anita yg selalu berbuat jahat padanya.
"Ai.. kau bahagia sekali malam ini." ucap Alonso.
"Aku bahagia karena punya alasan untuk membalas nenek sihir itu dengan perbuatan buruknya sendiri."
"Kau memang pintar.. setelah mengalahkan Jane sekarang Anita.. 2-0 tanpa balas." ucap Alonso.
"Yah.. aku hanya beruntung karena yg satu lagi ada di penjara.. tapi mungkin akan bebas dalam waktu dekat." ucap Ailyn.
"Bagaimana bisa?" tanya Alonso.
"Apalagi kalau bukan karena uang tebusan.. " ucap Ailyn.
"Yah.. pengganggu baru akan muncul.. " ucap Alonso.
"Mau bagaimana lagi, aku tak takut melawan mereka." ucap Ailyn.
"Oke.. bagaimana jika kita honneymoon." ucap Alonso.
"Sudahlah, kau hanya akan bekerja." ucap Ailyn.
"Tidak, aku akan membuang laptopku.. kita bisa fokus berdua." ucap Alonso.
"Tunggu, maksudnya fokus berdua?"
"Yah, kita kan pasutri.. masa kau tak paham." ucap Alonso.
"Dasar mesum. Aku tidak mau." ucap Ailyn.
"Dosa loh Ai.."
"Biarin.." balas Ailyn.
__ADS_1
Tapi Alonso terus menggodanya, dan dirinya semakin bersemangat untuk memancing Ailyn. Alonso pun bertekad membuat istrinya itu mencintainya bagaimana pun caranya.