Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.73 Acara Pemakaman


__ADS_3

Beginilah takdir hidup Ailyn, dinyatakan meninggal karena tak kunjung ditemukan. Hingga akhirnya Alonso membuat acara pemakaman untuknya. Demi menghormati keluarga dan rekan kerjanya yg sangat kehilangan dirinya.


Alonso pun berpura-pura baik-baik saja dihadapan umum padahal hatinya sangat hancur. Namun, sehebat apapun pria itu menutupi kesedihannya sorot matanya nampak tak bisa dibohongi.


Paman Ailyn pun orang pertama yg mendatanginya.


"Bagaimana kabarmu nak?" tanya Erik.


"Aku baik-baik saja." ucap Alonso.


"Syukurlah, apapun yg terjadi kau harus kuat.. Walaupun sampai detik ini aku juga belum mempercayainya." ucap Erik.


"Iya. Terimakasih paman dan bibi sudah datang." ucap Alonso.


"Kuharap ada berita lain yg bisa lebih baik dari ini.. kuatkan dirimu dan buka mata serta telingamu." ucap Erik lalu meninggalkan Alonso.


Alonso pun kembali terdiam, dan merasa kehilangan yg teramat besar. Ucapan Erik pun sedikit membuatnya berharap kalau Ailyn masih hidup di suatu tempat.


Kemudian, David dan Anita pun datang. Nampak David terlihat sangat sedih, tapi wajah Anita terlihat berbohong atas kesedihannya. Belum lagi tangisannya seperti sedang berakting.


"Alonso, kami turut bersedih.. bagaimana pun aku adalah ayah yg buruk baginya." ucap David.


"Ya.. itu benar kau adalah ayah yg buruk padanya." ucap Alonso.


"Alonso kuatkan dirimu.." ucap Anita dengan memasang air mata palsu.


"Aku akan tetap kuat seperti biasanya." ucap Alonso membuat Anita dan David terdiam.


Pandangan Alonso pada kedua orang tersebut pun menjadi tajam dan dingin. Hingga keduanya harus meninggalkan tempat tersebut. Dan Alonso daoat melihat kalau Anita senang dengan kabar meninggalnya istrinya.


Sementara itu, satu rombongan pasukan khusus tim Ailyn pun datang. Mereka memberi penghormatan terakhir bagi rekannya tersebut.


"Tuan Alonso kuatkan diri anda." ucap Leon.


"Terimakasih sudah datang." ucap Alonso.


"Tuan.. aku masih tak percaya akan hal ini.. jika anda butuh sesuatu anda bisa hubungi aku." ucap Zion lalu memberi kartu namanya.


"Anda juga boleh menghubungiku." ucap yg lainnya.


"Terimakasih semuanya, Ailyn pasti bangga memiliki rekan seperti kalian." ucap Alonso.


"Kami sangat berduka atas kejadian ini.. jika saja kami tahu Ailyn dalam bahaya kami akan menyusulnya." ucap Leon.


"Sudahlah, kalian sudah jadi teman yg baik untuknya." ucap Alonso.


"Jika anda butuh teman minum, anda juga bisa hubungi aku." ucap Zion.

__ADS_1


"Zion nampaknya kau yg butuh teman minum." ucap Leon.


"Kapten, aku masih belum bisa mempercayai ini semua." ucap Zion.


"Baiklah tuan Alonso, kami permisi." ucap Leon mewakili semuanya.


Lalu Alonso pun kembali menyalami orang-orang yg datang pada acara pemakaman tersebut. Acara yg sengaja ia buat, meskipun jasad Ailyn tak kunjung ditemukan sampai saat ini.


Dan John pun tiba di tempat tersebut. Antara sedih dan kesal karena dirinya harus merahasiakan segalanya dari Alonso suami Ailyn sendiri. Tapi jika Alonso tahu maka musuh Ailyn juga akan tahu keberadaan dan kondisinya.


"Alonso.. aku turut berduka cita.. cucuku Ailyn hidupnya sungguh menyedihkan." ucap John.


"Terimakasih sudah hadir disini." ucap Alonso.


"Ada yg ingin kutanyakan padamu.." ucap John.


"Katakan saja tuan." ucap Alonso.


"Apakah jasad cucuku sudah ditemukan?" tanya John penasaran.


"Tidak, belum ditemukan tapi beberapa pihak sudah menyerah karena kondisi medan tersebut. Sangat mustahil bagi orang yg terluka untuk bertahan hidup di medan jurang tersebut." ucap Alonso.


"Baiklah aku mengerti.." ucap John.


John pun semakin tak tega melihat Alonso, meski terlihat baik-baik saja tapi sorot matanya mengatakan hal berbeda. Nampak Alonso bukan hanya sedih tapi juga sangat terpukul.


.


.


.


.


Sementara itu, Zion dan rekan-rekan Ailyn pun mendatangi lokasi kejadian. Mereka mengecek secara menyeluruh tempat kejadian tersebut. Mulai dari tepi jurang sampai lokasi mobil Ailyn terjatuh.


Leon pun ikut mendampingi mereka karena mereka semua masih tak percaya serta penasaran akan hal ini. Mereka pun menyusuri beberapa tempat.


Dan Zion menemukan beberapa peluru di sekitar tebing tersebut. Ada dua jenis peluru di area tersebut yg tertutupi oleh rerumputan.


"Kapten aku menemukan sesuatu." ucap Zion.


"Benarkah??" tanya Leon mendekat.


"Ini lihat."


"Peluru??" ucap Leon lalu memeriksa secara seksama.

__ADS_1


"Benar yg satu peluru yg cocok untuk senjata milik senior, dan yg satu peluru dengan model senjata lain." ucap Zion.


"Kau benar, jangan-jangan.." ucap Leon.


"Jika pemikiran kita sama, berarti Ailyn bukan mengalami kecelakaan.."


"Kapt.. kita takkan diam saja kan melihat Ailyn mati dalam kondisi yg tak adil.?"


"Aku setuju dengan yg lainnya." ucap Zion.


"Semuanya cari secara teliti di sekitar mungkin ada barang bukti lain." ucap Leon.


"Zion kumpulkan semua bukti dan foto." ucap Leon.


"Baik kapt." ucap semuanya.


"Kita harus memecahkan mistery kematian rekan kita agar dia bisa meninggalkan dunia ini dengan tenang." ucap Leon.


Semua orang pun mencari di sekitar hingga ke dekat mobil Ailyn ditemukan. Mereka berharap menemukan bukti lainnya. Berjam-jam mereka pun ada di area tersebut, berharap menemukan bukti lainnya.


Bahkan mereka sampai menuruni jurang tersebut dengan sangat hati-hati sembari mengecek ke semua tempat yg mungkin ada menyisakan jejak.


Setelah berjam-jam mereka pun belum menemukan jejak lainnya. Hingga mereka memuskan untuk kembali dengan semua barang bukti tersebut.


"Baiklah, cukup untuk hari ini dan kita akan menganalisa hasil yg kita dapatkan." ucap Leon.


Tapi Zion masih terus mencari di sekitar tanpa mendengarkan Leon. Dirinya pun menemukan senjata api milik Ailyn yg terlempar ke bawah semak.


"Kapten aku menemukan sesuatu.!" teriak Zion.


Semuanya pun mendatangi Zion dan melihat barang temuannya. Kemudian mereka menyimpan semua barang buktinya dan mereka kembali.


.


.


Sementara itu, Anita tengah berbahagia atas kematian Ailyn. Dirinya pun kini bisa bebas karena anak tirinya yg membuat hidupnya menderita selama ini sudah berhasil ia singkirkan. Dan kini Anita tengah menikmati keberhasilannya melenyapkan anak tirinya.


"Ailyn.. kau sudah tenang disana.. nikmatilah nerakamu..!" gumam Anita dalam hati.


Anita pun sangat bahagia dan saat ini sedang berkumpul dengan teman-temannya. Dirinya juga menikmati beberapa minuaman untuk merayakan keberhasilannya tersebut.


Kini hanya tinggal Alonso yg harus ia lenyapkan karena sudah menguasai 80% perusahaan suaminya. Pria dingin dan kejam itupun pasti akan semakin kaya dan mungkin menguasai 100% perusahaan suaminya kelak.


Dan Anita sudah merencakan segalanya untuk menyingkirkan Alonso. Dengan begitu, mungkin harta Alonso akan jatuh ke tangan suaminya apalagi mendiang Ailyn merupakan istri Alonso yg merupakan anak dari suaminya.


"Rasanya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.." gumam Anita dalam hati.

__ADS_1


Kini Anita sudah merasa sedikit lagi akan menang melawan Alonso. Dan dirinya juga bisa menemui Cloe putri kandungnya di negara lain.


__ADS_2