
Anita pun melarikan diri ke negara K. Disana dirinya pun hanya bermodalkan uang untuk bertahan hidup. Dengan terus bersembunyi di dalam hotel, wanita tua itu pun tak berani keluar kamar. Dirinya hanya keluar saat benar-benar butuh sesuatu. Anita juga sudah tahu kalau dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Sial sekali nasibku.. Bagaimana bisa mereka ketahuan." umpatnya.
Sambil mondar-mandir di ruangan kamarnya, wanita tua itu pun mencari ide untuk keluar dari masalah ini. Dan tentunya David ataupun keluarganya takkan membantunya. Jane putrinya, pasti saat ini sedang dalam kondisi lemah hingga tak bisa dimintai bantuan. Jini masih berada di tahanan, sementara Cloe terlalu dekat dengan Alonso hingga takut kalau keberadaannya akan ketahuan.
"Ck.. siapa yg bisa kumintai bantuan..?" gumamnya.
Dirinya pun teringat pada ayah mertuanya John. Dan selama ini Anita belum pernah meminta bantuannya. Anita pun tahu kalau John tak pernah mau terlibat dalam hal apapun. Jadi rasanya masih ada peluang baginya untuk meminta tolong pada ayah mertuanya itu.
Sayangnya John adalah orang yg berada di balik layar yg tahu semua sepak terjangnya. Serta semua kejahatan Anita, John tahu segalanya. Dan dengan bodohnya Anita menghubungi pria tua itu.
Anita pun mengatakan butuh bantuannya karena sedang difitnah. John pun tersenyum setelah menerima panggilan telepon dari Anita. Dan dengan segera John melacak keberadaan Anita.
Ucapannya pun sesuai dengan lokasi ponselnya saat ini. Dan John segera terbang menuju ke negara tersebut guna mendengarkan apa yg diinginkan wanita itu. Ailyn pun sengaja tak diberitahu agar cucunya itu bisa beristirahat full.
Setelah mengatur jadwalnya, John pun terbang ke negara tersebut. Dan dirinya sudah menyiapkan kejutan bagi menantu gilanya tersebut.
Setelah tiba di negara tersebut, John pun langsung menuju ke hotel tempat dimana Anita berada. John pun hanya ditemani oleh dua orang pengawalnya. Ketika sudah tiba di depan pintu, pengawal tersebut pun langsung mengetuk pintu.
Tak berapa lama Anita pun membuka pintunya dan tersenyum lebar. Nampak wanita itu sangat berharap banyak pada ayah mertuanya tersebut. Dan John meminta kedua pengawalnya menunggu di luar kamar sementara mereka berbicara di dalam.
"Ayah terimakasih sudah datang. " ucap Anita.
"Ya.. aku langsung kemari saat jadwalku kosong.. Sebenarnya apa yg terjadi?" tanya John.
"Aku difitnah ayah.." ucap Anita menangis.
"Menurutmu siapa pelakunya?" tanya John.
"Tentu saja Alonso suami dari Ailyn.." ucap Anita.
"Begitu rupanya.. kau sendiri nampaknya baik-baik saja disini." ucap John.
"Ya.. aku memiliki sedikit tabungan untuk bertahan hidup."
"Jadi apa yg harus kulakukan?" tanya John.
"Ayah tolong lindungi aku." ucap Anita.
"Melindungimu? kau yakin tak bersalah?" tanya John.
"Tentu saja, aku hanyalah wanita biasa tak mungkin sejauh itu." ucap Anita.
__ADS_1
"Lalu kenapa mereka bisa mengenalmu?" tanya John.
"I-itu mungkin suruhan Alonso." ucap Anita.
"Benarkah?"
"Iya pasti begitu.. dan aku adalah pihak yg akan dituduh." ucap Anita.
"Kau bahkan kemari sebelum kau dinyatakan sebagai tersangka." ucap John.
"Itu, aku sedang ada keperluan mendadak ayah." ucap Anita.
"Keperluan apa? sampai David pun tak kau beritahu?" tanya John.
"Aku sedang mencari pembeli tas milikku yg akan kujual." ucap Anita berbohong.
"Begitu rupanya.. apa sudah ketemu?" tanya John.
"Y-ya sudah ayah.. ayah jangan khawatir." ucap Anita.
"Aku merasa keuangan David sedang stabil, tapi kenapa kau menjual tas berhargamu?" tanya John.
"Sudah terlalu banyak dan tak pernah kupakai." ucap Anita semakin merasa terpojok.
"Benarkah ayah??" tanya Anita.
"Iya.. benar, nanti kita selesaikan masalahmu di Indonesia." ucap John.
"Terimakasih banyak ayah.. " ucap Anita berlutut dan mencium tangan John.
"Ya.. baiklah..sekarang aku mau istirahat dulu.." ucap John lalu pergi dari kamar Anita.
Anita pun bahagia karena ayah mertuanya ternyata sangat bodoh dan mau saja mempercayainya. Dirinya pun kini bisa tenang dan pulang ke rumah dengan selamat.
"Ternyata ayah mertua memang sudah tua ya.." gumamnya bahagia.
Malam itu, Anita pun bahagia dan menikmati wine di dalam kamarnya. Karena setahunya John punya banyak koneksi dan kekuatan dibandingkan dengan David. Hingga mungkin Anita akan bebas dari segala tuduhan.
.
.
Keesokannya, Anita pun sedang bersiap karena John memintanya untuk mengemasi barang sebelum kembali nanti malam. Ya, John menjadwalkan penerbangannya nanti malam dengan pesawat pribadinya. Dan pria tua itu sedang ada sedikit urusan di negara tersebut.
__ADS_1
Anita pun masih diliputi kebahagiaan karena bisa bebas dari tuduhannya. Wanita itu bahkan sudah berani berkeliaran di hari terakhirnya berada di negara tersebut. Anita pun mengunjungi sebuah resto mewah dan menikmati makan siangnya disana.
"Akhirnya hidupku kembali.." gumamnya.
Hingga malam pun tiba dan Anita sudah siap dengan semua kopernya. Pengawal John pun tiba untuk membantunya dan mengawalnya menuju ke bandara. Anita pun bak nyonya seperti biasanya dan pengawal tersebut membawa semua barangnya.
Setelah tiba di bandara, mereka pun langsung menuju ke pesawat pribadi milik John. Disana mata Anita terbelalak melihat pesawat pribadi mewah milik ayah mertuanya. Karena Anita biasanya hanya bisa menyewa pesawat pribadi kelas menengah. Sementara ini pesawatnya sangat mewah dengan fasilitas yg lengkap. Bahkan milik ayah mertuanya sendiri.
Anita pun sedang menghitung, kira-kira berapa kekayaan ayah mertuanya tersebut. Dan jika pak tua itu mati pastilah suaminya yg akan mewarisi semuanya. Sontak ide gila pun muncul di benak wanita serakah tersebut.
"Jika pak tua ini mati, pasti pesawat pribadi ini akan menjadi milik David, yg artinya milikku juga.." gumamnya dalam hati.
Anita dan John pun sudah berada di dalam pesawat dan langsung terbang kembali ke Jakarta. Disana, Anita dilayani bak nyonya besar dan membuatnya semakin besar kepala. John pun hanya tersenyum membiarkannya senang malam ini.
Tak banyak yg mereka bicarakan, dan John memilih untuk tidur di kamar pribadinya di dalam pesawat tersebut. Sementara Anita cukup puas tidur di kursinya.
Pada pagi harinya, mereka pun sudah tiba di Indonesia dan akan segera mendarat. Anita pun bahagia karena bisa kembali dan membersihkan nama baiknya.
Tak lama kemudian, pesawat pun mendarat di bandara. Disusul dengan beberapa orang yg langsung menyambut kedatangan mereka. Anita pun semakin bahagia karena merasa disambut bak nyonya besar.
"Kekuatan ayah mertua memang luar biasa." gumam Anita dalam hati.
Akhinya setelah menunggu beberapa saat, mereka berdua beserta rombongan pun bisa turun dari pesawat. John pun turun lebih dahulu dan dirinya disambut dengan penuh hormat.
Sementara saat Anita turun, beberapa orang mendekatinya. Anita pun menjadi merasa orang yg sangat terhormat. Tapi sayangnya mereka mendekat bukan untuk membawakan barang Anita apalagi menyambutnya dengan hangat.
Melainkan orang-orang tersebut memasang borgol di tangan Anita. Sontak wanita itu tak terima dan histeris.
"Apa-apaan kalian..?? kalian lupa siapa aku?? aku kemari dengan ayah mertuaku." ucap Anita.
"Maaf nyonya.. mari ikut kami." ucap mereka.
"Ayah.. tolong aku.. apa yg terjadi ini?? " ucap Anita.
"Kau ikuti saja mereka, nanti aku akan membantumu." ucap John.
"Tidak..!! Tidak..!!! lepaskan aku..!!"
"Ayaaahh.. Ayah tolong..!" teriak Anita histeris.
Sementara John pun berjalan santai pulang menuju ke rumahnya. Begitulah John berhasil menipu Anita dan membawanya kembali untuk menerima hukumannya.
"Dasar wanita licik.. kau pikir aku ini kakek tua bodoh??" gumam John dalam hati.
__ADS_1