Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.81 Drama


__ADS_3

Sejak Alonso menerima Cloe sebagai kekasihnya, wanita itupun semakin menempel bak perangko. Bahkan Alonso sampai harus berpura-pura pergi ke luar kota demi menghindarinya. Seperti hari ini, Alonso harus main kucing-kucingan agar menghindari Cloe.


Jery dan Tom diminta agar beralasan kalau Alonso sesang dinas di luar kota. Sementara staf lain mendapat infonya dari Jery.


"Ingat hari ini aku keluar kota.. jangan sampai membuat kesalahan." ucap Alonso.


"Baik tuan.." ucap Tom dan Jery.


Sementara itu, Alonso pun pergi ke villa pribadinya tempat dirinya bersama mendiang Ailyn menghabiskan waktu terakhir mereka. Disana Alonso juga bisa bekerja dengan tenang dan penjagaan serta cctv-nya cukup ketat atas permintaan Alonso.


Tak sampai disitu, Alonso pun sampai mengganti mobilnya agar tidak dikenalo oleh Cloe atau siapapun.


"Sampai kapan aku harus begini?? demi informasi Ailyn aku harus bertahan." gumam Alonso dalam hati.


Sementara itu Cloe tengah kesal karena Alonso pergi tanpa memberitahukannya.


"Kalian tak ingin memberitahuku?" tanya Cloe.


"Maaf nona, pertemuan ini sangat rahasia sampai aku yg asistennya saja tidak diajak." ucap Jery.


"Cih, awas kalau kau bohong.. aku ini calon nyonya kalian." ucap Cloe.


"Baik nona." ucap Jery.


"Belum apa-apa sudah mengaku calon nyonya.." umpat Jery dalam hati.


Dan Tom dirinya sedang memantau dari cctv gerak-gerik Cloe yg meninggalkan kantor mereka. Seketika baik Jery dan Tom pun lega melihat wanita itu pergi.


"Akhirnya pengganggu pergi juga.." ucap Jery.


"Kita saja jengah apalagi tuan." ucap Tom.


"Kau benar, lama-lama tuan bisa memindahkan kantornya." ucap Jery.


"Bukan hal mustahil sih bagi tuan Alonso." ucap Tom.


.


.


Sementara itu Cloe pun pergi dan menemui ibunya Anita. Mereka sedang ada janji bertemu di sebuah cafe. Disana nampak Cloe menceritakan soal Alonso yg sangat sibuk.


"Cloe sayang.. Alonso itu kan pebisnis hebat pastinya sangat sibuk." ucap Anita.


"Sangking sibuknya dia sampai tak mengabariku ada dimana." ucap Cloe.


"Selagi kau masih kekasihnya sabarlah.. tunggu waktu yg tepat agar kau bisa memilikinya." ucap Anita.


"Bagaimana mom caranya agar dirinya berada di genggamanku.?" tanya Cloe.


"Bukankah itu mudah, semua pria akan takluk jika berada di atas ranjang." ucap Anita.


"Mustahil, sangat sulit bagiku melakukan itu." ucap Cloe.

__ADS_1


"Mustahil?? tentu tidak sayang.. kita tak harus selalu jujur." ucap Anita.


"Kau paham kan maksudku?" tanya Anita.


"Baiklah mom.. akan aku coba lagi." ucap Cloe.


Mata-mata Alonso pun sedang memantau mereka berdua. Tapi sayang tak mampu mendengar percakapannya. Dan mereka hanya melaporkan kalau Cloe menemui Anita dan terlihat kontak mereka cukup intens.


"Sayang sekali kita tak bisa mendengar pembicaraan mereka." ucap salah seorang mata-mata.


"Benar, tapi kita cukup dapatkan foto dan video pendeknya."


"Segera kirim pada tuan."


"Baiklah."


Dan pesan pun sampai di ponsel Alonso yg tengah bekerja di villanya. Nampak ada gerakan Anita disana bersama Cloe. Itulah yg membuat Alonso harus menjaga jarak dari Cloe.


"Oh, jadi begitu sayang sekali mereka tak mendengar apapun.. " gumam Alonso.


Alonso pun ingin tahu apa yg akan dilaporkan Cloe padanya. Tapi sayang tak ada yg ia laporkan pada Alonso. Itu menandakan kalau Cloe tak bisa dipercaya.


Hingga esoknya Alonso kembali ke kantornya setelah puas menikmati masa bebasnya dari Cloe. Nampak wanita itu tetap datang ke kantor Alonso. Saat itu, Alonso sedang rapat dan hanya ada Tom disana.


"Dimana Alonso?" tanya Cloe.


"Tuan sedang rapat nona." ucap Tom.


"Berapa lama?" tanya Cloe.


"Ck.. dasar bodoh kau itu harusnya tahu." ucap Cloe.


"Benarkah? apakah anda tak pernah bicara sopan pada orang lain?" tanya Tom kesal.


"Kau itu hanya pesuruh Alonso." ucap Cloe.


"Percuma saja bicara pada anda. Jika anda ingin menemui tuan, tunggulah sampai selesai." ucap Tom.


"Buatkan aku kopi.." ucap Cloe.


"Sebentar aku akan panggil Ob." ucap Tom.


"Tidak, kau saja yg buat." ucap Cloe.


Tom pun berusaha menahan kesabarannya yg setipis kulit ari. Jika tidak sedang berakting dengan tuannya pastilah Cloe sudah diabaikannya. Dan mau tak mau Tom pun membuatkan kopi untuk Cloe.


"Terimakasih." ucap Cloe menerima kopinya.


Sementara Tom hanya terdiam dengan urat yg keluar dari wajahnya karena menahan emosinya. Tapi otak Tom memunculkan ide bagus, dirinya pun memasukkan alat penyadap di tas Cloe yg ia letakkan di meja Alonso.


"Rasakan ini wanita gila." gumam Tom saat sedang berpura-pura memperbaiki sistem di komputer Alonso.


.

__ADS_1


.


Ditempat lain, nampak Alonso baru saja keluar dari ruangan rapatnya. Lalu Jery berbisik kalau Tom bilang Cloe sedang diruangannya.


"Apa?? Jery ayo kita makan siang." ucap Alonso.


"Tuan.. tapi Tom.." ucap Jery.


"Biarkan saja Tom yg menangani wanita itu.. ayo kita pergi." ucap Alonso.


Mau tak mau Jery pun harus mengorbankan Tom demi membantu tuannya. Dirinya pun beralasan kalau Alonso pergi untuk makan siang bersama kliennya. Dan Tom semakin kesal dengan alibi Jery.


"Nona, sepertinya tuan akan kembali pada sore hari.. " ucap Tom berupaya mengusir Cloe.


"Kau yakin? apa alasannya?" tanya Cloe.


"Tuan bertemu dengan kliennya diluar.. katanya membicarakan hal penting. " ucap Tom.


"Ck.. lagi-lagi begitu." ucap Cloe.


"Tuan adalah orang sibuk nona, anda harus bersabar dan menerimanya jika ingin menjadi nyonya.." ucap Tom.


"Kau benar kalau begitu aku pergi.. nanti aku kemari lagi saat pulang kerja.." ucap Cloe.


"Baik nona." ucap Tom.


Setelah Cloe keluar Tom pun menggebrak meja karena merasa sangat terhina oleh Cloe. Wanita itu sungguh benar-benar minim adab dan semena-mena pada karyawan Alonso.


"Dasar wanita gila." umpat Tom.


Segeralah Tom memberi kabar pada Alonso mengenai hal ini. Dan nampaknya Alonso tak bisa terus main kucing-kucingan seperti ini. Karena dirinya ada banyak yg harus dilakukan di kantornya.


.


.


Setelah Cloe pergi, Alonso pun langsung kembali bersama Jery. Dan Tom, dirinya masih kesal karena ulah Cloe. Jery sebagai temannya pun hanya bisa sedikit menghiburnya dengan membelikan makanan untuknya.


Namun, ada hal menarik dari Cloe. Dimana Tom berhasil menaruh alat penyadap di tas wanita itu. Alonso pun tersenyum dan meminta Tom fokus pada percakapan Cloe hari ini. Tom pun dengan senang hati melakukannya karena ingin membalas wanita itu.


Seharian ini, Tom pun mendengarkan apa saja yg Cloe lakukan. Nampaknya wanita itu pergi ke banyak tempat. Dan ada percakapan mencurigakan di sela-sela waktunya. Dimana Cloe membahas sebuah obat tertentu dengan seseorang.


"Obat?? obat apa maksudnya?" gumam Tom.


Tom pun memberi laporannya pada Jery untuk disampaikan pada tuannya. Alonso pun jadi semakin waspada karena kemungkinan wanita itu ingin menjebaknya agar bisa tidur dengannya.


"Lagi-lagi jebakan murahan." ucap Alonso.


"Sepertinya begitu tuan, tapi kata Tom dia belum bisa mengkonformasi obat apa itu." ucap Jery.


"Nampaknya, niatannya menemuiku sudah jelas Jer.. antara ingin membunuhku atau menjebakku." ucap Alonso.


"Kami akan bersiaga untuk anda tuan." ucap Jery.

__ADS_1


"Ya.. lakukan yg terbaik." ucap Alonso.


__ADS_2