
Alonso pun masih tinggal di apartemen Ailyn dan itu membuat Ailyn semakin merasa heran. Kemana seorang tuan yg berkuasa itu menghilang, sekarang berubah menjadi seorang pria biasa yg sudah terbiasa tinggal di apartemen sederhana.
"Al, kau yakin masih ingin tinggal disini?" tanya Ailyn.
"Iya, selama kau disini aku juga akan disini.." ucap Alonso.
"Kenapa kau ngotot memintaku pulang?" tanya Ailyn.
"Karena kau istriku, aku tak bisa membiarkanmu tinggal sendirian." ucap Alonso.
"Apa kabar dirimu yg dulu memintaku tinggal dihotel?" balas Ailyn.
"Maaf Ai, sungguh aku meminta maaf." ucap Alonso semakin membuat Ailyn merinding.
"Al kau membuatku merinding dengan memohon maaf begitu." ucap Ailyn.
"Aku akan tinggal disini sampai kau mau pulang bersamaku." ucap Alonso.
"Akan aku pikirkan." balas Ailyn.
"Tapi kau tidak bisa selamanya tidur di sofa." ucap Ailyn kasihan.
"Kalau begitu aku tinggal tidur di kamarmu." balas Alonso tersenyum.
"Kurasa takkan muat jika kita tidur berdua." tunjuk Ailyn pada tempat tidurnya.
"Harusnya kau itu membeli ranjang yg besar." ucap Alonso.
"Itu karena tubuhmu yg besar, bukan salah ranjangnya." ucap Ailyn.
"Jadi aku boleh tidur di kamar?" tanya Alonso.
"Tidak, aku punya solusi lain." ucap Ailyn.
"Apa?" tanya Alonso.
Ailyn pun tersenyum dan memesan suatu barang, tak lama barang itupun tiba dan Alonso menjadi heran.
"Ai itu ranjang buat apa?" tanya Alonso.
"Tentu saja untukmu." balas Ailyn.
"Haa.." ucap Alonso.
"Sekarang kau boleh tidur di dalam kamar." ucap Ailyn.
Ya begitulah akhirnya Alonso bisa tidur di kamar Ailyn dengan ranjang yg berbeda. Walaupun sempat protes tapi setidaknya Alonso sudah diperbolehkan tidur di dalam kamar.
"Setidaknya ada kemajuan.." gumam Alonso dalam hati.
Mereka pun akhirnya mulai malam ini tidur di kamar yg sama walau berbeda ranjang. Dan Alonso menatap Ailyn yg tengah tertidur di ranjang sebelahnya.
__ADS_1
"Kanapa kau belum tidur juga?" tanya Ailyn.
"Aku kesulitan tidur setiap malam."ucap Alonso.
"Apa yg bisa membuatmu mengantuk?" tanya Ailyn.
"Biasanya aku hanya akan bekerja sampai lelah." ucap Alonso.
"Apa dipikiranmu hanya ada bekerja saja?" tanya Ailyn.
"Aku tak tahu harus berbuat apa, sangat sulit bagiku untuk tidur di malam hari." ucap Alonso.
"Haruskah aku buatkan susu hangat?" tanya Ailyn.
Alonso pun mengingat ibunya yg sering membuatkannya susu hangat. Alonso pun jadi terdiam dalam lamunannya.
"Al.. Al.. kau kenapa?" tanya Ailyn karena Alonso tak meresponnya.
"Iya, aku mau susu hangat." ucap Alonso.
"Baiklah tunggu sebentar." ucap Ailyn.
Ailyn pun pergi ke dapur untuk membuatkan Alonso susu hangat. Sementara pria itu pergi ke toilet untuk menghapus air matanya sebelum Ailyn datang.
Ailyn pun datang dan Alonso sudah berada di tempat tidurnya.
"Al ini susu hangatnya." ucap Ailyn.
"Terimakasih Ai.." ucap Alonso.
Alonso pun langsung meminum susu tersebut sedikit demi sedikit. Dan Ailyn pindah ke kasurnya untuk melanjutkan tidurnya.
Kejadian malam ini pun membuat ingatan Alonso kembali, dan Alonso bermimpi buruk dalam tidurnya. Dirinya bermimpi kembali ke masa lalu dan melihat ibunya dipukuli oleh ayahnya sampai babak belur. Alonso pun sampai berteriak dalam tidurnya.
"Tidak..!! hentikan ba**ann..!! ibuku bisa mati.. hentikan..!!" ucap Alonso.
Ailyn pun terbangun saat melihat Alonso histeris begitu, apalagi Alonso mengucapkan ibunya dalam mimpinya pastilah itu sangat serius. Ailyn pun mendekat dan menyadarkan Alonso.
"Al.. All.. All.. bangunlah, ada apa.." ucap Ailyn.
Alonso pun terbangun dengan nafas terengah-engah dan air mata. Ailyn pun baru kali ini melihat sisi Alonso yg menyedihkan. Sampai Ailyn tak tega melihatnya.
"Al.. ada apa?" tanya Ailyn.
Alonso masih tak menjawab dan masih terlihat bingung. Ailyn pun memeluknya untuk menenangkannya.
"Sudah Al.. itu hanya mimpi.. apapun itu itu hanya mimpi." ucap Ailyn.
Alonso pun tersadar, dan menghapus air matanya. Kemudian Ailyn melepaskan pelukannya dan memberinya sekotak tisu.
"Hapuslah keringat dan air matamu." ucap Ailyn.
__ADS_1
"Terimakasih Ai."
Ailyn pun pergi ke dapur untuk mengambilkan Alonso air untuk menenangkannya. Setelah minum air, Alonso pun sedikit lebih tenang.
"Maaf Ai membangunkanmu." ucap Alonso.
"Tak apa, kau sampai histeris begitu artinya kau bermimpi sangat buruk." ucap Ailyn.
"Iya, aku bermimpi bertemu iblis itu lagi." ucap Alonso membuat Ailyn terdiam.
"Iblis?" tanya Ailyn.
"Iya manusia yg takkan aku kenang seumur hidupku." ucap Alonso.
"Baiklah, jangan diceritakan kalau begitu." ucap Ailyn.
"Kau sudah baik-baik saja?" tanya Ailyn.
"Tidak, aku tak baik-baik saja. " ucap Alonso.
"Lalu kau mau apa?" tanya Ailyn.
"Ai temani aku." ucap Alonso.
"Oke.." ucap Ailyn.
Ailyn pun mengambil buku bacaan dan membaca buku di dekat Alonso Ailyn bahkan tak menyangka bisa melihat sisi menyedihkan Alonso malam ini. Sosok yg dianggap iblis oleh Alonso membuat Ailyn penasaran dan lagi Alonso juga sempat menyebut nama ibunya.
"Siapa kira-kira sosok iblis ini? apa ada orang yg menyiksa ibunya?" gumam Ailyn dalam hati.
Ailyn pun hanya busa bertanya-tanya dalam hati, karena nampaknya Alonso tak baik-baik saja setelah mimpi tersebut. Ailyn pun hanya menemaninya membaca buku di sampingnya sesuai permintaannya. Hal itu membuat Ailyn tak tega pada Alonso untuk meninggalkannya.
Malam pun semakin larut dan Ailyn tertidur di bahu Alonso. Alonso pun merasa bahunya semakin berat ternyara Ailyn sudah tertidur. Perlahan, Alonso pun mengambil buku di tangan Ailyn dan menggerakkan tubuh Ailyn agar bisa tidur dengan benar. Malam ini Ailyn pun akhirnya tidur disamping Alonso.
Alonso pun bisa puas menatap Ailyn, yg hampir tak berjarak darinya. Pria itu pun mulai bertanya-tanya kenapa wanita itu selalu ada di dalam pikirannya dan mengganggu ketenangannya. Saat wanita itu menghilang rasanya Alonso mulai menggila dan ingin tahu dimana keberadaannya. Dan saat Alonso dalam kondisi terburuknya, Ailyn memeluknya dan menenangkannya. Bahkan wanita itu tak protes saat Alonso tak bisa mengerjakan apapun.
"Kenapa aku selalu ingin berada di dekatmu? kenapa aku merasa tenang sekaligus bahagia melihatmu??" gumam Alonso dalam hati.
Perlahan hatinya pun mulai merasa tenang dan matanya mulai terasa berat. Alonso pun akhirnya tertidur lagi dengan nyenyak tanpa mengalami mimpi buruk.
Saat Ailyn terbangun, dirinya mendapati tidur sambil berpelukan pada Alonso. Lalu Ailyn merasa malu sendiri dan melepaskan diri dari Alonso. Pria itu pun masih tertidur dan Ailyn bangun dari tempat Alonso. Nampaknya Ailyn ketiduran saat membaca buku dan Alonso mengubah posisi tidurnya agar tidak jatuh.
Ailyn pun tak mau ambil pusing dan memulai aktivitasnya. Ailyn pun bersih-bersih rumah, memasak dan mencuci pakaian. Setelah semuanya selesai, Ailyn pun mendapatkan telepon dari atasannya dan harus pergi saat itu juga. Mau tak mau Ailyn meninggalkan Alonso yg masih tertidur dan hanya meninggalkan memo di meja makan yg sudah berisi sarapan pagi untuk Alonso.
Tak berapa lama dari kepergian Ailyn, Alonso pun bangun dan mencari keberadaan istrinya itu.
"Ai.. kau dimana?" tanya Alonso.
Alonso pun menuju toilet, ruang tv, dapur tapi tak melihat siapapun. Hanya ada makanan yg tersedia di meja makan. Kemudian Alonso melihat secarik kertas berisi pesan dari Ailyn.
..."Aku ada panggilan mendadak pagi ini.. maaf meninggalkanmu begitu saja.. Aku sudah buatkan sarapan pagi tapi jangan lupa untuk mencuci piring dan gelasnya sebelum pergi." tulis Ailyn dalam memonya. ...
__ADS_1
"Jadi kau harus pergi lagi?" gumam Alonso.
Alonso pun hanya bisa menerimanya dan bersiap pergi ke kantornya. Dirinya juga makan semua buatan Ailyn dan mencuci piring serta gelasnya. Alonso kini sudah bisa mencuci piring setelah diajari oleh Ailyn.