
Alonso pun duduk di meja yg sudah dipesan bersama Cloe. Dirinya juga menikmati minuman dan mendengarkan apa yg akan diucapkan wanita itu. Tak lain dan tak bukan hanyalah rayuan dan beberapa sentuhan yg mampu membangkitkan gairahnya.
Tapi saat ini, tak ada yg mempu membuat Alonso bergairah selain istrinya. Bahkan Cloe yg sudah terang-terangan menggodanya pun sudah tak mempan lagi baginya. Dan Alonso merasa jijik dengan wanita seperti Cloe yg menawarkan tubuhnya demi cinta.
"Al.. kau tahu aku terkejut saat tahu istrimu meninggal." ucap Cloe.
"Benarkah? jadi itu alasanmu datang kemari."
"Iya, aku tak ingin kau terlalu larut dalam kesedihan." ucap Cloe bersandar di bahu Alonso.
"Ya.. aku memang sempat merasa sedih." ucap Alonso dan membuat Cloe sedikit kesal. "Dasar wanita gila, bilang saja kau bahagia istriku meninggal.." gumam Alonso dalam hati.
Lalu Cloe pun tak ingin Alonso menceritakan soal Ailyn lagi dihadapannya. Kini dirinya melancarkan aksinya dengan mengelus paha Alonso. Alonso yg tahu kelakuan wanita gatal itu pun segera melakukan pencegahan. Alonso berpura-pura menumpahkan minumannya ke arah tangan Cloe hingga wanita itu berhenti dan menarik tangannya.
"******..!" umpat Alonso berpura-pura.
"Akh.. Al kau baik-baik saja?" tanya Cloe.
"Aku hanya lelah.. aku mau ke toilet dulu." ucap Alonso pergi ke toilet membersihkan pakaiannya.
Sementara itu, Cloe sedikit kesal karena tangannya jadi tersiram minuman Alonso. Tapi justru hal itu membuka peluang baru baginya. Saat Alonso pergi ke toilet, dirinya pun menuangkan serbuk obat ke minuman Alonso. Obat yg merupakan obat perangsang agar Alonso jatuh ke dalam pelukannya malam ini.
Beberapa mata-mata Alonso pun melihat hal itu, dan langsung menghubungi tuannya di toilet. Dan Alonso pun tersenyum karena sudah tahu niatan wanita itu untuk menjebaknya malam ini.
Tepat seperti dugaannya, saat ada kesempatan pasti Cloe akan menaruh sesuatu di minumannya. Dan wanita itu pasti akan menjebak Alonso agar tetap bersamanya. Terlebih status Alonso yg baru saja menjadi duda setelah Ailyn dinyatakan meninggal. Tentu wanita itu takkan melewatkan kesempatan ini.
"Kau mudah ditebak Cloe.." gumam Alonso dalam hati.
Alonso pun tersenyum di depan cermin dan melihat dirinya kini. Lalu dirinya mencoba sedikit memasang ekspresi bahagia di depan cermin. Setelah itu Alonso pun kembali ke mejanya.
Wanita itu pun masih setia menunggunya dan memasang senyum terbaiknya untuk Alonso. Alonso pun menghampirinya dan membalas senyumannya. Lalu duduk di hadapan wanita itu.
"Maafkan aku Cloe.. kau baik-baik saja?" tanya Alonso.
"Tidak apa.., aku baik-baik saja.." ucap wanita itu seraya menggenggam tangan Alonso.
__ADS_1
"Minumlah dulu Al.. aku sudah menuangkan yg baru."
"Terimakasih Cloe." ucap Alonso menerima dan meminumnya.
Baru saja minuman tersebut mendekati mulut Alonso, tiba-tiba ada pria mabuk yg menabraknya dari belakang. Hingga minuman itupun tumpah lagi. Alonso pun terlihat kesal dan memarahi pria itu.
"Kau..!! kalau jalan pakai mata.." ucap Alonso.
"Salah sendiri, kenapa kau ada di hadapanku."
"Sudah salah, tak tahu diri..!" ucap Alonso.
"Berani sekali kau melawanku.." ucap pria berbadan besar tersebut.
"Kau berani padaku? ayo maju.." ucap Alonso.
Terjadilah sedikit perkelahian disana, sampai Alonso dan orang tersebut dipisahkan. Kejadian ini pun diluar rencana Cloe. Dirinya tak menyangka kalau rencananya akan hancur berantakan karena orang yg tengah dilawan Alonso.
Setelah dipisahkan, Alonso pun memilih pulang kerumah. Terlebih moodnya sedang buruk karena pria tadi. Dan Cloe sedikit kecewa, karena Alonso langsung pulang. Tapi dirinya juga tahu sekejam apa Alonso jika sudah marah.
"Cloe.. maaf tapi malam ini moodku rusak karena pria bre****k itu." ucap Alonso.
"Iya.. lebih baik kau pulang saja dan istirahat." ucap Cloe.
"Sebaiknya kau juga pulang.. " ucap Alonso lalu pergi.
Bahkan Cloe tak ditawari tumpangan olehnya. Wanita itupun mengepal geram akan tindakan Alonso yg tidak berubah. Dirinya selalu egois dan kejam pada siapapun termasuk wanita. Padahal menurut kabar yg ia dengar, Alonso sangat manis jika berhadapan dengan istrinya. Hal itu membuat Cloe iri setengah mati.
"Al.. kenapa kau masih saja dingin padaku??" gumamnya dalam hati.
.
.
Sementara Alonso tengah tersenyum di dalam mobilnya. Tindakan spontan pengawalnya sungguh luar biasa. Dan secara alami membuat kerusuhan hingga Alonso bisa lebih cepat meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
"Maaf Cloe aku bukan pria bodoh.." gumam Alonso.
Alonso pun pulang ke rumahnya diikuti oleh beberapa pengawalnya. Setelah tiba di rumah, Alonso memanggil pengawal yg mengawasinya malam ini.
"Kerja bagus untuk malam ini.. Dan maaf jika aku terpaksa harus kasar.." ucap Alonso.
"Dan untuk malam ini aku sudah mengirimkan bonus untuk kalian.. Selanjutnya aku mohon kerjasamanya." ucap Alonso.
"Baik tuan.. Terimakasih."
"Sudah bubar.. dan istirahat." ucap Alonso.
.
.
Alonso pun masuk ke dalam kamarnya. Dirinya masih tak percaya kalau kematian Ailyn terjadi begitu cepat. Dan hal itu membuatnya kembali berurusan dengan wanita menjijikan seperti Cloe.
Saat ini Alonso menyadari sesuatu, kalau hanya Ailyn yg dia cintai. Bahkan saat tengah digoda habis-habisan malam ini pun Alonso tidak tergoda. Justru Alonso merasa jijik pada Cloe. Mungkin kehadiran Ailyn membuat Alonso tersadar, kalau berlian asli tak mudah didapatkan.
Sementara Cloe dirinya terang-terangan memperlihatkan tubuhnya untuk menggoda Alonso. Dan hal itu terlihat seperti barang murah yg mudah didapatkan dimana saja. Alonso juga menyadari kalau hanya Ailyn yg mampu membangkitkan gairahnya tak peduli bagaimanapun wanita lain menggodanya.
Kini pria itu hanya mampu melihat foto-foto istrinya di dalam kamarnya. Rasa rindunya pun begitu menyiksanya saat ini. Foto-foto yg diambil beberapa waktu lalu yg menggambarkan betapa bahagianya mereka saat itu.
"Ailyn.. kenapa kau meninggalkanku sendiri.." gumam Alonso dalan hati.
Pria dingin itupun sampai menangis jika mengingat istrinya. Tangis yg hanya akan keluar saat dirinya sendirian. Dan Alonso takkan memperlihatkan sisi lemahnya ini pada siapapun.
Setiap malam, Alonso hanya memandangi foto Ailyn dengan frustasi. Perasaan yg baru tersampaikan itu, begitu menyiksanya karena Ailyn pergi begitu cepat. Dan orang yg ia percayai di dunia ini hanyalah Jery dan Tom para bawahannya yg setia.
Begitulah kesedihan Alonso yg sangat dalam akan kepergian istrinya yg begitu mendadak. Tak ada yg mampu menghiburnya sekalipun perusahaannya memenangkan project besar ataupun tercapainya target terbesar.
Alonso sudah berupaya sebisa mungkin untuk terlihat tegar dan selalu membuat musuhnya waspada padanya. Meski dirinya tahu, Cloe adalah orang yg diperintahkan oleh Anita tapi Alonso mencoba untuk mencari informasi lain dari Cloe. Mungkin saja jika Cloe benar-benar mencintainya Alonso bisa memanfaatkannya untuk mencari bukti kejahatan Anita.
Meski harus berbuat jahat pada Cloe, Alonso tak peduli karena nyawa istrinya sudah hilang. Dan orang yg ia curigai hanyalah Anita.
__ADS_1