Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.35 Kemunculan Orang Ketiga


__ADS_3

Pernikahan Ailyn dan Alonso pun bukanlah atas dasar cinta. Walaupun keduanya bisa saling memahami dan mengisi satu sama lain, tetap saja berbeda dengan rumah tangga pada umumnya.


Ailyn selalu sibuk dengan pekerjaannya, dan juga tugas-tugas dari Alonso. Sementara Alonso selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan dan sesekali bertemu beberapa wanita kenalannya.


Ailyn pun sudah sadar dinikahi oleh seorang pria yg kejam. Bagaimana tidak, Alonso bahkan sering bertemu wanita lain secara sembunyi-sembunyi. Dan sejak awal Ailyn sudah memeriksa latar belakang Alonso agar nantinya dirinya tak sakit hati atas tindakannya. Hal itu juga yg membuat hati Ailyn sedingin gunung es pada Alonso. Ailyn tak ingin terjebak dalam cinta yg hanya akan menyakitinya. Belum lagi dirinya harus berlindung dari ibu tirinya yg selalu berbuat jahat padanya.


Selain dimanfaatkan, Ailyn juga memanfaatkan Alonso untuk melindunginya dari ibu tirinya. Tak peduli pria itu berkencan dengan 100 wanita sekalipun hati Ailyn akan tetap sedingin gunung es.


Saat Ailyn sedang libur, Alonso kerap memberinya tugas untuk menyelidiki sesuatu. Dan Ailyn tetap mengerjakannya meski sejujurnya dirinya lelah.


"Ailyn selidiki pria ini." ucap Alonso.


"Siapa dia?" tanya Ailyn.


"Menurut Tom dia orang mencurigakan yg berhubungan dengan peretasan sistem kemarin." ucap Alonso.


"Baiklah." ucap Ailyn menerima data-data dari Alonso dan membacanya dengan teliti.


"Kau baik-baik saja?" tanya Alonso.


"Ya.. seperti yg terlihat." balas Ailyn yg tetap fokus membaca.


Ailyn pun mulai bergerak menyelidikinya, dan mengintai pria tersebut. Didapatkan informasi yg sesuai dengan data yg diperoleh. Dan juga pria bernama Damian itu juga memiliki banyak anak buah.


Ailyn pun mengikutinya hingga ke sebuah perusahaan security sistem milik Damian. Dan wajar jika perusahaan sebesar itu mampu meretas sistem di perusahaan Alonso.


"Jika pria ini orangnya, maka semuanya jadi masuk akal." gumam Ailyn dalam hati.


Ailyn pun terus mengikuti pria tersebut hingga ke sebuah bar. Dan tepat disana Alonso sedang berkencan dengan Cloe. Entah apa yg ada di pikiran Alonso hingga kembali mengencani wanita lain, bahkan kini dihadapan Ailyn yg tengah melaksanakan tugas darinya.


Tapi kunci dari keberhasilan Ailyn selama ini adalah ketenangan. Ailyn mencoba tenang dan tak mencolok serta selalu berusaha berbaur dengan lingkungannya.


Ailyn juga mencoba untuk tak memancing keributan karena tujuannya hanya untuk mendapatkan informasi. Tapi sayang saat itu, justru Alonso tengah diincar. Dan bodohnya pria itu tak membawa pengawal karena ingin bersantai bersama Cloe.


"Dasar bodoh..!" umpat Ailyn.


Ailyn pun mengirimkan pesan untuk Alonso tapi pria itu tak membuka ponselnya. Ailyn semakin kesal dan akhirnya menuliskan pesan di secarik kertas dan meninggalkannya di meja Alonso agar segera dibaca. Ailyn juga sengaja menabrak meja Alonso lalu meminta maaf agar pria itu sadar.


Brak..


"Maaf aku sedang mabuk." ucap Ailyn.


"Ck.. kau beruntung karena hari ini aku bersama kekasihku." ucap Alonso.


Kemudian Alonso melihat secarik kertas di atas mejanya dan membukanya. Ternyata itu adalah pesan dari Ailyn untuk segera meninggalkan tempat ini karena situasinya berbahaya.


Alono pun malu karena mengakui Cloe sebagai kekasihnya di hadapan Ailyn yg merupakan istrinya sendiri.


"Apa yg sudah kulakukan.." gumamnya dalam hati.


Sementara Ailyn pun pindah ke meja lain dan menatap Alonso. Ailyn juga memberi kode untuk segera pergi dari tempat ini.

__ADS_1


"Aku harus pulang, aku ada urusan Cloe."


"Tapi Al.. kita baru tiba." ucap Cloe.


"Ck.. sudah aku mau pergi." ucap Alonso.


Alonso pun bangkit dan diikuti oleh Cloe. Namun, beberapa orang menghadangnya.


"Ada apa ini?" tanya Alonso tegas.


"Anda tidak boleh keluar dari sini."


"Aku tak punya urusan dengan kalian." ucap Alonso dengan tatapan tajam.


"Minggir..!!" ucap Alonso.


Praankkk..!!


"Aaaaa.." teriak Cloe melihat Alonso dipukul dengan botol minuman.


"Ck.." ucap Ailyn bangkit dan harus melindungi mereka berdua.


Bughh..Buggh..


"Siapa kau??" tanya mereka pada Ailyn.


"Aku seorang polisi, dan sudah melihat tindakan kalian.. kalian harus ditangkap." ucap Ailyn.


Ailyn pun melawan mereka dan meminta beberapa orang karyawan bar untuk menelpon polisi serta ambulans. Kekacauan pun tak bisa dihindari, dan untungnya Ambulans segera tiba untuk membawa Alonso pergi ke rumah sakit.


"Anda tidak apa nona?" tanya salah seorang bartender.


"Ya.. aku tak apa, kalian sendiri?" tanya Ailyn.


"Kami juga hanya luka ringan." ucap mereka.


"Baguslah, sisanya pihak kami yg akan membereskannya.. Dan mereka harus membayar semua atas perbuatannya." ucap Ailyn.


Ailyn pun membuat laporan pada rekannya, kemudian menemui Alonso di rumah sakit. Disana nampak Cloe tengah khawatir.


"Bagaimana tuan Alonso?" tanya Ailyn.


"Siapa kau?? kenapa kemari?" tanya Cloe.


Ailyn pun meninggalkannya dan memilih bertanya pada perawat atau dokter. Dan setelah mendapat jawaban, Ailyn segera menghubungi Jery untuk mengurus semuanya.


Tak lama berselang pria bernama Jery itupun tiba dengan tergesa-gesa. Dan Jery meminta agar Cloe pulang karena dirinya yg akan menyelesaikan semuanya. Cloe pun pulang, sementara Ailyn dan Jery berdiskusi mengenai Alonso.


"Ck.. sampai kapan atasanmu akan bodoh begini?" ucap Ailyn.


"Maaf nyonya.." ucap Jery.

__ADS_1


"Bukan kau yg salah kenapa minta maaf." balas Ailyn.


"Tuan meminta agar dirinya tak dikawal."


"Tetap saja sekuat apapun dia, kalau dikeroyok atau dipukul dari belakang pasti pingsan juga." ucap Ailyn.


"Bagaimana kalau aku tak ada di TKP??" tanya Ailyn.


"Maaf nyonya, lain kali aku akan membuat personil yg mengikuti tuan diam-diam." ucap Jery.


"Terserah, pokoknya jangan sampai pria berulah lagi." ucap Ailyn.


"Anda tak apa nyonya?" tanya Jery melihat Ailyn juga terluka.


"Aku akan menerima pengobatan, kau bereskan saja tuanmu." ucap Ailyn lalu meminta perawat untuk mengobatinya.


Kejadian malam itupun sangat berbahaya, Ailyn hanya sedang beruntung karena orang sekitarnya ikut membantunya. Jika tidak mungkin dirinya juga bisa mati konyol karena melindungi Alonso. Serta targetnya yg merupakan tuan Damian menghilang di tengah kekecauan.


.


.


Keesokannya Alonso pun tersadar dan sudah berada di rumah sakit. Dirinya pun langsung menatap pada Ailyn dan Jery yg menjaganya disana.


"Jery.. Ailyn.." ucap Alonso.


"Iya tuan, nyonya Ailyn yg membantu anda keluar dari kekacauan semalam." ucap Jery.


"Apa yg terjadi padaku?" tanya Alonso.


Jery pun menceritakan situasinya dan Alonso mengerti. Lagi dan lagi Ailyn menyelamatkannya, dan kini wanita itu tengah tertidur di sofa karena menjaganya dari orang-orang yg mungkin muncul kembali.


Tak lama berselang, Ailyn pun terbangun. Dirinya menatap pada Alonso yg sudah mulai memegang laptopnya.


"Tak adakah waktu untukmu berustirahat?" tanyanya.


"Waktu adalah uang." balas Alonso.


"Ya.. dan sekarang aku juga harus bekerja." ucap Ailyn.


"Ailyn kau baik-baik saja?" tanya Alonso.


"Hanya luka ringan." ucap Ailyn lalu pintu pun terbuka dan Cloe muncul.


"Al.. bagaimana kabarmu?kapan kau sadar?" tanya Cloe.


"Ck.. pagi-pagi sudah berisik." ucap Alonso.


"Lalu kenapa wanita ini ada disini?" tanya Cloe.


"Aku baru mau pergi.." balas Ailyn meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Dalam hatinya Ailyn pun kesal setengah mati, karena Alonso melonggarkan penjagaannya hanya demi wanita itu. Jika saja Ailyn tak ada di bar malam itu, maka mungkin Alonso akan tewas dihabisi oleh preman tersebut. Bahkan berterimakasih saja tidak, justru Alonso lebih mementingkan pekerjaannya.


Disudut pandang Alonso, dirinya merasa tak dibutuhkan oleh Ailyn. Bahkan dirinya merasa selalu dilindungi oleh wanita itu. Kemunculan Cloe pun tak membuatnya bergeming dan tetap tak perduli. Kadang Alonso merasa Ailyn selalu memasang tembok besar diantara mereka. Dan Alonso kesulitan untuk menggapainya. Hanya pekerjaan yg bisa mereka bicarakan berdua, selebihnya selalu saja sibuk dengan urusan masing-masing.


__ADS_2