
Jini pun dinyatakan bebas setelah terkurung cukup lama di penjara. Dan kini dirinya merahasiakan kebebasannya dari siapapun termasuk keluarganya. Dirinya juga tengah menyiapkan rencana untuk menghancurkan kebahagiaan Ailyn dan Alonso.
Jini juga sudah mendengar kabar soal ibunya yg ditahan di penjara lain, dan ayahnya yg sedang sakit, sementara Jane saudarinya hidup enak karena menikahi pria kaya. Hanya Jane yg hidupnya baik, sementara Jini dan ibunya hidupnya hancur.
"Si Jane dasar rubah licik, kenapa hanya dia yg hidupnya enak.. awas saja dia.. bahkan tak pernah sekalipun dirinya menjengukku di penjara. " gumam Jini dalam hati.
Jini pun mulai mencari kelemahan saudari tirinya tersebut. Rasa iri pun tak bisa ia sembunyikan melihat Jane hidup bahagia saat ini. Memiliki suami kaya dan tampan, serta memiliki putra. Hidupnya tak kekurangan apapun. Sementara Jini, hidupnya hancur dan menjadi mantan napi.
Tapi sebelum dirinya hancur, ternyata Jini mempunyai bisnis yg tak diketahui siapapun. Karena bisnis itu berada di luar negeri, dan ilegal di Indonesia. Jini yg sangat menyukai obat terlarang pun memulai bisnisnya dengan beberapa temannya di luar negeri.
Setelah bebas, Jini akan pergi ke luar negeri untuk memantau perkembangan bisnisnya tersebut. Semua persiapannya pun sudah selesai dan besok dirinya akan terbang keluar negeri untuk mengurus bisnisnya.
Ya, bagaimana pun Jini butuh uang untuk bertahan hidup. Apalagi rencananya untuk menjatuhkan Ailyn dan Alonso tidaklah mudah. Dirinya butuh banyak uang untuk memulai semuanya dan tak bisa bekerja sendirian.
Jini pun meninggalkan Indonesia dan mengembangkan bisnisnya di luar negeri. Dirinya takkan jadi apa-apa jika di Indonesia, terlebih ayahnya David sudah tak sekaya dulu. Pastinya juga Jini takkan dapat uang dengan mudah dari ayahnya.
Di luar negeri, temannya membantunya soal tempat tinggal dan menjelaskan tentang perkembangan bisnisnya. Jini pun tersenyum karena uang modalnya sudah kembali dan temannya memberinya bagian dari hasil mereka.
Jini pun berencana menetap disana dan melebarkan bisnisnya. Mungkin balas dendamnya baru akan terwujud beberapa tahun kemudian.
.
Sementara John, sudah tahu gerak-gerik Jini yg bebas dari penjara. Dirinya juga tahu Jini pergi dan menetap ke luar negeri. Ailyn pun juga sudah ia beritahu dan selalu waspada pada saudari tirinya tersebut.
"Aku sudah tahu kek, Jini akan bebas dalam waktu dekat." ucap Ailyn.
"Jadi kau sudah punya mata dan telinga disana." ucap John.
"Ya.. kakek kan tahu pekerjaanku dulu." ucap Ailyn.
"Baguslah nak.. kau cukup berhati-hati saja." ucap John.
"Iya kek aku mengerti." ucap Ailyn.
"Sebaiknya kau melahirkan disini.. kakek akan siapkan segalanya." ucap John.
"Aku mengerti kek." ucap Ailyn.
__ADS_1
John pun menyiapkan segalanya karena tahu Jini bisa kapan saja mengincar Ailyn. Terlebih kondisi Ailyn sangat lemah dan kehamilannya semakin besar.
Begitulah John menjaga Ailyn, Alonso pun mau tak mau setuju dengan rencananya. Walau dirinya sebagai seorang suami harusnya yg bertanggungjawab atas semua ini. Tekanan John pun cukup besar hingga tak mampu membuatnya menolak. Terlebih keamanan BlackShadow sangat baik dibandingkan rumah sakit manapun membuat Alonso tak bisa mengelak.
Dengan sistem keamanan tingkat tinggi, dan tak sembarang orang bisa masuk membuat siapapun yg mencoba menyusup markas BlackShadow sama dengan bunuh diri. Dan John sebagai pemiliknya cukup teliti soal para anggotanya.
Beberapa bulan sebelum Ailyn melahirkan bahkan John sudah menyiapkan segalanya. Semua yg diminta oleh dokter pribadi Ailyn pun ia sediakan secepatnya. Tak peduli berapapun mahalnya harga peralatan, John dapat menyediakannya demi Ailyn.
.
.
Sementara Ailyn tengah menikmati kehamilannya. Dirinya makan dengan benar, dan minum vitamin dari dokternya. Ailyn juga suka berkebun karena membuatnya menjadi lebih baik daripada duduk diam.
Banyak tanaman yg ia tambahkan di taman rumahnya. Dan Alonso meminta agar tukang kebun mengerjakan tugas-tugas berat serta membiarkan istrinya mengerjakan tugas-tugas ringan seperti menyiram tanaman atau menanam tanaman.
Alonso juga selalu libur pada weekend tak seperti dulu yg gila bekerja. Dirinya akan menghabiskan waktu dengan istrinya tersebut. Mulai dari jalan-jalan, pergi ke mall, makan di tempat-tempat unik, sampai menonton bioskop. Hal yg tak pernah ia lakukan dengan Ailyn di masalalu. Bahkan Alonso rela pergi ke pantai demi menuruti keinginan istrinya itu.
Kini mereka tengah berada di pantai, udara yg sejuk dan angin yg bertiup cukup kencang. Dan Alonso selalu menemani Ailyn kemanapun istrinya mau. Mereka menikmati indahnya pantai berdua.
"Aku baru tahu pantai seindah ini." ucap Alonso.
"Itu benar, dulu aku bahkan tak berniat untuk liburan bahkan terlalu keras pada Jery." ucap Alonso.
"Pantas hingga kini ia betah menjomblo." ucap Ailyn.
"Dia saja yg bodoh.. bukan salahku." ucap Alonso.
"Yasudahlah biarkan saja dia bertemu jodohnya nanti." ucap Ailyn.
"Iya.. Ai.. kau suka pantai?" tanya Alonso.
"Aku suka, tapi aku dulu jarang ada waktu untuk kemari." ucap Ailyn.
"Sepertinya juga nanti kau akan jarang kemari kalau perutmu semakin besar." ucap Alonso.
"Iya.. kuharap nanti aku bisa sering kemari lagi." ucap Ailyn.
__ADS_1
"Nanti aku akan mengajak kalian berdua kemari." ucap Alonso.
"Kalian?"
"Maksudku dirimu dan anak kita." tunjuk Alonso.
"Kau harus melakukan itu." ucap Ailyn tersenyum.
Mereka pun berpelukan di pantai tersebut dan menikmati indahnya matahari terbenam. Alonso juga takkan melepaskan tangannya dari Ailyn hingga mereka masuk ke dalam mobil. Alonso takut jika Ailyn terpleset dan jatuh, hingga dirinya terus menjaga dan memegangi istrinya tersebut.
Kebahagiaan pun selalu menyelimuti mereka, dan Alonso baru menyadari kebahagiaan yg sesungguhnya bukan harta atau pun posisi jabatan. Tapi bersama orang yang ia kasihi, dulu dirinya tak percaya akan cinta, saat ini dirinya justru jatuh cinta dan percaya pada cinta. Begitu juga dengan Ailyn yg menyadari kalau cinta itu ada di dunia ini dan mampu membuat seseorang bahagia.
Alonso pun bersyukur menikahi Ailyn, dirinya bisa merasakan cinta dan pengorbanan. Bahkan bis merasakan bagaimana bahagianya akan jadi seorang ayah. Jika bersama wanita lain, mungkin Alonso takkan sebahagia saat ini.
Dan semakin hari perut Ailyn semakin membesar. Semua ruang geraknya pun mulai terbatas. Dan Alonso meminta pelayan selalu menemani Ailyn kemanapun dan mengawasinya. John dan David juga selalu memantau keadaan Ailyn.
Segala persiapan tentang kelahiran anak mereka pun semuanya sudah siap. Bahkan Alonso meminta pengawalnya melakukan gladi untuk membawa istrinya dengan segera ke markas BlackShadow.
Tapi Ailyn dengan santainya meminta Alonso untuk tinggal di markas BlackShadow menjelang kelahiran nanti. Dengan begitu, takkan ada drama terlambat, macet atau sebagainya.
"Tunggu Ai.. apa disana ada tempat tinggal?" tanya Alonso.
"Ada.. memangnya dulu aku tidur dimana." ucap Ailyn.
"Lalu aku?" tanya Alonso.
"Kau kan harus bekerja jadi pasti akan bolak-balik ke kantor dan rumah, aku saja cukup tinggal disana. Nanti jika waktu ya sudah dekat kau tinggal bekerja dari markas." ucap Ailyn.
"Kupikir disana tidak ada tempar tinggal.. tapi bagaimana fasilitasnya?" tanya Alonso.
"Kau tenang saja, kakek cukup kaya pasti memilih fasilitas yg bagus." ucap Ailyn.
"Aku akan mengeceknya dahulu." ucap Alonso.
Alonso pun mendatangi markas BlackShadow bersama Ailyn. Dan dirinya memastikan fasilitas untuk istrinya tersebut. Setelah yakin semuanya aman, Alonso pun baru mengijinkan Ailyn tinggal disana. Lalu membicarakan masalah pelayan dan sebagainya pada John. Tapi John sudah menyiapkan segalanya membuat Alonso lagi-lagi kalah darinya.
"Kakek tua, tak bisakah memberiku posisi yg bagus sebagai suami yg siaga." ucap Alonso kesal.
__ADS_1
"Hahaha.. maaf Alonso, kau harus bersabar jika bersaing denganku." ucap John tertawa.