
Prankk..
"Ailyn kau tak apa?" tanya Alonso langsung mendekat dan tanpa melihat rekan-rekan Ailyn di sana.
"Iya, hanya luka kecil." jawab Ailyn.
"Syukurlah." ucap Alonso langsung memeluknya.
"Al.. hentikan.. ada teman-temanku disini." ucap Ailyn.
"Apa?? teman?" tanya Alonso menoleh.
"Maafkan kami tuan, kami akan segera pergi.." ucap Leon memahami situasinya.
"Kalian seret Zion." ucap Leon.
"Tapi kapt.." ucap mereka dengan penuh harap.
"Kalian ini hanya akan mengganggu pasangan itu." ucap Leon menyeret semua anak buahnya keluar.
"Maaf ya, silahkan dilanjutkan." ucap Leon.
Alonso pun terkejut melihat mereka yg langsung pergi dan tak menyadari keberadaannya. Sementara Ailyn tersenyum kaku.
"Kukira mereka pengawalmu." ucap Alonso.
"Mereka teman-temanku yg setia menjagaku disini." ucap Ailyn.
"Kenapa mereka semua pria?" tanya Alonso.
"Karena pekerjaan kami berbahaya, jarang ada wanita yg sanggup bergabung.. harusnya kau bangga padaku." ucap Ailyn.
"Tapi mereka semua baik padamu kan?" tanya Alonso.
"Ya.. mereka yg membawaku kemari dan menjagaku." ucap Ailyn.
"Tunggu.. apa yg terjadi padamu?" tanya Alonso.
"Kalau itu rahasia, dan ada insiden kecil yg menyebabkan kakiku cedera." ucap Ailyn.
"Apa?" tanya Alonso yg langsung membuka selimut Ailyn.
Nampak salah satu kaki Ailyn diperban, dan itu membuat Alonso kesal.
"Siapa yg melakukan ini padamu?" tanya Alonso kesal.
"Orang itu sudah ditahan dan takkan bisa keluar dalam waktu yg lama." ucap Ailyn.
"Katakan.." ucap Alonso kesal.
"Sudahlah Al.. nanti juga sembuh." ucap Ailyn.
"Aku ingin menghajarnya saat ini juga." ucap Alonso.
"Kau takkan bisa karena orang itu sudah dipenjara." ucap Ailyn.
Alonso pun jadi diam, dan duduk dengan wajah di tekuk. Sungguh sangat menyeramkan ekspresinya saat itu.
"Hei.. sudahlah.." ucap Ailyn.
Tapi Alonso hanya melirik dan tetap diam.
__ADS_1
"Terserah kau saja.. jangan berbuat macam-macam karena tugasku sudah selesai.. Aku juga jadi punya banyak waktu karena harus cuti." ucap Ailyn.
Ailyn pun berusaha bangkit dari tempat tidurnya perlahan dan meraih tongkatnya. Ailyn pun berniat ke toilet.
"Kau mau kemana?" tanya Alonso.
"Toilet." balas Ailyn.
Alonso pun bangkit dan mengambil tongkat milik Ailyn.
"Hei.. kembalikan tongkatnya." ucap Ailyn.
Alonso langsung menggendongnya dan membawanya ke toilet. Setelah sampai, Alonso langsung keluar dan menunggu Ailyn selesai. Ailyn pun tak bisa berkata-kata lagi, karena Alonso juga suaminya. Perawat pun sudah ia usir, dan pria dingin itu kini menjaga istrinya.
Saat Alonso membawa Ailyn dari toilet, rekan-rekan Ailyn pun datang dan tanpa sadar melihat adegan itu. Mereka pun tersenyum dan ingin mengejeknya tapi ditahan karena ada suami Ailyn.
"Permisi, maaf tadi kami sudah ketuk pintu dan tak ada jawaban.." ucap Zion.
"Iya, ada apa Zion?" tanya Ailyn.
"Tadinya kami ingin menyapa suamimu senior, tapi rasanya momennya kurang pas." balas Zion.
"Masuklah, aku ingin berbincang dengan rekan-rekan istriku." ucap Alonso.
"Kau yakin?" tanya Ailyn.
"Tentu saja, aku harus berterimakasih pada mereka karena sudah menjagamu." ucap Alonso.
Seketika, mata Zion pun berbinar dan lidahnya gatal ingin mengejek Ailyn. Tapi sebuah tangan besar menutup mulutnya, itu adalah tangan milik Leon sang kapten.
Mereka pun masuk ke ruangan Ailyn dan duduk di kursi, dihadapan mereka nampak Alonso juga duduk. Aura Alonso pun terlihat kuat membuat mereka tak bisa bicara sembarangan. Leon pun menceritakan sedikit cerita singkatnya.
"Ya.. sebenarnya ini juga rahasia tuan, tapi melihat kekhawatiran di wajahmu rasanya aku tak bisa tidak menceritakannya." ucap Leon.
"Apa kau pemimpin mereka.?" tanya Alonso.
"Benar." balas Alonso.
"Terimakasih sudah menjaga istriku.. sisanya aku yg akan menjaga dan merawatnya." ucap Alonso.
"Senior sangat beruntung punya suami seperti anda tuan." ucap Zion.
"Tentu saja, tapi dia masih malu-malu jika di hadapan banyak orang." balas Alonso.
"Pantas dia merahasiakan tentang pernikahannya, bahkan kami tak diundang."
"Benar, padahal anda adalah orang yg berkharisma dan hebat."
"Iya.. aku iri pada anda tuan."
"Tentu saja.. aku memang sehebat itu." ucap Alonso bangga.
"Astaga.. dia malah pamer kehebatannya." gumam Ailyn dalam hati.
Teman-teman Ailyn pun memuja-muja Alonso karena kehebatan dan ketampanannya. Mereka menjuluki Alonso suami idaman dan berbicara banyak hal. Terutama tips agar mendapatkan kekasih.
"Itu mudah.. kau hanya butuh wajah tampan, kharisma lelaki sejati, dan tentu saja uang yg dicintai wanita." ucap Alonso.
"Itu benar tuan.." ucap Zion.
Mereka pun berbincang seru sekali, apalagi Alonso dipuji habis-habisan yg membuatnya jadi menyukai teman-teman Ailyn.
__ADS_1
Ailyn pun hanya mendengarkan mereka dari tempat tidur. Dan Alonso berbincang seru dengan semua rekannya. Bahkan Alonso mengajak mereka minum jika ada kesempatan.
"Tentu tuan, kami akan sangat senang dengan ajakan anda." ucap Leon.
"Baiklah.. nanti aku beritahu." ucap Alonso.
Alonso pun meminta kontak Leon agar bisa menghubunginya jika ada sesuatu hal. Setelah itu, mereka pun pergi dari ruangan Ailyn. Alonso pun nampak bahagia dengan mereka yg selalu memujinya.
"Ai.. temanmu boleh juga." ucap Alonso.
"Benar kan? mereka semua orang baik." ucap Ailyn.
"Iya.. sekarang giliranku menjadi suami yg baik." balas Alonso.
"Iya.. iya lakukan kewajibanmu." ucap Ailyn.
"Kudengar kakekmu yg memindahkanmu ke ruangan ini." ucap Alonso.
"Iya.. sepertinya dia ingin memperhatikanku." ucap Ailyn.
"Maaf harusnya aku yg begitu.. aku justru tak tahu apa-apa." ucap Alonso.
"Belakangan kau jadi sering meminta maaf, apa kau sudah bertaubat." sindir Ailyn.
"Aku kan memang pria baik." ucap Alonso.
"Ya baguslah, lebih baik daripada image lamamu yg kejam dan dingin." ucap Ailyn.
"Jadi bisa kita jadi pasutri sungguhan?" tanya Alonso.
"Memang selama ini kita main rumah-rumahan." balas Ailyn.
"Kau memintaku untuk melakukan tanggungjawabku kan tadi?" tanya Alonso tersenyum licik.
"Tanggungjawab menjaga dan merawatku." tegas Ailyn tak ingin tertipu.
"Kau tidak ingin yg lain? hal menyenangkan lainnya ada banyak Ailyn." ucap Alonso.
"Dasar mesum.. jangan harap." ucap Ailyn.
"Ck.. sulit sekali menggoyahkanmu." ucap Alonso.
"Ya.. karena aku belum yakin padamu." ucap Ailyn.
"Apa yg membuatmu tidak yakin padaku?aku tampan, kaya, pintar,.." ucap Alonso.
"Kau tidak percaya pada cinta kan? aku pun masih begitu.. " ucap Ailyn.
"Cih.. haruskah aku menikah lagi." balas Alonso.
"Jika masih ingin hidup lakukan saja." balas Ailyn dengan tatapan tajam.
"Kau cemburu kan??" tanya Alonso tersenyum.
"Tidak juga, kau pastinya harus menghadapi kakekku." ucap Ailyn.
"Ayolah Ai.. kau itu cemburu." ucap Alonso.
"Hmm.. entah ya.." ucap Ailyn lalu menutup matanya.
Alonso pun tersenyum, akhirnya bisa melihat wajah istrinya lagi. Dan kali ini Ailyn akan istirahat lebih lama yg artinya dirinya bisa melihat Ailyn setiap hari. Wajah yg selalu berhasil membuatnya tenang saat dirinya ingin tidur.
__ADS_1