
Seminggu sebelum kelahiran anaknya yg diprediksi oleh dokter, Ailyn pun bersiap untuk pindah ke markas BlackShadow. Alonso pun mengantar istrinya tersebut dengan hati-hati. Walau rasanya tak adil karena harusnya Alonso yg bertanggungjawab atas segalanya. Tapi kakek tua itu tak mau kalah dan menawarkan keamanan yg tak bisa ditampik oleh Alonso.
Tibalah mereka di markas, dan langsung disambut dengan baik. Bahkan mereka menyediakan kursi roda untuk Ailyn. Dan Alonso sebagai suami langsung membantunya serta mendorongnya ke kamarnya. Perawat pun mengantar mereka ke kamar khusus untuk Ailyn.
Sebuah lantai rahasia yg hanya orang tertentu saja yg diperbolehkan masuk. Disanalah Alonso melihat kamar Ailyn yg memiliki fasilitas dan keamanan yg terbaik. Meski dirinya iri, tapi ini yg terbaik bagi istrinya. Alonso pun mencoba mengerti semua kondisi khusus yg dialami istrinya.
"Ini kamar anda nyonya." ucap perawat.
"Terimakasih." ucap Ailyn.
Perawat pun menunjukkan beberapa hal pada Ailyn untuk diingat dan Ailyn serta Alonso memperhatikan perawat tersebut. Penjelasan singkat mengenai prosedur jika Ailyn mengalami kontraksi. Dan tombol darurat jika terjadi sesuatu. Serta telepon khusus untuk memanggil dokter, kakeknya, ataupun petinggi BlackShadow lainnya.
Setelah Ailyn mengerti segalanya, perawat pun meninggalkannya dan pergi ke kamar sebelah. Ailyn pun berbicara dengan Alonso mengenai kamarnya.
"Ya lebih baik karena tak seperti rumah sakit." ucap Ailyn.
"Ya.. kakek tua itu sangat teliti." ucap Alonso.
"Kau kesal sekali pada kakekku." ucap Ailyn tersenyum.
"Dia mengambil alih bagianku.." ucap Alonso.
"Sudahlah tenang, setelah anak ini lahir kita akan pulang ke rumah." ucap Ailyn.
"Aku mengerti, mulai hari ini aku juga akan tinggal disini serta bekerja dari sini." ucap Alonso.
"Ide bagus.. " ucap Ailyn.
"Tapi soal makanannya bagaimana? aku tak melihat ada dapur atau semacamnya." ucap Alonso.
"Kau tenang saja, disini mereka punya ahli gizi.. pastinya makananku akan sehat." ucap Ailyn.
"Baguslah.." ucap Alonso.
Mulai hari itu Alonso pun tinggal bersama Ailyn di kamar tersebut. Alonso juga bekerja dari sana dan sampai melakukan rapat secara online. Jery pun berlarian kesana-kemari karena tuannya sedang tak bisa standby di kantor.
Sementara Tom mengurus banyak hal yg berhubungan dengan data dan sistem kantor. Tom juga membuat pekerjaan Alonso dari jarak jauh jadi lebih mudah.
Kerjasama Tom dan Jery memang tak diragukan lagi. Keduanya saling mengisi satu sama lain, dan membantu jika membutuhkan bantuan. Tom juga sudah tak terlihat lagi galau, nampaknya beban hutang membuatnya lebih cepat tersadar dari kegalauannya.
"Kau yakin tak masalah meninggalkan kantor satu minggu?" tanya Ailyn.
"Iya kau tenang saja." ucap Alonso.
"Ada Tom yg mengerti sistem, dan Jery yg bisa diandalkan." lanjut Alonso.
__ADS_1
"Baguslah." ucap Ailyn.
"Katakan jika kau ingin makan sesuatu." ucap Alonso.
"Baiklah.." ucap Ailyn.
Alonso pun mengelus perut istrinya yg sudah membesar tersebut. Dan nampak janin tersebut bergerak-gerak dari dalam. Sangat terlihat dengan jelas, perut Ailyn bergoyang-goyang.
"Dia aktif sekali." ucap Alonso.
"Iya nampaknya begitu.. " ucap Ailyn.
"Al.. aku ingin makan apel merah yg dibeli dari supermarket Xx.." ucap Ailyn.
"Tiba-tiba sekali.. baiklah aku akan menyuruh orang." ucap Alonso.
"Tidak kau yg harus membelinya sendiri." ucap Ailyn.
"Kau baik-baik saja sendirian?" tanya Alonso.
"Ada perawat, dokter dan pengawal yg bisa kupanggil kapan saja." jawab Ailyn.
"Baiklah.. apa ada lagi?" tanya Alonso.
"Baiklah.. sebentar lagi akan aku bawakan." ucap Alonso.
"Terimakasih Al." ucap Ailyn tersenyum.
"Ya.. apapun untuk kebahagiaanmu." ucap Alonso mencium kening Ailyn.
Alonso pun pergi mencari yg diinginkan istrinya. Dan menitipkan istrinya pada perawat karena dirinya akan pergi membeli sesuatu. Ailyn pun menunggu dengan sabar dan menanti makanan yg ia inginkan tersebut.
Sedangkan Alonso langsung tancap gas menuju ke mall tersebut. Dirinya pun segera mencari apel yg diinginkan istrinya tersebut. Bahkan Alonso sampai mau mengantri lama hanya demi apel yg diinginkan istrinya. Apalagi saat ini pusat perbelanjaan sedang ramai-ramainya karena ada diskon besar-besaran.
Alonso pun harus sabar mengantri di kasir saat hendak membayar apel tersebut. Antrian panjang pun ia lalui demi istrinya, padahal Alonso paling malas mengantri panjang. Biasanya ia akan menyuruh pengawalnya melakukannya dan memberinya kartu untuk membayar. Tapi kini demi memenuhi keinginan Ailyn, Alonso pun rela mengantri.
Setelah terbebas dari antrian di kasir, Alonso pun menuju ke tempat penjual dimsum yg diinginkan istrinya. Diluar dugaam tempat tersebut juga ramai. Untung saja dia memesan untuk dibawa pulang, karna sudah tak ada lagi meja yg tersisa. Setelah menunggu lama, dimsum pesanan istrinya pun sudah siap dan Alonso langsung membawanya pulang ke Markas.
Di tengah jalan, Jery menghubungi kalau ada berkas penting yg harus ditandatangani olehnya. Mau tak mau Alonso pun putar arah ke arah kantornya. Alonso pun langsung menandatangani semua yg perlu ia tandatangani.
"Jery apa kau yakin sudah semua?" tanya Alonso.
"Sudah tuan.." ucap Jery.
"Istriku akan melahirkan, bisa gawat jika aku tak ada disana." ucap Alonso.
__ADS_1
"Maaf tuan, tapi ini sudah semuanya." ucap Jery.
"Aku percayakan kantor padamu dan Tom.. tolong jaga baik-baik sampai aku kembali." ucap Alonso.
"Tentu tuan." ucap Jery.
Alonso pun langsung kembali ke markas dan membawakan makanan untuk istrinya tersebut. Alonso pun melihat Ailyn yg menunda makan siangnya demi menunggu makanan pesanannya yg sedang ia beli.
"Al.. akhirnya kau datang." ucap Ailyn senang.
"Kenapa kau belum makan?" tanya Alonso melihat piring makan siang Ailyn masih utuh.
"Aku ingin itu." tunjuk Ailyn pada barang bawaan Alonso..
"Astaga jadi kau menunda makan hanya demi ini?"
"Benar.. aku sangat ingin.." ucap Ailyn.
Alonso pun harus bersabar dengan tingkah Ailyn dan menyiapkan makanan yg ia bawa untuk istrinya. Dan barulah Ailyn mau makan, hingga semua makanan yg disediakan untuknya ia habiskan.
Setelah makan, Ailyn pun mengantuk dan tertidur. Sementara Alonso melanjutkan pekerjaannya. Satu jam kemudian, Ailyn pun terbangun dan merasakan sakit perut.
"Al.. perutku sakit." ucap Ailyn.
"Apa makananya tadi berbahaya?" tanya Alonso.
"Tidak.. sepertinya ini kontraksi. Cepat panggil dokter." ucap Ailyn.
Alonso pun segera menekan tombol dokter dan tak lama dokter beserta perawat tiba disana untuk memeriksa kondisi Ailyn.
"Sepertinya nyonya memang akan melahirkan.. suster tolong siapkan semuanya." ucap sang dokter.
"Tuan tolong dampingi istri anda.." ucap dokter itu pada Alonso.
"Tentu dok." ucap Alonso.
Alonso pun menemani setiap detik bersama Ailyn yg tengah kesakitan. Dan untuk pertama kalinya, Alonso melihat pengorbanan seorang wanita untuk melahirkan.
Bahkan sampai Ailyn yg jarang mengeluh soal rasa sakit pun, merintih kesakitan dalam prosesnya. Detik demi detik pun berlalu, dan kini Ailyn sudah ada di tahap melahirkan. Dokter dan perawat pun sudah bersiap memberikan aba-aba.
Alonso pun menggenggam tangan Ailyn dan menguatkan istrinya tersebut. Rasa sakit yg dirasakan istrinya itupun seperti dapat ia rasakan juga. Alonso pun melihat segala prosesnya hingga mendengar suara tangisan bayi di ruangan.
Bayi laki-laki pun menangis kencang di ruangan tersebut dan Alonso terharu melihatnya. Melihat perjuangan istrinya serta lahirnya putranya yg menangis dengan kencang membuatnya tak mampu menahan air matanya.
Dokter dan perawat pun mengucapkan selamat pada Ailyn dan Alonso. Kini mereka sudah jadi orang tua. Dan John sedang menunggu di luar. Dari luar pun dirinya dapat mendengar suara tangisan yg kencang tersebut. Lalu kakek tua itu tersenyum mendengar suara cicitnya yg baru lahir tersebut.
__ADS_1