Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.109 Alexander Damian


__ADS_3

Seorang bayi laki-laki itu pun menangis dengan kencang saat terlahir ke dunia. Dan semua orang menyambutnya dengan suka cita. Ailyn dan Alonso pun bersyukur putra mereka lahir dengan selamat dan semuanya normal.


Bayi tersebut pun dimandikan, kemudian setelah semuanya rapi Alonso pun belajar menggendongnya. Tak pernah terbersit di benaknya kalau suatu hari dirinya akan mrnjadi seorang ayah. Alonso bahkan tak pernah ingin menikah apalagi punya keturunan, mungkin dulu ia berpikir jika dirinya mati semua hartanya akan ia sumbangkan ke yayasan amal.


Tapi kini semuanya berubah setelah hadirnya Ailyn dalam hidupnya. Bukan hanya membuat hidupnya lebih berwarna, tapi juga mampu memberinya seorang keturunan yg tampan. Alonso pun terlihat bahagia hari itu dan terus menimang-niman putranya tersebut. Dirinya juga banyak bertanya pada perawat soal mengurus bayi dan menggendong bayi.


Hingga Alonso melupakan semua pekerjaannya dan hanya fokus pada istri dan anaknya hari ini. Rasa bahagia pun tak bisa ia sembunyikan. Bahkan John saja tak bisa memegang cicitnya.


David pun tiba di tempat dan langsung menjenguk putrinya. David melihat kondisi Ailyn yg masih lemas di tempat tidur. Tak lupa David mengucapkan selamat pada Ailyn.


"Selamat Ailyn.. kau sudah menjadi ibu." ucap David.


"Terimakasih ayah." ucap Ailyn.


"Alonso ada dimana?" tanya David.


"Oh, dia sedang di ruangan bayi di sebelah bersama kakek." ucap Ailyn.


"Nanti ayah akan kesana." ucap David.


Tapi mereka mendengar suara keributan Alonso dan John yg berebut bayi tersebut.


"Aku ayahnya.. aku masih menggendongnya." ucap Alonso.


"Aku itu kakek buyutnya.. gantian dong.. ini kan juga tempatku." balas John.


"No.. aku ayahnya.. dia milikku." ucap Alonso.


"Alonso.. kau itu, sebentar saja.."


"Tidak, kau kuat?? jangan sampai tanganmu gemetaran.." ucap Alonso.


"Alonso, ayolah..aku ingin menggendongnya juga." ucap Joh.


Hingga bayi itu pun terganggu oleh ulah keduanya yg berebut dan menangis kencang.


Oeeeeeeee...


Oeeeee..


"Astaga.. pasti mereka bertengkar." ucap Ailyn.


"Kakek dan menantu akur sekali." balas David.

__ADS_1


Akhirnya bayi tersebut pun dipegang oleh perawat dan dibawa ke kamar Ailyn. Setelah bayi itu tenang, bayi itu pun diberi susu formula.


"Kakek.. Alonso.. kalian ini seperti anak kecil saja, sampai bayiku menangis." ucap Ailyn memarahi mereka.


"Maaf Ai.. aku kan ingin bersamanya tapi kakek tua ini mengganggu saja." ucap Alonso.


"Apanya.. aku kan hanya pinjam sebentar." balas John.


"Sudahlah kalian berdua.. nanti cucuku menangis lagi." ucap David.


"Tapi.." balas mereka kompak.


"Kalian ini kompak sekali ya.. kalau anakku sampai menangis lagi, kalian akan kuusir dan takkan melihat bayiku seharian..!" ancam Ailyn.


Ancaman Ailyn pun membuat mereka terdiam, bagi mereka lebih baik gencatan senjata dari pada tak bisa melihat bayi lucu dan tampan tersebut.


Bayi tampan itu pun minum susu dan langsung tenang. Setelah bayinya tertidur, perawat membawanya ke tempat tidur bayi di sebelah Ailyn. Sementara Alonso dan John hanya melihat bayi tersebut tertidur nyenyak. Lalu David juga ingin melihat cucunya yg tertidur juga.


"Dia sangat tampan." ucap David.


"Tentu saja, karena aku ayahnya." ucap Alonso bangga.


"Gen keluarga kami juga tak kalah bagus ya.." sahut John.


Keduanya pun langsung ditatap oleh Ailyn dan tersenyum kemudian pura-pura akrab dan saling rangkul. Keduanya pun langsung diam dan mrmandangi bayi mungil tersebut. Ketiganya pun menyukai bayi tersebut yg tertidur begitu tenang.


"Ehemm.." Ailyn pun berdehem.


"Mau sampai kapan melihat bayiku? biarkan dia istirahat." ucap Ailyn.


"Oke.." ucap Alonso langsung menuju ke arah Ailyn.


"Kakek jadi terlalu bersemangat Ailyn.." ucap John tersenyum.


"Maafkan ayah.. ayah terlalu senang." ucap David.


Ketiganya pun berkumpul dan berbicara dengan Ailyn. Lalu mereka membahas nama yg cocok untuk bayi tersebut.


"Alonso apa kau sudah punya nama untuk putramu?" tanya David.


"Tentu saja." ucap Alonso.


"Jangan beri dia nama konyol yg tidak memiliki makna." ucap John.

__ADS_1


"Aku akan memberinya nama Alexander Damian." ucap Alonso.


"Bagaimana Ai kau setuju?" tanya Alonso.


"Hmm.. lumayan bagus." ucap Ailyn.


"Aku setuju." ucap David.


"Ck.. aku kalah suara, tapi namanya lumayan." ucap John.


"Yes akhirnya aku menang dari si kakek tua itu." gumam Alonso dalam hati.


"Sial.. kalau Ailyn sudah setuju, aku tak ada harapan." gumam John dalam hati.


"Baiklah, aku akan memanggilnya Alex." ucap Ailyn.


"Alex cicitku yg tampan." ucap John bahagia.


"Alex, kau jangan menyusahkan ibumu ya.." ucap Alonso.


Mereka semua pun tersenyum bahagia akan kelahiran Alex. Dan Ailyn akan tinggal di markas selama beberapa hari kedepan. Sementara Alonso sudah merancang rumahnya untuk aman bagi bayi. Dan menyiapkan kamar bayi serta ruangan yg nyaman untuk bayi.


Berbagai peralatan pun ia sediakan demi kenyamanan putranya. Dan John, tak mau kalah dirinya juga memberikan banyak baju untuk cicitnya tersebut yg berujung dimarahi oleh Ailyn. Bukan tanpa alasan, karena baju bayi hanya akan bertahan beberapa bulan.


Sementara David dirinya memberikan beberapa barang yg sangat berguna bagi bayi. Dirinya juga tak memberikannya secara berlebihan. Dan Jane, sama sekali tak peduli dengan kelahiran bayi Ailyn. Meski David sudah memberitahunya, Jane selalu beralasan sibuk atau anaknya rewel dsb.


Ailyn pun tak peduli pada saudari tirinya tersebut. Setelah kembali ke rumah, Ailyn berusaha menjaga bayinya dan hidup sehat pasca melahirkan. Ailyn berusaha agar dirinya cepat pulih dari melahirkan hingga bisa bebas beraktifitas.


Meski sudah ada pengasuh, Ailyn tetap menjaga putranya dengan baik. Dan belajar banyak hal tentang mengurus bayi. Putranya Alex pun tumbuh dengan baik dan mendapatkan banyak hal baik dari keluarganya. Bagi Ailyn, Alex harus mendapatkan hal yg baik agar tak tumbuh seperti dirinya.


Alonso pun juga berubah menjadi seorang ayah yg hangat. Alonso menjadi sangat jarang marah, dan Jery juga tak sesibuk dulu karena kini Alonso memberinya libur pada hari minggu.


Kelahiran putranya menyadarkan Alonso kalau setiap manusia pasti harus berubah. Dan generasi baru harus lahir menggantikan generasi lama. Untuk itu, Alonso membebaskan Tom dan Jery agar mereka juga bisa seperti dirinya.


.


.


Sementara itu, Jini yg berada di negara yg cukup jauh dirinya sudah mendengar kabar Ailyn yg sudah melahirkan putranya. Wanita jahat itu pun tak terima karena Ailyn terus mendapatkan hal baik. Selain mendapatkan Alonso pria impiannya, Ailyn juga memiliki putra bersamanya. Hal itu membuat Alonso semakin sulit untuk didekati.


Tapi Jini tak menyerah dan terus berupaya agar Ailyn dan Alonso hancur. Kemudian saat Alonso tengah hancur, Jini akan menjadi orang yg mengulurkan tangannya untuk Alonso. Dan akan membuang Ailyn beserta putranya jauh dari Alonso.


Jini pun membayar banyak mata-mata untuk mengawasi Ailyn dan Alonso, beserta keluarganya. Hidupnya sudah jauh lebih baik berkat bisnis haramnya yg cukup berkembang.

__ADS_1


"Lihat saja 3-4 tahun lagi aku akan kembali dan menghancurkan kalian.." ucap Jini.


__ADS_2