
Secepat mungkin Tom pun pergi dari hotel pada malam itu. Dirinya pun langsung pulang ke apartemennya dan Jery sudah menunggunya di depan pintu seperti seorang ibu yg hendak memarahi anaknya.
"Astaga.." ucap Tom terkejut melihat Jery menatapnya.
"Tom.. bisa kau jelaskan arti bercak merah di lehermu?" tanya Jery.
"Baiklah Jer.. Sabar dulu.. tenang ya.." ucap Tom dan Jery menatapnya tajam.
"Bagaimana kalau kita duduk dulu dan menutup pintu." ucap Tom.
"Ck.. kau ini benar-benar kacau.." ucap Jery menepuk jidatnya.
Tom pun akhirnya menceritakan segalanya pada Jery. Dan keduanya kini sedang sakit kepala memikirkan apa yg terjadi selanjutnya. Apalagi Jery membayangkan jika Cloe sampai hamil karena ulah Tom dan tuannya yg akan dimintai pertanggungjawaban.
"Tom.. kenapa kau begitu bodoh.." ucap Jery pusing.
"Maafkan aku Jer, aku khilaf." ucap Tom.
"Memang seindah apa?" tanya Jery.
"Putih, mulus, se**i dan berisi.." ucap Tom.
Plakkk..
"Sadar Tom.. jangan dibayangkan lagi." ucap Jery semakin kesal sampai menampar Tom.
"Tapi kenapa kau jadi seperti ibuku..?" tanya Tom.
"Kau pikirkan saja sendiri.. ! ingat jangan bohongi tuan.. katakan semuanya besok." ucap Jery.
"Aku mengerti dan aku siap bertanggungjawab." ucap Tom.
"Bertanggungjawab bagaimana? yg ada kau sedang menyerahkan nyawamu pada mereka." ucap Jery.
"Renungkan dan cari solusinya." ucap Jery lalu meninggalkan Tom.
Jery pun tak habis pikir kenapa Tom bisa khilaf pada Cloe. Tapi dirinya juga tak bisa menyalahkan Tom, karena Cloe memang agresif. Pria manapun 90% pasti akan tergoda jika berhadapan dengan situasi Tom. Tapi yg jadi masalahnya adalah bagaimana jika respon tuannya marah besar?? habislah sudah Tom dibuatnya.
.
.
Pagi harinya Alonso pun terbangun di ranjangnya dan sendirian di dalam kamarnya. Seketika dirinya pun lega walaupun entah bagaimana dirinya bisa bebas dari Cloe. Mengingat malam itu Cloe sangat agresif padanya.
"Ukh.. apa yg terjadi semalam, aku tak ingat lagi setelah masuk lift." gumam Alonso.
Alonso pun bersiap ke kantornya seperti biasa, walaupun tubuhnya masih belum normal dan masih sering pusing.
__ADS_1
Saat Alonso turun ke bawah hendak sarapan pagi, dirinya dikejutkan dengan Tom dan Jery yg sudah dibawah menantinya. Alonso pun tanpa sungkan mengajak mereka sarapan bersama. Dan ini adalah momen pertama kalinya Alonso makan di rumahnya bersama Tom dan Jery.
Keduanya pun nampak gugup dan memakan seadanya yg ada di dekat piring mereka. Terutama Tom yg sudah berkeringat karena gugup dan takut pada tuannya. Entah dirinya bisa bicara dengan benar atau tidak nantinya.
"Kalian santai saja dan nikmati makanannya." ucap Alonso.
"Baik tuan." jawab keduanya.
Setelah sarapan, Alonso pun memanggil mereka untuk ikut ke dalam ruang kerjanya. Alonso pun tahu kalau ada sesuatu yg penting yg akan mereka sampaikan tentang kejadian tadi malam.
Setelah sampai di ruangan, Alonso pun duduk di kursinya dan tiba-tiba Tom berlutut di hadapannya seraya memohon ampunan.
"Ampuni aku tuan.." ucap Tom.
"Tom." ucap Jery pelan.
"Ampun? memangnya ada apa?" tanya Alonso.
"Ini tentang tadi malam tuan.." ucap Jery.
"Jelaskan Jery.." ucap Tom.
"Tadi malam.. kami menyelamatkan anda dari jebakan Cloe.. tapi Tom.." ucap Jery.
"Tapi apa Tom?" tanya Alonso.
"Jadi kalian menyelamatkanku dan Tom justru yg terkena jebakannya.?" tanya Alonso.
"Benar tuan, aku khilaf.. aku memang bodoh karena gampang tergiur." ucap Tom.
"Astaga.. apa kau memakai pengaman?" tanya Alonso.
Seketika Tom pun terdiam, karena bahkan dirinya tak mempersiapkan apapum dan Cloe terus menyerangnya. Tom pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Tomm..!!!" teriak Alonso kesal.
"Ampun tuan.." ucap Tom.
"Apa yg kau pikirkan.? kenapa bisa kau melakukannya?" tanya Alonso.
"Aku adalah pria normal tuan dan kesepian." ucap Tom.
"Yg minum obatnya aku, kenapa jadi kau yg bersemangat.." ucap Alonso tak habis pikir.
"Maafkan kami tuan, harusnya Tom tak menangani Cloe." ucap Jery berusaha membantu Tom.
"Pasti sekarang wanita itu merasa menang karena sudah berhasil menguasaiku." ucap Alonso.
__ADS_1
"Bukankah itu bagus tuan, dengan begitu anda bisa mengendalikannya untuk menipu Anita." ucap Jery.
"Itu benar, tapi kalau wanita itu hamil aku dalam masalah." ucap Alonso.
Semuanya pun terdiam karena tahu tuannya pasti yg akan menanggung semuanya walaupun itu perbuatan Tom karena Cloe hanya mengingat bersama Alonso malam itu.
"Aku akan bertanggungjawab tuan.." ucap Tom.
"Ya kau harus bertanggungjawab jika sudah muncul masalah nanti." ancam Alonso kesal.
"Untung Ailyn tidak ada, kalau ada habis sudah aku.." ucap Alonso justru kembali mengingat Ailyn.
Setelah mereka melakukan rapat darurat bertiga, ketiganya pun kembali ke kantornya untuk bekerja seperti biasa. Dan Alonso memanggil Tom untuk bicara 4 mata dengan pria itu. Walaupun kesal tapi Tom sudah berusaha menyelamatkannya. Dan lagi pria itu sangat setia padanya.
.
.
Sementara Cloe dirinya masih tersenyum bahagia membayangkan panasnya malam itu. Mereka bahkan melakukannya berkali-kali sampai Cloe puas. Dan wanita itu justru bangga telah berbuat zinah pada Alonso.
Bahkan Cloe menceritakannya pada momnya kalau misinya sukses besar. Anita pun bangga pada putrinya dan berharap kalau Cloe segera hamil agar Alonso mau menikahinya.
Keduanya pun bertemu dan bicara di apartemen Cloe. Sangat terlihat bekas merah di leher Cloe bekas malam panas tersebut.
"Sayang ternyata Alonso sangat agresif padamu." ucap Anita.
"Maaf mom.. aku jadi malu mom melihatnya." ucap Cloe.
"Tak apa sayang.. tandanya dia juga menyukaimu.. kau hanya tinggal mengikatnya." ucap Anita.
"Tentu mom." ucap Cloe.
Cloe pun mendengarkan rencana momnya dan meminta Cloe untuk menjaga kesehatan serta kesuburannya agar cepat hamil. Dan dengan begitu Alonso akan menikahinya. Lalu Cloe akan jadi nyonya besar dan momnya menginginkan saham David dikembalikan.
"Kenapa aku harus melakukannya mom?" tanya Cloe.
"Karena mom ingin seperti dulu.. Sekarang suamiku jadi pelit." ucap Anita.
"Kenapa jadi aku yg repot kalau suamimu pelit.. padahal harta ayahmu juga banyak dan aku tak pernah memintanya." umpat Cloe dalam hati.
"Baiklah.. aku akan coba membujuknya nanti." ucap Cloe.
"Tapi ingat hati-hati dengan Alonso.." ucap Anita.
"Tentu mom. Singa liar itu akan aku taklukan." ucap Cloe.
Begitulah Anita memberitahu rencananya pada Cloe. Dan demi kebahagiaan putrinya, Anita tidak jadi menyingkirkan Alonso. Dengan begitu juga Cloe putrinya bisa jadi bonekanya yg berharga untuk mendapatkan kembali kemewahannya yg dulu.
__ADS_1
Sementara Cloe dirinya mulai membaca rencana ibunya yg hanya akan memanfaatkan dirinya. Dan Cleo yakin, dirinya akan dijadikan boneka untuk memperoleh kekuasaan. Cloe pun berniat membocorkan sedikit rencana ibunya pada Alonso nanti. Dan mungkin Alonso akan semakin mencintainya karena telah membantunya lepas dari ibunya.