Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.116 Kekacauan


__ADS_3

Flashback..


Pagi itu, Alex dan bu Siti pun tengah menunggu Joe. Tapi Joe tak juga tiba di rumah hingga pukul 8.30. Lalu datanglah pak Man entah dari mana dan berbicara kalau Joe sudah menghubunginya dan sedang ada urusan jadi mereka akan berangkat bertiga saja.


Bu Siti pun curiga dan ingin menunggu Joe kembali, tapi Alex tak sabaran dan ingin segera bertemu ibunya. Mau tak mau Bu Siti pun mengikuti keinginan Alex karena terus merengek dan meminta cepat diantarkan ke kantor Ailyn.


Setelah mobil berjalan agak jauh, bu Siti pun curiga karena jalannya bukan ke arah kantor Ailyn bekerja. Dan dirinya juga curiga dengan gelagat Pak Man yg tak biasa. Dan tanpa sadar bu Siti melihat ada tato di leher Pak Man, padahal sebelumnya tak ada tato di leher belakangnya.


"Siapa kau?" tanya Bu Siti.


"Apa maksudnya bu, ini aku Pak Man."


"Pak Man tidak memiliki tato di belakang lehernya." balas bu Siti.


"Jadi kau sudah menyadarinya ya nenek tua." ucap pria itu lalu menghentikan mobil di jalan yg sepi.


"Alex ayo kita turun." ucap bu Siti.


Alex pun menurut dan mencoba membuka pintu tapi dikunci dari dalam oleh pria tersebut.


"Hahaha.. cobalah kabur kalau bisa." ucap pria itu.


Kemudian pria itu membekap bu Siti dengan sebuah sapu tangan yg ada obat biusnya. Dan Alex yg menyaksikan kejadian tersebut pun ketakutan, dirinya berusaha menghidar tapi apalah daya Alex hanyalah anak kecil yg tak bisa melawan.


Alex pun hanya mampu mencolok mata si pria tersebut lalu pingsan. Sementara si pria itu kesal bukan main karena matanya jadi sakit oleh bocah tersebut. Jika bukan karena perintah menculiknya dalam kondisi utuh, mungkin Alex akan dipukuli juga.


Tak berapa lama temannya datang dan mereka membawa Alex lalu meninggalkan bu Siti di dalam mobil dalam kondisi terikat. Dan mulutnya juga ditutupi lakban.


Flashback off..


.


.


Ailyn dan Alonso pun langsung menuju ke markas setelah mendapat kabar dari Joe. Ailyn pun langsung menuju ke kamarnya dan melihat Joe sudah sadarkan diri.


"Joe.." ucap Ailyn.


"Nyonya.. Tuan.. maafkan aku yg gagal melindungi Alex." ucap Joe.


"Jelaskan padaku apa yg terjadi.." ucap Ailyn.


Joe pun menjelaskan segalanya dan mengatakan tentang insiden pengeroyokan terhadap dirinya. Joe juga tak sanggup melawan mereka yg bergerombol dengan senjata api dan senjata tajam.


Sesuai dugaan Joe, mereka memang mengincar Alex dari kemarin. Dan Joe berkata kalau dirinya memberikan sebuah jam tangan yg merupakan alat pelacak pada Alex. Joe pun ingin bertanya pada bu Siti apakah tadi pagi Alex menggunakannya.

__ADS_1


"Jadi aku ingin bertanya pada pengasuhnya apakah Alex memakai jam tangan berwarna merah pemberianku?" tanya Joe.


"Jam tangan berwarna merah, dengan lampu yg bisa menyala?" tanya Alonso.


"Benar, apa tuan melihatnya?" tanya Joe.


"Alex memakainya, jadi ada apa dengan jam tangan itu?" tanya Alonso.


"Bagus, disitu ada alat pelacak yg sudah kutanamkan yg mungkin berguna pada saat ini." ucap Joe.


Joe pun bangkit dari tempat tidurnya.


"Joe kau mau kemana?" tanya Ailyn.


"Aku butuh laptopku, mungkin Alex dalam bahaya aku harus cepat." ucap Joe berdiri.


Joe pun sudah mendapatkan laptopnya dan kini tengah menghubungkannya dengan jam tangan milik Alex. Joe pun langsung mengaktifkan mode palacakan dan tak berapa lama muncullah titik dimana jam tangan itu berada.


"Kemungkinan Alex ada di area ini.." ucap Joe.


"Baiklah aku akan siapkan tim untuk bergerak." ucap Ailyn.


"Aku juga akan mengerahkan orang-orangku." ucap Alonso lalu mendapatkan panggilan telepon.


Dan Alonso pun semakin kesal setelah menerima panggilan tersebut. Ailyn pun tahu pasti ada masalah dengan kantornya.


"Maaf Ai.. aku harus ke kantor, sistemku di retas dan Tom sedang berusaha bersama timnya, lalu beberapa klien juga tiba-tiba membatalkan perjanjian.. perusahaanku tiba-tiba kacau dalam hitungan jam." ucap Alonso.


"Kembalilah." ucap Ailyn.


"Ai.. terus kabari aku soal Alex." ucap Alonso.


"Ya.. dan kau juga akan mendapat pengawalan." ucap Ailyn.


"Baiklah.. tapi jika mereka meminta uang tebusan aku akan memberikannya asalkan Alex selamat." ucap Alonso.


"Ya aku akan mengabari semuanya." ucap Ailyn.


Ailyn dan Alonso pun berpencar, Alonso kembali ke kantornya dengan semua kekacauannya. Dan Ailyn fokus pada pencarian Alex. John pun sampai turun tangan dan membentuk tim yg kuat untuk menyelamatkan Alex cicitnya.


.


.


Sementara Alonso, saat kembali ke kantornya semuanya dalam keadaan kacau balau. Sistemnya tak bekerja dan Tom sedang bekerja keras. Sementara beberapa kliennya membatalkan banyak project karena saham Alonso yg turun. Ditambah lagi terdengar isu kalau perusahaan Alonso telah diretas yg membuat banyak kliennya takut dan langsung membatalkan project mereka.

__ADS_1


"Jery beritahu aku situasinya." ucap Alonso saat tiba di ruangannya.


"Baik tuan." ucap Joe lalu menjelaskan segalanya.


Alonso pun melihat Tom tengah berusaha keras mengembalikan sistem seperti semula. Beruntung Tom berhasil menyelamatkan sebagian data penting dan sebagian lagi tengah terkunci dan Tom sedang berusaha membukanya.


"Maaf tuan, untuk memecahkan kode ini butuh waktu yg lama." ucap Tom.


"Tom lakukan yg terbaik." ucap Alonso.


"Baik tuan." ucap Tom.


"Jika kau berhasil semua hutangmu lunas." ucap Alonso agar Tom bekerja keras.


"Benarkah tuan?" tanya Tom.


"Apakah aku pernah berbohong?" balas Alonso.


"Baiklah, aku akan berusaha semampuku." ucap Tom.


"Aku bahkan tak keberatan sekalipun menginap di kantor." gumam Tom yg semangat setelah tahu hutangnya akan dianggap lunas oleh Alonso.


Sentara Jery dan Alonso melobi beberapa orang agar tetap melanjutkan kerjasamanya. Alonso pun yakin kekecauan ini ada kaitannya dengan penculikan putranya. Karena semuanya terjadi secara bersamaan, dan seperti sudah disetting sebelumnya. Padahal tadi pagi semuanya nampak normal dan terkendali, hingga Alonso berpikir akan baik-baik saja saat ia pergi mencari Alex.


Alonso pun sibuk mengurusi ini dan itu bersama Jery, lalu sesekali dirinya mengecek ponsel sudah sejauh apa pencarian putranya. Jery pun mengetahui segalanya dan tahu soal kekhawatiran Alonso pada putranya.


"Tuan, apa belum ada kabar tentang Alex.?" tanya Jery.


"Belum.. aku khawatir, dimana putraku sekarang." ucap Alonso.


"Kurasa Alex anak yg pintar, dia pasti takkan menangis atau bahkan sedang mencoba kabur seperti biasanya." ucap Jery.


"Semoga saja begitu, walaupun pasti saat ini dia bersama orang-orang jahat tersebut. Semoga putraku tidak dianiaya, apalagi dijual.." ucap Alonso takut.


"Aku percaya nyonya dan timnya pasti akan menemukannya." ucap Jery.


"Aku berharap demikian." ucap Alonso.


.


.


Sementara itu, dibalik semua kejadian ini ada Jini yg tengah tertawa puas. Dirinya senang melihat kepanikan Alonso dan Ailyn. Dirinya juga sudah melihat putra Alonso yg tengah pingsan dibawa oleh orang suruhannya. Ditambah lagi perusahaan Alonso yg tengah ia buat kacau.


"Hahaha.. aku puas sekali hari ini." ucap Jini tertawa.

__ADS_1


Lalu dirinya mendapatkan laporan mengenai Jane dan putranya. Kemudian Jini pun tersenyum dan punya rencana jahat untuk menghancurkan Jane juga karena melupakannya setelah dirinya ditahan di penjara.


__ADS_2