
Setelah Alonso menemui anak dan istrinya dirinya pun menghubungi kuasa hukumnya untuk menindak kejahatan penculikan terhadap anaknya. Tak peduli perusahaannya masih kacau, Alonso pun menyelesaikan urusan penculikan putranya tersebut.
Apalagi melihat Alex yg kelihatan trauma akan kejadian ini dan tak mau jauh dari Ailyn, membuat Alonso murka dan tak akan memberia ampunan pada mereka.
Tibalah Alonso di kantor polisi dengan membawa kuasa hukumnya. Para pelaku pun harus dipastikan mendekam di penjara dan menerima akibat dari perbuatannya. Tak peduli siapa yg menyuruh mereka tapi perbuatan mereka membuat Alex sampai trauma dan tak ceria seperti biasanya.
Hal itulah yg membuat Alonso murka dan akan menghukum mereka seberat-beratnya. Mereka oun mengakui perbuatannya dan meminta keringanan. Tapi Alonso takkan memberi mereka keringanan karena telah membuat putranya trauma.
"Tuan, tolong kami, kami hanya dibayar untuk pekerjaan ini." ucapnnya.
"Siapa yg membayar kalian?" tanya Alonso.
"Kami tidak tahu siapa, tapi inisialnya adalah nona Jasmine." ucap salah seorang.
"Benarkah? apa buktinya.?" tanya Alonso.
"Bukti?" ucapnya berpikir.
Lalu pelaku pun teringat pada nomor rekening yg mentransfernya uang. Dan memberikan bukti itu pada Alonso.
Alonso pun tersenyum dan meminta pihak berwajib menelusuri siapa wanita bernama Jasmine ini. Dan didapatlah lokasi dimana wanita itu mengirimkan uang dari negara X.
Setelah itu, para penculik juga tak pernah sekalipun bertemu dengan wanita tersebut. Hal itu menandakan wanita itu melakukan semuanya terencana dan sangat hati-hati.
Alonso pun berbagi info tersebut terhadap markas BlackShadow. Dan untuk penculiknya hanya dapat sedikit keringanan, karena telah membantu penyelidikan.
Setelah mengurus para penculik dan memastikan Alex dalam keadaan aman, Alonso pun bisa bekerja dengan tenang. Dan masalah pengejaran wanita bernama Jasmine ia serahkan pada anggota BlackShadow di bawah arahan Ailyn.
Keesokannya, kondisi perusahaan Alonso sudah mulai membaik, data-data perusahaan juga sudah mulai kembali. Dan Tom bekerja keras semalaman membobol jaringan yg dibuat para hacker tersebut.
Kini Tom pun kelihatan kucel dan berantakan karena tak tidur semalaman. Jery pun melihatnya nampak prihatin.
"Kau baik-baik saja?" tanya Jery.
"Tidak, aku butuh tidur.. jangan ganggu aku satu jam kedepan." ucap Tom yg akhirnya bisa tidur.
Usaha Tom pun berhasil mengembalikan 80% data perusahaan. Tapi dirinya juga butuh istirahat untuk menyelesaikannya nanti.
.
.
Sementara itu, Jini nampak kesal karena rencana penculikan Alex pun gagal. Mereka berakhir di penjara dan kekacauan di perusahaan Alonso hampir terselesaikan.
__ADS_1
"Ck.. bagaimana bisa begini?" umpatnya.
Tapi Jini tak patah semangat, masih ada sasaran berikutnya yakni David ayah kandungnya. Jini pun membencinya karena David tak membantunya sedikitpun saat berada di penjara. Wanita itu pun mengepal geram saat tahu David justru lebih perhatian pada Ailyn dan Jane.
Dan rencana gilanya selanjutnya adalah meracuni David ayah kandungnya sendiri. Jini pun sudah menyiapkan segalanya dan menaruh orangnya untuk merancang semua kejadian ini. Dirinya tak peduli meski jadi anak durhaka.
Jini pun berharap kali ini rencananya berhasil dan bisa membalas sakit hatinya pada David.
"Ini hukuman untuk seorang ayah yg melupakan putrinya." gumam Jini.
.
.
Sementara itu, David di perusahaannya tengah mengadakan rapat. Dan setelah rapat, mereka makan bersama. Awalnya tak ada yg aneh dalam rapat tersebut. Semua berjalan baik dan kondusif.
Hingga makanan yg disajikan untuknya, dan David hanya memakan kue-kue saja. Tapi semua yg disajikan padanya sudah mengandung racun yg tanpa rasa dan tak berbau. Bahkan tak mengubah warna pada makanan.
David pun memakannya karena berpikir ini adalah makanan yg dimakan semua orang, serta dirinya yakin kalau makanannya baik-baik saja seperti biasanya.
Akan tetapi beberapa menit kemudian, nafasnya mulai sesak dan David mulai kelihatan kesulitan bernafas. Orang sekitarnya dan asistennya pun panik dan langsung memanggil ambulans. Tak berapa lama David pun pingsan membuat semua orang terkejut.
Beruntung ambulans datang dan membawa David ke rumah sakit. Dirinya pun langsung mendapatkan penanganan, tapi sayang nyawanya tak terselamatkan karena racunnya memikiki dosis yg tinggi. Ditambah lagi kondisi kesehatan David sudah sangat menurun karena penyakitnya beberapa tahun yg lalu.
Sontak Ailyn dan John pun bergegas menuju ke rumah sakit. Dan mereka terkejut akan hasil lab dari makanan yg dikonsumsi David.
"Pelakunya sudah merencanakan ini semua." ucap Ailyn.
"Benar, makanan tak mungkin seberbahaya ini." balas John.
Kemudian Alonso pun menyusul mereka dari kantornya.
"Bagaimana bisa terjadi?" tanya Alonso.
"Semua sudah direncanakan, makanan ayahku menagandung racun berbahaya." ucap Ailyn.
"Lebih baik setelah autopsi, kita memakamkannya dengan layak dulu baru kita bertindak." ucap John.
Mereka pun sedang berduka akan meninggalnya David. Meski belum menemukan jejak apapun, Ailyn dan John yakin peristiwa ini sudah dirancang sedemikian rupa.
Keesokannya diadakan pemakaman untuk David. Dan barulah Jane menampakkan diri setelah dibuang oleh suaminya. John pun yg mendengar kabar tersebut tak terkejut.
"Kakek.. bagaimana daddy bisa begini?" tanya Jane.
__ADS_1
"Kenapa kau baru peduli sekarang? dulu saat dia sakit di rumah sakit kau bahkan tak peduli." ucap John.
"Maafkan aku kek.. aku anak yg sombong kini aku menerima akibatnya." ucap Jane.
"Setelah suamimu tahu keburukanmu dan meninggalkanmu baru kau sadar.." ucap John.
"Maaf kek." ucap Jane menunduk.
"Mintalah maaf pada ayahmu bukan padaku." ucap John lalu meninggalkannya.
Namun, kehebohan muncul saat para pelayan melihat sosok Jini yg hadir di acara pemakaman David.
"Maaf Ailyn, kakek aku baru saja tiba.. Aku sedih mendengar dad meninggal." ucap Jini.
"Iya begitulah faktanya, selalu ada musuh dalam selimut." ucap Ailyn.
"Kukira kau takkan datang.." balas John.
Sementara Jini melihat Alonso tengah bersama Alex menemaninya bermain diluar. Jini pun merasa cemburu pada Ailyn yg menikahi Alonso dan memiliki putra yg tampan.
"Kudengar putramu diculik kemarin.." ucap Jini.
"Benarkah? kata siapa?" tanya Ailyn.
"Ya.. bukankah beritanya sangat heboh." ucap Jini.
"Tapi sayang pelakunya terlalu lemah dan bukan tandinganku." balas Ailyn.
"Syukurlah, jika keponakanku baik-baik saja." ucap Jini tersenyum.
Dibalik senyumnya pun Jini mengepal geram karena rencananya menjadikan Alex sandera telah gagal. Padahal awalnya dirinya ingin agar Alex menjadi kunci dalam menghancurkan rumah tangga Ailyn dan Alonso.
Sementara itu, Jane yg melihat Jini pun kesal karena yakin orang yg mengirim semua aibnya di masa lalu adalah Jini.
"Jini kau kan orangnya yg menghancurkan rumah tanggaku.?" tanya Jane.
"Jane kita bahkan baru bertemu, kau kan tak menganggapku saudaramu lagi." balas Jini.
"Aku tak pernah mengganggumu kenapa kau menghancurkan hidupku?" tanya Jane.
"Aku masih tak mengerti Jane, aku bahkan masih jatlag." balas Jini lalu pergi meninggalkan Jane.
Jini pun berpura-pura menghadiri pemakaman ayahnya dengan raut wajah sedih. Padahal dirinya sudah merencanakan semuanya. Dirinya juga merencakan untuk menguasai hak perusahaan David agar bisa menghancurkan Alonso.
__ADS_1
Ailyn yg mendengar keributan Jane dan Jini pun menyadari sesuatu. Kalau mungkin saja dalang dibalik semua serangan ini adalah Jini. Dan Jini yg merencanakan segalanya.