Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.84 Berkhianat


__ADS_3

Setelah malam itu, Alonso bahkan belum menghubungi Cloe lagi. Wanita itu pun resah dan berpikir kalau dirinya hanya dimanfaatkan Alonso. Cloe pun mencoba menghubungi Alonso tapi sayang ponselnya tidak aktif. Wanita itu pun jadi geram dibuatnya.


Sementara Alonso dirinya tengah berada di luar negeri bersama Jery. Dan Tom bertugas mengawasi perusahaan di Indonesia selama tuannya pergi. Alonso juga tidak mengaktifkak ponselnya sementara untuk menghindari Cloe.


Hingga akhirnya Cloe pun tiba di kantor Alonso. Dirinya langsung ingin menemui kekasih hatinya karena Alonso tak kunjung bisa ia hubungi. Namun, jawaban yg ia peroleh tidak memuaskan. Dimana Alonso sedang berada di luar negeri untuk urusan bisnis dengan Jery.


Cloe yg tak percaya pun menuju ke ruangan Alonso dan bertemu dengan Tom.


"Kau.. dimana tuanmu?" tanya Cloe.


Tom pun hanya menundukkan pandangannya karena merasa bersalah lalu menjawabnya.


"Tuan sedang keluar negeri nona, tuan sedang ada urusan sejak 2 hari lalu." ucap Tom.


"Jadi berita itu benar.." ucap Cloe.


Sementara Tom pun terus diam dan hanya menatap pada komputernya. Rasa bersalah pun muncuo saat bertemu dengan Cloe. Dirinya pun merasa mrnjadi pria be**t yg pergi begitu saja dan menipu wanita yg ada dihadapannya.


"Kalau diajak bicara tatap lawan bicaramu dasar tak sopan.!" ucap Cloe.


"Maaf nona." ucap Tom lalu menunduk lagi.


Cloe pun pulang karena gagal bertemu Alonso. Ponsel pria itu juga belum aktif hingga kini. Padahal Cloe kira dirinya bisa kembali bersenang-senang dengan kekasihnya apalagi Cloe punya informasi menarik tentang Anita. Meski harus berkhianat, Cloe pun tak peduli karena momnya memang sudah keterlaluan.


Cloe awalnya terkejut mendengar momnya sampai membayar pembunuh bayaran demi menyingkirkan istri Alonso. Walau cara momnya membuatnya mempermudah jalannya, tapi tetap saja itu adalah pelanggaran hukum. Dan Cloe takut terseret oleh kelakuan momnya.


Bagi Cloe mengejar Alonso adalah tujuan hidupnya, tapi kalau sampai melanggar hukum artinya sama dengan dirinya bunuh diri dan menghancurkan dirinya sendiri. Maka dari itu Cloe akan bersikap hati-hati dalam menangani momnya.


.


.


Sementara itu, Alonso pun terus menyibukkan diri agar perasaan sedih dihatinya teralihkan. Belum lagi dirinya juga harus berurusan dengan Cloe dan Anita. Kedua wanita itu benar-benar mengacaukan hidupnya.


Dan perjalanan dinas ini juga upaya Alonso menjauhi Cloe, karena entah mengapa dirinya selalu merasa mual jika berada di dekat Cloe. Dan anehnya hidung Alonso sangat sensitif dan sangat tidak menyukai bau Cloe. Dirinya bahkan bisa muntah jika terus bersama wanita itu.


Dan Jery diminta untuk terus meng-update semua informasi dari Tom. Tom pun melaporkan kedatangan Cloe ke kantor hari ini. Dan Alonso hanya bisa berharap dirinya lebih lama lagi berada di sini.


"Tuan 2 hari lagi kita akan kembali.." ucap Jery.


"Tak bisakan jadi 2 bulan lagi Jer??" ucap Alonso menawar.


"Yg benar saja tuan, perusahaan akan kacau nanti." ucap Jery.


"Kau mengerti, tapi aku sangat malas menghadapi Cloe.. dan aku merasa saat ini aku bukan menjadi diriku." ucap Alonso.

__ADS_1


"Apa anda masih sering sakit kepala tuan?" tanya Jery.


"Ya.. masih. Dan dokter bilang kalau aku baik-baik saja." ucap Alonso.


"Katakan saja tuan jika butuh sesuatu.. " ucap Jery.


"Ya.." balas Alonso malas.


Tuannya pun menjadi aneh belakangan ini. Dan Jery merasa ada yg tak beres pada tuannya sejak kepergian istrinya. Hingga ia berpikir untuk membawa Alonso ke psikolog karena mungkin mentalnya sedikit terganggu karena kematian istrinya.


Akhirnya dua hari pun berlalu dan Alonso sudah kembali ke Indonesia. Rasanya dirinya enggan kembali mengingat Cloe akan selalu muncul lebih sering dari biasanya.


Di hari pertama Alonso kembali, suasana kantor pun cukup tenang hingga membuatnya nyaman bekerja. Serta tak ada masalah berarti di kantornya. Tapi menjelang makan siang, Cloe pun datang ke kantornya dengan membawakan bekal makanan untuk Alonso.


"Sayang.. akhirnya kau kembali." ucap Cloe.


"Iya.. bagaimana kabarmu?" tanya Alonso.


"Aku tidak baik-baik saja.. aku merindukanmu." ucap Cloe.


"Aku juga." balas Alonso bohong.


Lalu Cloe pun membuka bekal makan siang yg ia beli dari resto. Dan mengakuinya sebagai masakan buatannya. Tapi Alonso pun tak terkecoh karena sudah hafal rasa masakan resto tersebut. Dirinya hanya berpura-pura percaya dan menikmatinya.


"Ini adalah makanan buatanku.. ayo makan aku sudah membuatnya dengan penuh cinta." ucap Cloe.


"Buatanmu dari mana?? jelas-jelas ini makanan resto." gumam Alonso dalam hati.


Mau tak mau Alonso meladeni Cloe, dan wanita itu begitu bahagia. Hingga Cloe pun mengajak Alonso bicara empat mata karena ada informasi terbaru.


"Katakanlah Cloe ada apa?" tanya Alonso.


"Jadi aku akan terus terang saja padamu Al.." ucap Cloe.


"Ya.. silahkan." ucap Alonso.


"Anita juga hanya memanfaatkanku untuk memperoleh kembali saham milik suaminya yg berada di tanganmu." ucap Cloe.


"Jadi itu tujuannya." ucap Alonso.


"Tapi kau tenang saja aku berada di pihakmu.. aku tak ingin Anita mengatur hidupku." ucap Cloe.


"Kau yakin? kau bisa keluar dari jerat bibimu sendiri?" tanya Alonso.


"Aku akan mencoba mengalihkannya.. kau hanya perlu percaya padaku. Dan aku akan memberitahumu segala gerak-geriknya." ucap Cloe.

__ADS_1


"Kerja bagus Cloe.. " ucap Alonso tersenyum.


"Tentu saja sayang.. jadi kapan kita bisa menghabiskan malam lagi?" tanya Cloe.


"Nanti ya setelah semua pekerjaanku dan deadline nya terpenuhi." ucap Alonso.


"Ingat Al jangan bohong." ucap Cloe.


"Tentu.." ucap Alonso sambil berpikir bagaimana caranya agar Tom kembali menggantikannya.


.


.


Akhirnya Alonso pun kembali memenuhi janjinya pada Cloe dan wanita itu juga membawa informasi tentang Anita. Cloe berkata kalau ada mata-mata ibunya yg menyamar sebagai klien Alonso. Dan Cloe meminta Alonso berhati-hati agar data-fata perusahaannya tidak dicuri.


"Al.. selalu cek kembali klienmu." ucap Cloe.


"Terimakasih Cloe.. kau memang hebat." ucap Alonso.


Alonso pun memberikan minuman yg telah diberi obat pada Cloe. Dan wanita itu mulai tak sadarkan diri. Dirinya juga berbicara jujur tanpa disadari.


"Kau tahu Al.. Anita itu bukan bibiku tapi ibu kandungku.." ucap Cloe menangia di pelukan Alonso.


"Sudahlah.." ucap Alonso mengusap-usap kepala Cloe.


"Aku tak mau jadi bonekanya.. Suaminya yg pelit kenapa juga aku yg repot..padahal yg merawatku selama ini adalah keluarga ayahku." ucap Cloe.


"Sekarang kau ada aku." ucap Alonso terus memancing Cloe.


"Kau harus menemaniku malam ini.." ucap Cloe.


"Tentu saja wanitaku." ucap Alonso.


Alonso pun membawa Cloe ke hotel yg telah ia pesan. Dan Tom diminta bersiaga menggantikan tugasnya. Saat Cloe sudah kehilangan kesadarannya, Tom pun menggantikan posisi Alonso. Dan lagi-lagi Tom mendapatkan tugas yg sulit untuk ia tolak, walau resikonya cukup besar.


Tom pun mengikuti permainan Cloe malam ini dan mereka menghabiskan malam panas kembali. Sementara Alonso keluar dan memesan kamar di sebelahnya. Dan saat sudah selesai dan Cloe tertidur, Tom pun akan bersiap untuk keluar dari kamar hotel tersebut.


Tom pun menghampiri tuannya di kamar sebelah.


"Bagaimana Tom? pekerjaanmu mudah kan?" goda Alonso.


"Aku sulit menolaknya tuan." ucap Tom.


"Kau memang baj**an.. tapi aku membutuhkanmu.. " ucap Alonso.

__ADS_1


"Baik tuan aku mengerti." ucap Tom.


Di satu sisi, Tom mendapatkan kepuasan dan dapat membantu tuannya. Tapi disisi lain ada rasa khawatir kalau Cloe sadar bukan sedang bersama Alonso. Serta konsekuensinya jika Cloe sampai hamil.


__ADS_2