Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.111 Mulai bekerja


__ADS_3

Setelah Alex berusia 1 tahun, Ailyn pun kembali bekerja. Dirinya bergabung dengan perusahaan kakeknya. Dan Ailyn bertugas sebagai pengawas untuk mengawali karirnya. Dirinya pun bertindak sama seperti staf kakeknya yg lain.


Sementara Alex diasuh oleh bu Siti yg sudah ia percayai. Ailyn juga terkadang mengecek anaknya lewat cctv di ponselnya. Walau berat harus meninggalkan Alex, tapi Ailyn juga tak mau karirnya berakhir.


Ailyn juga harus memiliki kekuatan untuk melindungi putranya dari bahaya. Dan dengan bergabung bersama BlackShadow, Ailyn memiliki banyak koneksi dan info-info menarik lainnya.


Jini orang yg ia waspadai kini sedang berada di luar negeri. Terlebih saudari tirinya itu mengembangkan bisnis obat-obatan dan tak kunjung tobat juga. John dan David pun sudah mengetahuinya, tapi mereka juga hanya bisa mengamankan orang-orang terdekat agar tak terpengaruh oleh Jini.


Begitu juga dengan Ailyn yg memantau siapa saja yg berada di dekat putranya Alex. Ailyn tak mau ada mata-mata dirumahnya. Begitu juga pada Alonso, Ailyn meminta suaminya untuk selalu waspada.


Seiring berjalannya waktu, Alex pun tumbuh besar. Dirinya sudah terbiasa dengan ibunya yg jauh darinya. Dan posisi Ailyn sudah cukup tinggi di BlackShadow. Bahkan Ailyn hampir mengambil alih perusahaan kakeknya tersebut, tapi dirinya menolaknya.


Alex pun juga sering ikut bekerja dengannya sejak berumur 3 tahun. Walaupun tetap bu Siti akan mengawasinya dan mengajaknya bermain di taman atau ruangan khusus. Atau terkadang John mengajaknya bermain di ruangan khusus tersebut.


Alex kecil pun jadi anak yg pemberani karena selalu mengikuti ibunya bekerja.


"Bu Siti mama mana?" tanya si Alex.


"Mama sedang bekerja.. nanti kalau istirahat pasti kesini." jawab bu Siti.


"Oh.. masih lama ya." ucapnya.


"Iya.. kita main saja disini."


"Iya.. aku mau tunggu mama." ucap Alex.


Bocah berusia 3 tahun itu pun sudah pintar bicara dan menurut pada orang terdekatnya. Dirinya juga tak cengeng dan rewel saat dibawa ke markas. Jika bosan dirinya akan menyelinap ke ruangan kakeknya dan berbincang-bincang. Sementara bu Siti bingung mencarinya kemana-mana.


"Alex.. kamu dimana nak.." panggil Siti.


Sedangkan bocah itu sudah menyelinap di ruangan kakeknya.


"Bocah kecil keluarlah.. aku tahu kau ada disini." ucap John.


"Oh tidak aku tertangkap.." ucap Alex.


"Hahaha... kau pintar sekali Alex.. pasti bu Siti sedang mencarimu sekarang." ucap John tertawa.


"Hehee.. jangan remehkan aku kekek John.." ucap Alex.


"Kau ini kecil-kecil sudah pintar bersembunyi.. siapa yg mengajarimu?" tanya John.


Alex pun menggeleng.


"Tidak ada, lalu kenapa kau terus menyelinap kesana- kemari??" tanya John.


"Karena aku bosan kek.. aku penasaran saja dengan gedung kakek yg besar ini." ucap Alex.


"Oh begitu.. kau sudah kemana saja?" tanya John.


"Aku sering ke dapur mencari camilan, ke ruang latihan para paman, ke ruang senjata, ke ruang rapat.. aku pernah melihat mama bicara dengan keren disana." ucap Alex.


"Wah.. kau sepertinya pandai menyusup." ucap John.


"Menyusup? apa itu kek?" tanya Alex dengan polosnya.


"Sudah tak penting artinya apa, yg pasti kau tidak boleh asal masuk ke sebuah ruangan berbahaya seperti tempat penyimpanan senjata atau tempat lain yg berbahaya." ucap John.


"Baiklah.. " ucap Alex.


"Kecuali ruanganku, kau bebas menyelinap kemari.." ucap John.


"Oke.. aku akan terus berpetualang di gedung kakek ini." ucap Alex.


"Sepertinya kakek harus memberimu teman." ucap John.

__ADS_1


"Teman?? benarkah?" tanya Alex senang.


"Tentu saja, agar petualanganmu menyusuri gedung ini semakin seru." ucap John.


"Waahhh.. aku mau kek.." ucap Alex.


"Tunggu ya.. nanti kakek kabari." ucap John.


"Oke.." ucap Alex lalu pergi.


"Kau mau kemana?" tanya John.


"Mencari camilan di dapur." ucap Alex.


"Astaga, sudah tidak usah nanti kakek panggilkan saja pelayan untuk membawakannya ke ruanganmu." ucap John.


"Kakek tidak seru." ucapnya merajuk.


Tapi John pun hanya tersenyum kemudian memanggil bu Siti untuk membawa Alex kembali ke ruangannya. Tak berapa lama, Ailyn pun datang dan menatap bocah kecil itu.


"Alex.. hari ini kau bermain kemana saja sampai bu Siti mencari-carimu?" tanya Ailyn.


"Aku hanya ingin mencari kakek John karena ingin bermain." ucap Alex.


"Kau tidak bohong kan?" tanya Ailyn.


"Tidak ma." ucap Alex.


"Lain kali bilang bu Siti kalau mau kemana-mana." ucap Ailyn.


"Oke." balas bocah itu tersenyum.


Kemudian, Alex pun pergi dengan bu Siti karena Ailyn dipanggil oleh John.


"Kakek jangan bercanda.. itu hanya kebetulan." ucap Ailyn.


"Dia bahkan pernah masuk ke ruang rapat tanpa diketahui siapapun." ucap John.


"Benarkah?" tanya Ailyn terkejut.


"Saat kau membahas misi Xx Alex ada disana dan tadi menceritakannya." ucap John.


"Astaga.. anak itu benar-benar punya rasa ingin tahu yg tinggi." ucap Ailyn.


"Dia sangat berbakat dalam bersembunyi. Kudengar bu Siti sering kerepotan mencarinya." ucap John.


"Iya.. Alex sering tiba-tiba menghilang.. Makanya aku jadi cemas." ucap Ailyn.


"Nampaknya harus ada orang yg berpengalaman mengasuhnya." ucap John.


"Kek.. bu Siti juga berpengalaman." ucap Ailyn.


"Bakat menyelinapnya berbahaya nak.. kakek takut kalau dia masuk ke tempat berbahaya." ucap John.


"Jadi kakek ingin siapa yg mengasuhnya." ucap Ailyn.


"Bagaimana kalau Joe." ucap John.


"Joe? apa tidak kelewatan dia mengasuh anak-anak." ucap Ailyn.


"Lebih tepatnya mengawal dan membimbing Alex." ucap John.


"Baiklah.. asalkan orangnya tak keberatan." ucap Ailyn.


"Dia takkan menolak jika aku memberi perintah." ucap John.

__ADS_1


"Tentu saja sudah jelas kakek kan atasannya." ucap Ailyn.


"Hahaha.. itu namanya kekuatan kekuasaan." ucap John.


"Baiklah, aku mau makan siang dengan Alex kakek mau ikut?" tanya Ailyn.


"Tidak, kakek masih ada urusan." ucap John.


"Jangan telat makan kek." ucap Ailyn.


"Tenang saja." ucap John.


.


.


Sementara itu, Ailyn pun menghampiri putranya yg sedang makan bersama bu Siti.


"Mama.." ucap Alex.


"Mama juga mau makan.. ayo kita makan bersama." ucap Ailyn.


Disana Ailyn pun mencoba memancing Alex untuk jujur. Dan bocah itu dengan polosnya bercerita soal petualangannya menjelajahi gedung kakeknya tersebut.


"Jadi Alex sudah ke berbagai tempat sendirian?" tanya Ailyn.


"Benar ma.. aku pintar kan?" balas Alex.


"Iya.. kau memang anak mama yg pintar.. tapi jangan ke tempat yg berbahaya ya seperti gudang penyimpanan senjata atau dapur." ucap Ailyn.


"Baik ma.. aku tidak akan kesana lagi." ucap Alex.


Kemudian Ailyn pun bertanya pada bu Siti, nampak bu Siti mulai kewalahan mengurus Alex yg super aktif. Bahkan jika sudah menghilang, bu Siti akan mencarinya kemana-mana. Hal itu membuat Ailyn khawatir dan mengomeli Alex agar mengatakan apa yg akan ia lakukan pada bu Siti atau dirinya.


Dan setelah mereka sampai di rumah, Ailyn pun menceritakannya pada Alonso. Alonso pun cukup kaget mendengarnya. Hingga dirinya yg penasaran pun ingin mencoba membawa Alex ke kantornya.


"Kau yakin Al?" tanya Ailyn.


"Aku ingin melihat sepintar apa putraku melarikan diri dan bersembunyi." ucap Alonso tersenyum.


"Siapa yg akan menjaganya di kantormu?" balas Ailyn.


"Ada Tom dan Jery." ucap Alonso.


"Ck.. jangan bercanda keduanya pasti sibuk." ucap Ailyn.


"Tenang Tom memegang cctv seluruh ruangan." ucap Alonso santai.


"Awas kalau sampai Alex kenapa-kenapa?" ancam Ailyn.


"Oo-oke." balas Alonso takut.


Sementara dari luar, nampak Alex memanggil-manggil Ailyn.


"Mama.. Maamaaa..." teriaknya.


"Ada apa sayang?" tanya Ailyn.


"Ayo kita ke kamarku, aku mau dibacakan cerita." ucap Alex.


"Bagaimana kalau sama papa?" tanya Alonso.


"Awas kalau papa tidur duluan sebelum ceritanya selesai." ucap Alex menarik tangan kedua orang tuanya.


Ailyn dan Alonso pun tersenyum melihat tingkah lucu Alex merajuk.

__ADS_1


__ADS_2