Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.86 Salah sangka


__ADS_3

Alonso pun seperti biasa menuruti keinginan Cloe untuk minum di sebuah bar. Cloe nampak menikmatinya dan minum sepuasnya sampai mabuk. Lalu Alonso akan mendengar semua keluh kesahnya yg bahkan beberapa rahasia tanpa disadari oleh Cloe.


Cloe pun akan mengatakan segalanya saat mabuk dan Alonso memanfaatkan itu. Dan wanita itu sekaligus menjadi liar saat mabuk.


"Al.. kau dan aku adalah korban dari Anita." ucap Cloe mabuk.


"Benar.. " balas Alonso.


"Tidak, bahkan Ailyn adalah yg terparah." ucap Cloe.


"Ya aku tahu." ucap Alonso.


"Tidak, kau tidak tahu rencana jahat Anita.. dia itu menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh mantan istrimu itu." ucap Cloe.


Sontak Alonso pun naik darah pun mendengarnya. Ingin kesal dan emosi tapi saat ini sedang bersama Cloe dan dirinya butuh informasi lainnya.


"Benarkah?" tanya Alonso.


"Benar, aku sampai merinding.. ternyata dia sekejam itu." ucap Cloe.


"Lalu apa yg akan kau lakukan pada Anita?" tanya Alonso.


"Aku berencana menjauhinya.. aku tak mau terseret dalam kejahatannya.. Al kau tahu kan tujuan hidupku hanya dirimu." ucap Cloe.


"Ya aku tahu.. kau memang pintar." ucap Alonso.


"Nyamannya." ucap Cloe memeluk Alonso.


Sementara Alonso berupaya menahan amarahnya, dirinya sudah tahu kalau ini ulah Anita tapi tetap saja belum menemukan bukti atau jejak pada pembunuh bayaran tersebut. Alonso juga belum mendapatkan kabar kembali dari Leon yg katanya sedang pergi menjalankan misinya.


"Anita kau memang iblis..!" umpat Alonso dalam hati.


Setelah Cloe tertidur dan tak sadarkan diri. Alonso pun membawanya ke hotel yg sudah ia pesan. Dan Tom sudah berada di sana menunggu Alonso. Seperti biasa Tom akan menemani Cloe dan memuaskannya. Sementara Alonso pergi ke kamar lain yg sudah ia pesan.


Meski Ailyn tak ada Alonso tetap saja tidak bisa dekat apalagi menyentuh wanita manapun. Di hatinya hanya ada Ailyn istrinya seorang. Hingga dirinya tak peduli lagi, dan lebih baik meminta Tom untuk menggantikannya. Apalagi Tom yg memulai semuanya.


Alonso pun masuk ke kamar hotel yg telah ia pesan. Lalu baru saja dirinya masuk ke kamar, ada tangan yg membekap mulutnya.


"Siapa kau??" ucap Alonso berontak.


"Siapa aku? kau adalah pria baj**an.." ucap orang tersebut.


Alonso pun berontak, dan orang itu berusaha menahannnya. Terjadilah sedikit pertarungan disana, dan Alonso berhasil diikat oleh orang tersebut.


"Hei.. apa maumu?? apa kau orang suruhan Anita?" tanya Alonso.


"Aku datang atas kemauanku sendiri.. dasar pria baj**an.." ucap orang itu.


Alonso pun semakin tak mengerti karena orang itu terus mengatakan kalau dirinya baj***n. Siapa lagi orang yg punya dendam pribadi dengannya?? apakah mantan kekasihnya yg lain??


"Katakan apa maumu?" tanya Alonso.


"Menghajarmu sampai babak belur.." ucap orang tersebut.


"Tapi apa salahku padamu?"

__ADS_1


"Salahmu, kau suka sekali rupanya dekat dengan wanita cantik.. kau sudah puas bermain? kenapa kemari.??"


"Apa masalahmu? ini urusanku.." ucap Alonso kesal.


"Segalanya..!" teriak orang itu.


"Aku akan teriak meminta tolong jika kau tak melepaskanku." ucap Alonso.


"Kau lemah sekali seperti wanita.." ucap orang itu.


Bugh.. Bughh..


"Agghh.."


Orang itupun memukul area perut Alonso dan pria itu nampak kesakitan. Dan orang itu justru menangis setelah memukulnya. Alonso yg tengah kesakitan pun bingung. Ada masalah apa dengan wanita ini?? apa wanita ini sakit jiwa.??


"Ada apa dengan diriku?? kenapa aku bahkan tak bisa memukulmu yg sudah menyakitiku." ucapnya seraya menangis.


Alonso pun memanfaatkan momen ini untuk melepaskan diri. Dirinya meraih pisau buah dan memotong tali yg mengikat kedua tangannya. Saat dirinya sudah terbebas, Alonso melihat kembali wanita itu yg tengah menangis tanpa sebab.


"Ada apa dengan orang ini?? tapi ini kesempatanku.." gumam Alonso dalam hati.


Alonso pun menyergapnya dan menarik penutup wajahnya. Orang itupun terkejut dan berusaha berontak tapi terlambat masker wajahnya sudah terbuka.


Alonso pun mencium bau yg ia kenali, dan langsung melihat wajah orang yg sudah menyerangnya.


"Tidak mungkin.. aroma ini.." gumam Alonso.


Seketika masker terbuka dan memperlihatkan wajah seorang wanita. Dan Alonso terdiam karena tak percaya apa yg tengah muncul di hadapannya.


"Iya benar ini aku.. sudah puas kau selingkuhnya??" balas Ailyn lalu melepas pengalih suaranya menjadi suara dirinya.


"Ailyn.." ucap Alonso memeluknya tanpa peduli wanita itu kesal padanya.


Bahkan Alonso melupakan kata-kata selingkuh Ailyn tadi. Dirinya memeluknya erat sampai Ailyn kehabisan nafas.


Ailyn sampai memukulnya agar melepas pelukannya.


"Argg.."


"Cukup.. aku benci dirimu..!' ucap Ailyn.


"Tunggu, apa yg terjadi padamu?" tanya Alonso.


"Dasar egois..! kau tak suka aku masih hidup??" balas Ailyn.


Alonso pun merasa istrinya itu lebih galak dari sebelumnya. Bahkan sangat galak, seperti singa hendak melahapnya hidup-hidup.


"Bukan begitu, aku sangat senang kau masih hidup.. tapi apa yg terjadi?" tanya Alonso.


"Apa kalian menemukan jasadku? tidak kan?? dan kau berpikir aku sudah mati lalu berkencan kembali dengan Cloe??" balas Ailyn semakin marah.


"Gawat.. Ailyn jadi marah.." gumam Alonso dalam hati.


"Tapi mereka tak menemukanmu dimanapun.. dan aku juga sudah mengerahkan segalanya." ucap Alonso.

__ADS_1


"Benarkah?? Lalu kau langsung berkencan dengan Cloe dan sering menghabiskan malam dengannya.?" tanya Ailyn menatapnya tajam.


"Tunggu dulu Ai.. aku bisa jelaskan.." ucap Alonso.


"Menjelaskan apa?? mau kuhajar sampai ma**i..?" tanya Ailyn.


"Tidak dia galak sekali sekarang.." gumam Alonso dalam hati.


"Aku mengakuinya.. aku berkencan dengan Cloe demi mendapatkan informasi Anita.." ucap Alonso.


"Sampai menidurinya juga?"


"Itu bukan aku.. tapi ada yg menggantikanku." ucap Alonso.


"Kau pikir aku percaya??" tanya Ailyn menarik kerah Alonso.


"Sumpah aku tidak berbohong.. kumohon dengarkan aku.." ucap Alonso.


"Cih.." ucap Ailyn lalu melepaskan kemeja Alonso.


Sejujurnya Ailyn melepaskannya karena perutnya tiba-tiba sakit. Dan mau tak mau Ailyn mendengarkan omong kosong suaminya itu.


"Dengarkan aku Ai.. aku tidak pernah sekalipun melupakanmu apalagi sampai benar-benar berpaling." ucap Alonso.


"Lalu?"


"Itu adalah taktik untuk menghancurkan Anita." ucap Alonso.


"Kau tidak bohong kan?" tanya Ailyn masih tak percaya.


"Aku mendapatkan banyak informasi rahasia, pertama Cloe adalah anak Anita dengan pria lain, kedua, kematianmu sudah direncanakan oleh Anita." ucap Alonso.


"Sudah kuduga mereka orang suruhannya." ucap Ailyn.


"Mereka? ada berapa banyak yg menyerangmu?" tanya Alonso.


"Awalnya ada 2 orang yg mengikutiku dengan sepeda motor, lalu saat aku mengalahkan keduanya mobilku ditabrak dari belakang oleh mobil tak dikenal hingga masuk jurang." ucap Ailyn.


"Jadi begitu ceritanya, tapi dimana kau selama ini?? kenapa tak kembali ke rumah?" tanya Alonso.


"Seseorang merawatku.. aku bahkan tak sadarkan diri selama 2 minggu. Dan demi kemananku aku harus diam." ucap Ailyn.


"Ai.. kembalilah kerumah, aku akan merahasiakan segalanya." ucap Alonso.


"Tidak bisa, mata-mata Anita ada dimana-mana. Aku harus sembunyi sampai bisa menangkapnya." ucap Ailyn.


"Kumohon.. aku merindukanmu." ucap Alonso.


"Jangan kekanakkan.. kondisiku tak aman jika berkeliaran." ucap Ailyn.


"Tapi katakan dimana kau berada?" tanya Alonso.


"Aku dilindungi oleh kakekku.. kau tenang saja." ucap Ailyn.


"Baiklah.." ucap Alonso lalu memeluk Ailyn.

__ADS_1


Ailyn bahkan tak sempat mengatakan soal kehamilannya karena keadaannya. Lalu Ailyn meninggalkan Alonso sendiri di kamar hotel. Dirinya harus kembali karena waktu keluarnya telah habis. Dan ada orang-orang kakeknya yg menunggunya di mobil. Mereka bertugas menjaga Ailyn dari bahaya.


__ADS_2