Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.43 Menunggumu


__ADS_3

Setelah Ailyn pergi hari itu, Alonso pun kembali ke kantornya dan terus menunggu setiap harinya. Dan Ailyn belum pulang juga hingga 1 minggu lamanya. Alonso pun mulai resah karena belum ada kabar dari istrinya.


"Tuan, ini berkasnya." ucap Jery.


"Jer, kau itu memberiku pekerjaan terus.." protes Alonso.


"Mau bagaimana lagi tuan, tanpa anda perusahaan ini takkan berjalan dengan baik." ucap Jery.


"Ck.. "


"Ada apa tuan? anda butuh sesuatu?" tanya Jery.


"Cari tahu dimana istriku bertugas.." ucap Alonso.


"Ka-kalau itu rasanya sulit tuan." ucap Jery.


"Apa sulitnya sih? kau bisa pakai uangku." ucap Alonso.


"Masalahnya itu adalah rahasia tuan, siapapun dilarang memberitahukannya demi keamanan istri anda dan timnya." ucap Jery berusaha membuat Alonso mengerti.


"Kenapa dia belum pulang juga sudah satu minggu." ucap Alonso.


"Sabarlah tuan, nyonya pasti kembali." ucap Jery.


Begitulah akhirnya Alonso terus menunggu Ailyn setiap harinya. Bahkan Jery setiap harinya harus memberitahukannya jika istrinya sudah pulang, yg artinya tugas Jery semakin bertambah dengan mencari informasi kepulangan Ailyn.


Selama Ailyn pergi, Alonso pun pulang ke rumahnya. Dirinya tak ingin selalu menanti Ailyn jika berada di aparteman tersebut. Selain itu di rumah besarnya, dirinya tak perlu pusing harus memesan makanan apa karena pelayan siap 24 jam melayaninya.


Hari demi hari pun berlalu, dan Alonso tetap menunggu dengan kesabarannya yg setipis tisu. Kadang Jery harus dimarahi karena tak tahu kabar istrinya. Hingga Jery harus ekstra bersabar menghadapi tuannya.


"Apa salahku?? nyonya yg belum kembali kenapa aku yg dimarahi??" gumam Jery menangis dalam hatinya..


.


.


Sementara itu, Anita pun tidak bisa bergerak bebas setelah ketahuan. Dan Alonso juga tak bisa menyerangnya begitu saja. Tapi Damian, keponakan dari Anita pun memiliki hutang budi karena telah mengganggu sistem perusahaan Alonso. Mau tak mau Anita menuruti keinginannya.


"Tante.." ucap Damian.


"Hai Damian.. bagaimana kabarmu?" tanya Anita.


"Yah, nyaris terancam karena permintaanmu." ucap Damian.


"Tapi kau baik-baik saja kan?" balas Anita.


"Karena aku pintar makanya aku baik-baik saja." ucap Damian.


"Baiklah, katakan apa maumu?" tanya Anita.


"Aku mau sebuah Panthause C.." ucap Damian.

__ADS_1


"Baiklah Damian." ucap Anita.


"Dasar licik, padahal tugasnya saja gagal." gumam Anita dalam hati.


Dan mau tak mau Anita menurutinya karena Damian hampir terancam bahaya. Untungnya Anita memiliki dana khusus yg ia simpan untuk kondisi darurat. Demi membalas hutang budinya pada Damian, Anita pun harus merogoh kantongnya agar keponakannya itu diam dan posisinya menjadi aman.


Kini Anita pun tengah berpikir keras untuk menghancurkan Ailyn dan Alonso. Karena keduanya cukup hebat untuk dijatuhkan akhirnya Anita memilih jalur yg kotor. Dan ia harus merencanakan semuanya dari jauh hari agar semuanya berjalan dengan aman.


"Lihat saja kalian.. aku akan tertawa bahagia setelah melihat kalian hancur." gumam Anita dalam hati.


Anita pun menghubungi beberapa orang untuk memulai aksinya. Dan untungnya dirinya memegang dana taktis perusahaan David secara diam-diam lewat mata-matanya serta warisannya dari orangtuanya.


Demi memuluskan rencananya, Anita pun harus berdiam diri di rumahnya dan tak mengusik Ailyn serta Alonso agar pertahanan mereka lengah. Dan juga memperbaiki hubungannya dengan David agar tak dicurigai.


Anita pun berpura-pura sudah bertobat dan sering mengikuti kegiatan sosial. Lalu dirinya juga mengunjungi Jini yg kini ada di dalam tahanan. Serta mengunjungi Jane dan cucunya yg lucu. Anita pun berusaha keras menipu semua orang agar rencananya berhasil.


.


.


Di tempat lain, Ailyn dan timnya sedang di kirim ke negara yg mengalami konflik. Disana mereka sebagai tim bantuan pun bertugas mengamankan warga sipil.


Tak ada yg baik dalam tugasnya kali ini, setiap saat mereka harus selalu bersiaga. Dan memeriksa siapa saja yg masuk dan keluar negara serta kota yg didatangi. Sungguh bukan pekerjaan yg mudah, tapi tugas tetaplah tugas. Menjaga perdamaian adalah prioritas utama mereka.


Gas air mata, ledakan bom dan bunyi senjata api pun sudah menjadi makanan sehari-hari Ailyn dan timnya. Dan mereka harus bertahan sampai tugas mereka selesai.


Tugas mereka pun memakan waktu 3 bulan lamanya. Yg artinya Ailyn akan berada di medan tersebut selama 3 bulan, hingga masa kerjanya usai. Dan betapa sedih hatinya melihat hampir setiap harinya nyawa melayang di depan matanya. Belum lagi jika ada serangan, semua orang harus dievakuasi ditempat yg aman.


Dan setiap harinya mereka harus selalu siaga akan hal-hal buruk yg mungkin terjadi. Ailyn dan tim pun harus bertahan, serta mereka harus kembali ke negara mereka dalam keadaan 1 tim utuh.


"Ingat, jangan sampai ada yg mati dalam tugas kali ini.." ucap Ailyn.


"Ailyn benar, kita datang bersama pulang juga harus bersama." ucap ketua tim mereka.


"Baik kapt."


Tiga bulan pun mereka tempuh dengan penuh perjuangan. Luka-luka tembak dan luka lainnya sudah biasa bagi mereka. Dan kini tugas mereka telah usai, sedih rasanya meninggalkan tempat yg masih belum damai tersebut. Tapi Ailyn dan tim berharap tim baru akan meneruskan perjuangan mereka hingga menempuh perdamaian.


Mereka pun kembali dengan selamat. Dan sejumlah luka yg mereka dapatkan pun menjadi kenangan kalau di sebuah negara perdamaian adalah hal yg mahal. Hal itu juga membuat mereka bersyukur hidup di negara yg damai seperti Indonesia.


"Akhirnya kita kembali.."


"Iya.. tiga bulan yg rasanya sangat singkat." ucap Ailyn.


"Setelah ini kalian ambillah cuti.. sembuhkan luka kalian sebelum tugas baru menanti." ucap Leon pemimpin mereka.


"Baik kapt." jawab mereka serempak.


Ailyn dan timnya pun mendapatkan perawatan di pusat medis. Lalu mereka yg baik-baik saja akan pulang ke rumah dan bertemu dengan keluarga mereka.


"Ailyn kau pulang sendiri? mana suamimu?" tanya Leon.

__ADS_1


"Dia orang yg sibuk kapt, aku juga belum memberitahunya karena dia pasti akan berlari kemari jika aku memberitahunya." ucap Ailyn.


"Baiklah, sudah 3 bulan istrinya tidak pulang, dan ada laporan setiap minggunya nampaknya suamimu datang kemari mencarimu." ucap Leon membuat Ailyn malu.


"Oh begitu, dia sungguh perhatian." ucap Ailyn malu.


"Apa-apaan Alonso ini, makin kesini sikapnya sok romantis.. dia tak mungkin kan benar-benar menyukaiku?" gumam Ailyn dalam hati.


Ailyn pun pulang ke apartemennya, dan dirinya sangat lelah akibat perjalanan jauh. Ailyn pun mandi lalu memilih untuk tidur. Saat terbangun, Ailyn terkejut melihat Alonso di hadapannya sedang ikut tidur bersamanya.


"Eh.. apa ini mimpi.." ucap Ailyn.


Plakkk... Ailyn pun memukul lengan Alonso.


"Akh.. ada apa?" tanya Alonso.


"Sejak kapan kau disini? tau-tau muncul begitu saja." ucap Ailyn bangun dari tidur.


"Ai.. kau itu menghilang selama 3 bulan.. bayangkan tiga bulan aku harus menunggumu." ucap Alonso.


"Al aku kan bekerja.. lagipula apa arti kehadiranku?" tanya Ailyn.


"Arti kehadiranmu?" ucap Alonso berusaha mencari jawaban tapi tak menemukannya.


"Tuh kan tak bisa jawab, dan kau seenaknya tidur di ranjangku." ucap Ailyn.


"Tidak penting.. dan kau tidak mengabariku jika sudah kembali." protes Alonso.


"Memangnya itu penting bagimu?" tanya Ailyn lagi.


"Tentu saja, karena aku merindukanmu." ucap Alonso lalu menutup mulutnya.


"Apa merindukanku? " tanya Ailyn.


"Bukan aku membutuhkanmu kau itu salah dengar..!" ucap Alonso.


"Aku sangat lelah, aku tak sempat mengaktifkan ponsel karena batterainya habis. Sudah kan puas.. sekarang aku lapar mau pesan makanan." ucap Ailyn.


"Kau mau makan apa, biar Jery yg memesankannya." ucap Alonso.


"Apa saja." ucap Ailyn.


"Baiklah, menunya apa saja." ucap Alonso lalu menghubungi Jery.


Tak berapa lama tibalah makanan pesanan Alonso dengan pesanan "apa saja" yg artinya ada banyak menu makanan. Ailyn pun hanya menepuk jidatnya melihat semuanya. Mau dikemanakan sisa makanannya karena mereka berdua takkan sanggup menghabisinya.


"Al.. aku tiga bulan bertugas bukan berarti tak makan apapun, kenapa memesan banyak sekali?" tanya Ailyn.


"Cih Jery memang menyebalkan.. siapa yg akan menghabiskan semuanya." ucap Alonso.


Akhirnya makanan tersebut pun hanya dimakan sebagian, dan sebagian lagi dikirimkan ke kantor untuk para karyawan Alonso. Atas ide Ailyn tersebut makanan yg sudah terlanjur dipesan pun tidak jadi mubazir.

__ADS_1


__ADS_2