Takdir Ailyna

Takdir Ailyna
EP.113 Menyerah


__ADS_3

Alonso pun baru menyadari bagaimana aktifnya Alex. Pantas saja Ailyn berusaha meyakinkannya untuk tidak mengajaknya. Karena Alex sangat aktif dan pintar bicara. Bukan hanya itu, sampai Jery dan Tom pun mudah dikelabui oleh bocah tersebut.


Kini Alonso sedang berpencar bersama Jery untuk mencari Alex, dan Tom mengawasi cctv kantor. Padahal 1 jam yg lalu Alex masih tenang bermain dengan mainan baru yg dibelikan oleh Alonso.


"Alex.. kamu ada dimana nak??" panggil Alonso.


"Alex.. paman punya coklat." ucap Jery.


"Coklat?" tanya Alonso.


"Tuan, anak kecil itu suka makanan manis, siapa tahu dia akan tertarik." ucap Jery.


"Alex, papa mau beli mobil balap.. kau mau naik tidak?" seru Alonso.


Jery pun langsung syok mendengarnya, darimana ide konyol tersebut muncul. Dan bagaimana jika Alex menuntutnya jika hal itu tak terjadi.


Dan tak lama kemudian, Alex mendekati papanya sambil tersenyum jahil.


"Papa mau beli mobil balap? sungguh??" tanyanya.


"Iya sungguh, kau mau naik?" balas Alonso.


"Iya.. mau.. aku mau.." ucap Alex dengan polosnya.


Alonso pun tersenyum pada Jery tanda kemenangan. Sementara Jery semakin tak mengerti dengan tuannya.


"Ayo kita kembali ke ruangan." ucap Alonso.


"Ayo..!" teriak Alex.


Ayah dan anak itu pun berpengangan tangan menuju ke ruangan. Dan semua staf pun lega melihat Alex sudah ketemu. Bocah itupun ternyata bermain-main di tangga darurat yg sepi dilalui orang. Lalu dirinya mendengar namanya dipanggil-panggil menandakan Alex harus diam dan mencaritahu siapa yg mencarinya.


Dan ternyata yg memanggilnya adalah Ayahnya dan Paman Jery, hingga Alex memerhatikan mereka dengan seksama. Hingga Alonso mengatakan mau membeli mobil balap dan akan mengajaknya naik mobil tersebut. Sontak jiwa Alex yg bebas dan aktif itu pun tertarik dan langsung menghampiri ayahnya sambil tersenyum.


Sementara itu Alonso pun lega bahwa Alex sudah ketemu. Entah akan kabur kemana lagi setelah ini putranya. Rasanya Alex memang anak yg super aktif, dan lagi dirinya pintar dalam mengingat. Hingga bocah itu tak pernah tersesat walaupun suka berkeliaran.


"Putraku.. kau ini mewarisi gen siapa sih? suka berkeliaran begini." gumam Alonso dalam hati.


1 Jam kemudian Alex pun sudah bosan lagi, dan meminta ayahnya untuk bermain di taman. Mau tak mau Jery lah yg menemaninya bermain di taman. Nampak bocah itu bahagia berlarian kesana-kemari. Sementara Jery terlihat lelah mengikutinya.


"Hei Alex, apa kau tak lelah berlarian?" tanya Jery.

__ADS_1


"Tidak, paman lelah? makanya paman olahraga dong." balas Alex.


Seketika Jery pun merasa tersindir karena benar apa yg dibicarakan oleh bocah tersebut.


"Kau tahu darimana?" balas Jery.


"Mama.. mama sering memarahi para paman di tempat kerjanya." ucap Alex lalu menirukan kata-kata ibunya.


"Memory mu memang luar biasa." ucap Jery.


"Tentu aku kan anak mama dan papa." ucap Alex bangga.


"Sudah paman duduk saja, aku mau main." ucap Alex meninggalkan Jery dan berlarian.


Jery yg lelah mengikuti Alex pun duduk di kursi taman sembari memerhatikan dari kursi tersebut. Dirinya tak menyangka kalau Alex akan seaktif ini.


"Apa tuan dulu seaktif ini ya? Alex benar-benar memiliki banyak tenaga." gumam Jery dalam hati.


Saat sedang asik bermain dan menjelajah taman tersebut, Alex berpapasan dengan orang asing. Orang asing tersebut pun mengajaknya bermain ke tempat lain, tapi Alex ingat kata-kata ibunya kalau dirinya tidak boleh mempercayai orang asing yg baru ditemui.


"Anak manis ikut om yuk kesana.."


"Disana ada banyak mainan.. yuk ikut." goda pria itu lagi.


"Tidak ah, dirumahku sudah ada banyak mainan.. om tidak seru." ucap Alex lalu berlari menuju ke arah Jery.


"Pamaannn.." panggil Alex.


"Alex.. ada apa?" tanya Jery.


"Aku lelah, aku mau kembali ke dalam." ucap Alex.


"Baiklah.. akhirnya kau lelah juga." ucap Jery.


Alex bahkan menggandeng tangan Jery tak biasanya. Dan sedikit menoleh ke belakang saat sudah agak jauh. Nampak pria asing itu masih ada disana dan tersenyum padanya.


Alex pun jadi tak bisa main lagi di taman tersebut. Dan mau tak mau hanya bermain di area kantor saja. Jery pun jadi tenang karena Alex jadi bermain di dalam ruangan saja.


Sementara Alonso dirinya sudah menyerah membawa Alex ke kantor. Selain tak bisa diam, putranya juga sering menghilang entah kemana seperti apa kata istrinya. Mungkin jika di markas istrinya Alex akan aman, tapi kalau di kantor bisa saja Alex kabur keluar dan menghilang selamanya. Bayangan itupun membuat Alonso takut.


Alonso pun menyudahi semua pekerjaannya dan mengajak Alex bermain di mall. Daripada anaknya nanti kabur dan hilang lagi labih baik mengajaknya bermain di mall sekalian bersamanya. Dan tentunya bocah itu sangat girang bisa bermain dengan Alonso.

__ADS_1


"Yeayyyy... main sama papa." ucapnya senang.


Alonso pun menggandeng tangannya dan menuju ke mobil. Mereka pun langsung menuju ke mall untuk bermain bersama. Nampak Alex sangat bahagia bisa bermain dengan ayahnya, terlebih mereka sangat jarang bersama karena Alonso yg terlalu sibuk bekerja.


"Papa.. aku mau main itu..!" tunjuk Alex.


"Oke.. ayo kita kesana."


Mereka pun bermain sampai sore, dan Alonso langsung mengajaknya pulang. Disana Alex juga menceritakan orang mencurigakan yg ia temui di taman tadi.


"Papa tadi ada om-om aneh di taman.." ucap Alex.


"Om-om aneh?" tanya Alonso bingung.


"Iya dia ajak aku ikut dan mau kasih aku mainan.. tapi aku tolak karna kata mama jangan percaya sama orang asing." ucap Alex.


"Bagus Alex, bisa jadi om-om itu penculik.." ucap Alonso.


"Penculik?? nanti aku diculik dan tidak bisa ketemu mama papa lagi?" tanya Alex.


"Benar, nanti Alex jangan percaya siapapun orang asing ya, kecuali orang yg papa dan mama percaya." ucap Alonso.


"Iya pa.." ucap Alex.


"Sial.. siapa yg berani menculik Alex dariku??" gumam Alonso dalam hati.


Alonso pun langsung membawa Alex pulang ke rumah dan mendiskusikan ini bersama Ailyn. Alonso pun merasa bersalah, karena putranya hampir saja diculik. Dan Ailyn juga cukup kesal atas kejadian ini.


"Kakek merekomendasikan Joe untuk menjaga Alex." ucap Ailyn.


"Joe? yg waktu itu." ucap Alonso.


"Iya.. kurasa dia bisa manjaga Alex, saat kita tak ada.. dan lebih aman kalau Alex terus bersamaku." ucap Ailyn.


"Baiklah, Ailyn maafkan aku atas kejadian ini.. aku lengah." ucap Alonso.


"Ya.. aku mengerti, tapi Alex kita adalah anak yg pintar." ucap Ailyn.


Begitulah, Alonso dan Ailyn pun selalu berdiskusi tentang masalah apapun. Dan Ailyn lebih khawatir akan keselamatan putranya, memilih untuk mengawasinya dari dekat dan membawanya bekerja. Terlebih markas BlackShadow sudah terjamin keamanannya.


Di tempat lain, nampak Alonso memerintahkan Tom untuk mengecek cctv taman guna melacak penculik tersebut. Karena mungkin saja wajah atau ciri-cirinya tertangkap kamera cctv.

__ADS_1


__ADS_2