Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
01. Pusaran Aneh


__ADS_3

"Temui aku di kafe altara 30 menit lagi". Neil memanggil temannya melalui grup perpesanan mereka.


"Siap meluncur".


Kent yang sedang mengemudi langsung mengubah arahnya ke Kafe Altara.


"Kebetulan sekali aku sudah lapar. bukankah ini nasib baik". Gumam Kent dalam perjalanan.


40 menit kemudian di Kafe Altara, disudut pojok kafe nampak sosok pemuda tampan berusia 20 tahunan sedang menyesap lemon tea sendirian sambil mendengarkan musik klasik dengan earphone menempel di kupingnya. Dialah Neil York, tuan muda dari keluarga York yang ternama.


"Maaf, menunggu lama". Sapa Kent yang datang dari samping.


"Ehh Kent, dimana Deila?/ Apa dia tidak bersamamu".


"Tidak! aku kira dia sudah disini".


"Belum... Sudahlah, nanti aku yang memberitahunya langsung...Duduk Kent". Tutup Neil.


Kent bergegas duduk dan memesan makanan.


"Apakah ada perkembangan". Tanya Kent lagi.


Tidak menjawab, Neil langsung menunjukkan 3 voucher paket wisata dan menaruhnya dimeja.


"Pekan depan...kau memang yang terbaik Neil". Puji Kent dengan antusias setelah mengamati vouchernya.


Neil telah melakukan pemesanan paket wisata untuk 3 orang di Laut Tenggara. Mengisi liburan melihat terumbu karang. "Aku hanya beruntung". Jawab Neil dengan senyum tulusnya.


Malam harinya, Neil memberitahukan kepada Deila mengenai paket perjalanannya di laut tenggara melalui media perpesanan pribadinya.


Deila : Maaf Neil, tadi sedang ada quis. Apakah ada sesuatu yang terjadi ?


Neil : Tidak, aku hanya ingin memberimu kabar kalau aku sudah mendapatkan tiketnya.


Deila : Tiket... maksudmu liburan kita di laut tenggara ?


Deila : Wahh, terima kasih Neil. Jadi kapan ?


Neil : Pekan depan. Jangan lupa bersiap siap. Disana panas.

__ADS_1


Deila : Ok


Seminggu kemudian di Laut Tenggara. Neil, Kent dan Deila yang saat ini sedang berada di sebuah kapal boot dengan seksama mendengarkan arahan dari pemandu wisata. Setelah panduan dirasa cukup, dengan didampingi seorang penyelam, ketiganya mulai menyelam kedasar laut dengan mengenakan seragam renang dan peralatan selam lainnya.


"Laut disini benar benar tenang dan sangat jernih. Terima kasih Neil karena kau telah mengajak kami berdua kesini". Ucap Deila yang masih berenang renang dipermukaan.


"Terima kasih juga karena kalian telah bersedia menemani sahabat terbaikku". Balas Neil.


Saling tersenyum keduanya langsung menyelam menyusul Kent yang telah terlebih dulu menyelam ke dasar.


Sesampainya dispot terumbu karang, ketiganya benar benar terpana dengan keindahan hayati didalamnya. Mereka berkeliling diarea selam dan berselfie ria bersama dengan ikan ikan dan makhluk laut lainnya. Melalui alat komunikasi radio, mereka saling berinteraksi satu sama lain.


"Aku ingin melihat ikan pari, dari tadi aku tidak menemukannya". Kicau Kent sambil memutar kepalanya.


"Setelah ini kita kesawah untuk melihatnya". Sahut Neil cepat.


Mendengar ujaran Neil, Deila dan Kent menatap Neil dengan tatapan hampa. Dengan napas berat keduanya bergumam "Itu padi bukan pari". Pemandu selam yang turut mendengar hanya cengengesan sambil mengibat ngibatkan kakinya.


Wush wush wush... tiba tiba laut yang tenang menjadi bergelombang. Pemandu selam yang merasakan keganjilan memerintahkan ketiganya untuk kembali ke kapal.


"Apa itu". Tanya Deila


"Tidak...itu......". Belum selesai Neil mengatakannya, dia dikagetkan oleh teriakan pemandu selam "ITU PUSARAN AIR...BERBAHAYA...cepat kembali ke kapal!!!"


Mereka setuju dan bergerak menuju kapal.


Suasana semakin mencekam dan menjadi ribut.


"Bukankah ini air tenang, kenapa ada arus laut disini, darimana datangnya".


"Cepatlah....".


"Tunggu..,jangan terlalu cepat".


"Aduh! Kakiku kram".


"Tolong....,tolong aku".


"Ayo cepat...hati hati...TIDAK...to...tttttttt".

__ADS_1


Komunikasi terputus......


Namun naas sebelum mereka mencapai ke permukaan, sebuah pusaran air laut menarik mereka berempat. Mereka masuk kedalam pusaran dan terbawa mengikuti arus laut yang tanpa ada arah tujuan.


"Neil...Deila bertahanlah..." Teriak Kent. Tapi tentu saja teriakan Kent tidak didengar oleh Neil dan Deila.


"Kita harus keluar dan jangan sampai kalian mati disini". Dari ketiganya, Kent lah yang memiliki tubuh lebih kuat. Otot ototnya terbentuk dengan baik sejak masih muda. Kent sangat menyukai olah raga berat dari usia kelas 5 SD.


Neil yang lebih dekat dengan Deila mencoba meraih tangan Deila. "Deila...apa kau tidak apa-apa". Tanya Neil dengan khawatir. Ekspresi Neil menjadi pucat saat dia menemukan Deila yang sudah tidak sadarkan diri. Neil segera mencari keberadaan Kent dan pemandu selamnya untuk meminta bantuan, dia melambai lambaikan tangannya sambil terus terbawa arus laut.


Kent yang melihat lambaian tangan Neil, semakin mempercepat gerakannya menuju kearah Neil dan Deila "Seandainya saja ini di air tenang, pasti tidak sesulit ini...tunggulah kawan kawan, ". Kent mengeluhkan pusaran air yang mengganggu gerakannya.


Sementara itu, kru pemandu wisata yang berada diatas kapal juga merasakan bahaya yang sama dengan gelombang air laut yang muncul secara tiba-tiba. Kapal terombang ambing kesana sini yang mengakibatkan kepanikan. Kalau saja kapalnya lebih besar, mungkin gelombangnya tidak akan cukup berpengaruh sama sekali.


Kapten kapal berusaha menenangkan penumpang lainnya. Ini adalah kali pertama mereka merasakan hal aneh seperti itu. Lagipula tidak ada cuaca buruk yang muncul, datang tiba tiba tanpa peringatan.


"Apa yang terjadi. Kenapa lautnya tiba tiba bergelombang". Teriak pemandu wisata.


"Tidak tahu. Lagipula ini cuacanya sangat cerah. Tidak mungkin kan ada monster laut yang mengamuk ?"


"Monster laut. Jangan bercanda. Mungkin ada badai di dasar laut".


Berpegangan pada dinding dinding kapal, seluruh penumpang merasakan kekhawatiran yang besar. Mereka sudah memikirkan berbagai opsi menyelamatkan diri dari situasi terburuk.


Setelah beberapa menit, air laut menjadi tenang kembali seperti tidak ada hal yang terjadi. Kru kapal merasa lega, tapi tidak lama mereka merasa khawatir dengan kliennya. "Bagaimana dengan mereka, apakah ada tanda-tanda keberadaan klien". Teriak kapten kapal. "Tidak ada, semoga mereka semua selamat". Jawab si pemandu.


"Disana !". Teriak kapten kapal kembali.


Sesosok manusia dengan pakaian renang muncul kepermukaan dijarak yang lumayan jauh dari kapal. Dia adalah Daniel si pemandu selam.


"Daniel, syukurlah kau selamat". Ucap kapten dengan raut senang yang kapalnya mulai mendekat.


"Ehh, tapi mereka bertiga terbawa arus laut ke selatan. Aku melihatnya saat masih dikedalaman". Jawab Daniel dengan napas berat.


Daniel berhasil keluar dari pusaran karena ada sesuatu yang menendangnya. "Siapa yang menendang bokongku tadi, rasanya benar benar sakit. Aku benar benar melayang belasan meter. Tapi...pusaran apa itu tadi, pergerakannya tidak alami" Gumam Daniel di dalam lubuk hatinya.


"Arus laut. Bagaimana mungkin ada arus laut disini". Balas kapten kapal yang merasa frustasi, sementara Daniel hanya menundukan kepalanya.


"Aku akan meminta bantuan. Kita akan menyusuri area ini. Dan kau Daniel...istirahatlah". Lanjut kapten kapal.

__ADS_1


__ADS_2