
Seluruh prajurit tertekan dengan api panas Jenderal Moel. Tidak tinggal diam, Duke dan pasukannya membangun perisai untuk mempertahankan diri.
Tapi serangan jenderal Moel yang mutlak dengan mudah merusak perisai sihir pertahanan mereka. Disaat yang tepat, beruntung array sihir pelindung diaktifkan dan kekuatan sihir jenderal Moel ditekan ke level 5 awal. Ternyata tidak hanya jenderal Moel, seluruh orang yang berada didalam arrray juga levelnya maksimalnya ditekan ke level 5 awal.
Merasakan kekuatan jenderal Moel ditekan, Duke mulai menetralkan hawa panas sihir jenderal Moel dengan sihir esnya.
"Sial... apa yang terjadi ?" Gumam jenderal Moel yang merasa kesal.
"Dengan begini kita seimbang !" Seru Duke pada jenderal Moel.
"Array pelindung. Aku terlalu meremehkan sebelumnya. Walau bagaimanapun ini adalah kediaman seorang Duke". Gumam jenderal Moel di dalam hatinya.
"Seperti yang diharapkan dari seorang Duke". Jenderal Moel tertawa kecut, dia kemudian berseru. "Terimalah seranganku !"
"Kalian mundurlah. Ini akan menjadi pertarunganku !" Seru Duke pada keluarga dan pasukannya.
Ledakan aura panas dan dingin beradu di udara. Hantaman dua senjata sihir tingkat tinggi menggema di udara. Dengan level kekuatan yang sama, pertarungan nampak seimbang.
Pertarungan dengan gerakan yang sangat cepat terjadi dikediaman keluarga Hung. Bangunan disekitar sudah nampak porak poranda akibat serangan sebelumnya. Veriza yang melihat pertarungan suaminya terlihat sangat khawatir dimatanya.
"Lumayan... !" Ujar jenderal Moel pada Duke.
"Hahhaahhaa.... matilah !" Ucap Duke sambil menusukkan tombaknya.
"Terlalu lambat... !" Balas jenderal Moel yang menangkis dan menangkap tombak Duke dengan tangan kirinya.
Hawa dingin tombak Duke membuat tangan kiri jenderal Moel membeku, melepaskan pegangannya jenderal Moel menghantam Duke dengan kapaknya.
Blaarr.... !
Beruntung Duke langsung membuat perisai es. Terkena hantaman kapak, perisai es hancur berkeping keping. Duke juga sedikit terlempar ke belakang.
Mengeluarkan sedikit darah di bibirnya, Duke memasukkan kembali tombaknya. Mengambil posisi seperti mau berdoa, perlahan tangan kaki dan beberapa bagian tubuhnya terlapisi dengan es.
"Teknik Diamond Body Shield". Gumam Bie dengan lirih.
Dengan percaya diri Duke melesat menyerang langsung ke arah Moel. Tidak tinggal diam, jenderal Moel melemparkan kapaknya ke arah Duke. Tapi dengan santainya Duke menangkap kapak jenderal Moel dengan tangan kirinya.
__ADS_1
Kapak jenderal Moel yang ditangkap oleh Duke langsung membeku. Tanpa pikir panjang Duke langsung melemparkan kembali kapaknya ke arah Moel dan melesat kembali ke depan.
Jenderal Moel juga dengan mudah kembali menangkap kapaknya yang sudah beku. Tapi kecepatan Duke yang meningkat pesat membuat jenderal Moel tidak bisa menghindari serangan Duke.
"Bruuaaakkkk...!" Sebuah pukulan mendarat di perut jenderal Moel dengan keras.
Setelah menghantam perutnya, Duke secara bertubi tubi memukul bagian lain tubuh dari jenderal Moel hingga pada pukulannya yang terakhir berhasil mendaratkan jenderal Moel ke sebuah bangunan yang sudah porak poranda.
Mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya jenderal Moel bangkit berdiri kembali. Dia mengeluhkan tentang array yang menekan kekuatannya.
"Ciihh... kalau saja kekuatanku tidak ditekan. Dengan mudah kubunuh kalian semua !"
"Hahahahaaa... aku tidak menyangka kalau seorang jenderal dari organisasi sihir gelap begitu bodoh !"
Sebuah suara tak dikenal tiba tiba menggema didalam pertempuran. Seorang lelaki paruh baya dengan mengenakan coat hitam tiba tiba muncul ke dalam pertempuran.
Tidak lama, seorang wanita paruh baya dengan memakai hanfu putih juga muncul di dalam pertempuran bersama dengan anak buahnya.
"Salam kepada nona Lya dari menara sihir ?"
Duke yang melihat kehadiran kepala menara sihir kemudian menghampiri dan memberi salamnya. Anggota keluarga dan pasukan Duke juga mengikuti salam Duke.
"Apa yang sebenarnya terjadi ?" Tanya Lya pada Duke.
Duke yang merasa kalau tidak mungkin lagi dia menyembunyikan semuanya lalu menceritakan yang sebenarnya.
"Mereka menginginkan teko emas !"
"Teko emas...". Lya tidak mengetahui mengenai teko emas. Dia kemudian melanjutkan pertanyaannya. "Lalu dimana teko itu ?"
"Ehmm, aku sudah membuangnya untuk mengulur waktu". Jawab Duke dengan terbata bata dan menunjuk ke arah dimana teko itu dilempar.
Sementara Ben yang melihat kalau jenderal Moel dan pasukannya akan melarikan diri bersegera bergerak untuk menghadangnya.
"Apa kalian pikir bisa pergi dari sini ?"
"Ciihhh, apa kau pikir aku takut berhadapan denganmu !" Gertak jenderal Moel yang yakin bisa menandingi Ben yang juga ditekan kekuatannya di level 5 awal.
__ADS_1
Pertarungan antara Ben dan jenderal Moel pun dimulai. Ben sangat senang karena dia bisa mengobati tangannya yang gatal.
Lya yang melihat Ben sedang bertarung dengan jenderal Moel hanya menggelengkan kepalanya. Dia teringat dengam tingkah Ben yang kadang tanpa perhitungan.
"Jadi orang tua itu bergegas kemari hanya karena ingin bertarung. Benar benar keterlaluan !" Gumam Lya didalam hatinya.
"Kalian, cepat cari dan temukan teko itu !" Lya memerintahkan anak buahnya untuk mencari teko emas.
"Dan untukmu Duke, matikan array pelindung ini. Akan lebih mudah untuk kita menangkapnya".
"Baik nona Lya". Duke kemudian memberi sinyal kepada master array untuk mematikan array pelindungnya. Duke kemudian memberikan informasi lanjutannya. "Seorang jenderal organisasi sihir gelap juga sedang mencari teko itu nona Lya".
"Mereka mengirim dua jenderalnya hanya untuk sebuah teko. Sebenarnya apa keistimewaan teko itu. Pastikan kalian mendapatkan teko itu !" Perintah Lya kembali pada anak buahnya.
"Baik ketua..." Anak buah Lya langsung bergegas ke barat untuk mencari teko emas.
"Selesaikan dengan cepat Ben !" Seru Lya pada Ben sesaat setelah array pelindung tidak aktif.
Ben yang mendengar seruan Lya hanya mengacuhkannya. Dia sedang tidak ingin diganggu saat ini. Ben hanya memberi kode kepada Lya untuk tidak ikut campur.
Lya yang melihat tanggapan dari Ben hanya menarik nafas panjangnya. Sambil menunggu urusan Ben selesai, Lya memanfaatkannya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari Duke.
"Hahahhaaahaha.... akhirnya kekuatan penuhku kembali !" Seru jenderal Moel yang langsung mengeluarkan aura membunuhnya.
"Hahahahhaaa.... jangan mengecewakanku". Seru Ben lebih keras.
Jenderal Moel langsung menutup mulutnya. Dalam keadaan normal, dia tahu kalau tidak akan menang melawan pria tua di depannya. Tidak ingin mati konyol, dia mulai menyusun rencana untuk melarikan diri.
Ben yang melihat gerak gerik mencurigakan dari jenderal Moel merasa curiga.
"Apa kau berniat untuk melarikan diri ?" Ben memberikan provokasinya.
"Cihhh, dasar tua bangka. Majulah... akan ku patahkan tulang tulangmu !"
"Hahhhahahha, jangan banyak omong.... majulah !"
Kabut hitam pekat tiba tiba menyelimuti seluruh tubuh jenderal Moel. Dengan kedipan mata, jenderal Moel menghilang dari pandangan. Dengan sangat cepat jenderal Moel menyerang langsung ke arah Ben.
__ADS_1
"Dark Flame Attack..."
Sebuah pukulan berlapis api hitam yang sangat panas mengarah langsung ke tubuh Ben. Duke yang berada disisi lainnya sampai merasakan efek panas dari serangan jenderal Moel.