
"Baiklah.. kita bakar monster itu bersama.. selebihnya aku tidak peduli". Balas Juan yang kemudian menanyakan cara mengalahkan monster diatasnya.
"Katakan apa rencananya".
"Bakar sampai gosong".
Menjawab pertanyaan Juan, Eillias langsung terbang menyerang monster Chen. Juan mengikutinya dari belakang.
Sebuah pedang hitam yang terbuat dari mana gelap terbentuk di ujung tangan Eillas. Dengan kecepatan yang luar bisa menebas tubuh monster Chen berkali kali.
Juan yang tidak mau kalah juga menebasnya berkali kali. Tapi tetap saja bekas tebasan itu segera sembuh dan membuat monster Chen tambah marah.
"Sungguh merepotkan". Keluh Eillias.
"Hahaha, kau belum merasakan pukulannya". Balas Juan sambil menghindari pukulan monster Chen.
Juan kemudian menendang monster Chen ke arah Eillias.
"Kuberikan padamu".
Eillias yang menerima bola daging juga menendangnya ke arah Juan. Begitu seterusnya mereka bermain main dengan monster Chen.
"Aku lelah.. Kita akhiri sekarang..Bagaimana menurutmu"
"Terserah...!"
"Breath Flame..Hurricane".
"Dark Night Blaze".
Api hitam Eillias menyatu dengan badai api Juan membentuk badai api hitam kemerah merahan. Badai api mereka berputar menyelimuti monster Chen dan membakarnya.
Monster Chen yang tidak bisa menahan serangan kombo Juan dan Eillias akhirnya terbakar sepenuhnya. Tubuhnya yang gosong jatuh ke tanah.
"Bruuugh..."
"Rooarrr..."
Tao yang masih merasakan sedikit kehidupan pada monster Chen langsung berlari dan mencabiknya.
__ADS_1
"Rooarrr..."
Monster Chen mati sepenuhnya. Tao mengaum menandakan kemenangannya.
Karena merasa sudah selesai, Eillias kemudian menghampiri harimau Tao dan bersiap pergi meninggalkan lokasi pertempuran.
"Tunggu Raja Kegelapan".
Eillias yang mendengar teriakan Juan menoleh kebelakang.
"Terima kasih".
Mengenakan coat yang compang camping, Juan tersenyum tulus kepada Eillias.
"Ehmm, bagaimana kalo mentraktir makan".
Sudah kebiasaan Eillias, setelah bertarung dia akan merasa lapar. Mungkin sudah menjadi kebiasaannya.
Slide kemudian beralih dengan percakapan Juan Eillias.
"Apa kau tidak tinggal. Kerajaan Eisland akan mendirikan akademi. Aku akan meminta kepada raja untuk menjadikanmu salah satu pemimpin akademi" Juan memberikan penawaran kepada Eillias.
"Seperti langit dan bumi, itulah jalan kita. Lagi pula aku lebih suka hidup bebas".
" Baiklah, aku tidak akan memaksamu. Tapi jika butuh bantuan, jangan ragu untuk menghubungiku... teman". Ucap Juan dengan senyumnya yang menawan.
"Ehh, aku akan merepotkanmu.."
Eillias memberikan tangannya. Juan lantas menjabat tangan Eillias.
"Aku harus pergi, sampai jumpa".
Eillias undur diri dengan menunggang di punggung Tao. Melepaskan tangan Eillias, Juan kemudian melambaikan tangannya.
"Sampai jumpa kembali".
Slide kemudian menampilkan pertarungan akhir antara Eillias dan Die Tian. Sihir gelap gabungan Eillias dan Tao berhasil mengalahkan sihir gelap Die Tian. Organ tubuh Die Tian hancur total.
Eillias yang menang bukan berarti baik baik saja, tapi dia juga menderita luka dalam yang sangat parah. Dia juga terkena racun saat melindungi kelompok dan organisasinya.
__ADS_1
Die Tian yang mendengar bahwa anak kesayangannya Chen Tian meninggal di tangan Juan dan Eillias sangat murka.
Selama beberapa tahun ini dia merencanakan balas dendam kepada mereka berdua. Die Tian yang awalnya ingin membunuh Juan terlebih dulu tetapi gagal karena Juan selalu dilindungi oleh organisasi sihir dan kerajaan.
Untuk mendekatinya saja Die Tian kesulitan. Melampiaskan amarahnya, dia dan pasukannya menyerang keluarga Eillias dan kelompoknya.
"Tao, apakah kau berhasil menyelamatkan keluargaku". Tanya Eillias kepada Tao yang sudah hampir sekarat.
Sepeninggal ayahnya belasan tahun lalu, Eillias sebagai anak tertua diangkat sebagai pemimpin keluarga. Dia tentunya memiliki kewajiban untuk melindungi keluarganya.
Sebenarnya dalam beberapa tahun lagi Eillias akan diangkat sebagai pimpinan organisasi seluruh keluarga Ma menggantikan pamannya, tapi karena penyerangan Die Tian, seluruh keluarga Ma dihancurkan dan tinggal ibu dan adik Eillias yang berhasil selamat.
"Maafkan saya tuan, saya hanya dapat menyelamatkan adik dan ibu tuan. Mereka aman di kastil Eiren". Balas Tao dengan sangat menyesal karena tidak dapat menyelamatkan yang lainnya.
"Terima kasih.."
"Aku tidak memiliki banyak waktu lagi, aku akan menyiapkan wasiat untuk keturunan Ma di masa mendatang. Kau harus memastikan wasiat ini jatuh ke tangan yang benar Tao... Untuk kejayaan keluarga Ma".
Tao kemudian membawa Eillias ke tempat aman yang juga merupakan tempat peristirahatannya.
Tao yang telah menyimpan gulungan sihir berisi peta wasiat sebenarnya ingin langsung memberikannya kepada Ibundanya Eillias, Ma Anie.
Tapi niatnya diurungkan saat dia tidak sengaja mendengar bahwa pemimpin kastil Eiren ingin mencuri ilmu rahasia keluarga Ma.
Dalam kebimbangan, Tao kemudian teringat tentang Juan, teman satu satunya tuannya. Dia lantas menitipkan gulungan sihir itu kepada Juan yang saat itu sudah menjadi kepala akademi kerajaan. Dan dia hanya memberikan petunjuk kepada Ma Anie tentang lokasi wasiat dan petanya.
Slide proyeksi pun berakhir dengan auman Tao.
"Rooaarrrr......"
Ren dan Geiz kembali ke dunianya.
Sadar akan tatapan semua orang mengarah pada mereka, kedua pura pura terbatuk. "Uhuk uhuk".
Sebuah gulungan tiba tiba muncul di depan Ren. Gulungan itu dibuat oleh Tao.
"Berikan gulungan ini kepada si tua bodoh itu. Katakan juga bahwa (harimau menatap Neil) temannya ingin ditraktir sekali lagi".
"Ehh....".
__ADS_1
Ren yang mengerti maksud harimau dan telah menerima gulungan ingin protes, tapi dia memikirkan lagi untuk apa protes kepada harimau. Menghela nafas berat dia mengiyakan permintaan harimau.
"Baiklah.. dengan bocah bodoh itu juga".