Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
26. Pesta Kelahiran Neila


__ADS_3

"Terima kasih atas kunjungan Raja dan keluarga ke jamuan kami".


Duke menyapa keluarga Raja di perjamuan. Beberapa bangsawan faksi oposisi Hung yang mengikuti Raja dibelakang kemudian duduk di tempat yang sama .


"Selamat datang untuk para bangsawan".


Setelah selesai menyapa, Veriza dan ketiga anaknya datang menghampiri Duke Jo dengan Neila berada di gendongannya. Veriza kemudian juga memberikan salam yang sama kepada mereka.


"Permaisuri memberikan salamnya kepada kalian. Dia tidak dapat kemari karena kondisinya sedang kurang baik".


Raja datang bersama dengan putra mahkota dan beberapa selirnya, dia menyampaikan pesan permaisuri.


Veriza lalu menerima salam permaisuri dan mendoakannya.


"Kami doakan semoga permaisuri pulih dari kondisinya saat ini".


Para bangsawan juga kemudian mendoakan untuk kesembuhan permaisuri kerajaan mereka. Raja yang mendengarkan tersenyum bahagia.


"Ohh ya, ini hadiahku untuk putri kalian". Raja memberikan hadiah kalung pelindung kepada Neila.


Setelah Raja memberikan hadiahnya, para selir raja dan para bangsawan juga secara bergantian memberikan hadiahnya untuk Neila dan keluarganya. Duke mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada mereka semua.


"Terima kasih untuk semua hadiahnya, terutama kepada Raja Dimezia. Semoga kerajaan Dimezia diberkati oleh para Dewa".


Pesta perjamuan itupun akhirnya selesai. Didalam pesta hari pertama mereka banyak mengobrol beberapa hal, dari mulai urusan kerajaan, urusan politik dan sampai urusan hubungan keluarga.


Bahkan ada Duke yang ingin menjodohkan Neila dengan putranya. Duke Jo yang mendengarnya hanya berdehem dan mengatakan bahwa sekarang bukan waktunya untuk membiarakan perjodohan.


Dihari berikutnya, pesta dihadiri oleh keluarga Viscount. Sama seperti dengan pesta sebelumnya, pesta juga berjalan dengan lancar hingga pesta dihari kelima.


Berbeda dengan 5 hari pesta sebelumnya yang dihadiri oleh orang orang kaya seperti Count dan Pedagang Kaya. Dipesta hari keenam dan ketujuh terkesan menjadi lebih ribut.

__ADS_1


Duke Jo yang mendapatkan banyak tamu dari rakyatnya, kediamannya menjadi penuh sesak. Selain antusias karena turut bahagia dengan kelahiran Neila, rakyat juga berharap mendapatkan banyak makanan enak dari Duke.


Selain makanan dan minuman siap saji, Duke juga memberikan bingkisan bahan makanan kepada rakyatnya.


"Buka aula dan ruang latihan untuk tempat mereka". Duke memerintahkan kepada prajurit untuk menyiapkan ruangan tambahan.


Di pesta bahagianya, Duke tidak ingin mengusir satu orangpun tamu yang datang ke kediamannya. Walaupun sudah diatur dengan tertib, untuk memberikan kenyamanan tamunya, Duke memerlukan ruangan tambahan.


"Berikan. Aku dulu yang melihatnya".


"Tidak, aku dulu yang melihatnya".


Prajurit yang mendengar keributan diruang latihan bergegas menuju kelokasi. Sampai disana mereka melihat 2 orang pemuda yang sedang berebut teko emas.


"Ada apa ini. Apa yang kalian berdua lakukan".


Prajurit melerai pertengkaran 2 pemuda dan membawa mereka ke hadapan Duke Jo karena mereka berdua masih terus menerus saling menyalahkan.


"Lapor Tuan, mereka berdua berkelahi memperebutkan teko emas".


"Benar Tuan, mereka berdua mengatakan menemukan teko emas di sudut ruang latihan".


"Berikan padaku. Biarkan aku melihatnya".


Setelah mengamati, Duke meyakini bahwa teko itu bukan barang milik keluarganya. Duke juga yakin teko itu bukan barang milik tamu sebelumnya karena ruang latihan baru dibuka hari ini. Melihat ke arah 2 pemuda didepannya, Duke Jo lantas menanyainya.


"Apakah kalian benar benar menemukan teko emas ini di tempat latihan prajurit".


"B..benar Tuan". Kedua pemuda tersebut menjawabnya dengan tubuh yang gemetar.


"Tapi kami tidak mencurinya". Salah seorang pemuda melanjutkan karena khawatir dicurigai sebagai pencuri.

__ADS_1


"Karena teko emas ini ditemukan di kediaman Hung, maka teko emas ini aku sita sebagai barang keluarga Hung".


"Dan untuk kalian berdua, akan mendapatkan ganti rugi yang sesuai. Masing masing kalian akan mendapatkan sekantong emas".


Kedua pemuda yang mendengar pernyataan dari Duke menjadi berbinar, mereka tidak menyangka akan memdapatkan sekantong emas untuk teko emas yang ditemukannya.


"Terima kasih tuan". "Terima kasih tuan".


Tidak lama, seorang pelayan membawa 2 kantong emas yang kemudian diberikan ke masing masing pemuda.


"Sekarang kalian pergilah dan nikmati jamuannya. Rahasiakan kejadian ini juga".


"Baik. Terima kasih tuan. Semoga tuan diberkati dewa dengan umur panjang".


Setelah menyampaikan rasa terima kasihnya, kedua pemuda tersebut meninggalkan Duke dan prajuritnya. Sementara Duke masih memikirkan tentang siapa pemilik teko emas tersebut, seorang prajurit menyadarkannya dari lamunan.


"Maaf tuan, apa kami perlu untuk menyelidiki tentang teko emas itu".


Duke Jo yang mendengar pertanyaan dari prajuritnya lantas memberikan perintahnya.


"Simpan ini terlebih dahulu di ruang senjata. Setelah urusan pesta selesai kumpulkan semua prajurit di lapangan utara".


Sampai diakhir pesta hari ketujuh, suasana di kediaman Hung masih ramai dengan kunjungan rakyatnya. Bahkan kepala prajurit melaporkan bahwa masih banyak rakyat yang ingin berkunjung ke kediamannya.


Tidak mau menolak kunjungan, Duke akhirnya memutuskan untuk menerima mereka semua dihari hari berikutnya.


Walaupun keputusan Duke tidak disukai oleh beberapa kerabat yang membantu menyelenggarakan pesta, untuk menghormatinya mereke terpaksa membantunya.


Hingga di hari kesembilan, kunjungan benar benar telah selesai. Kecuali Veriza, ketiga anaknya dan para tetua seluruh keluarga dan kerabat Hung benar benar lelah menyelenggarakan pesta selama 9 hari.


Melihat kediamannya yang sudah sunyi, Duke menghela nafas lega. Teringat dengan teko emas, Duke yang tidak suka menunda nunda pekerjaannya kemudian mengumpulkan seluruh prajuritnya.

__ADS_1


Mengeluarkan teko di lapangan utara, Duke menanyakan tentang teko tersebut kepada seluruh prajuritnya. Duke ingin mengetahui siapa pemilik teko emas itu karena dia merasakan ada sesuatu yang aneh pada teko emas ditangannya.


"Katakan, siapa pemilik teko emas ini.


__ADS_2