
"Dimana kekuatan bocah ini tadi. Bagaimana bisa menghilang begitu saja !" Gumam si rubah dalam hatinya.
"Mari selesaikan !" Seru Neil tiba tiba yang mulai bangkit. Dia ingin menyelesaikan sisanya.
"Melihatmu tertawa, sepertinya kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan. Bukankah begitu ?"
"Tidak perlu basa basi. Sesuai janjiku, aku akan melepaskan mereka berdua dan memberikan 1 permohonan. Katakan apa yang kau inginkan ?" Si rubah bertanya tanpa basa basi, dia ingin segera keluar dari sana.
Neil mulai memikirkan kembali apa yang akan dimintakan pada si rubah. Dia harus bisa membuat si rubah memenuhi permintaannya.
"Jangan membuatku berubah pikiran. Cepat katakan apa yang kau minta dariku ?" Seru si rubah.
"Baiklah... permintaanku hanya satu... lindungi manusia !"
"Mustahil, mustahil bagiku untuk melindungi makhluk rendahan seperti kalian !" Tolak si rubah tanpa jeda. Dia bahkan menawari Neil untuk menjadi pelayannya.
"Jadilah pelayanku. Aku akan memberimu kekuatan untuk menguasai dunia ini. Dengan begitu kau akan bisa mendapatkan apapun yang kau inginkan".
"Jangan bercanda !" Jawab Neil dengan lugas.
"Kuasai dunia dengan menjadi pelayanku, maka aku akan melindungimu dan pengikutmu". Lanjut si rubah.
Neil yang mendengar perkataan si rubah merasa tertekan. Sekarang dia yakin kalau cerita yang selama ini dia dengar tentang kepintaran rubah itu mungkin benar.
"Bukan seperti itu yang aku inginkan !" Gumam Neil dalam hatinya. Dia yang ingin melimpahkan tanggung jawabnya pada si rubah malah terjebak dengan kata katanya sendiri.
Sedikit tertekan, Neil berusaha menghubungi jiwanya yang lain untuk meminta pendapat, tapi dia tidak tahu bagaimana caranya. Kali ini dia hanya sendirian menghadapi si rubah.
"Aku menolak, bukan itu yang kuinginkan !" Balas Neil tegas.
Sementara di dalam jiwa Neil, jiwa lain Neil sedang menerima tamu yang tidak dikenal. Sebuah roh perempuan yang sangat cantik masuk ke dalam jiwanya.
"Siapa kau... bagaimana bisa ?" Tanya jiwa lain Neil dengan terbata bata.
"Aku datang kemari untuk berterima kasih. Aku adalah roh yang sebelumnya telah kau bebaskan". Balas sang roh.
Jiwa lain Neil yang tidak tahu kejadian yang terjadi di dimensi penyegelan merasa bingung. Dengan tenang dia berpura pura mengetahuinya.
"Apa kau roh si rubah ?"
"Rubah.... hahahaahaaaa. Apakah aku terlihat seperti rubah ?"
"Lalu... kau ?"
__ADS_1
"Namaku Lina. Siapa namamu ?"
"Baik Lina... bagaimana. Maksudku bagaimana kau bisa kemari ?"
"Sama sepertimu. Bagaimana kau juga ada disini ?"
"Aku... Dewa yang... tunggu... Apakah kau seorang Dewi ?"
"Bagaimana mungkin Dewa memberikan 2 jiwa pada 1 raga ?" Tidak menjawab, sang roh malah bertanya sendiri.
"Apakah kau benar seorang Dewi ?" Jiwa lain Neil semakin terpesona dengan sosok roh didepannya.
"Bagaimana bocah sepertimu menatap wanita dewasa seperti itu ?"
Jiwa lain Neil semakin salah tingkah dengan perkataan roh didepannya. Walaupun dalam pandangan jiwa lain Neil sosok didepannya tampak sedikit samar, tapi dia tahu kalau roh didepannya bukan roh biasa.
"Siapa namamu ?" Tanya sang roh.
"Orang diluar memanggilku Neil ?"
"Neil... walaupun kalian satu raga tapi yang aku lihat kalian berdua tidak saling berhubungan".
Melihat jiwa lain Neil terdiam, sang roh berjalan ke arah dinding pembatas jiwa. Tidak dapat merasakan apapun dan tidak dapat menembus kedalamnya, dia kemudian berbalik memandang jiwa lain Neil.
"Tidak ada kekuatan yang tanpa celah. Pasti ada cara untuk saling terhubung".
"Kita bisa memanggilnya untuk kesini !"
"Jadi begitu...tapi sepertinya aku tidak bisa lebih lama disini". Sosok sang roh secara perlahan mulai menghilang.
"Bisakah kita bertemu lagi ?" Tanya jiwa lain Neil dengan penuh harap.
"Kau bisa menemuiku di Interloka".
"Aku pasti akan kesana... Interloka".
Melihat sosok roh yang sudah menghilang sepenuhnya, jiwa lain Neil sepertinya sudah menemukan tujuan hidupnya.
Sementara diluar rubah iblis yang mendengar penolakan dari Neil untuk menjadi pelayannya tampak marah. Dia mengerang hingga membuat Neil ketakutan.
"Jika kau orang lain, mungkin saat ini sudah menjadi debu". Seru sang rubah dengan tatapan mengancam.
"Aku tahu kau mengerti apa yang aku inginkan. Jadi penuhi janjimu !" Neil membalasnya dengan teriakkan.
__ADS_1
Si rubah kembali mengerang ke arah Neil dengan tatapan amarah. Dia tidak dapat menerima permintaan Neil yang menurutnya sangat hina. Tanpa sadar, salah satu ekornya menghantam ke arah Neil.
"Baanngggg...." benturan kekuatan terdengar sampai radius ratusan kilometer.
Setelah benturan, bukannya Neil yang terluka oleh serangan si rubah, tapi malah si rubah yang terlempar jauh ke belakang. Neil yang kaget dengan suara benturan sudah jongkok sambil menutup telinganya.
"Siapa ?" Seru si rubah penasaran.
Sebuah cahaya muncul didepan si rubah dan perlahan berubah menjadi sosok Dewi yang sangat cantik. Melihat sosok roh Dewi yang sangat kuat didepannya, si rubah mundur beberapa langkah.
"Iblis tidak tahu balas budi. Bagaimana mungkin kau berpikir untuk membunuh orang yang telah membebaskanmu !"
Roh Dewi menekan si rubah hingga dia bertekuk lutut tidak berdaya. Tatapan tidak percaya terpancar dari mata rubah iblis. Kali ini bukan ancaman penyegelan yang dirasakan lagi, tapi rubah iblis sudah merasakan maut di depan matanya.
"Tidak Dewi... ampuni iblis tidak tahu diri ini !" Pinta rubah iblis pada roh Dewi.
"Karena aku sedang senang, kali ini aku maafkan... Sekarang penuhi janjimu !"
"Terima kasih Dewi.."
Setelah memberi hormat, si rubah kembali menemui Neil. Masih dengan kondisi gemetaran, rubah iblis meminta maaf pada Neil. Dia merasa telah mencari masalah dengan orang yang salah.
"Sesuai janjiku, aku akan memenuhi keinginanmu. Aku tidak bisa melindungi manusia selamanya. Setidaknya aku bisa berjanji untuk tidak membunuh mereka kecuali untuk melindungi diri".
"Eeh, cepat sekali kau berubah pikiran. Baiklah aku setuju". Balas Neil tanpa jeda yang khawatir rubah iblis akan berubah pikiran lagi.
"Baguslah, dengan begitu aku bisa tenang. Tanggung jawabku selesai disini". Gumam Neil dalam hati setelah membuat kesepakaan dengan si rubah.
Merasakan hati yang plong, senyum muncul di bibir Neil. Tapi sebelum senyumannya melebar, rubah iblis memberitahu sesuatu padanya yang merubah kembali moodnya.
"Ingatlah takdirmu anak manusia. Dimasa depan kau akan bertemu dengan musuh sepertiku, mungkin lebih kuat dan lebih kejam daripadaku. Bersiaplah untuk itu ?"
"Apa maksudmu ?"
Mendengar pertanyaan Neil, rubah iblis menatap ke arah roh Dewi yang menitipkan pesan kepadanya. Seketika sosok itu menghilang dari pandangan rubah iblis.
"Seseorang memberitahuku tentang takdirmu dimasa depan. Dia memberikan ini padamu ?" Rubah iblis menyerahkan sebuah liontin giok kepada Neil.
Menerima liontin giok dari rubah iblis, Neil penasaran dengan orang yang memberi liontin tersebut. Dia kemudian bertanya pada rubah iblis.
"Apakah aku mengenal orang itu ?"
"Kelak kau akan mengenalnya !" Jawab rubah iblis.
__ADS_1