Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
72. Rencana Geiz


__ADS_3

"Mereka sudah tiba". Ujar Kwen pada Geiz.


Geiz yang mendengar ucapan Kwen kemudian memutar kepalanya kesamping. Tanpa disadari Geiz, Kwen telah mengubah beberapa posisi bidak caturnya.


Dan benar saja, selang beberapa detik Don dan teman temannya sampai diruangan Kwen. Ternyata tidak hanya Don saja yang kembali ke menara sihir benua utara setelah selesai mengikuti rapat darurat, keempat ketua menara sihir juga turut serta.


"Bagaimana kau bisa berada disini bocah nakal ?" Cecar Don pada Geiz saat tiba di ruangan Kwen.


"Aku...."


"Kenapa kau begitu tergesa gesa Don, biarkan kami menyelesaikan permainannya terlebih dahulu". Potong Kwen yang sudah menyusun strategi kemenangannya.


Akhirnya Don dan ketiga rekannya hanya dapat menarik nafas panjang dan menempati tempat duduknya. Geiz dengan terpaksa melanjutkan permainan caturnya. Tapi setelah melihat posisi bidak caturnya, Geiz sedikit tertegun karena posisinya sudah sedikit berubah. Tapi dia berpura tidak terjadi apa apa.


"Skak mat..." Seru kwen dengan mengangkat bahunya. Dia kemudian kembali sesumbar. "Belajarlah lebih keras, di kesempatan berikutnya kau mungkin bisa mengalahkanku, hahahaa..."


Geiz yang tidak peduli dengan hasil permainannya hanya tersenyum kecut. Sementara Don dan ketiga temannya menatap dengan acuh. Mereka sedang mengumpulkan daftar pertanyaan pada Geiz.


"Dimana kedua rekanmu Master Geiz". Tanya Don langsung.


"Mereka berada di ruang perawatan Ketua Don".


"Syukurlah mereka berdua selamat". Don merasa lega karena bebannya kepada Juan sudah terangkat.


"Ceritakan bagaimana kalian bisa sampai disini. Setahun tanpa kabar kalian membuat kami cemas !" Tung mulai menginterogasi Geiz.


Geiz yang mendengar bahwa mereka telah hilang selama setahun merasa terkejut. Sesuatu yang dirasakan ada ketidakberesan dengan cerita Neil ternyata mulai sedikit terang. Menggenggam tangannya, dia ingin segera menginterogasi Neil.


"Kami diterbangkan sampai kesini oleh rubah iblis". Jawab Geiz dengan tenang.


Geiz tidak ingin membuat mereka curiga karena jawabannya akan langsung berimplikasi kepada Neil. Walaupun dia kesal, tapi dia ingin mengetahui kebenarannya terlebih dahulu sebelum menceritakannya kepada orang lain.


Kwen dan keempat ketua menara sihir yang mendengar jawaban dari Geiz merasa merinding. Mereka tidak ingin mempercayai ada seekor makhluk yang bisa memindahkan manusia dari ujung dunia ke ujung dunia lainnya. Memandang keempat rekannya, Tung kembali melanjutkan pertanyaannya.


"Ceritakan kepada kami bagaimana kalian bisa terlempar kemari".


Mengambil nafas panjang Geiz mulai menceritakan pengalamannya dibukit bulan.

__ADS_1


"Setelah berada di tengah bukit kami bertemu dengan seekor rubah iblis yang sangat kuat. Kami bertiga sama sekali bukan lawannya.."


".. Karena terdesak, kami mencoba melakukan negosiasi dengan rubah iblis... beruntung iblis itu mau mendengarkan kami.."


".. Tapi setelah itu, rubah iblis melempar kami sampai kesini". Geiz mengakhiri ceritanya.


"Apa yang kalian lakukan hingga rubah iblis bisa mengampuni kalian ?" Cecar Lya lebih lanjut.


"Sepertinya rubah iblis mengenali identitas... dari anak seorang ayah yang telah dibunuh".


Don yang sedikit mengerti kemudian melanjutkan pertanyaannya. "Apa maksudmu.. ayahmu.."


"Iya, rubah itu telah membunuh ayahku". Geiz menggenggam erat telapak tangannya di atas meja.


Don dan keempat temannya merasa sedih dengan kematian ayah kandung Geiz. Mereka meminta maaf karena tidak mengetahuinya.


"Apakah wanita yang sedang dirawat adalah ibumu ?" Tanya Kwen yang teringat dengan laporan dari pelayannya.


"Benar. Sampai saat ini beliau belum sadarkan diri". Jawab Geiz yang mulai sedikit sedih memikirkan keadaan ibunya.


"Kami akan berusaha untuk mengembalikan kesadaran beliau. Kau tenang saja !" Balas Kwen untuk menenangkan Geiz.


"Bukit bulan... memangnya apa yang terjadi disana ?" Jawab Geiz yang masih berpura pura.


"Apa kau benar benar tidak mengetahuinya ?"


"Setelah dipindahkan ke hutan utara kami tidak tahu keadaan dunia".


"Apa itu artinya kalian sudah berada disini sejak satu tahun lalu ?" Tanya Ben berikutnya.


"Aku tidak tahu. Tapi dari saat kami sadar berada di hutan itu sekitar 4 hari yang lalu".


"Lalu dimana kalian dari setahun yang lalu ?"


"Maaf, tapi aku tidak mengingat apapun".


"Baiklah, tidak usah memaksakan diri. Kita semua tahu kalau rubah iblis itu sangat kuat, hal apapun bisa terjadi. Yang penting kalian sudah selamat". Don menutup sesi interogasinya.

__ADS_1


"Sebaiknya Master Geiz istirahat dulu bersama dengan lainnya". Pinta Kwen yang kemudian memanggil seorang pelayannya untuk mengantar Geiz beristirahat.


Setelah Geiz meninggalkan ruangan, Kwen kemudian melanjutkan kembali obrolannya dengan keempat ketua menara sihir. Sepertinya mereka sepakat untuk mempercepat program Magic-Comnya.


Sementara Geiz yang sudah sampai di ruang perawatan langsung berjalan ke arah tempat tidur ibu kandungnya. Neil dan Yuwe yang sedang makan menatapnya sebentar sebelum melanjutkan makannya kembali.


Setelah selesai makan, Yuwe kemudian mendekat ke arah Geiz dengan membawakan seporsi makanan untuknya. Sementara Neil masih asik dengan aneka makanan didepannya.


"Makanlah dahulu. Bibi pasti akan segera sadar".


Setelah menerima makanan dari Yuwe, Geiz kemudian berbisik pelan tentang obrolannya dengan para ketua menara sihir. Geiz perlu menyampaikannya kepada Yuwe agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Yuwe yang mendengar masalahnya dari Geiz kemudian menawarkan diri untuk menginterogasi Neil. Mengetahui kemampuan Yuwe, Geiz menyetujuinya dengan anggukan.


"Apakah master alchemist sudah memeriksanya ?" Tanya Geiz pada Yuwe.


"Master Alchemist baru akan tiba nanti malam".


Neil yang sudah selesai makan kemudian mendekat ke arah Geiz dan Yuwe. Melihat makanan di piring Geiz yang belum disentuhnya, Neil kemudian menegur gurunya.


"Master makan dulu saja. Biar aku dan Master Yuwe yang menjaga bibi".


"Kenapa dengan wajahmu ?" Tidak menjawab, Geiz malah bertanya mengenai wajah Neil yang masih sedikit memar.


"Ehh, ini tadi kejedot master". Balas Neil dengan tertawa kecil.


Tidak menjawab Geiz malah tersenyum kecut pada Neil. Dia sudah menebak apa yang sebenarnya terjadi pada muridnya.


"Itulah akibatnya kalau sok akrab !" Ujar Giez yang kemudian bersiap untuk makan.


Di kantin menara sihir, si wanita yang masih kesal dengan Neil memesan banyak makanan dan minuman untuk mengembalikan moodnya.


"Dimana si brengsek itu, bukannya tadi dia bilang ingin makan. Apakah dia tersesat".


Tanpa sadar si wanita menunggu kehadiran Neil di kantin menara sihir. Sepertinya apa yang telah dilakukan oleh Neil sangat membekas di otaknya.


"Hahh, kenapa aku jadi menunggunya disini. Apa urusannya denganku. Jangan sampai bertemu dengan orang tidak waras seperti itu lagi !" Gumam si wanita yang sedang mengunyah olahan ikan.

__ADS_1


Melihat kedua telapak tangannya, si wanita teringat kembali dengan tragedi pemukulan yang dilakukan olehnya beberapa waktu lalu. Dia menyesal kenapa hanya menggunakan fisiknya, seharusnya dia menggunakan sihir untuk membunuhnya.


Semakin lama memikirkan kejadian sebelumnya, si wanita teringat dengan tarikan Neil pada tangan kirinya. Merasakan ada sesuatu yang berbeda, perlahan sedikit senyum tergambar di bibir merahnya.


__ADS_2