Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
40. Analisa Yosh


__ADS_3

3 hari berjalan dengan cepat, Neil yang sudah bangun pagi nampak terlalu bersemangat. Mengenakan coat biru pemberian gurunya, Neil terlihat tampan. Setelahnya, Neil bersiap siap menuju ke laboratorium sihir akademi.


"Tampan sudah, keren juga sudah. Desain udah di tangan. Apalagi ya.. ohh ya, tanda pengenal. Ini nih, tanpa ini ngga bisa masuk. Kecil tapi berguna".


Membawa peta akademi pemberian Lian, Neil mencari jalan menuju ke laboratorium. Seperti biasa, jalanan nampak sepi dan sunyi. Hanya ada suara kaki Neil yang terdengar.


"Ke kanan, lurus terus sampai pertigaan belok kanan lagi". Neil bergumam sendiri menyusuri lorong akademi.


Setelah berjalan cukup jauh, Neil akhirnya sampai didepan pintu laboratorium yang lumayan besar dengan 2 buah daun pintu berwarna putih. Neil kemudian mengetuk pintu 2 kali dan mengucap salam.


Setelah menunggu beberapa saat pintu tidak terbuka sama sekali, Neil yang penasaran kembali mengetuk pintu dan mencoba mencuri dengar ke dalam. Tapi walaupun pendengarannya sudah meningkat tajam, Neil tetap tidak mendengar apapun.


Merasa frustasi karena tidak ada jawaban, Neil akhirnya teringat dengan id card yang diberikan oleh Master Yosh.


"Mudah mudahan ini berguna". Gumam Neil dengan penuh harap.


Saat tanda pengenal itu dihadapkan ke pintu, tiba tiba pintu besar laboratorium terbuka dengan sendirinya. Dengan ini Neil jadi tahu bagaimana caranya masuk ke dalam laboratorium.


"Benar benar canggih". Ujar Neil sambil berjalan masuk ke dalam laboratorium.


Setelah beberapa langkah memasuki laboratorium, Neil disambut oleh seorang wanita cantik.


"Selamat datang di laboratorium sihir. Maaf, dari identitas yang tuan bawa sepertinya tuan bukan bagian dari laboratorium ini. Apakah ada yang bisa saya bantu".


Neil yang melihat bidadari di depannya tidak bisa berkata kata. Mulutnya seakan akan terkunci rapat. Setelah masuk ke dunia barunya Neil hanya pernah melihat murid murid akademi yang belum matang dan beberapa perempuan tua penjual makanan di kantin, selebihnya Neil lebih sering bertemu dengan sejenisnya.


Melihat seorang wanita bak bidadari mengenakan jaket putih panjang ala ilmuwan dengan 2 buah gunung besar didepannya membuat Neil berkali kali menelan ludahnya sendiri.


Sementara si wanita yang mendapat pandangan mesum dari Neil nampak risih. Mengeraskan suaranya dia kembali menanyakan keperluan Neil.


"Maaf tuan, ada keperluan apa anda datang kemari".


Neil yang mendengar sedikit teriakan si wanita menarik nafas beratnya. Mengatur nafas kembali, Neil mengutarakan maksud kedatangannya.


"Maaf, saya ingin bertemu dengan Master Yosh. Dia memberikan ini padaku".


Si wanita yang melihat identitas Neil kemudian meminta Neil untuk mengikutinya. Dia tidak menyangka bahwa masternya bisa berkenalan dengan pria mesum seperti Neil.


"Silahkan tuan ikuti saya. Mohon untuk tidak menyentuh benda apapun di ruangan ini".

__ADS_1


"Baiklah".


Neil yang melihat si wanita berjalan di depannya dengan lenggak lenggok pinggul dan bok*ngnya yang besar, nafasnya menjadi naik turun. Hawa dingin ruangan terasa panas ditubuhnya.


"Maaf master, tuan ini ingin bertemu dengan anda". Si wanita sudah membawa Neil ke ruangan kerja Yosh.


"Ehh nak Neil. Akhirnya kau kemari... Terima kasih Yui, kau bisa kembali".


"Baik master". Yui kemudian bergegas meninggalkan ruangan untuk menghindari tatapan mesum Neil.


"Apa yang terjadi denganmu nak Neil, kau terlihat begitu berkeringat".


"Ehh, tidak master. Sepertinya ruangan disini terasa sedikit panas".


"Panas.." Yosh yang mendengar jawaban Neil sedikit tercengang. Bagaimana mungkin ruangan yang dingin seperti ini dianggap panas oleh Neil.


"Ehmm, apa kau sudah membuat prototypenya nak Neil ?" Yosh berusaha mengalihkan perhatian.


"Ohh, sudah master. Ini ". Neil memberikan gulungan prototypenya kepada Yosh.


Yosh yang menerima prototype dari Neil kemudian memeriksanya satu persatu di meja kerjanya. Sesaat melihat prototype dari Neil, Yosh kemudian memandang Neil dengan intens. Yosh tidak menyangka kalau prototype buatan Neil begitu detail dan berkelas.


"Apa kau sendiri yang membuatnya ?"


"Tidak, bukan itu maksudku. Justru ini terlalu luar biasa. Tapi apa kau yakin ini bermanfaat ?"


Yosh sebenarnya mengagumi prototype buatan Neil yang terlihat simple dan elegan, tetapi dia menanyakan manfaatnya yang tidak lebih baik dari alat alat sihir level tinggi yang mampu menghancurkan sebuah bangunan besar.


"Benar master, seperti itulah yang aku inginkan. Apakah itu bisa dibuat master ?"


"Tentu, beri aku waktu 3 bulan untuk menyelesaikannya. Hhmm, bagaimana kalau aku memberi sedikit saran untuk meningkatkan fungsinya".


"Silahkan master".


"Untuk kacamata mana, Bagaimana kalau tombol hidup dan mati kita buat diatas dan dibawah. Ini akan mempermudah gerakan".


"Iya, tidak masalah master".


"Dengarkan dulu aku menerangkan semuanya. Baru kemudian kau tambahkan". Yosh berpikir untuk lebih baik menyelesaikan dulu analisanya.

__ADS_1


"Baik master".


"Kemudian untuk seluncur ini, aku akan membuat semacam sensor tekanan untuk menentukan kecepatan dan akselerasinya".


"Untuk belati ini, kita akan gunakan tali sihir agar dapat dilempar dan ditarik dengan mudah".


"Kemudian untuk sarung elemen ini... kita buat tombol di masing masing elemen sihir. Ini akan mengenali elemen sihir apa yang akan di keluarkan".


"Dan yang terakhir apa ini nak Neil ?"


"Ooh itu pistol master. Dan sebuah pedang".


"Pistol.. pedang.. seperti apa cara kerjanya ?" Yosh yang tidak mengenal pistol menanyakan cara kerjanya.


"Jadi, nanti pistol ini bisa diisi dengan bola besi master. Jika pelatuk ini ditarik, bola besi ini akan terlontar keluar dengan kecepatan luar biasa".


"Seperti ketapel ?"


"Benar master, tapi dengan kecepatan yang luar biasa".


"Hmm, baiklah. Bagaimana kalau kita ganti bola besinya dengan padatan mana. Itu akan menghasilkan ledakan yang luar biasa".


"Apakah bisa seperti itu master".


"Apa kau meragukanku ?"


"Tidak master. Saya sama sekali tidak berani. Saya ikut petunjuk master saja".


"Lalu kau ingin menggabungkan pistol ini dengan sebuah pedang ?"


"Benar master. Apakah itu juga bisa dilakukan master".


"Sebentar. Ini sedikit sulit untuk mengatur porsi pedang dan gagangnya".


Yosh menimbang nimbang berbagai bentuk yang cocok. Walaupun prototype Neil bisa dibuat, tapi itu akan mengganggu gerakannya. Sebagai seorang ahli pedang, Yosh lebih memahami tentang komposisi pedang yang baik.


"Aku akan mengurangi ukuran pistolnya untuk menjadi gagang pedang. Kemudian untuk pedangnya sendiri.. ahh, ini tidak bisa".


"Maaf Neil, prototype ini tidak bisa diaplikasikan. Apakah kau membutuhkan sebuah pedang untuk pertarungan".

__ADS_1


"Ehh, hanya untuk berjaga jaga master. Kalau tidak bisa, apakah prototype pedang ini bisa dibuat master ?"


Neil memberikan gambar katana kepada Master Yosh. Neil memilih katana karena menurut informasi yang dia dengar di bumi, katana merupakan salah satu bentuk pedang terbaik.


__ADS_2