Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
30. Bakat Sam dan Lien


__ADS_3

"Untuk gandum kami bisa menambahnya 100 kwintal sesuai permintaan, akan tetapi untuk jagung kami tidak memiliki stock lebih. Jika Duke berkenan kami bisa mencari dari pedagang lainnya, tapi harganya akan lebih mahal".


"Hmm, kalau seperti itu saya ambil gandumnya saja dulu". Duke berniat mencari pedagang jagung sendiri untuk mendapatkan harga yang lebih murah.


"Tentu. Sesuai perjanjian kami akan meninggalkan sampelnya untuk dicoba terlebih dahulu. 3 hari kemudian kami akan datang kembali".


Setelah perjanjian disepakati bersama, Tetua Guo bermaksud melanjutkan kembali obrolannya yang sempat tertunda.


"Ehh, kau mau kemana menantu bodoh. Apa kau ingin menghindariku".


"Ehh, tidak. Aku hanya ingin mengambil sesuatu..tapi tidak jadi".


Duke yang hendak berdiri kembali ke posisi duduknya kembali. Duke yang telah lama duduk kembali belum juga melihat tanda tanda diajak bicara oleh mertunya. Tetua Guo sedari tadi menikmati cemilannya tanpa sepatah katapun.


Duke yang dikacangin tidak bisa tidak mengeluh dalam hatinya. "Apa kau hanya ingin ditemani makan pak tua".


"Hama itu akan terus datang dan merusak tanaman. Katakan pada raja untuk mengumpulkan alchemist". Tetua Guo yang sudah menyelesaikan cemilannya, langsung menyampaikan maksudnya ke Duke.


"Tapi untuk apa..."


Sebelum Duke menyelesaikan perkataannya, Tetua Guo sudah menyelanya. "Sampaikan saja apa yang aku katakan".


"Baik".


Duke yang tidak mungkin menang jika berdebat dengan mertuanya hanya dapat mengikutinya. Melampiaskan kesalnya, Duke langsung memasukkan berbagai macam hidangan yang tersaji ke mulutnya.


Waktu berlalu begitu saja, sesuai dengan jadwalnya Sam dan Lien hari ini menjalani latihan kedua bersama kakeknya. Merek bertiga sudah berada di halaman belakang keluarga Huosan.


Kali ini Sam dan Lien memakai hanfu yang diberikan oleh guru pendampingnya Nun dan Nian. Duke juga sudah menyampaikan pesan mertuanya ke raja.


Berbeda dengan Duke, raja langsung mengetahui maksud dari ucapan Tetua Guo. Raja kemudian mengumpulkan alchemist terhebatnya untuk membuat obat anti hama tanaman yang menyerang pertanian dan perkebunan.


Raja juga memerintahkan untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab gagal panen. Raja juga mengundang Tetua Guo untuk minum teh. Dia ingin berterima kasih secara langsung atas nasehatnya.


Tetua Guo yang mendapatkan undangan dari raja tentu saja memenuhinya. Lagipula dia juga tidak terlalu melakukan apa apa di rumah menantunya.

__ADS_1


"Lien, bagaimana.. apakah kau sudah bisa merasakan mana".


"Sudah kakek".


"Baiklah, sekarang kita mulai latihan keduanya".


"Kali ini kita akan melihat bakat kalian berdua. Tapi sebelumnya rasakan kembali mana disekitar kalian".


Sam dan Lien yang mendengar perintah kakeknya langsung memejamkan mata dan berkonsentrasi.


"Seperti mengambil nafas, sekarang serap mana disekitar kalian tersebut ke dalam tubuh kalian secukupnya".


"Sekarang apa yang kalian rasakan". Setelah menunggu penyerapan mana oleh cucunya, Tetua Guo ingin mengetahui perkembangannya.


"Hangat". "Hangat kek". Sam dan Lien menjawabnya bergantian.


Tetua Guo yang mendengarnya merasa puas karena cucunya yang berbakat. Mengedarkan mananya ke sekitar, Tetua Guo juga tidak merasakan adanya mata mata lagi.


Dalam hatinya Tetua Guo berpikir mungkin mata mata waktu itu hanya ingin mengetahui maksud kehadirannya di kediaman keluarga Huosan.


"Mana yang kalian serap seharusnya berkumpul disatu titik di diri kalian. Kumpulkan mananya disana, di kantong jiwa kalian".


Sam dan Lien terus menyerap mana sesuai dengan kemampuannya masing masing.


Setelah beberapa saat, Lien merasa mengantuk. "Hooamm.."


Lien mulai menguap nguap. Ternyata efek mana adalah membuat rasa kantuk. Mungkin karena rasa hangat dalam tubuh yang ditimbulkan.


Berbeda dengan Lien, Sam masih terlihat baik baik saja. Memejamkan matanya Sam terlihat sangat imut. Apalagi saat memakai hanfu pemberian gurunya, Sam terlihat lebih imut.


Sebagai keturunan dari Duke yang kuat, tentu Sam memiliki kantong jiwa yang lebih besar.


Tidak ingin melihat Lien tertidur, Tetua Guo mencukupkan penyerapan mana pada keduanya.


"Sudah cukup. Sekarang buka kembali mata kalian". Sam dan Lien kemudian membuka matanya. Rasa hangat ditubuhnya hilang dan kembali normal. Sam sendiri merasa tubuhnya lebih segar terlihat dari pencaran wajahnya.

__ADS_1


"Sekarang kita akan lihat bakat kalian berdua".


Tetua Guo kemudian mengambil 2 buah batu sihir dari cincin dimensinya. Batu itu berwarna biru kristal yang terlihat mengkilap.


"Selanjutnya ambil batu sihir ini satu satu dan genggam ditelapak tangan kanan kalian".


Tetua Guo memberikan batu kepada Sam dan Lien untuk melihat bakat sihirnya.


"Salurkan mana yang ada didalam tubuh kalian berdua kedalam batu sihir yang kalian genggam secara perlahan".


"Kemudian imajinasikan kalau kalian mengubah mana yang kalian pindahkan tersebut menjadi :


Pertama : imajinasikan menjadi api.


Kedua : imajinasikan menjadi air.


Ketiga : imajinasikan menjadi tanah.


Keempat : imajinasikan menjadi akar.


Kelima : imajinasikan menjadi angin, dan


Keenam : imajinasikan menjadi kabut tebal".


Tetua Guo menunggu prosesnya sambil mengamati perubahan yang terjadi pada warna batu sihir. Setelah beberapa saat warna batu sihir yang berwarna biru kristal berubah warna sesuai dengan bakat Sam dan Lien.


"Sudah kek".


"Aku juga sudah".


Sam dan Lien yang sudah menjalankan perintah kakeknya kemudian membuka genggamannya.


"Merah dan Hitam untuk Sam... Merah dan Putih untuk Lien".


Sam dan Lien yang mendengar perkataan kakeknya saling pandang. Mereka juga melihat batu sihir yang digenggamnya telah berubah warna.

__ADS_1


"Artinya Sam berbakat dalam elemen api dan elemen gelap. Sedangkan Lien, kau berbakat dalam elemen api dan elemen angin". Lanjut Tetua Guo menerangkan arti warna pada batu sihir yang dipegang Sam dan Lien.


__ADS_2