Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
64. Kuat


__ADS_3

"Aku tidak akan berbelas kasih. Menyerah saja !" Provokasi Lien pada Keyla.


Memegang panah di tangannya, Keyla langsung membalas provokasi Lien. "Kau saja yang menyerah sana !".


Sebenarnya Putri Teresta sudah memperingatkan Keyla sebelumnya untuk tidak melanjutkan pertarungannya dengan Lien yang merupakan peringkat 3 peserta ujian terbaik. Tapi Keyla menolaknya dengan alasan harga dirinya.


Sebenarnya dia juga tahu tidak akan menang melawan Lien yang memiliki level sihir di atasnya. Tapi karena kebenciannya pada Lien yang mengatainya sebagai nenek sihir, harga dirinya tidak dapat menerimanya.


Fahre sebagai teman sekamar Lien kali ini yang bertindak sebagai wasit. Dia sudah memohon kepada Lien untuk tidak terlalu berlebihan pada Keyla sebelumnya karena ini hanya sebuah pertandingan persahabatan.


"Karena ini hanya sebuah pertandingan persahabatan, kalian berdua dilarang untuk saling membunuh satu sama lain. Jika salah satu dari kalian ada yang terluka, pertandingan secara otomatis selesai dan dihentikan". Fahre menyampaikan aturan main pertarungannya.


"Apakah ada yang ingin kalian berdua tanyakan ?". Tanya Fahre pada Lien dan Keyla.


"Agar adil, aku akan menurunkan level kekuatanku di level yang sama dengannya. Walaupun begitu aku masih memberinya kesempatan untuk menghentikan pertarungan ini. Jadi menyerahlah saja sekarang !" Seru Lien pada Keyla untuk yang kedua kalinya.


Bukannya menjawab, dia malah mengangkat busurnya dan memgarahkannya pada Lien. Keyla yang memiliki keahlian memanah merasa yakin kalau dia bisa menandingi Lien.


"Dalam hitungan ketiga. pertarungan bisa dimulai. Satu... Dua... Tiga !"


Keyla yang sudah menarik anak panah melepaskannya ke arah Lien. Anak panah melesat sangat cepat dengan dilapisi sebuah cahaya merah membara. Keyla yang melihatnya sudah sangat yakin kalau anak panahnya akan mengenai Lien.


Semua orang menatapnya dengan cemas karena serangan langsung Keyla yang mematikan. Hanya Sam yang masih tenang di tempat duduknya.


Tepat ketika anak panah sudah hampir mengenai dada Lien, tidak disangka Lien menghilang dari tempatnya dan muncul kembali disisi kananya. Keyla yang melihat bahwa panahnya gagal mengenai Lien, dia kembali mengangkat busurnya.


Dengan penuh amarah, Keyla melepaskan beberapa anak panah sekaligus kearah Lien. Tapi lagi lagi Lien dengan mudah menghindarinya.


"Apakah hanya itu kemampuanmu ?" Ejek Lien pada Keyla.

__ADS_1


Keyla yang semakin marah dengan ejekan Lien langsung mengambil jimat penyerangan dari cincin dimensinya. Dengan sihirnya jimat tersebut berubah menjadi sebuah anak panah emas dengan ukiran naga.


Anak panah yang dilepaskan oleh Keyla berubah menjadi naga emas dan terbang melesat ke arah Lien. Melihat panah naga bergerak ke arahnya, Lien memasang perisai sihir lapis tiga di depannya.


"Blaaarr..." Lapisan pertama perisai sihir Lien berhasil ditembus.


"Blaaaarr...." Lapisan kedua juga berhasil ditembus. Keyla kembali mengangkat tinggi bahunya kalau serangan panah naganya akan dapat mengenai Lien.


"Blaaarrrrr..." Lapisan perisai sihir ketiga juga berhasil ditembus.


Lien yang sudah mengantisipasi, mengeluarkan tombaknya dari telapak tangan dan menahan serangan panah naga. Melapisi tombak dengan energinya, panah naga emas terbelah menjadi dua dan hilang dari pandangan.


Para penonton yang melihat kehebatan tombak Lien, serempak menjatuhkan rahangnya. Mereka tidak mengira Lien memiliki sebuah senjata tingkat tinggi yang bisa mengalahkan jimat panah naga emas.


"Panah naga emas yang luar biasa. Tapi maaf, tombakku masih lebih kuat". Lien kembali mempermalukan Keyla.


Fahre yang melihat pertarungan Lien dan Keyla sudah sangat berbahaya kemudian menghentikan pertarungannya. "Hentikan... pertarungannya selesai disini !'


Kloning Keyla berlari menyerang Lien dan Keyla sendiri menyiapkan serangannya. Lien yang melihat Keyla sudah melampaui batas, akhirnya memutuskan untuk memberinya sedikit pelajaran.


Kloning Keyla yang sudah dekat dengan Lien melepaskan anak panahnya. Dengan sigap menghindari anak panah yang mengarah padanya. Kloning Keyla membuang busurnya dan menyerang Lien dengan tangan kosong.


Sambil terbang, kloning Keyla melancarkan pukulan tepat ke arah wajah Lien. Tapi sayang sekali pukulannya dapat kembali dihindari oleh Lien. Tidak mengenai wajahnya, Lien kemudian menangkap tangan kloning Keyla dan melemparnya kedinding asrama dengan sangat keras hingga menghilang dari pandangan.


Darah keluar dari mulut Keyla saat kloningnya dikalahkan oleh Lien. Tapi saat itu juga Keyla sudah selesai mempersiapkan serangannya. Satu anak panah yang dilepaskan berubah menjadi puluhan anak panah yang menyerang ke arah Lien.


Melambaikan tangannya, pusaran angin muncul dihadapan Lien. Dengan sedikit gerakan, pusaran angin Lien menerbangkan seluruh anak panah yang mengarah padanya. Dia langsung menghilang dari tempatnya dan muncul tepat di depan Keyla dengan mengarahkan telapak tanganke arahnya.


"Hentikan..." Seru Putri Teresta yang cemas dengan keselamatan Keyla.

__ADS_1


Mendengar seruan Putri Teresta, Lien yang sudah muak dengan perilaku Keyla tetap melanjutkan serangannya ke arah Keyla. Keyla yang merasakan aura kekuatan Lien tubuhnya mulai gemetaran. Dia sepertinya telah memilih musuh yang salah.


Putaran angin ditangan Lien sudah siap dilepaskan untuk menghantam musuhnya. Tepat sebelum putaran anginnya dilepaskan, Lien merasakan sentuhan seseorang yang tidak asing memegang tangannya.


"Cukup Lien". Ucap Sam pada Lien.


Mendengar ucapan Sam, Lien menghentikan serangannya pada Keyla. Dia kemudian berujar kepada Keyla sebagai peringatan. "Kali ini kau beruntung !"


Merapikan pakaiannya, Lien dan Sam kemudian meninggalkan Keyla dan pergi melangkah keluar. Mereka berdua melangkah pergi dan mengucapkan permohonan maafnya pada Putri Teresta.


"Kami mohon maaf atas kekacauan ini Putri. Sebaiknya kami meninggalkan tempat ini sekarang". Ujar Sam mewakili mereka.


"Seharusnya kami yang harus minta maaf dan berterima kasih atas bantuanmu Sam, jika tidak ...." Belum selesai Putri Teresta menyelesaikan kata katanya, Sam sudah menyelanya.


"Sudahlah Putri. Lupakan kejadian sebelumnya. Kami mohon undur. Verzy Fahre ayo kita pergi".


Verzy dan Fahre juga meminta maaf kepada Putri Teresta dan teman temannya atas kejadian yang barusan terjadi. Mereka berempat akhirnya pergi meninggalkan taman anggrek bulan.


Sementara Keyla Eister yang mengalami kekalahannya merasa sangat malu dan tidak berguna. Kesombongannya runtuh dalam sesaat. Menjatuhkan posisi tubuhnya ke posisi berlutut, air mata jatuh ke lantai.


Putri Teresta yang melihat keadaan Keyla kemudian menghampiri dan memberi dukungan padanya. Dia juga merasa bersalah karena tidak berhasil mencegah Keyla untuk menghentikan pertarungannya.


"Sudahlah Key, Lien memang bukan lawan kita sejak awal !".


"Aku... kalah !" Ucap Keyla dengan tersedu sedu.


"Mereka berdua memang kuat. Jadi berhentilah merasa bersalah !" Bujuk Putri Teresta pada Keyla.


Teman teman Putri Teresta yang lain juga memberikan dukungannya pada Keyla. Mereka yang awalnya memberikan dukungan kepada Keyla untuk menguji kekuatan Sam dan Lien malah berakhir dengan kekalahan telak.

__ADS_1


"Itulah sebabnya aku ingin bersahabat dengan mereka. Jika orang orang berbakat seperti mereka berada disisi kita. Itu akan sangat menguntungkan". Tutup Putri Teresta akan obrolannya.


__ADS_2