Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
84. Bakat yang Hebat


__ADS_3

"Blaaaarrrrrr....."


Api hitam jenderal Moel menyebar ke segala penjuru setelah bertabrakan dengan pukulan Ben yang dingin.


"Mustakhil... !" Gumam jenderal Moel yang serangannya sama sekali tidak berdampak pada Ben.


"Apa hanya itu kemampuanmu ?" Sindir Ben dengan tak acuh.


Jenderal Moel yang tertekan mundur ke belakang. Melihat pasukannya yang telah tertangkap membuat rasa takutnya mulai muncul.


"Aku harus melarikan diri terlebih dahulu !" Gumam jenderal Moel yang langsung bergerak melarikan diri.


"Kau mau kemana ?"


Kemanapun jenderal Moel bergerak, Ben selalu berhasil mendahuluinya dan menghadangnya.


"Apa kau pikir bisa melarikan diri dariku ?"


"Sial, orang tua ini level kekuatannya berada diatasku. Apa yang harus aku lakukan". Gumam jenderal Moel di dalam hatinya.


Sebelum jenderal Moel dapat berpikir yang lainnya, Ben sudah menguncinya.


"Pergilah ke neraka !" Seru Ben pada jenderal Moel.


"Blade Cube.... !"


Sebuah energi berbentuk kubus berlapis menebas nebas tubuh jenderal Moel. Lya yang melihatnya menarik nafas dalam, dia menyayangkan keputusan Ben yang akan membunuhnya.


Jenderal Moel yang mendapatkan serangan mutlak dari Ben kondisinya sudah sangat payah, pakaiannya compang caping. Perlahan dia jatuh ke tanah.


"Craaackkkk..."


Sebelumnya tubuh jenderal Moel benar benar jatuh ke tanah, sebuah suara seperti tulang patah terdengar. Semakin lama suara tersebut semakin sering terdengar.


"Crraaackk craakk craakkk... Rooaaaar...... !"


"Apa ?"


Ben terkejut dengan perubahan yang terjadi dengan tubuh jenderal Moel. Tubuhnya semakin lama semakin membesar dan menyerupai monster.


"Belum berakhir... wujud ini ?" Ucap Ben lirih.


"Apa itu nona Lya ?" Duke bertanya penasaran pada Lya.


Mendengar pertanyaan Duke, anggota keluarga lain juga ikut menunggu jawaban dari Lya. Sebelumnya mereka sudah sangat senang karena Ben dapat dengan mudah mengalahkannya.


"Manusia itu menelan sebuah pil aneh yang dapat mengubahnya menjadi monster. Perhatikan wujud dan kekuatannya, berhati hatilah di masa depan".


"Ehh, terima kasih nona Lya".

__ADS_1


Roaarrr....


Tekanan kekuatan monster jenderal Moel membuat pasukan Duke terjatuh. Beberapa pelayan juga langsung pingsan ditempat melihat kengerian dari moster didepannya.


"Ben, bawa monster itu ke hutan !" Seru Lya pada Ben.


Seperti biasa, Ben tidak menjawab perkataan Lya. Dia lebih senang langsung beraksi ketimbang omong besar terlebih dahulu.


Ben langsung menyerang monster Moel yang belum berubah sempurna. Dia menggunakan sihir anginnya untuk mendorong monster Moel menjauh.


"Ayah.... ?"


Sebuah suara merdu terdengar di telinga Duke. Mendapatkan kabar dari kakaknya Bie, Neila meminta ijin dari akademi untuk kembali menjenguk orang tuanya.


"Bagaimana anak itu ada disini ?" Ujar Duke yang melihat ke arah pintu gerbang kemudian melirik ke arah Bie.


"Maaf ayah, aku pikir sebelumnya mereka tidak akan kembali menyerang". Sahut Bie dengan terbata bata.


"Awas.... !"


Serangan monster Moel tidak sengaja mengarah ke arah Neila yang tidak jauh darinya.


"Ice Shield Push Combine".


Sebuah perisai sihir es dan angin yang dibuat oleh Neila menahan serangan monster Moel.


"Benar !". Jawab Duke denga khawatir.


Selesai mendapatkan jawaban dari Duke, Lya langsung menghilang dan muncul disamping Neila untuk menetralisir serangan monster Moel yang belum mampu ditahan olehnya.


"Bakat yang hebat". Gumam Lya lirih yang masih didengar oleh Neila.


"Terima kasih. Nona sangat hebat !" Sanjung Neila pada Lya.


"Neila.... !' Seru Duke yang terbang ke arahnya.


"Apa kau tidak apa apa nak ?" Lanjut Duke.


"Aku tidak apa apa ayah, nona ini menyelamatkanku".


"Terima kasih sekali lagi atas bantuan nona Lya ?" Duke memberikan hormatnya pada Lya.


"Anakmu sangat berbakat. Bawalah dia ke menara sihir setelah pendidikannya selesai".


Duke yang mendengar perkataan Lya merasa sangat bahagia. Sebuah kesempatan langka mendapatkan undangan langsung dari seorang kepala menara sihir. Reputasi dan perlindungan keluarganya akan meningkat jika Neila bisa menjadi muridnya.


"Baik, baik nona Lya. Terima kasih".


Mendengar jawaban Duke, Lya langsung terbang untuk membantu Ben memusnahkan monster Moel. Neila yang tidak mengerti pembicaraan ayahnya dengan Lya hanya tersenyum sebelum akhirnya dia bertanya kepada ayahnya mengenai kejadian yang menimpa ayahnya.

__ADS_1


......................


"Dimana teko itu. Jejaknya menghilang disini ?" Gumam jenderal Bul yang kehilangan jejak teko emas.


Jenderal Moel bergerak dan melihat kesana kemari mencari keberadaan teko emas. Dia bahkan sudah membersihkan area 1 km dari jejak terakhir yang dirasakannya.


"Dasar Duke sialan !"


Kehancuran di sekitar area kembali terjadi yang disebabkan oleh kemarahan jenderal Bul. Dia benar benar kehilangan teko emas yang sebelumnya sudah berada di depan matanya.


"Apa kau menjadi teko ini jenderal ?"


Jenderal Bul mendengar seseorang yang memanggilnya dari belakang. Dia berhenti bergerak sebelum akhirnya berbalik.


"Siapa kalian ?"


Melihat dua orang memakai jubah hitam dengan logo sebuah mata hitam yang nyaris samar, jenderal Bul mengingat salah satunya.


"Pimpinan organisasi Dark Eyes, Jet Ma". Gumam jenderal Bul yang kemudian mengarahkan pandangannya ke sebuah teko ditangan Jet.


"Serahkan teko itu padaku. Akan kuberikan apapun sebagai gantinya ?"


"Woow.. Seorang jenderal rela melakukan apapun demi sebuah teko... Apa istimewanya teko ini ?"


Sama seperti menara sihir, mata mata Dark Eyes yang mengetahui pergerakan besar organisasi sihir gelap yang tertuju ke timur, Jet yang mendapat laporan tersebut langsung menuju ke benua timur.


Jet dengan Kun yang awalnya hanya ingin mengetahui motif dari pencarian yang dilakukan oleh organisasi sihir gelap, saat melihat teko emas dilempar oleh Duke dia berusaha untuk mendapatkannya terlebih dulu.


Jenderal Bul yang mendapatkan pertanyaan dari Jet hanya diam saja. Dia juga tidak tahu apa istimewanya teko itu.


"Aku hanya diperintahkan untuk mendapatkan teko itu. Selain itu aku tidak mengetahuinya !" Jawab jenderal Moel dengan lugas.


Jet yang melihat tidak ada tanda tanda kebohongan dari jenderal Moel menjadi semakin penasaran dengan keistimewaan teko emas tersebut.


"Kalau begitu, aku sendiri yang akan menyerahkannya kepada pimpinan kalian !"


Jenderal Moel yang tidak merasakan tanda tanda ketakutan dari Jet untuk menemui pimpinannya merasa tertekan. Merasakan kedatangan beberapa kekuatan asing yang mendekat, jenderal Moel tidak memiliki banyak pilihan.


Jenderal Moel berpikir kalau pimpinan Dark Eyes bodoh. Mengingat keganasan pimpinannya, dia berpikir kalau Jet hanya akan mati ditangan pemimpinnya. Daripada bertarung dengan banyak musuh yang belum tentu menang, dia memilih menerima tawaran Jet.


"Yang penting bisa membawa teko emas itu terlebih dahulu ke markas". Gumam jenderal Bul didalam hatinya yang sudah merasa terdesak.


"Baiklah.... Aku akan membawa kalian berdua ke markas !"


Jet dan Kun tersenyum mendengar jawaban dari jenderal Bul. Walaupun berbahaya, mereka yakin bisa mengatasinya. Lagipula ini adalah kesempatan baginya untuk mengetahui kekuatan organisasi yang telah menghabisi beberapa leluhurnya.


Tanpa meninggalkan jejak, Jet Kun dan Bul meninggalkan lokasi. Anak buah Lya yang telah sampai dilokasi kehilangan jejak ketiganya. Mereka tidak menemukan apapun disana.


"Sial... kalau saja kita lebih cepat menghabisi mereka, mungkin kita bisa menemukan jejak teko itu!" Seru salah satu anak buah Lya yang pakaiannya penuh darah atas pasukan jenderal Bul.

__ADS_1


__ADS_2