Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
29. Mata Mata


__ADS_3

"Kemarin malam daging, malam ini daging lagi. Apa tidak ada menu lainnya". Gumam Tetua Guo yang sudah memakai celemek di dadanya.


Duke yang hendak mengambil makanannya kemudian memandangi istrinya.


"Bukankah ayah sangat menyukai daging".


"Aku sudah tidak seperti kalian, terlalu banyak mengonsumsi daging membuat tubuhku panas".


"Ehh, kalau begitu besok aku akan meminta Erra untuk memasak sayuran". Balas Viana yang kemudian melanjutkan perkataannya. "Jika ayah mau menunggu, aku akan memasak sayuran sekarang".


"Tidak usah, mulai besok aku ingin ada daging dan sayuran dimeja makan".


"Kalau begitu, bisakah kita makan sekarang". Duke yang malas mendengar ocehan mertuanya lantas meminta semuanya untuk memulai makan malamnya. Mendengar kata kata Duke, merekapun memulai makan malamnya.


Keesokan harinya Tetua Guo menemui Duke yang sedang mengatur kedatangan rekan bisnisnya. Duke akan mengadakan perjanjian pengadaan bahan pokok utama.


Sudah beberapa bulan ini hasil panen di wilayahnya sangat kurang yang disebabkan oleh hama tanaman. Oleh karena itu, Duke perlu menambah stock bahan pangannya untuk memenuhi kebutuhan di wilayahnya


"Apa ini masalahnya kita hanya makan daging". Tetua Guo yang baru datang langsung mengejek menantunya.


Duke yang mengetahui kedatangan mertuanya seketika berubah masam raut mukanya.


"Ehh, apa kau tidak menyukaiku kedatanganku".


"Tidak ayah..ehh Tetua. Aku hanya terkejut Tetua Guo berkunjung kemari".


Sebenarnya Duke sudah mengumpatnya sedari tadi. "Baru datang sudah nyari masalah, sebenarnya apa maumu pak tua".


"Aku dengar dari Viana, kau akan mengadakan pembelian bahan pangan dalam jumlah banyak. Benarkah ?"


"Seperti yang dikatakannya... 2 tahun gagal panen membuat stock pangan kerajaan menipis. Kami terpaksa membelinya dari luar kerajaan".


"Hmm, apakah sudah dilakukan penelitian penyebab gagal panen". Tetua Guo bertanya penasaran.

__ADS_1


Duke yang mendengar pertanyaan mertuanya bingung untuk apa dia mempertanyakan hal seperti itu. Sejak kapan mertua kesayangannya memikirkan mengenai kepentingan kerajaan. Seperti minyak yang ingin menyatu dengan air, sulit dipercaya.


"Kawanan hama menyerang persawahan dan perkebunan yang mengakibatkan tanaman menjadi busuk". Jawab Duke dengan tak acuh.


"Kawanan hama". "Mata mata". "Sepertinya ada konspirasi disini". Gumam Tetua Guo dalam hatinya.


"Maaf tuan, rombongan pedagang sudah menunggu di ruang penjamuan". Lapor salah satu pelayan.


Tetua Guo yang masih ingin mencari tahu lebih banyak mengurungkan niatnya.


"Kalau Tetua tidak ada lagi yang dibicarakan, saya undur diri untuk menemui tamu".


"Aku ikut bersamamu". Tetua Guo merasa ada yang aneh dengan rangkaian kejadiannya, dia merasa tertarik.


"Ehh,,,tentu Tetua. Silahkan". Duke yang tidak ingin ambil pusing mengijinkan mertuanya untuk ikut menemui rekan bisnisnya, dia kemudian memerintahkan pelayan untuk kembali.


"Katakan kepada mereka untuk menunggu sebentar".


"Maaf menunggu lama". Duke bersama mertuanya menyapa tamunya di ruang penjamuan.


"Tidak ada masalah sama sekali. Ehm, terima kasih karena Duke telah menerima proposal kami".


"Menurut Duke Gaia, Tuan Wang memang memiliki reputasi yang baik. Jadi tidak ada alasan untuk menolaknya".


"Duke terlalu berlebihan". Jawab Wang dengan mengangkat kepalanya tinggi tinggi.


"Kalau begitu, bisakah kita mulai bisnisnya. Tapi sebelumnya perkenalkan beliau Tetua Guo".


"Apakah beliau Tetuo Guo yang ternama. Ehm, maafkan kami karena tidak mengenali anda".


"Tidak ada masalah sama sekali". Tetua Guo mengulangi kalimat Wang dan melanjutkan. "Senang bertemu dengan anda Tuan Wang".


"Begini Tuan Wang, kami berencana untuk menambah jumlah pasokan dari pembicaraan sebelumnya".

__ADS_1


"Kira kira berapa banyak tambahan yang Duke butuhkan. Terus terang saja, barang sedang langka dan permintaan sedang naik".


"Kami ingin menambah 100 kwintal gandum kualitas sedang dan 50 kwintal jagung".


Wang kemudian meminta ke akuntannya untuk menghitung persedian barang. Sementara akuntan menghitung stocknya, Wang menyodorkan surat perjanjian pengadaan bahan pangannya.


"Mohon Duke mempelajari surat perjanjian terlebih dulu".


Duke yang telah menerima draft perjanjian dari Wang kemudian mempelajarinya. Tetua Guo yang melihat menantunya sedang mempelajari surat perjanjiannya, mencoba menyelidiki keterkaitan konspirasi yang sedang terjadi.


"Apakah Tuan Wang juga memasok bahan pangan ke wilayah Duke lainnya".


"Ahh, hanya sebagian kecil saja Tetua. Modal kami tidak cukup besar. Dan juga pasar kami cukup jauh".


"Pasar yang jauh. Kalau boleh tahu dimana Tuan Wang mengambil pasokan".


Wang yang mendengar pertanyaan Tetua Guo, sudut bibirnya berkedut. Hal itu merupakan rahasia perusahaannya, tidak mungkin dia mengungkapkannya kepada sembarang orang.


Mencoba berpikir positif, Wang beranggapan bahwa pedagang dan pendekar memiliki pemikiran yang berbeda. Pendekar yang taunya bertarung tentu saja tidak memikirkan untung rugi materiil. Wajar untuknya jika bertanya demikian.


Wang juga berpikiran bahwa Duke dan Tetua Guo adalah konsumen terakhir. Mereka tidak mungkin berpikiran untuk bersaing dengannya sebagai pedagang. Apalagi ini pasarnya jauh, lebih tidak mungkin mereka mengerahkan pasukan hanya untuk membeli bahan makanan. Tidak ada sejarahnya sejak dulu.


Menghela nafas panjang, Wang memberikan jawabannya kepada Tetua Guo. "Kami mengambilnya di daerah Merenda".


"Merenda". Mendengar kata merenda Tetua Guo langsung mengerti konspirasi yang sedang terjadi.


Karena bukan hal yang darurat dan genting, Tetua Guo berniat melupakannya. Dia hanya akan memberikan peringatan kepada menantunya saja.


Akuntan yang telah selesai menghitung stock siap memberikan jawabannya. Dia membutuhkan sedikit waktu untuk memastikan stock yang dimiliki olehnya dan rekan bisnisnya yang lain bisa terbagi kepada semua kliennya. Duke juga telah selesai membaca draft perjanjiannya.


"Baiklah, aku tidak ada masalah dengan perjanjiannya". Duke memulai dengan menerima draft perjanjiannya.


"Terima kasih atas kepercayaan Duke kepada kami. Ehm, akuntan saya juga sudah selesai dengan perhitungannya".

__ADS_1


__ADS_2