Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
39. Membuat Prototype


__ADS_3

"Coba kau kenakan kacamata ini Neil".


Neil yang diberikan sebuah kacamata mana oleh Juan menerima dan mengenakannya. Yosh kemudian menjelaskan fungsi dari kacamata buatannya.


"Ini adalah kacamata yang berguna untuk melihat tingkatan mana seseorang. Semakin terang cahaya yang kau lihat dari seseorang, semakin besar tingkatan level sihirnya".


Neil yang baru mengenakan kacamata buatan Yosh langsung dibuat silau oleh pancaran cahaya dari Master Yosh dan Master Kepala.


"Bagaimana cara mematikannya ?"


"Aku membuat tombol manual disini. Kau tinggal menekannya untuk mematikannya". Neil kemudian menekan tombol off untuk mematikan fungsinya.


"Disampingnya adalah tombol untuk menghidupkan fungsinya". Yosh melanjutkan penjelasannya.


"Bagaimana pendapatmu Neil ?" Juan menanyakan kemampuan kacamata huatan Yosh.


"Cahaya master kepala terlalu menyilaukan".


Juan yang mendengar pujian dari Neil mengangkat tinggi kepalanya. Dia kemudian berujar. "Itu akan membantumu mengenali musuhmu. Hindari berhadapan dengan musuh yang berada ditingkatan level tinggi".


"Tapi bagaimana aku mengetahui tingkatan level mereka master, apakah memungkinkan untuk tertulis saja di kacamata ini".


Yosh yang mendengar pertanyaan tidak masuk akal dari Neil mengedutkan sudut bibirnya. "Itu tidak mungkin, kau harus membiasakan mencermatinya agar dapat mengetahui tingakatan level sesorang. Kau harus membuat patokan dasar intensitas cahayanya".


"Baiklah, mulai sekarang kau harus selalu memakainya dan cermati intensitasnya Neil, apakah kau mengerti". Juan menekankan kepada Neil.


"Baik master kepala. Tapi apakah bentuk kecamata ini bisa dibuat sesuai keinginanku. Ini sedikit kurang nyaman dipakai".


Neil sebenarnya merasa malu mengenakan kacamata dengan bentuk seperti itu. Kacamatanya terbuat dari 2 buah lensa berbentuk bulat yang diikat dengan karet hitam. Seperti kacamata kuda di dunia sebelumnya.


"Kalau bentuk kita bisa menyesuaikannya. Kau bisa memberikan gambarnya padaku".


Neil yang mendengar jawaban positif dari Master Yosh nampak senang. Melihat ke berbagai alat sihir lainnya Neil memiliki banyak rencana.

__ADS_1


"Ehmm, apakah untuk alat sihir lainnya juga bisa disesuaikan dan bisa dibuat master ?"


Kembali mendengar pertanyaan dari Neil, Yosh kemudian melirik ke arah Juan untuk meminta persetujuannya.


"Berikan apapun yang dia butuhkan". Juan memberikan jawaban tegas kepada Yosh.


Neil adalah penyumbang dana tunggal majunya laboratorium sihir akademi. Sudah sepantasnya dia mendapat manfaat utama dari hasil laboratorium sihirnya.


Yosh mendengar pernyataan Juan kemudiam memgangguk dan menjawab pertanyaan Neil. "Kami akan berusaha membuatkan alat sihir itu nak Neil. Tapi kami membutuhkan prototypenya. Apakah nak Neil bisa membuat prototypenya".


"Tentu. Aku akan memberikan prototypenya dalam 3 hari lagi".


"Baiklah. 3 hari lagi temui aku di laboratorium. Ini adalah tanda masuk ke laboratorium sihir, kau harus membawanya untuk menemuiku".


"Baik master. Terima kasih atas bantuannya".


"Tidak masalah. Itu sudah menjadi tugasku".


"Ehmm, satu lagi master".


"Aku hanya ingin prototypeku dibuat untukku saja. Apakah itu tidak mengapa master ?"


"Jika itu adalah keinginan nak Neil, tentu, kami hanya akan membuatnya hanya untuk nak Neil".


Neil yang mendapatkan jawabannya melebarkan senyumnya. Dia tentu tidak ingin orang lain juga memakai atribut yang sama dengannya. Neil ingin memiliki merk dagangnya sendiri. Neil juga ingin membuat sesuatu yang berbahaya, akan gawat jika buatannya digunakan oleh kalangan umum. Setidaknya itulah yang dipikirkan oleh Neil.


"Jika tidak ada lagi, saya mohon undur diri untuk melanjutkan pekerjaan saya". Yosh undur diri untuk melakukan hal lainnya.


"Bagaimana Neil, apakah ada lagi yang kau butuhkan ?" Juan bertanya pada Neil.


"Tidak ada master kepala, tidak ada Master Yosh. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya".


"Baiklah, kalau begitu saya undur diri dahulu. Sampai jumpa 3 hari lagi nak Neil".

__ADS_1


Yosh meninggalkan ruangan master kepala kemudian dengan membawa kembali peralatan sihir di kopernya. Sementara Neil yang sudah cengar cengir sendiri dengan ide gilanya. Juan yang melihatnya tidak bisa tidak bertanya.


"Sebenarnya apa yang kau ingin buat Neil. Bukankah alat sihir itu sudah bagus dan berguna untukmu ?"


"Ehm, benar master kepala. Itu memang berguna sekali untuknya. Aku hanya ingin membuatnya terlihat lebih keren. Untuk kacamata, bukankah bentuknya terlalu aneh untuk dipakai. Kemudian sepatu terbang itu sulit untuk dikontrol. Dan peralatan sihir lainnya bukankah sulit untuk dibawa".


"Jadi, kau ingin membuat seperti apa ?" Juan dibuat penasaran oleh Neil.


"Aku hanya ingin membuat alat alat sihir lainnya tersimpan di dalam set alat sihir utama. Dan pastinya lebih keren saat dikenakan".


Juan yang mendengar jawaban Neil menjadi tertarik. Dia bergumam di dalam hatinya. "Jika itu benar benar bisa terlihat keren, aku juga ingin memilikinya. Ya walaupun itu tidak berguna sama sekali".


"Lakukan apa yang kau suka. Hanya saja, jangan membuat masalah dengan laboratorium sihirnya. Apa kau mengerti ?"


"Baik master kepala".


"Kau bisa kembali dan membuat prototypenya".


"Terima kasih master kepala".


Setelah kembali ke kamarnya, Neil langsung mencari pena dan kertas pemberian Lian. Dia ingin membuat berbagai macam alat sihir.


"Yang pertama kacamata. Aku aku akan mendesainnya seperti kacamata di bumi. Padahal dulu aku sangat anti melihat orang memakai kacamata. Tidak disangka sekarang aku yang akan memakainya".


"Yang kedua sepatu terbang. Hmm, daripada sepatu terbang, bukankah skateboard lebih mudah dikontrol dan itu pastinya lebih keren".


"Selanjutnya senjata. Seperti milik para pemburu kekuatan. Pistol yang dapat diubah menjadi pedang. Ya benar, efisien dan keren".


"Selanjutnya sarung tangan senjata. Ini akan berfungsi untuk menyimpan berbagai macam elemen sihir. Sepertinya sulit dibuat, tapi harus dicoba siapa tahu bisa, hehehehe". Neil sudah cengar cengir sendiri dengan idenya.


"Kemudian untuk kostum sepertinya tidak perlu. Aku sudah mempunyai jubah yang sangat berguna. Ehmm, mungkin perlu sedikit corak baru".


"Terakhir untuk pertarungan jarak jauh. Walaupun sudah ada pistol, tapi aku memerlukan senjata lainnya. Apa ya..."

__ADS_1


Neil berpikir keras untuk senjata terakhirnya. Dia memikirkan senjata yang efektif tapi mudah dibawa. Selama berjam jam Neil memilih dari berbagai macam senjata yang sudah di inventaris sebelumnya. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk memilih belati terbang.


Setelah selesai menentukan jenis alat sihir yang sesuai, Neil kemudian membuat prototypenya satu persatu dengan gambar yang detail. Dia membuat desain semudah yang dia bisa.


__ADS_2