
Setelah keluar dari menara sihir benua selatan, mereka bertiga bergerak ke arah barat dimana bukit bulan berada.
"Apakah tidak sebaiknya kita mencari informasi terlebih dulu". Seru Yuwe memecahkan keheningan.
"Kita akan menemukannya sambil bergerak". Balas Geiz
"Bagaimana kita akan menemukan informasi kalau bergerak secepat ini !".
Geiz yang sudah tidak sabar, membawa terbang Neil dengan kecepatan tinggi yang diikuti oleh Yuwe di belakang.
"Diam dan ikuti saja".
"Kau ini. Lihatlah, ini sudah mau malam, sebaiknya kita cari penginapan".
"Inilah sebabnya aku tidak ingin membawa perempuan. Benar benar merepotkan". Seru Geiz di dalam hatinya.
"Kalau kau terus berbicara, aku pastikan akan meninggalkanmu". Balas Geiz dengan tak acuh.
"Coba saja kalau berani. Apa kau lupa kalau aku yang memegang rekomendasinya".
Geiz yang lupa tentang rekomendasi yang diberikan oleh Don kepada Juan kemudian terdiam. Sedikit kesal karena dia harus sedikit bergantung pada Yuwe.
Rekomendasi Don adalah kompensasi yang diminta oleh Juan saat menawar biaya perjalanan. Rekomendasi itu memberikan akses mudah ke bukit bulan yang mana masih dalam wilayah kekuasaan Raja Arta.
Geiz yang telah mendapatkan token masuk ke bukit bulan dari Juan membutuhkan rekemondasi untuk mempermudah aksesnya. Tanpa rekomendasi, Geiz masih dapat masuk ke bukit bulan, tapi dengan jalan memutar yang terjal dan berbahaya.
"Berikan rekomendasinya !" Geiz berhenti bergerak dan meminta rekomendasi dari tangan Yuwe.
"Apa kau mengancamku ?".
Geiz yang sudah mengepalkan tangannya di sudutkan dengan ocehan Neil yang sedang bergelayut di punggungnya.
"Maaf master, bukankah berdebat hanya memperlama saja. Master Yuwe benar, kita sebaiknya mencari penginapan untuk membahas strategi. Aku tahu master sudah saat ingin kesana, tapi .." Belum selesai Neil menyelesaikan kata katanya, Geiz sudah menyelanya.
"Baiklah... Kau lebih tahu tempat ini dariku Yuwe, kau didepan". Geiz mengalah, walau bagaimanapun dia membutuhkan mereka berdua untuk membantunya. Dia juga sadar tidak mudah mengalahkan Yuwe jika ingin merebut surat rekomendasi melalui pertarungan. Itu malah akan memperlamanya.
"Begitu lebih baik... ikuti aku". Yuwe bergerak memimpin perjalanan. Yuwe sedikit mengubah haluannya.
Sampai disebuah perkampungan, mereka bertiga turun mencari penginapan. Dengan mengenakan jubah hitam putih mereka sampai disana sebelum gelap.
"Ini adalah perkampungan terdekat dari tempat tadi. Aku tahu penginapan yang bagus".
Neil yang sudah menapakkan kakinya ditanah kemudian berjalan mendekati Yuwe. Dia sedikit penasaran dengan tempat yang baru dilihatnya.
"Dimana perkampungannya master, aku tidak melihat adanya bangunan".
"Perkampungannya berada disebelah sana. Mereka sangat ramah kepada para pengunjung".
__ADS_1
Memasuki perkampungan, Neil dibuat takjub dengan keindahan alamnya. Terlihat sangat indah dan asri. Tidak sia sia dia membujuk gurunya.
"Tempat ini indah sekali master. Lihat air terjunnya".
"Jaga sikapmu. Jangan berlebihan". Geiz meminta Neil untuk menjaga sikapnya.
Sepanjang berjalan Neil menemuinya banyak penduduk kampung. Dia melihat pemandangan kampung seperti dalam film film kolosal jaman dulu. Rumah dari kayu dan tidak ada jalan beton ataupun aspalt.
"Aku kira akan menemukan sebuah suku dengan pakaiannya yang unik". Lamun Neil yang ternyata penduduk dikampung sama saja dengan orang orang yang pernah dilihatnya. Pakaian dan cara mereka berdandan sama saja.
Menemukan penginapan, mereka memesan 2 kamar. 1 kamar untuk Yuwe dan 1 kamar untuk Neil dan Geiz. Sebenarnya Geiz sudah menawarkan Neil untuk memesan kamar sendiri, tapi dia menolaknya.
Dikamarnya, Neil berusaha menenangkan gurunya yang sedikit gelisah. "Sepertinya master sedikit gelisah".
"Tidak, aku hanya memikirkan sesuatu".
"Apa itu master, apa master masih memikirkan surat yang dipegang Master Yuwe ?"
"Tidak, bukan itu yang aku pikirkan".
"Lalu..."
"Masih belum terlambat, kembalilah bersama Master Yuwe !" Geiz memberikan penekanan pada kata katanya.
"Kembali.. tidak mungkin master. Kalau bukan karena pertolongan master dan Master Ren, waktu itu aku pasti sudah mati.. Jadi, biarkan aku sedikit membalas kebaikan master".
Neil yang mendengar kata kata Geiz merasa sedikit kesal. Dia kemudian berujar. "Bukankah sebelumnya kita sudah berjanji akan berangkat dan pulang bersama master. Apakah master sudah melupakannya ?"
Geiz merasa bimbang dengan hati dan pikirannya yang tidak ballance. Hatinya membenarkan kata kata Neil, tapi pikirannya memikirkan bahaya yang mungkin menimpanya. Merasa lelah Geiz mengakhiri percakapannya.
"Sudahlah. Segera istirahat, karena besok kita akan segera berangkat".
Geiz membaringkan tubuhnya ke ranjang, sementara Neil yang duduk masih memikirkan tentang ucapan gurunya. Mengenai apa maksud dari perkataan gurunya barusan.
Malampun telah berganti. Neil yang sudah bangun bergegas untuk mandi mengingat kamarnya dilengkapi dengan kamar mandi. Lagi enak enaknya mandi, Neil mendengar suara ketukan pintu. "Siapa yang pagi pagi begini ketuk ketuk pintu. Mengganggu kenikmatan saja... sebentar".
Setelah mengenakan pakaiannya, Neil kemudian membuka pintu kamarnya. "Kriieet...".
"Ehh, Master Yuwe... apakah sudah waktunya makan ?"
"Makan saja di kepalamu. Apakah Master Geiz di dalam".
"Ehh master". Neil melihat ke dalam kamarnya kembali. Tidak mendapatinya gurunya dia kemudan berujar. "Aku belum melihatnya dari tadi. Mungkin master ada urusan sebentar".
"Aku kehilangan suratnya". Yuwe memberitahu bahwa surat rekomendasinya telah dicuri.
"Bagaimana bisa hilang master. Mungkin master yang lupa menaruhnya".
__ADS_1
"Tidak, suratnya dicuri !"
"Dicuri... siapa yang mencurinya master ?"
"Untuk itulah aku kemari".
Neil yang baru mengetahui maksud perkataan Yuwe tidak mempercayainya. Sambil menggelengkan kepalanya, dia bergumam. "Tidak.. tidak mungkin master melakukannya. Aku akan mencarinya".
"Aku sudah mencarinya dari tadi. Aku sudah tidak bisa merasakan kehadirannya lagi".
"Aku akan mencarinya lagi". Neil melangkahkan kakinya hendak mencari Geiz.
"Hentikan. Percuma saja kau mencarinya. Dia sudah jauh".
"Kalau begitu kita harus mengejarnya". Neil memaksa pergi.
"Tidak perlu. Dia pasti akan menunggu kita".
"Apa maksud master ?"
"Itu karena dia membawa surat rekomendasi palsu". Yuwe menjawabnya dengan tak acuh.
"Palsu.. lalu.."
'Sebenarnya ini sudah diprediksi oleh master kepala".
"Master kepala sudah mengetahuinya sejak awal". Neil yang merasa sudah mengetahui banyak tentang gurunya ternyata salah. Kebersamaannya selama puluhan tahun di domain sihir, masih kalah dengan hubungan yang dibangun oleh Geiz sejak kecil dengan Juan.
"Tapi kita harus tetap mengejarnya".
"Kita akan mengejarnya, tapi tidak usah terburu buru. Lebih baik kita mencari informasi terlebih dahulu".
"Tapi bagaimana dengan master".
"Tenanglah. Mereka pasti akan menahan Master Geiz dengan baik".
"Apa maksud master ?"
"Surat yang dibawa oleh Master Geiz adalah permintaan untuk menahannya sampai kita sampai disana"
"Benarkah.. " Neil yang mendengar jawaban dari Yuwe merasa sedikit tenang.
"Lebih baik kita mencari informasi terlebih dulu".
"Baik master".
Neil dan Yuwe pergi mencari informasi mengenai keadaan bukit sihir akhir akhir ini. Walaupun dibuku sudah dijelaskan. Tetap saja mengetahui informasi terbaru itu lebih menguntungkan.
__ADS_1