Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
22. Berlatih IV


__ADS_3

"Apa kau melihatku sedang bercanda. Cepat lari". Geiz menggunakan sihir pengendali raga untuk mengatur Neil.


"Ehh ehh, kenapa kakiku lari sendiri".


Neil dipaksa berlari 5 jam sebelum Neil kembali ketempatnya. Tubuhnya roboh seketika. Nafasnya naik turun. Neil benar benar merasakan mati rasa ditubuhnya.


Tapi efek pil gizi mampu mempertahankan kondisinya sehingga Neil tidak sampai pingsan. Setelah dirasa cukup istirahat, Geiz kembali memaksa Neil untuk latihan menguatkan otot dengan mengangkat, mendorong dan menarik beban.


Melakukannya, Neil sempat menangis tapi dipicu semangatnya kembali oleh Geiz.


Itulah latihan Neil untuk menembus Level Body I yang telah disiapkan oleh Geiz. Neil menjalaninya setiap hari dengan peningkatan intensitas. Neil merasa tubuhnya dipaksa bekerja diatas batasannya.


Beruntung ada pil gizi yang membantu mempertahankan kondisi tubuhnya, sehingga tubuhnya tidak rusak atau penuh otot.


Awalnya Neil ngoceh terus ingin keluar dan berhenti berlatih, tapi Geiz membohonginya bahwa pintu keluar tidak bisa dibuka sebelum 7 tahun. Neil juga kurang tidur karena dia hanya mendapat jatah istirahat 3 jam setiap harinya.


Setelah beberapa tahun berlatih Neil sudah mulai terbiasa dan dapat mengikuti irama latihannya. Selain bantuan pil gizi, setiap malam tanpa Neil sadari Geiz menyalurkan mana ketubuhnya. Walaupun tubuh Neil tidak dapat menyerap mana, tapi tubuhnya dapat menerima mana.


Sekarang kecepatan lari dan kekuatannya sudah naik berkali lipat. Dia juga sudah tidak lagi mengomel minta pulang. Sebagai test latihan, Geiz juga terkadang menciptakan beast berlevel dari sihirnya untuk bertarung dengan Neil.


Jika sekarang Neil berada dibumi, binatang binatang liar yang ditakutinya dulu pasti ketakutan saat melihat auranya.


Peningkatan panca inderanya juga sudah sinkron dengan tubuhnya, kepekaannya yang dulu terasa mengganggu, sekarang malah sangat membantu.


"Maaf master, bukankah sekarang sudah lebih dari 7 tahun. Bukankah seharusnya kita sudah keluar".


Neil benar benar menghitung hari demi hari latihan nerakanya. Dia bahkan tidak sempat membaca buku buku yang dibawanya.


"Ehh, sepertinya aku lupa mengatakannya, kalo waktu 1 tahun di dunia sama dengan waktu 10 tahun disini".

__ADS_1


Geiz mengatakannya dengan ekspresi datarnya seakan akan bukan sesuatu yang penting.


"APA.. apa maksud master kita akan disini selama 70 tahun".


"Tepat sekali".


Neil tidak bisa tidak menjatuhkan rahangnya. Matanya melotot seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Bagaimana mungkin ada hal yang seperti itu. Bukankah aku sudah sangat tua saat itu. Membayangkannya saja membuatnya ngeri". Gumam Neil yang masih bisa didengar oleh Geiz.


"Master, 70 tahun lagi bukankah kita sudah menjadi kakek kakek". Ujar Neil yang tidak tahu bahwa usia di dunia barunya untuk seorang manusia bisa sampai ribuan tahun.


"Ehh, apa kau ingin lari dari latihan".


"Aku tidak sedang bercanda master. 70 tahun lagi kita sudah kakek kakek. Master yang jangan bercanda".


Mendekatkan wajahnya ke Neil,Geiz berujar. "Apakah kau melihatnya aku sedang bercanda".


"Bukan..kah usia manusia..hanya di batasan se..ratus tahun, mmaster".


Masih menatap Neil dengan tajam, Geiz teringat bahwa Neil berasal dari tempat yang berbeda. Sepertinya kali ini dia perlu mendengarkan informasi lebih jauh dari Neil.


"Lanjutkan".


"Ehhm, jika usiaku sekarang 20 tahun ditambah 70 tahun kedapan, maka usiaku menjadi 90 tahun. Bukankah biasanya juga di usia 60 - 70 tahunan manusia sudah banyak yang mati".


"Aku bahkan tidak yakin diusia berapa aku akan ma..ti.." Jelas Neil lebih lanjut setelah diizinkan oleh gurunya.


"Coba lihat tubuhmu, apakah selama 7 tahun ini kau bertambah tua". Geiz memperhatikan tubuh Neil yang terlihat sama seperti 7 tahun yang lalu.

__ADS_1


Neil kemudian melihat dan meraba raba tubuhnya sendiri. Dia masih merasakan kulitnya yang masih segar, tulangnya masih kuat dan ototnya yang kencang. Neil bahkan merasa lebih tegap dan berisi.


"Benar master, tubuhku bahkan lebih baik, segar dan kuat.. tapi apakah jiwaku juga seperti itu ?" Balas Neil yang masih percaya kalau usia manusia itu terbatas.


Itu adalah hal yang mutlak di jamannya saat berada dibumi, usia 120 tahun adalah usia tertua yang diketahuinya.


"Jiwa.."


Mendengar kata jiwa Geiz merasa tertekan.


Apalagi dia juga tidak melihat tanda tanda kebohongan diucapan muridnya. Jika yang dikatakan Neil benar, bukankah rencana yang telah dibuatnya bisa berantakan.


Bagaimana kalu Neil mati lebih dulu, baaimana kalau Neil sudah menjadi kakek kakek yang rapuh dan berbagai pemikiran yang menekan pikirannya.


"Aku benar benar melupakan tentang hal itu."


"Pil penguat jiwa...seharusnya aku juga memesannya". Menutup mukanya, Geiz nampak frustasi.


"Apa kau tidak apa apa master. Bukankah seharusnya aku yang tertekan. Mungkin aku akan kehilangan kesempatan bertemu dengan mereka". Neil mencoba menghibur Geiz yang sedang uring uringan.


Menarik nafas panjang, Geiz berpikir positif bahwa masih ada jalan keluar. Tidak mungkin untuk meringkas latihan, salah satu jalan adalah dia harus memdapatkan Pil Penguat Jiwa.


"Apa kau tidak ingin belajar lagi, sehari ini aku membebaskanmu dari latihan".


"Ehh, benarkah master".


"Kalau tidak mau, kita bisa berlatih sekarang".


"Ehh.. terima kasih master".

__ADS_1


Tidak ingin kehilangan hari libur dan nendapatkan waktu istirahat, Neil mengucapkan terima kasih dan bergegas kembali ke tendanya sebelum pikiran gurunya berubah.


Sementara Geiz menghilang dari lokasinya dan mencoba menghubungi penjaga domain sihir melalui tokennya.


__ADS_2