
Level Body terdiri atas 4 tingkatan level, yaitu Level Body I sampai dengan Level IV.
Berikut tingkatan Level Body di dunia barunya Neil.
LEVEL I : Di level ini tubuh sudah berada di atas batas kekuatan manusia biasa. Gerakan secepat Cita dan Kekuatannya sekuat Gorilla.
LEVEL II : Di level ini tubuh dapat menahan panas dan dingin yang ekstrem.
LEVEL III : Di level ini tubuh dapat mengumpulkan energinya di suatu area dan menjadikannya sekuat berlian.
LEVEL IV : Di level ini tubuh dapat mengalirkan energinya di udara, sehingga dapat menyerang musuh tanpa menyentuhnya.
"Jika sudah tidak ada, saya mohon undur diri Master Kepala".
"Ehh, silahkan".
Juan yang tidak mengira jawaban Geiz hanya dapat menarik nafas panjang.
"Sudahlah, kita tunggu saja hasilnya".
Keesokan harinya Nei yang sudah sangat lemas karena 2 sate burungnya harus merangkak untuk membuka pintu.
Lian yang pagi pagi buta sudah mengunjunginya khawatir dengan kondisi Neil. Dan ternyata benar, saat pintu dibuka Neil sedang tersandar lemas didinding.
"Apa kau-tidak apa apa ?". Lian bertanya seolah olah dia tidak tahu.
"Ehh, sebenarnya apa yang kumakan kemarin ?"
Dengan masih menggunakan bahasa tubuhnya, Neil kali ini harus bertanya demi masa depannya kelak.
"Itu hanya-sate-penambah-vitalias,-tidak bahaya".
Dengan ekspresi datar dan gerakan tubuhnya Lian menyampaikannya seolah olah itu hal biasa.
"A..apa..penambah vita..litas".
Neil yang baru tahu kalo sate yang dimakannya adalah penambah vitalitas menjatuhkan rahangnya.
__ADS_1
Pantas saja adiknya tidak mau tidur berjam jam. Setelah sekitar setengah jam Neil membaca buku, tubuhnya perlahan menjadi panas dan adiknya terbangun dari tidur panjangnya.
Tidak ada teman bermain, Neil melampiaskannya sendiri dikamar mandi berkali kali. Baru sampai tengah malam, Neil merasa sedikit lega karena panasnya perlahan berkurang.
Dia terkapar lemas dikasurnya setelah olahraga siang dan malam. Dan sampai pagi efeknya baru benar hilang. Neil yang tidak dapat tidur dengan mata pandanya terpaksa membuka pintu dengan merangkak setelah mendengar ketukan pintu dari Lian.
"Minum ini".
Lian memberikan sebotol kecil ramuan pemulih kepada Neil. Neil tanpa ragu meminumnya. Dan setelah beberapa saat, Neil merasakan kondisi tubuhnya pulih kembali. Rasa ngantuk yang dideritanya pun hilang seketika.
"Makanan dan minuman disini benar benar aneh, aku harus berhati hati setelahnya". Gumam Neil dalam hatinya.
"Tidak bisakah kau mengatakannya terlebih dulu padaku". Neil mengajukan protes dengan gerakan f*cknya.
Tidak dapat menahan tawanya, Lian kemudian berbalik dan tertawa dalam diam dan mengumpat Neil di hatinya.
"Sebelum kau merepotkanku, bukankah tidak masalah membuatku sedikit senang".
Setelah puas, Lian berbalik kembali menatap Neil da mengajaknya belajar cerdas kembali.
Selama sebulan ini, Neil hanya belajar bahasa saja dengan Lian. Kini dia sudah dapat berinterkasi dengan bahasa barunya walaupun masih sedikit terbata bata. Dia juga sudah mengenal huruf dan angka, tapi dia masih kesulitan untuk menulis.
Mendengar dari Lian bahwa Neil sudah bisa diajak bicara, Geiz menemui mereka dikamarnya untuk membahas latihan Neil.
Merasa bersalah karena 1 bulan tidak menemui mereka sebab sibuk dengan perencanaan laboratorium alat sihir, Geiz menghirup nafas panjang sebelum mengetuk pintu.
Tok tok tok...
Neil dan Geiz yang mendengar ketukan pintu menghentikan belajarnya. Neil kemudian bergegas membuka pintu kamarnya.
"Sebentar".
"Eh, Master Geiz. Silahkan masuk".
"Sedang belajar.. maaf mengganggu".
"Tidak koh Master. Kita sudah selesai. Silahkan duduk master".
__ADS_1
Lian yang melihat kedatangan Geiz menyibir.
"Ehhm, aku kira master sudah melupakan kami".
Mendengar cibiran dari Lian, sudut bibir Geiz berkedut.
"Akademi sedang mengembangkan laboratorium, jam kerja guru bertambah".
"Ngomong ngomong kau terlihat lebih perkasa Neil".
Mengalihkan pembicaraan Geiz mengomentari perubahan aura Neil sebelum mengutarakan maksudnya.
Padahal Neil sudah lupa olahraga siang malam sebulan lalu, sekarang malah di ingatkan kembali. Menghela nafas panjang Neil berujar.
"Ehmm, berat badan dan tinggi badanku masih sama Master".
"Apakah seminggu lagi cukup untuk belajarnya ?"
"Seminggu !". Lian yang cemberut langsung berbinar.
Tugasnya yang dia kira sekitar pada awalnya 1 tahun, kemudian 6 bulan dan terakhir berpikir akan selesai dalam 3 bulan sekarang dapat selesai seminggu lagi.
"Berhitung.. seminggu ini akan kuajarkan berhitung.. kupikir selanjutnya Neil bisa belajar sendiri.. Aku akan menyiapkan banyak buku". Lian mulai memikirkan rencananya.
Ternyata tidak hanya Lian yang senang, Neil juga senang karena dia sudah cukup bosan dengan belajar makan belajar makan terus.
"Apakah setelah selesai belajar aku bisa keluar untuk jalan jalan Master ?".
"Jalan jalan, tidak... Setelah itu kau harus berlatih. Kau harus berlatih agar bisa menjaga diri". Geiz menyampaikan niatnya.
Neil yang merasa dirinya lemah sadar diri bahwa dia tidak bisa bermalas malasan. Agar dapat mencari keberadaan Ken dan Deila, dia harus kuat terlebih dahulu. Setidaknya jika bertemu dengan beast seperti sebelumnya dia bisa melawan atau melarikan diri.
"Apakah aku akan berlatih terbang dan menghilang". Neil bertanya dengan antusias karena dia sangat ingin bisa terbang dan menghilang setelah dia tahu di dunia barunya terdapat sihir yang aktif.
Melihat antusiasme Neil, Geiz lantas berujar "kurang lebih seperti itu.. tapi semua itu tidak mudah.. butuh kerja keras dan waktu".
"Untuk masa depanku yang lebih baik, aku siap berlatih Master". Neil sudah berkhayal dia bisa terbang dan menghilang. Geiz lalu memandang Lian dan mencoba bertransaksi dengannya.
__ADS_1
" Apa kau bisa menyediakan banyak pil gizi dalam seminggu Lian ?"