
"Mari kita lihat sebentar".
Eillias menciptakan sebuah bola hitam sebesar bola kasti dengan sebuah mata yang kemudian terbang menuju ke area pertarungan.
Dengan sihirnya dia membuat proyeksi video didepannya seperti apa yang mata bola hitam lihat.
Terus bergerak, akhirnya terlihatlah pertarungan antara pria berjubah hitam dan pria berjubah hitam.
"Jubah hitam dengan motif bunga darah, dan seorang pria berjubah dari organisasi sihir.
Pantas saja tingkat kerusakannya sangat berat, jadi seperti inilah pertempuran sihir hitam dan sihir putih. Tidak peduli sihir hitam atau sihir putih, jika bertemu hanya berakhir dengan kerusakan". Celoteh Eillias.
"Cih, apa hanya itu kemampuan seorang petinggi organisasi sihir". Juan Chu mendapatkan ejekan dari musuhnya Chen Tian, anak dari ketua organisasi kegelapan Die Tian.
"Pertarungan yang sebenarnya baru dimulai". Dengan tersenyum senang nampaknya Juan sangat menikmati pertarungannya.
Juan melepas jubahnya, rambut panjangnya yang berwarna perak dan bola matanya yang berwarna merah meningkatkan kharismanya. Otot otot tubuhnya juga terlihat sangat terlatih.
"Curse of Dragon". Dengan satu katanya, mata Juan yang tadinya merah berubah menjadi merah bata dengan pupil yang lebih menyempit.
Sebuah garis merah darah muncul disekujur tubuhnya yang berpusat pada kedua matanya. Level dan auranya meningkat 3x lipat. Api yang membakar hutan seketika padam terkena aura yang dipancarkan oleh Juan.
Chen Tian yang merasakan tekanan hebat dari Juan Chu mengeluarkan seteguk darah segar dari mulutnya. Dia sudah tidak bisa menyerah apalagi melarikan diri. Dengan kondisinya saat ini, dia pasti akan mati.
Dengan tertawa terbahak bahak dia lantas mengambil sebuah pil berwarna darah dari sakunya dan kemudian menelannya.
"Kejutan yang luar biasa. Aku tidak menyangka. Kalau begitu terpaksa aku harus menggunakannya".
Seketika otot otot tubuh Chen Tian membesar. Mukanya yang tampan berubah mengerikan. Daging dan kulitnya mengeras berwarna hitam. Kuku kuku panjang dan tajam keluar dari jari jemarinya. Jubah yang dikenakan robek disana sini.
Kini Chen Tian sudah tidak berwujud seperti manusia lagi, dia nampak seperti monster yang haus darah. Pil yang Chen Tian telan adalah Pil Darah Monster. Siapapun yang menelannya akan berubah menjadi seperti monster.
Pil yang Chen Tian telan sebenarnya belum stabil, wujud dan kekuatannya memang seperti monster, tapi dia tidak dapat mengendalikan pikiran dan nafsunya. Akibatnya, selain kekuatannya, dia bahkan masih lebih buruk daripada monster yang sebenarnya.
Merasakan darah segar didepan matanya, Chen Tian langsung menyerang ke arah Juan Chu.
"Buugh".
__ADS_1
Juan Chu yang sudah menyilangkan kedua tangannya masih terpental menerima pukulan dari monster Chen Tian.
Untuk melawannya Juan lantas mengeluarkan sebuah pedang dari cincin dimensinya. Pedang dengan warna biru kristal bermotif naga itu memancarkan aura membunuh yang sangat pekat.
Menggenggam erat pedangnya, Juan maju menebas monster Chen Tian.
"Slash..."
Tebasan Juan mengenai lengan monster Chen.
"Apa ?".
Tebasan pedang Juan hanya melukai monster Chen, tapi seketika lukanya sembuh dengan dengan cepat.
"Regenerasi yang luar biasa".
Monster Chen kembali menyerang, Juan juga maju menyerangnya. Pedang Juan beradu dengan kuku kuku monster Chen. Tabrakannya saja menimbulkan hempasan angin yang sangat kencang.
"Klang....klang".
Beberapa kali pedang Juan dapat melukai tubuh monster Chen, tapi dengan cepat tubuhnya kembali putih. Bahkan kuku kuku yang sudah berhasil dipatahkan tumbuh kembali.
Mengatur nafasnya kembali, bukannya menyerah dia malah tambah bersemangat.
"Breath Flame" combine "Hurricane".
Dari depan Juan, sebuah badai api menerjang dan membakar monster Chen Tian.
Beberapa menit kemudian
Bau daging bakar". Ucap Juan Chu saat melihat asap mengepul keluar dari tubuh monster Chen.
Master Ren dan Master Geiz yang menonton melalui proyeksi hampir tidak berkedip. Ini merupakan pertarungan terdahsyat yang pernah dilihatnya.
"Rooaarrr..."
Monster Chen Tian yang seluruh tubuhnya terluka sangat marah, langsung menyerang Juan Chu dengan brutal.
__ADS_1
"Klang..."
Kuku kembali beradu dengan pedang.
"Seperti yang kuharapkan".
Juan juga menyerang monster Chen dengam semangat membara. Pukulan dan serangan saling beradu terus menerus. Juan menebas monster Chen tapi berhasil di tangkisnya. Pukulan dan tendangan monster Chen juga berhasil di tangkis oleh Juan.
"Ehh, sepertinya sudah lebih pintar". Gumam Juan saat melihat monster Chen tiba tiba muncul dari bawah dan memukulnya.
Juan pun terpental ke atas dengan cepat. Belum sempat berhenti, monster Chen sudah muncul diatasnya dan memukul Juan. Juan kembali terpental ke bawah menuju tanah.
"Braakkk". Suara dentuman yang keras terdengar.
Bukannya meringis kesakitan, Juan yang terkapar di tanah malah tertawa.
"LAGI !".
Dia bangkit dan bersiap menyerang monster yang berada di atasnya.
"Bagaimana kalau kita bakar bersama".
"Ehh".
Juan yang mendengar suara dari belakang kemudian menoleh. Seorang pria mengenakan jubah hitam bermotif seperti mata muncul dengan seekor harimau disampingnya.
Monster Chen yang melihatnya juga turut menatap Eillias dengan waspada.
"Kau, bukankah.. tidak, untuk apa Raja Kegelapan membantu musuhnya" Ejek Juan.
"Ehh, sejak kapan kita bermusuhan."
Belum sempat Juan merespon, Eillias melanjutkan. "Aku hanya tidak suka dengan wujudnya".
Juan Chu yang mendengar balasan dari Eillias bibirnya berkedut.
"Apakah dia selama ini membunuh orang karena tidak suka dengan rupanya".
__ADS_1
"Jadi bagaimana kalau kita bakar dia bersama. Dan tentu saja kau boleh memakan dagingnya".
Juan Chu yang mendengar provokasi dari Eillias nampak tidak terima dengan perkataannya. Tapi dia juga membutuhkan bantuannya untuk menghabisi monster Chen.