Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
50. Tiba di Benua Selatan


__ADS_3

"Sampaikan pada Don bahwa aku ingin menemuinya". Juan meminta bertemu dengan kepala menara pada penjaga.


"Tunggu sebentar disini". Penjaga pergi menghubungi Don untuk melapor.


Setelah beberapa saat menunggu, penjaga kembali dan mempersilahkan Juan beserta pasukannya untuk masuk. "Silahkan masuk tuan dan nyonya. Kepala Don sudah menunggu di dalam".


Setelah berjalan kedalam, Juan yang sudah lama tidak berkunjung merasa sedikit tertekan. "Sejak kapan ruangan ini begitu mewah. Karpet merah dan berbagai ornamen emas. Benar benar membuat iri".


Sementara Neil yang melihat ruangan begitu mewah sedikit mengeluarkan air liurnya. Dia merasa sedang memasuki kamar seorang raja. Tidak, bahkan raja tidak memiliki kamar seperti ini. Mungkin seperti itulah apa yang ada dipikiran Neil.


"Selamat datang teman lamaku, Chu Juan". Sambut Don.


"Aku tidak menyangka kalau sekarang kau sangat kaya raya".


"Hahaha... bukankah itu tujuan kita hidup". Don menjawab dengan tak acuh.


Juan yang mendengar jawaban Don hanya mendengus dingin. Dia kemudian menerima rangkulan Don dengan suka cita dan berbisik keras. "Kau benar benar tidak berubah".


"Apakah mereka bertiga yang akan berangkat ke benua selatan". Don menatap ke arah Neil Geiz dan Yuwe.


"Benar. Tapi apakah kau akan membiarkan kami berdiri terus menerus disini ?"


"Ohh, maafkan aku. Silahkan duduk !" Don menawarkan mereka berempat duduk dikursi tamu.


Merasakan kursi tamu yang begitu empuk dan mewah, Juan kembali mencibir. "Bahkan raja tidak memiliki kursi seperti ini".


"Hahaha... jangan berlebihan.. kau tahu kan kalau aku sering menerima tamu. Lagipula semua menara sihir di 5 benua sudah begitu megah dan mewah. Jika tidak menyesuaikan bukankah akan memalukan benua tengah". Don menjawab dengan lugasnya.


"Hmm, apakah kalian masih suka bersaing... Inilah yang membuatku lebih memilih berada di akademi".


"Jangan bicarakan hal itu. Aku dengar akademi sihir sekarang sangat berkembang dan menjadi yang terbaik !"


Juan yang mendengar tentang reputasi akademinya mengangkat kepalanya tinggi tinggi. Dia seperti ingin menunjukkan kepada dunia bahwa dialah yang paling berperan dalam kemajuan akademi.


"Itu karena kami tidak hanya memikirkan tentang harta saja". Sindir Juan lagi.


"Terserah apa kau kata. Sekarang bagaimana kalau kita bicarakan tentang perjalanan ke benua selatan".


Geiz dan Neil yang mendengar tentang keberangkatannya ke benua selatan nampak antusias. Sedikit bersemangat Neil bahkan sampai berseru sendiri. "Let's Go".

__ADS_1


Keempat orang disekitarnya kembali dibuat bingung dengan kata kata Neil. Tapi lagi lagi Juan menimpalinya. "Jangan hiraukan bocah bodoh itu".


Mendengar ucapan Juan mereka kemudian berkutat dengan pikirannya masing masing. Tidak tahu itu apa, yang jelas Neil kembali mendapat tatapan tajam dari Juan. Neil harus lebih berhati hati menjaga ucapannya.


"Langsung saja ke biayanya. Ini adalah biaya standar untuk perjalanan ke benua selatan". Don memberikan daftar biaya ke Juan.


Juan yang melihat biaya perjalanannya naik beberapa kali lipat dari harga yang dia ketahui sebelumnya merasa sangat terkejut. Melirik ke arah Don, dia kemudian menawar.


"Yang benar saja dalam memberi harga. Sebelumnya tidak sebanyak ini. Aku ingin menawar !"


Don yang mendengar kata kata Juan, sudut bibirnya berkedut. Dia lantas membalas sindiran Juan sebelumnya. "Kalau tidak punya uang, tidak perlu memakainya".


Juan yang mendengar balasan Don sedikit mendengus. Dia tidak terima di anonimkan sebagai orang miskin. Tapi sebelum Juan berkata kata, Don sudah mendahuluinya.


"Itu adalah harga standar untuk perjalanan bolak balik. Bea masuk sekarang sangat tinggi".


Geiz yang juga sudah menyiapkan biaya perjalanan kemudian menanyakan biayanya. "Maaf, berapakah biayanya. Biar aku saja yang membayarnya".


Juan yang tidak ingin reputasinya menurun hanya karena masalah uang kemudian menyela. "Tidak perlu. Aku lebih dari mampu untuk membayarnya. Aku mau diskon. Bagaimana mungkin kau juga menghitung biaya masuk kesini".


"Haish, aku akan diprotes oleh menara sihir lain jika menghilangkan biaya masuknya. Ini sudah menjadi kesepatan 5 menara". Balas Don segera.


"Aku saja yang membayarnya. Aku tidak akan meminta diskon". Geiz kembali menawarkan diri.


"Bukankah sudah kukatakan tidak perlu. Ini adalah urusanku dengan dia". Seru Juan pada Geiz.


Geiz kemudian menutup rapat rapat mulutnya. Yuwe yang tidak mau ikut campur akhirnya menasehati Geiz. "Semakin kau berbicara, kita akan semakin lama untuk berangkat. Jadi diam saja".


"Kalau begitu aku minta kompensasi". Juan kembali menawar kepada Don.


"Untuk pertemanan, jika masih dalam kemampuanku. Katakan !"


...*******...


"Apakah sudah tidak ada yang tertinggal". Yuwe mengingatkan kepada Neil tentang barang bawaannya.


"Tidak ada. Sebagian besar sudah di dalam cincin yang master pakai".


"Ohh begitu... baiklah kami siap berangkat".

__ADS_1


"Aku juga siap berangkat". Geiz menyaut perkataan Yuwe.


"Baiklah, berkumpulah kalian bertiga disana. Teleportasi akan di buka". Seru Don


Juan yang masih merasa khawatir dengan keselamatan mereka bertiga hanya berdiam diri dengan tatapan sendu. Sebenarnya dia berat untuk melepas mereka bertiga.


Mengaktifkan teleportasi, Neil Geiz dan Yuwe menghilang sekejap mata. Mereka melakukan perjalanannya ke benua selatan. Karena perjalanannya jauh, butuh waktu beberapa jam untuk sampai.


Don yang melihat temannya bersedih kemudian menghampirinya dan mengajaknya makan. "Yakinlah mereka akan baik baik saja dan kembali dengan selamat. Bagaimana kalau ku traktir makan ?"


"Aku sudah menganggap mereka seperti keluargaku sendiri. Terutama Geiz, dia sudah seperti anakku sendiri. Aku merawatnya sedari kecil. Jika aku bisa menahannya".


"Percayalah mereka akan baik baik saja".


"Terima kasih Don".


Don kemudian memerintahkan anaknya buahnya untuk mengisi kembali sumber daya teleportasi yang sudah digunakan oleh mereka bertiga. Untuk menggunakan teleportasi jarak jauh membutuhkan banyak bahan dan sumber daya.


Setelah beberapa jam melakukan perjalanan teleportasinya, Neil Geiz dan Yuwe akhirnya tiba di benua selatan. Dengan tatapan petugas di menara sihir benua selatan, Neil yang pusing kepalanya tanpa sadar membaringkan tubuhnya sambil terus memegangi kepalanya.


"Selamat datang di menara sihir benua selatan. Harap perlihatkan identitas kalian".


Geiz yang merasa malu dengan tindakan Neil kemudian menendang nendang Neil untuk bangun. "Ayo bangun bocah bodoh. Jangan mempermalukanku".


"Kepalaku sangat pusing master". Balas Neil sambil memijit mijit kepalanya.


"Apakah kalian membutuhkan pertolongan". Petugas menara sihir memberikan penawaran pertolongan.


"Tidak perlu. Maafkan kami. Saya sendiri yang akan mengurusnya". Yuwe kemudian menteleportasikan Neil dan dirinya ke kursi yang tidak jauh dari tempatnya. Dia kemudian mendudukkan Neil dan memberinya sebuah pil.


"Minum ini Neil. Kau terlihat buruk sekali". Yuwe melihat rambut panjang Neil yang acak acakan.


"Maaf master. Sepertinya aku belum terbiasa dengan teleportasi jarak jauh".


Setelah meminum pil yang diberikan Yuwe, kondisi Neil mulai membaik. Geiz yang sudah sampai dihadapannya lalu berujar. "Benar benar memalukan".


"Maaf master". Neil tertunduk malu.


Geiz yang sudah menarik nafas panjang kemudian berujar. "Sudahlah, kau sudah membaik bukan. Ayo kita berangkat, aku sudah mengurus semuanya.

__ADS_1


__ADS_2