Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
62. Menghemat Energi


__ADS_3

"Bangun.... bangunlah". Jiwa Neil yang sedang melayang entah dimana mendengar seseorang memanggilnya.


Seperti melihat cahaya yang amat terang, jiwa Neil perlahan mulai bangkit.


"Dimana ini ?" Melihat ruang putih tak berujung, Jiwa Neil mencoba mengingat ingat apa yang sebelumnya terjadi.


"Bukankah sebelumnya aku... dimana rubah iblis itu. Apakah aku sudah mati oleh pukulan rubah itu ?" Neil berpikir tentang kondisinya.


"Akhirnya kau bangun juga". Neil mendengar suara yang tidak asing di telinganya.


"Adik kecil. Kau disini... itu berarti ?"


"Ya, kau belum mati. Walaupun aku mengharapkannya". Jawab jiwa lain Neil yang menyelanya.


Neil yang mendengar jawaban dari jiwanya yang lain sudut bibirnya berkedut. Melihat seorang anak kecil yang tidak tahu siapa sudah menantikan kematiannya, dia menjadi sedikit kesal.


"Aku tidak tahu kenapa kau sangat menginginkanku mati. Tapi katakan, kenapa aku sekarang ada disini dan bagaimana caranya aku kembali. Aku ingin mengetahui keberadaan guru".


"Aku memang sangat menginginkanmu mati... kemudian untuk pertanyaan kedua, bukankah kau sendiri yang datang kemari ?"


Jiwa Neil yang kembali mendapatkan jawaban dari jiwanya yang lain merasa bingung kenapa dia mengatakan kalau jiwa Neil sendiri yang datang menemuinya.


"Jadi maksudmu aku sendiri yang datang untuk menemuimu ?"


"Kau datang menemuiku karena aku yang memanggilmu !"


"Tapi..." Belum sempat Jiwa Neil menyelesaikan kata katanya, jiwanya yang lain memotong kata katanya.


"Kau berkata ingin kembali kan ?"


"Benar..."


"Kalau begitu kali ini kau harus menurutiku ?"


"Ehh, untuk apa aku harus menurut padamu. Lagipula aku tidak percaya padamu. Bukankah kau menginginkanku mati !" Jiwa Neil menolak penawaran jiwanya yang lain.


"Ya sudah, padahal aku hanya ingin menolong. Kalau kau ingin kembali, berjalanlah saja kesana". Jiwa lain Neil menunjuk ke arah tertentu, dia kemudian melanjutkan. "Bagaimana dengan rubah itu, apa kau yakin bisa melawannya".


Jiwa Neil yang mengetahui kalau anak didepannya bukan anak biasa sedikit berpikir keras. Dia sedang menimbang nimbang kembali penawaran dari jiwanya yang lain. Pikir jiwa Neil, dari pertemuan sebelumnya, sikapnya saat ini jauh lebih baik.


"Aku ingin kesepakatan !"

__ADS_1


"Jalannya disana !" Balas jiwa lain Neil dengan tak acuh.


"Baik, aku akan kambali dan melawan rubah itu. Jika tubuhku hancur, kau juga akan hancur !" Ancam jiwa Neil.


"Apa kau mengancamku !"


Jiwa Neil tidak mempedulikan perkataan jiwanya yang lain. Dia berjalan ke arah pintu kembali dengan tegas. Dia ingin segera mengetahui keadaan Geiz dan Yuwe.


"Semoga mereka berdua masih hidup". Gumam jiwa Neil lirih.


"Tunggu !"


Jiwa Neil seketika menghentikan langkahnya, dia berbalik ke belakang dan menunggu kata kata selanjutnya dari anak kecil di depannya.


"Kesepakatan apa yang kau inginkan ?"


"Bantu aku menghadapi si rubah dan menyelamatkan Master dan Master Yuwe".


"Lalu.."


"Kau bisa menggantikan peranku !"


"Bagaimana mungkin bocah itu memiliki kekuatan seperti ini". Gumam sang rubah yang mulai membuka matanya.


Baaanng... sebuah ledakan kekuatan terjadi di istana rubah iblis. Akar akar yang menopang tubuhnya hancur dan terlihat Neil yang sedang melayang di udara tanpa skateboard terbangnya.


Melihat kesekitar, Neil hanya melihat sebuah gua yang sangat luas dengan berbagai ornamen anyaman akar akar pohon yang tampak hidup. Memandang kesetiap sudut, Neil tidak menemukan keberadaan Geiz dan Yuwe.


"Siapa kau sebenarnya ?" Raksasa rubah yang melihat gerak gerik Neil menanyakan identitasnya setelah dia gagal untuk menembus ke dalam jiwa Neil.


"Dimana 2 orang yang bersamaku sebelumnya ?" Tidak menjawab, Neil malah membalasnya dengan pertanyaan.


"Haaahaahhaaa, manusia rendahan lebih pantas menjadi budakku yang setia". Balas si rubah dengan sombongnya.


"Serahkan mereka padaku !"


"Apa kau pikir setelah mendapatkan kekuatan seperti itu kau bisa mengalahkanku. Hahahaa, manusia rendahan seperti kalian tidak pantas bersaing denganku".


"Sombong...!"


Neil menghilang dari tempatnya dan tiba tiba muncul di depan raksasa iblis.

__ADS_1


"Dark Dragon Flame..."


Sebuah semburan api hitam menghantam raksasa rubah. Raksasa rubah yang telah membuat perlindungan sihir sebelumnya berusaha menyelamatkan area dimana para budak budaknya yang masih hidup berada.


Melihat Neil masih didepannya, raksasa rubah mengibaskan ekornya ke arah Neil. Neil dengan gesitnya menghindari serangan ekor raksasa rubah yang silih berganti menyerangnya.


"Dimana seranganmu yang tadi. Apa kau hanya bisa menghindar !" Ejek raksasa rubah pada Neil.


Mendapatkan serangan dari ekor rubah, kali ini Neil tidak menghindari. Dengan kedua tangannya dia menahan serangan ekor rubah yang mengarah padanya.


Baru saja berhasil menahan serangan, ekor lainnya menyerang Neil secara terus menerus. Merasa sulit melakukan serangan dekat, Neil mundur ke belakang. Tapi raksasa rubah tidak membiarkannya, dia mengejar Neil dengan cepat dan menyerangnya.


"Baannggg". Perisai sihir Neil berhasil dihancurkan oleh pukulan sang rubah.


Neil terlempar kesamping dan menabrak dinding goa. Tidak seperti sebelumnya yang langsung pingsan dan koma sampai setahun, kali ini Neil langsung bangkit dan malah tertawa.


"Haahahaa.. aku sudah berjanji untuk menjaga tubuh ini maka akan ku tepati !"


Neil berpikir untuk bertarung di luar. Di dalam gua dia merasa sedikit terganggu pergerakannya. Neil kemudian mengajak raksasa rubah untuk melanjutkan pertarungannya diluar. Raksasa rubah yang terprovokasi mengikuti Neil sampai diluar.


Neil terus terbang ke tempat sebelumnya dia dikalahkan dengan mudah oleh si rubah. Dia ingin memastikan apakah Geiz dan Yuwe berada disana atau tidak. Tapi sesampainya disana, Neil tidak menemukan mereka berdua.


"Baaanngg...!" Neil berhasil dipukul lagi oleh raksasa rubah yang sudah berada dibelakangnya.


Kali ini Neil hanya menabrak ranting ranting pohon di depannya. Berhenti dari benturan Neil melihat pedangnya yang tergeletak. Memungut kembali pedangnya, Neil teringat dengan belati sihir yang berhasil melukai si rubah. Neil kemudian mencari belati sihir yang terjatuh saat pertempuran dengan ingatannya.


Setelah menemukan kembali belati sihirnya, Neil kembali mendatangi raksasa iblis yang sedang meremehkannya.


"Akhirnya kau kembali lagi. Aku pikir kau sudah lari meninggalkan bukit ini".


"Aku tidak akan lari sebelum mendapatkan apa yang aku inginkan". Selesai mengatakannya, Neil melemparkan belati sihirnya ke arah si rubah.


Raksasa rubah yang mengingat kalau belati itu dapat melukainya, dengan perisai sihirnya dia menahan pergerakan belati.


"Door door door door".


Neil menembak perisai raksasa iblis bertubi tubi dengan pistol sihirnya. Kali ini kekuatan dan damage dari peluru mana yang ditembakkan berpuluh puluh kali lebih kuat seiring dengan peningkatan kekuatan Neil.


"Senjata ini menghemat energiku". Gumam Neil lirih.


Melihat perisai sihirnya diserang terus menerus, raksasa rubah meningkatkan kekuatannya, belati sihir Neil langsung terhempas dan serangan Neil pun berhenti.

__ADS_1


__ADS_2