
Sebuah akar muncul dari dalam tanah dan melilit Demia. Akar itu bergerak dan membawa Demia yang berada di samping Kun kembali kesisi Ren.
Demia berlari ke arah Kun saat Ren dan Geiz diajak Tao nonton bioskop film Eillias.
"Tuan..tolong selamatkan aku tuan". Pinta Demia kepada Jet.
Sebelum Jet menjawabnya, Geiz menyelanya. "Murid nakal ini harus mendapatkan hukumannya... Dan kau Jet, apa kau tidak sadar akan umurmu".
Jet yang mendengar ejekan Geiz mengedutkan sudut bibirnya. Seandainya tidak ada leluhur harimau, dia pasti sudah menyerangnya. Walau bagaimanapun dia harus menjaga imejnya di depan leluhur harimaunya.
"Jaga mulutmu Geiz". Seru Kun pada Geiz yang tidak terima tuannya dihina. Tapi Jet segera mengisyaratkan Kun untuk tenang.
"Bawalah.. karena dia sudah bukan bagian dari kami lagi".
Jet menyerahkan Demia ke akademi. Jet tahu bahwa Demia akan lebih baik jika berada di akademi.
"Tidak.. Tuan. Apa aku melakukan kesalahan". Tanya Demia.
"Pergilah Demia. Kau tidak perlu mengikuti kami lagi". Kali ini Kun yang menjawab pertanyaan Demia.
"Kalau begitu kami undur diri. Sampai jumpa kembali". Salam Ren kepada harimau.
Ren dan Geiz kemudian membawa Neil dan Demia berteleportasi ke akademi. Tersisa Tao dan Jet bersama anak buahnya di lokasi.
"Apakah ada yang ingin kau tanyakan Jet ?" Tao beralih menatap Jet dan anak buahnya.
"Ehh, sebenarnya kenapa kau memberikan gulungan itu kepada orang lain". Jet menanyakan pertanyaan yang keluarganya ingin ketahui.
"Untuk melindungi kalian dari orang orang serakah kastil Eiren".
"Tidak sengaja aku mendengarnya". Tao menceritakan kejadian waktu itu kepada Jet.
__ADS_1
Tao juga menutup pendengaran Kun dan anak buahnya untuk sementara.
Jet yang mendengar cerita Tao nampak terkejut. Dia tidak mengira orang orang yang menolong keluarganya hanya sedang menunggu warisannya.
"Tapi kau membuat kami kerepotan mencarinya. Menemukan orang dengan kekuatan Curse of Dragon itu melelahkan". Keluh Jet di dalam hatinya karena dia tidak berani protes secara langsung.
Orang orang spesial dengan kekuatan khusus selalu dilindungi oleh kelompoknya, tidak mudah menemukan identitas mereka. Terlebih bagi Jet yang berbeda aliran.
"Lalu, apakah kau akan kembali kepada kami". Jet menanyakan pertanyaan keduanya.
"Aku hanya akan bersama Tuan Eillias". Tao menolak permintaan Jet untuk kembali ke keluarga Ma, dia lalu melanjutkan.
"Jangan buat masalah dengan manusia itu (Neil).. itu adalah nasehat terakhirku".
Setelah mengatakannya, Tao langsung berlari pergi dari lokasi Jet dan kembali ke makam tuannya untuk menghabiskan sisa umurnya.
"Kembali ke markas".
Jet juga menyuruh seluruh cabang Dark Eyes untuk bersembunyi dan tidak menerima misi apapun selama dia menjalani pelatihan tertutup.
Neil yang baru tiba di ruang kepala akademi sedang muntah muntah dipojok ruangan. Juan Chu yang menutup hidungnya memeloti Ren dan Geiz.
Ren dan Geiz yang mendapatkan tatapan tajam dari Juan tidak bisa berkata apa apa, mereka lupa bahwa Neil tidak terbiasa berteleportasi.
"Hooekkk hoeekk..huasem huek huekkk".
Kali ini Neil memberikan irama muntahnya. Dia ingin protes kepada orang yang telah membawanya paksa berteleportasi.
Sementara Demia masih diam membeku. Dia masih memikirkan perkataan tuannya. Ren yang melihat Neil sudah menyelesaikan hajatnya, kemudian membersihkan muntahan Neil dengan sihirnya, dia kemudiam menghampiri Neil dan memberikan pil pemulih kepada Neil.
Neil yang sudah merasakan khasiat pil sebelumnya menerima dan menelannya. Dan benar dalam seketika, kondisi Neil langsung membaik.
__ADS_1
"Jadi apa maksudnya kalian membawa mereka berdua kemari". Juan membuka pembicaraan untuk memecah kesunyian.
"Sesuai peraturan akademi bahwa siswa yang melanggar peraturan harus dihukum, jadi kami membawanya kembali. Kemudian.."
Tidak berbicara, tapi Ren maju dan memberikan gulungan dari Tao kepada Juan.
"Hhhmmm..aku akan memikirkan hukumannya".
Juan kemudian membuka gulungan Tao. Saat gulungan dari Tao dibuka, bayangan seekor harimau hitam berukuran kecil muncul, tulisan yang sebelumnya tidak ada menjadi ada dan saat tulisannya sempurna, bayangan harimau hitam kecil menghilang.
Juan yang telah selesai membaca surat dari Tao, sudut bibirnya berkedut. Dia seperti sudah keluar dari kandang buaya masuk ke kandang macan. Isi surat Tao adalah dia ingin menitipkan Neil kepada Juan.
Dia juga menceritakan tentang kondisi Neil yang tidak memiliki kantong mana di dalam tubuhnya. Tao juga menceritakan bahwa dia merasa Neil bukan berasal dari dunianya.
"Maaf merepotkan.. apa maksud kalimat terakhirnya".
Mengakhiri suratnya, Juan menatap Neil.
Tidak lama dia kemudian menatap Ren dan Geiz kembali. Dia juga melirik Demia. Dengan nafas berat dia memanggil Neil. "Kemarilah".
Neil yang merasa dirinya dipanggil kemudian bangkit dan menghampiri Juan. Berdiri didepannya, Juan mengamati Neil, dia juga mengecek peredaran Neil.
Setelah selesai mengamati, Juan terdiam nampak sedang memikirkan sesuatu. Neil yang sudah dalam keadaan memasrahkan diri hanya berdiri mematung, dia sudah menerima kenyataan berada di dunia fantasinya waktu kecil.
Dia hanya sekarang berharap bisa bertahan hidup agar bisa mencari Ken dan Deila.
"Darimana-asalmu-pemuda". Juan bertanya kepada Neil.
Tapi Neil yang tidak mengerti perkataan Juan hanya menggerak gerakkan bola matanya seraya berpikir. Ren yang mengerti keadaan Neil lantas memberi tahu kepada Juan bahwa bahasa kita berbeda dengan pemuda didepannya.
Tapi Juan yang penasaran tidak menyerah, dia mencobanya dengan bahasa tubuh dan menggambar gambar di kertas. Dengan sedikit waktu lama, Juan akhirnya mendapatkan sedikit jawaban dari pertanyaannya.
__ADS_1