
"Katakan padaku yang sebenarnya ?" Seru Yuwe pada Neil yang sedang tersudut.
"Harus berapa kali aku mengatakannya Master Yuwe !"
"Jadi sekarang kau sudah pandai berbohong ?"
"Berbohong... apa maksud Master Yuwe... bukannya kita bertiga disana bersama sama".
Yuwe yang mendengar jawaban Neil sedikit termenung, entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal dihati dan dipikirannya.
"Kalau dibanding dengan kalian, kemampuanku tidak ada apa apanya. Lalu apa yang bisa aku lakukan". Balas Neil lebih lanjut.
Yuwe semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Melihat ke arah Neil, dia memang tidak bisa menyangkal kalau tidak mungkin Neil bisa berbuat lebih baik dari mereka berdua.
"Lalu... bagaimana kau bisa begitu tenang menghadapi iblis itu ?"
"Hihiihiiii... bagaimana Master Yuwe bisa berpikir demikian... aku hampir saja ngompol waktu itu". Jawab Neil dengan terbata bata.
"Apa kau pikir bisa membohongiku... kalau masih tidak mau bicara terpaksa aku melakukannya !" Balas Yuwe yang langsung menggunakan sihir hipnotisnya pada Neil.
Neil yang menerima efek hipnotis langsung jatuh tersungkur. Tapi sebelum Neil benar benar jatuh, Yuwe sudah menangkap tubuhnya. Saat ini Neil berada dibawah kendali Yuwe.
"Katakan kejadian yang sebenarnya saat kau berada di bukit bulan". Ucap Yuwe yang kemudian diangguki oleh Neil.
......................
Di akademi sihir Kerajaan Eisland, Juan yang menerima kabar bahwa Geiz dan rombongannya selamat terlihat nampak sangat bahagia. Raut muka yang biasanya terlihat sedih sekarang nampak berseri seri.
"Senang melihat anda tertawa kembali master kepala ?"
"Memangnya sebelumnya aku kenapa. Apa kau tidak senang Milia ?"
Milia yang mendengar jawaban dari Juan sudut bibirnya berkedut. Dia menyesal selama ini telah berempati dengan kesedihan yang dirasakan oleh Juan.
"Tentu saja saya senang master kepala, mereka adalah bagian dari akademi".
"Lalu, kalau mereka bukan bagian dari akademi apakah kau masih merasa senang ?"
Kali ini Milia benar benar kesal dengan kata kata Juan, dia ingin protes dan marah marah didepan kepala akademi yang selama ini dihormatinya. Tapi sebelum kata katanya keluar, Juan sudah mendahuluinya.
__ADS_1
"Aku hanya bercanda Milia. Lupakan kata kataku yang sebelumnya. Hari ini aku benar benar senang".
"Hmm, aku sudah terlanjur kesal master kepala. Aku meminta kompensasi".
"Kenapa belakangan ini banyak yang meminta kompensasi padaku". Gumam Juan dalam hatinya.
"Kompensasi apa yang kau inginkan ?"
Milia adalah tipe orang yang tidak suka berbasa basi. Pekerjaan apa yang sedang dikerjakan selalu efektif dan efisien. Itulah yang membuat Juan terpikat untuk menjadikannya sebagai asisten kepala akademi.
"Aku hanya ingin bertanya sesuatu. Mohon master kepala menjawabnya dengan jujur !"
"Apa yang ingin kau ketahui, jika itu menyangkut akademi bukankah kau lebih mengetahuinya lebih dari aku". Balas Juan dengan tak acuh.
"Ada sesuatu yang tidak kuketahui... tentang anak itu. Aku ingin tahu tentang anak itu ?"
Milia yang melihat Juan mengangkat alisnya, kemudian melanjutkan kata katanya agar Juan tidak curiga dan mau mengatakannya dengan jujur.
"Neil sudah menjadi bagian dari akademi, aku perlu mengetahui asal usulnya untuk menghindari hal hal yang mungkin terjadi dikemudian hari".
"Sebagai asisten kepercayaanku, kau memang sepantasnya tahu semua hal tentang akademi".
"Sama seperti Demia, hanya saja bocah itu bernasib lebih malang. Kelompok pembunuh bayaran menyekap dan mengisolasinya dari dunia luar".
"Master Ren dan Master Geiz yang menemukannya dalam linglung, berhasil menyelamatkan dan membawanya kemari. Mendengarnya saja membuat hati menjadi sedih. Untuk itulah aku menerimanya di akademi". Tutup Juan yang kemudian menatap ke arah Milia.
"Huahh huahhhh..." Sebuah isakan tangis terdengar di telinga Juan.
"Kenapa kau menangis ?"
Mengusap air mata yang keluar dari matanya, dengan terisak Milia kemudian menjawab pertanyaan Juan.
"Kalau saja dulu master kepala tidak menyelamatkan saya dari begal, mungkin nasib saya tidak jauh berbeda dengan anak itu.. huah huaahh"
Melihat Milia yang masih menangis, Juan menarik nafas beratnya dan bersandar di kursi menunggu tangisan Milia mereda.
"Maaf master kepala, seharusnya saya tidak terbawa suasana. Sekarang saya mengerti alasan master kepala membawanya kemari. Maaf kalau sebelumnya saya sedikit mencurigai master".
Juan yang mendengar jawaban Milia sedikit menarik sudut bibirnya, tapi dia juga lega karena Milia tidak lagi curiga mengenai identitas Neil yang sebenarnya.
__ADS_1
"Tapi, bagaimana dengan identitas Neil master kepala. Apakah sudah diketahui ?"
Juan yang sudah merasa sedikit lega kemudian kembali menarik nafas panjang. Mengetahui kepribadian Milia, dia memang sudah menduga kalau tidak akan mudah menyembunyikan sesuatu darinya.
"Belum... aku belum menemukan apapun dari nama marganya. Mungkin saja seluruh anggotanya telah dihabisi". Balas Juan yang tidak ingin memberi celah pada informasinya.
Milia yang mendapatkan jawaban dari Juan nampak sedang memikirkan sesuatu. Tanpa Juan sadari, dia juga telah menyelidikinya sendiri. Dari penyelidikannya, Neil memang berbeda dari manusia pada umumnya di dunianya.
Tidak mendapat jawaban yang berarti dari kepala akademi, dia menyudahinya disitu. Hanya berharap waktu yang akan menjawab semua pertanyaannya saat ini.
"Terima kasih master kepala telah menjawab kekhawatiran saya".
"Memangnya apa yang kau khawatirkan ?"
"Ehmm, sebelumnya aku khawatir kalau Neil adalah mata mata yang sengaja dikirim kemari melalui Master Ren dan Master Geiz".
Mendengar jawaban Milia, Juan kemudian tertawa terbahak bahak hingga membuat Milia menutup wajahnya.
"Apa kau mencurigai bocah bodoh yang bahkan tidak bisa berbicara dengan lancar... hahaha"
Menarik nafas panjangnya, Juan kemudian meyakinkan Milia untuk menghilangkan kecurigaannya pada Neil.
"Aku menjaminnya dengan diriku sendiri. Jika dia sampai mengkhianati akademi, aku sendiri yang akan mengurusnya !"
Milia yang mendengar jawaban dari Juan kemudian menatap tegas ke arah Juan. Menganggukkan kepala, dia tahu tidak bisa bertanya lebih jauh lagi.
"Terima kasih master kepala. Sekarang aku merasa lebih tenang".
Juan kemudian memberikan senyumnya pada Milia, tapi didalam hatinya dia merasa telah menang menghadapi asistennya. Bukannya dia tidak ingin menceritakan yang sebenarnya pada Milia, tapi Juan berpikir, semakin sedikit yang tahu semakin aman keselamatan Neil.
"Kalau begitu, bisakah kau mengatur kepulangan mereka. Jangan pikirkan biayanya, aku yang akan menanggungnya".
"Baik master kepala, untuk urusan biaya biar kali ini saya yang menanggungnya sebagai permintaan maaf".
Juan yang mendengar jawaban dari Milia merasa kasihan dengan asistennya kali ini. Karena bukan misi akademi, jadi biaya yang ditimbulkan tidak bisa dibiayai dari kas akademi.
"Apa kau yakin. Karena kenaikan harga bahan baku, biaya perjalanan sekarang mengalami sedikit kenaikan ?"
"Bukan hanya bahan baku yang naik harganya master kepala, harga bahan pokok juga ikutan naik. Tapi master kepala tidak perlu khawatir. Tabungan saya masih cukup !"
__ADS_1
"Baiklah kalau kau memaksa".