
"Maafkan kami ketua. Kami tidak bisa membawa teko itu kemari ?" Ucap salah satu anak buah Lya.
Lya yang sudah berhasil menghabisi monster jenderal Moel bersama dengan Ben sedikit mengernyitkan keningnya. Dia menyayangkan dengan kegagalan anak buahnya.
"Kirim mata mata terbaik kita ke markas organisasi sihir gelap !" Perintah Lya kepada anak buahnya, dia juga kemudian memberikan perintah lainnya.
"Lakukan tindakan pengkondisian dengan pihak kerajaan !"
Mendapatkan perintah dari ketuanya, mereka semuamengangguk dan bersegera meninggalkan tempat tersebut. Tinggal Lya dan Ben yang masih saling pandang dengan semua kejadian yang terjadi.
"Kita harus segera mengambil tindakan !" Ujar Ben yang sudah merasakan kekuatan dari monster jenderal Moel.
"Mampirlah ke menara, kita bahas berdua terlebih dahulu ?"
Ben mengangguk tanda setuju. Mereka berdua terbang ke menara sihir benua timur untuk menyusun komunikasi dengan kepala menara sihir lainnya.
......................
"Ibu...." Teriak Neyla yang sudah lama tidak melihat ibunya.
Mendengar panggilan anaknya, Veriza langsung berlari dan memeluknya. Melihat anaknya yang hampir terkena serangan monster jenderal Moel, air mata kebahagiaan menetes di pipinya karena anaknya baik baik saja.
Duke yang melihat ibu dan anak saling berpelukan dan melepas rindu merasa terharu. Tidak lama dia menarik nafas berat karena melihat kerusakan berat yang terjadi pada rumahnya.
"Butuh biaya besar untuk mengembalikannya seperti semula". Gumam Duke.
"Kenapa ayah terlihat tidak senang ? Bukankah kita sudah menang ?" Tanya Bie dengan lugas.
Mendengar pertanyaan anaknya, sudut bibirnya berkedut. Bukannya Duke tidak senang dengan kemenangannya, tapi dia sedang diambang kebangkrutan.
"Sudahlah, uang bisa dicari kembali. Yang terpenting keluarga sekarang dalam keadaan aman". Gumam Duke dalam hatinya.
Duke tidak mungkin mengatakan kepada anaknya kalau saat ini dia akan bangkrut untuk membangun kembali rumahnya yang sudah porak poranda.
"Tidak nak, ayah hanya sedikit lelah". Jawab Duke yang dilirik oleh anggota keluarga lainnya yang merasa prihatin.
"Ohh, kalau begitu ayah istirahat saja di dalam ?" Balas Bie kembali.
"Ehmm, bukannya ayah tidak ingin istirahat Bie. Tapi lihatlah di depan !" Duke menunjuk ke arah rumahnya yang sudah rusak parah.
"Maaf karena kami terlambat Duke ?"
__ADS_1
Sebelum Bie merespon, sebuah suara mengalihkan perhatian mereka semua.
"Salam kepada panglima ?" Duke dan keluarganya memberikan salamnya kepada panglima Lu.
"Benar benar keterlaluan. Seharusnya aku datang lebih awal !" Lanjut panglima Lu yang melihat kerusakan pada kediaman Duke Jo.
"Terima kasih atas kedatangan panglima. Kami turut prihatin dengan pasukan bantuan pertama yang dikirimkan !"
"Serangan ini bukan serangan biasa. Kita harus melaporkannya kepada raja". Balas panglima Lu kembali.
"Baik... bagaimana kalau kita lanjutkan di dalam panglima ?" Pinta Duke yang kemudian memberi isyarat kepada pelayan untuk bersiap.
"Ehm, bagaimana kalau kalian semua menginap sementara di paviliunku ?" Panglima Lu merasa prihatin dengan kediaman Duke.
"Terima kasih atas tawaran panglima".
Keesokan harinya di altar kerajaan Dimezia, Duke dan panglima Lu sedang melaporkan kejadian penyerangan tadi malam kepada raja. Bersamaan dengan itu, perwakilan dari menara sihir juga mengikutinya.
"Masalah ini sangat serius !" Terang raja yang Raja kemudian melirik ke arah perwakilan dari menara sihir. Dia berniat meminta pendapatnya.
"Bagaimana sikap menara sihir perihal hal ini, tuan Yov ?"
"Ketua Lya meminta kerajaan untuk menyerahkan urusan organisasi sihir gelap kepada menara sihir". Balas Yov dengan tegas.
Mendengar kerugian yang diderita Duke, raja juga berniat untuk memberikan bantuan. Dia memanggil pelayannya yang sudah menyediakan sekotak emas. Raja kemudian memberikan sekotak emas itu kepada Duke.
Setelah titah raja dikeluarkan, panglima Lu langsung bergerak memperketat perbatasan. Duke undur diri untuk mengurus perbaikan rumahnya, sedangkan Yov mengatur pertemuan lanjutan dengan raja.
......................
"Kenapa kau terlihat begitu tertekan ?" Tanya Juan pada Don yang sedang memikirkan masalah yang terjadi di benua timur.
Setelah mendapatkan informasi dari Lya, Don ingin segera menuju ke benua timur untuk melihat sosok monster jenderal Moel. Tapi tiba tiba Juan datang untuk menyambut kedatangan murid muridnya di menara sihir.
Don yang melihat wajah lelah dari Juan hanya menarik nafas beratnya. Dia juga tidak ingin melibatkan temannya untuk berurusan dengan organisasi sihir gelap.
"Tidak ada. Ehm, sebenarnya ada hal yang ingin aku tanyakan ?" Balas Don dengan ragu ragu.
"Apa yang ingin kau tahu dariku ?/ Apakah tentang Master Miok ?" Kelakar Juan untuk mencairkan ketegangan.
"Ehh, apa kau datang bersama Master Miok ?"
__ADS_1
"Tidak... terus terang aku khawatir padanya kalau membawanya kemari". Balas Juan dengan tak acuh.
"Apakah aku terlihat sangat mengerikan olehnya ? Hahahaha.... Lupakan ! Ini tentang pertarunganmu dahulu dengan keluarga Tian ?" Jawab Don tegas yang sedang tidak ingin bercanda lagi.
Juan yang mendengar pertanyaan tentang keluarga Tian menjadi serius. Dia teringat dengan pertarungannya bersama Eillias saat melawan monster Chen Tian.
"Apa yang ingin kau ketahui. Apakah terjadi sesuatu ?"
Melihat Juan yang mulai serius, Don sedikit membuka informasi yang diterimanya dari Lya.
"Seekor manusia monster menyerang di benua timur !"
Juan sedikit berpikir sejenak. Dia masih ingat detik detik seorang manusia yang berubah menjadi seekor monster sampai dia menghabisinya menjadi abu.
"Apa kau mengetahui sesuatu ?" Tanya Don lebih lanjut.
"Apakah dia berubah setelah menelan sebuah pil ?"
"Benar !"
"Bagaimana dengan wujudnya, apakah mengerikan seperti kekuatannya ?"
"Sangat mengerikan !"
"Ehm, bagaimana dengan kesadarannya ?" Tanya Juan dengan sedikit ragu.
"Aku tidak tahu. Tapi dari yang aku dengar, serangannya membabi buta".
Juan yang mengetahui bahwa organisasi sihir gelap sedang mengembangkan sebuah pil misterius tidak terkejut.
"Kalau begitu aku serahkan masalah itu padamu. Aku sudah sangat sibuk dengan anak anak !" Juan mengakhiri obrolannya dengan tak acuh.
Don yang melihat raut muka Juan dari serius menjadi tak acuh hanya menarik nafas panjang. Dia kemudian mengeluh kepada Juan.
"Kau... sudahlah. Setidaknya berikan informasi yang kau ketahui kepadaku ?"
Juan kemudian memberikan informasi yang dia ketahui mengenai monster manusia yang pernah dihadapinya. Dia sedikit lega karena pil misterius itu masih belum sempurna.
Setelah memberikan informasinya kepada Don, mereka berdua menuju ke lapangan bergabung dengan para master sihir untuk menyambut kehadiran para peserta pertandingan sihir tahun ini.
Menjelang malam, seluruh peserta perwakilan dari kerajaan maupun perguruan telah berada di lapangan menara sihir. Don sebagai ketua penyelenggara menyambut dan mengarahkan mereka ke standnya masing masing yang telah disiapkan.
__ADS_1
Sam dan teman temannya memilih untuk istirahat sebelum menjalani pertandingan. Mereka mendapatkan kamarnya masing masing dengan fasilitas yang lengkap dari menara sihir.
Putra mahkota yang mendampingi Sam dan temannya sepanjang perjalanan kembali ke istana Eisland untuk melanjutkan tugasnya. Dia menyerahkan urusan pertandingan kepada Juan dan akademi.