
"Apa-yang-kau-katakan !"
Tidak tahan melihat tingkah Neil, Jet marah dan menyerang Neil. Dengan satu gerakan tangan, puluhan jarum berwarna hitam yang terbentuk dari mana gelap menyerang ke arah Neil.
"Duaghh".
Neil terpental ke belakang dan menabrak pohon besar dibelakangnya. Tidak dapat menahan serangan Jet, Neil mengeluarkan seteguk darah segar dari mulutnya dan seketika pingsan.
Seandainya saja tubuhnya tidak terlindungi oleh jubah curiannya, Neil pasti sudah mati dengan sangat mengenaskan. Jubah yang Neil kenakan memiliki kemampuan khusus untuk mengurangi dampak serangan.
Seluruh anak buah Neil tersenyum senang melihat satu serangan tuannya langsung membunuh pencuri warisan tuannya. Sementara Jet yang melirik ke arah Kun nampak memberikan protes kepada Kun bahwa pencuri didepannya tidak sekuat yang di katakannya.
Selama menunggu hasil pencarian dari pasukannya, Kun berulang kali memperingati Jet untuk berhati hati jika berhadapan dengannya. Jet yang mendapat provokasi mempercayainya mengingat pencuri itu berhasil menerobos ke dalam makam leleuhurnya.
Kun yang mendapat tatapan dari tuannya nampak salah tingkah, dia tidak dapat berkata apa apa karena orang yang telah mendahului tuannya masuk ke dalam makam benar benar sangat lemah.
Tidak membuang kesempatan, Master Ren dan Master Geiz yang melihat pimpinan Dark Eyes kehilangan kewaspadaannya terbang membawa Neil dan Demia.
"....siapa ".
Jet yang sudah kehilangan mangsanya langsung mengerang. "b*jing*n... Kejar Mereka.."
Mereka berhamburan mengejar Master Rein dan Master Geiz. Mengikuti jejak mana yang tersisa
"Aku menemukan jejaknya.. selatan". Seru Kun kepada pasukannya.
Jet yang hanya memiliki satu elemen kegelapan tidak dapat mendeteksi jejak mana Ren dan Geiz yang menggunakan elemen angin, jadi dia hanya dapat mengikuti Kun karena Kun memiliki kekuatan elemen angin dan elemen api.
__ADS_1
Untuk mendeteksi jejak mana, hanya jenis elemen yang sama atau elemen yang berlawanan yang dapat mendeteksinya. Untuk seorang master yang sudah berada di tingkat tertinggi, jejak mananya akan sangat sulit atau nyaris tidak mungkin di deteksi. Master Ren dan Master Geiz baru berada di tingkat dasar, jadi masih bisa dideteksi oleh mereka.
"Lepaskan... "
Di sudut selatan hutan telarang, Demia meronta meminta dilepaskan dari ikatan tali sihir. Tali sihir adalah tali yang dapat digunakan untuk mengekang sihir pengguna.
Jadi jika pengguna mengeluarkan sihirnya, tali sihir akan semakin menjeratnya semakin keras. Secara langsung pengguna dipaksa untuk tidak mengeluarkan sihirnya.
Tetapi Ren dan Geiz tidak mempedulikan teriakan Demia, mereka lebih fokus memperhatikan Neil yang sedang pingsan terbaring.
"Penampilannya benar benar aneh".
"Dia belum mati, apakah kau membawa ramuan penyembuh Geiz ?".
"Ambillah..." Ren meminumkan ramuan penyembuhan dari Geiz untuk Neil sambil terus mengamatinya dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Setelah memperingati Ren, Geiz kemudian berjalan ke arah Demia dan berseru. "Diamlah".
"Sebentar lagi...kita tidak bisa membawanya dalam keadaan seperti ini. Entah mengapa, aku merasa dia berbeda dengan kita." Balas Ren yang mencemaskan keadaan Neil.
"Ehh, anak ini tersadar. Kita berangkat".
Neil yang baru sadar langsung diteleportasi menuju akademi. Lingkaran sihir terbentuk dan mereka perlahan menghilang dari pandangan.
"Ini tidak sesuai jalur, dimana". Geiz menggaruk kepalanya karena teleportasi mereka tidak menuju kearah yang benar.
Tak lama kemudian terdengar suara tepukan tangan. "Pok pok pok... Sudah sampaikah".
__ADS_1
Jet dan anak buahnya menyambut tamunya yang baru datang. Jet telah membangun beberapa array di setiap titik hutan terlarang. Sebenarnya array array ini dibangun khusus untuk melarikan diri apabila kelompoknya sedang bekerja menjalankan tugas.
Beberapa menit sebelumnya. "Kun, apa kau merasakannya". Tanya Jet yang telah mengaktifkan array di selatan hutan terlarang.
"Masuk perangkap". Balas Kun dengan senyum diwajahnya.
"Ohh, sepertinya tidak ada cara lain". Master Ren yang mengetahui jalur teleportasinya telah diubah siap untuk menyerang. Begitupun dengan Jet yang telah bersiap dengan jebakan sihirnya.
Niat membunuh keduanya sudah beradu dipuncaknya sampai sampai anak buah Jet dan Demia sudah merasa seperti tercekik tapi seketika redup melihat tingkah konyol bocah bumi disampingnya.
"Huekk huekkk..."
Neil yang telah berlari kesamping muntah muntah berat karena pengalaman pertamanya diteleportasi. Perutnya serasa diaduk aduk, tubuhnya serasa diputar putar 360 derajat.
Tertunduk lemas, Neil berulang kali memukul wajahnya sendiri dan bergumam. "Apakah aku bermimpi.. tidak..ini mimpi..tidak..mimpi".
Semua orang yang melihat tingkahnya dengan tatapan tidak percaya tidak dapat berkata kata. Sama halnya dengan si harimau, mereka semua benar benar merasa tertekan dengan ulah Neil.
"Sebenarnya apa salahku..kenapa kau menyerangku..aku minta maaf karena telah mengambil jubah itu, tak bisakah kau mendengarku terlebih dahulu". Neil yang sudah merasa sedikit membaik mendatangi Jet dan marah marah didepannya.
Setelah merasa puas dia berjalan ke arah Ren dan memarahinya juga. "Dan kau, apa yang kau lakukan. Apa kau ingin membunuhku perlahan. Perutku sangat mual dan pusing kepala".
"Aku sudah sangat senang karena telah bertemu manusia.. tidak bisakah kalian tidak menggangguku... aku masih ingin hidup..."
Neil benar benar melampiaskan amarahnya sejak dia dipindahkan ke dunianya yang baru.
Entah mengapa mereka semua yang mendengar omelan Neil tidak dapat bergerak sama sekali. Jet yang emosinya tinggi dan tidak bisa dikontrol juga tunduk dengan ocehan pencuri warisan leluhurnya.
__ADS_1
Sepertinya mereka mendapatkan tekanan mental yang sangat berat. Mereka semua benar benar tidak percaya ada makhluk seperti itu di dunia ini.