Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
71. Skak Mat


__ADS_3

"Akhirnya terlihat..." Seru Geiz yang melihat puncak menara sihir.


Setelah bergerak selama 3 hari tanpa henti akhirnya mereka berempat sampai ke menara sihir benua utara. Geiz dengan posisi menggendong Neil dan Yuwe menggendong ibu kandung Geiz, mereka mempercepat terbangnya untuk menghindari hari yang mulai gelap.


"Wuushhhh..." Sebuah panah terbang mengarah ke Geiz dan Yuwe. Tapi mudah bagi mereka menghindarinya.


"Sial, siapa yang berani memanah ke arah kita". Ujar Yuwe yang kemudian berteriak ke depan. "Tunjukkan wujudmu kalau berani !".


Bukannya sesosok manusia yang muncul, tapi puluhan anak panah kembali menyerang mereka berempat. Tidak menghindar, kali ini Geiz meladeni permainan orang yang menyerangnya.


"Accio..." Puluhan belati mana keluar tiba tiba dari depan Geiz dan mengahalau serangan anak panah yang mengarah ke mereka.


"Hebat... !" Sebuah suara merdu tiba tiba terdengar dari depan dan tak lama kemudian muncul sesosok wsnita cantik muda mengenakan hanfu berwarna biru.


"Siapa kau. Kenapa menghalangi jalan kami ?" Tanya Yuwe dengan memberikan sedikit penekanan.


"Seharusnya aku yang bertanya siapa kalian. Kalian memasuki wilayahku dengan mencurigakan !"


Geiz dan Yuwe yang mendengar kata 'wilayahku', mereka kemudian meminta maaf dan memperkenalkan diri. Mereka tentu tidak ingin membuat masalah disaat seperti itu.


"Kami minta maaf. Kami datang baik baik dan bermaksud pergi ke menara sihir".


"Tunjukkan identitas kalian ?" Balas wanita didepan Geiz.


"Kami hanya akan menunjukkan identitas kami pada otoritas menara sihir !" Jawab Yuwe dengan tak acuh.


Tidak menjawab wanita tersebut kemudian menunjukan tanda pengenal anggota menara sihir. Saling pandang dengan Geiz, Yuwe kemudian menarik tekanannya.


"Kami datang dari benua tengah". Balas Yuwe yang kemudian memperlihatkan tanpa pengenal dan token yang diberikan oleh ketua suku.


"Benua tengah. Eehm, sepertinya aku tidak pernah melihat kalian. Apakah kalian masuk dari jalur terlarang ?"


"Ceritanya panjang. Bisakah kami bertemu dengan Tuan Kwen. Kami harus segera merawat seseorang ?" Balas Yuwe lebih lanjut.


"Apa yang terjadi dengan mereka berdua ?"


Geiz yang melihat wanita didepannya terlalu banyak bicara menghela nafas panjang. Merasa malas meladeni, dia terbang begitu saja menuju menara sihir yang diikuti oleh Yuwe.

__ADS_1


Merasa diacuhkan, si wanita menggembungkan kedua pipinya. Dia merasa kesal dengan sikap kedua tamunya. Dia berteriak dengan kerasa kepada Geiz dan Yuwe.


"Hey kalian. Siapa yang mengijinkan kalian untuk masuk !"


Tiba dipintu masuk menara sihir, Geiz dan Yuwe kembali dihadang oleh penjaga. Belum sempat Geiz dan Yuwe meminta ijin masuk, si wanita yang merasa diacuhkan memprovokasi penjaga untuk mengintrogasi Geiz dan Yuwe.


"Tunggu penjaga, mereka terlihat mencurigakan !"


Neil yang baru bangun saat tiba dilokasi berkali kali mengucek matanya. Melihat wanita cantik bak barbie didepannya, dia langsung terpana. Merasa memiliki kemampuan menaklukkan wanita cantik dia langsung maju menghadapinya.


"Maaf pak penjaga, bukankah identitas kami sudah jelas. Bisa dicek keasliannya".


"Kalian masuk melalui jalur terlarang, itu adalah pelanggaran !" Balas si wanita


"Bagaimana kau tahu kami masuk dari jalur terlarang. Kalau tidak percaya tanya saja pada kepala suku".


"Kau... aku tetap tidak mempercayainya".


"Maaf pak penjaga, apa dengan bukti ini masih kurang ?" Neil beralih bertanya ke penjaga.


Penjaga yang bimbang kemudian melihat ke arah si wanita. Otomatis si wanita memberikan tatapan tajam untuk mendukungnya. Neil yang melihat tingkah si wanita kemudian berjalan mendekati si wanita semakin dekat dan semakin dekat.


Tidak menjawab Neil terus berjalan ke depan memojokkan si wanita hingga si wanita berjalan mundur untuk menghindari agresifitas Neil. Sementara Geiz dengan ijin penjaga masuk ke menara sihir sendirian untuk bertemu dengan Kwen.


Neil yang sudah melihat gurunya melewati penjaga menghentikan langkahnya. Dia kemudian duduk didepan wanita dengan acuhnya. Melihat tingkah Neil yang tiba tiba berubah, si wanita sadar kalau dirinya sedang dialihkan.


"Kau... benar benar b*jing*an !"


Mendengar celaan si wanita, Neil diam tidak menanggapinya. Dia malah berniat menggodanya. Hiburan setelah 3 hari beristirahat.


"Cantik cantik tapi suka marah marah".


Mendengar pujian sekaligus sindiran dari Neil, sudut bibir si wanita berkedut. Melihat Geiz yang telah masuk, dia kemudian marah marah kepada penjaga.


"Kalian, kenapa kalian membiarkannya masuk !"


Penjaga yang melihat si wanita marah marah tubuhnya sedikit gemetar. Yuwe kemudian mencoba menenangkan suasana.

__ADS_1


"Maaf nona, tenanglah... kami tidak akan kemana mana".


Melihat Yuwe penjaga dan Neil yang menatapnya, si wanita menjadi semakin kesal. Bersiap menyerang semuanya, dia mulai mengeluarkan sihirnya. Tapi sebelum sihirnya bekerja sebuah tangan menarik tangannya.


Neil menarik tangan si wanita menuju ke arah pintu masuk. Anehnya, si wanita menurut saja dengan ajakan paksa Neil kepadanya. Dia tidak bisa berkata apa apa. Yuwe dan penjaga menatapnya dengan tertegun. Tidak lama, Yuwe kemudian mengikuti Neil dari belakang.


"Hey, apa yang kau lakukan. Kita mau kemana ?" Si wanita menanyakan tujuan Neil membawanya.


"Mencari kantin. Aku sangat lapar !"


"Apa !"


Si wanita langsung melepaskan tangannya dari pegangan Neil. Dia benar benar tidak menyangka dengan sikap pemuda di depannya. Yuwe yang melihatnya hanya tertawa kecil.


"Aku sudah kelaparan selama 3 hari. Bisakah kau menunjukkan dimana kantinnya ?" Tanya Neil dengan perasaan tidak bersalah.


"Kau.... plakk plakk plakk...."


Neil membiarkan si wanita memukul dan menamparnya sampai puas. Neil tetap berdiri tegar walaupun rasa sakit mendera disekujur pipinya. Beruntung si wanita tidak menggunakan sihirnya, jika tidak kejadian seperti di ruang laboratorium bisa terulang kembali.


"Jika sudah merasa puas, bisakah kau tunjukkan dimana kantinnya ?" Tanya Neil yang sudah babak belur wajahnya.


Tidak menjawab, si wanita malah pergi meninggalkan Neil dan Yuwe. Dia benar benar merasa kesal hari ini. Entah apa kesalahannya, sehingga dewa menghukumnya dengan dipertemukan kepada orang orang aneh seperti Neil.


"Kerja bagus !" Ujar Yuwe yang kemudian mengajak Neil untuk mencari ruang perawatan untuk Neil dan ibu kandung Geiz.


Sementara Geiz yang sudah melewati prosedur akhirnya bisa bertemu dengan Kwen. Melihat karpet merah dan hiasan yang megah, Geiz tidak bisa tidak mengeluh. "Sepertinya ucapan Don benar adanya. Mereka benar benar boros".


Mempersilahkan Geiz untuk duduk, Kwen menatapnya dengan intent. Dia sudah tidak sabar untuk menginterogasi Geiz, tapi Don sudah memintanya untuk menunggunya terlebib dahulu.


"Aku sudah menghubungi Don, dia akan segera kemari sebentar lagi".


"Terima kasih karena Tuan Kwen bersedia menerima kami". Balas Geiz dengan sopan.


"Sebenarnya ada banyak yang ingin aku tanyakan. Tapi mereka melarangnya. Daripada mengulangi lagi kita tunggu saja mereka. Bagaimana kalau kita bermain sebentar ?"


Kwen kemudian mengeluarkan sebuah papan dengan bidak bidaknya. Geiz dengan terpaksa menyetujui permintaan Kwen, tapi dia sebelumnya memohon kepada Kwen untuk menangani ibu kandungnya yang sedang bersama Yuwe.

__ADS_1


"Skak mat..."


Kalah ketiga kalinya dari Geiz, sudut bibir Kwen berkedut. Tidak terima kalah terus, Kwen mengajak bermain lagi dengan rasa penasaran untuk menang.


__ADS_2