
Kent yang sudah mencapai Neil dan Deila memeluk erat keduanya. Mereka telah pasrah dengan keadaan yang terjadi saat ini. Mereka sudah berkali kali mencoba keluar dari pusaran, tetapi tidak bisa. Pusaran itu seperti tembok baja yang benar benar keras ditembus. Terombang ambing di kedalaman laut, kondisi mereka tidak bisa dikatakan lagi. Tubuh mereka menggigil kedinginan, oksigen yang habis...dan perlahan mata mereka bertiga mulai tertutup.
Cling...tiba tiba sebuah cahaya keemasan muncul didepan mereka. Seperti mengerti, arus laut membawa mereka memasuki cahaya emas tersebut dengan mudahnya. Dalam beberapa waktu, kini Neil Kent dan Deila sedang melayang layang di suatu ruangan yang tidak terlihat batasnya.
Semuanya berwarna putih dan hanya ada mereka bertiga dengan kondisi tidak sadarkan diri. Pelukan merekapun sudah terlepas. Tak lama mereka mulai terpisah satu sama lain untuk menjalani takdirnya masing-masing.
******
Kent Hermlie, terimalah takdirmu...
Deila Emily, terimalah takdirmu...
Neil York, terimalah takdirmu...
Sebuah suara menggema diruangan putih tak berbatas.
******
Didalam hutan terlarang, tepatnya didalam sebuah goa tertutup, tampak sebuah cahaya terang menyinari seluruh goa, perlahan dari cahaya tersebut keluarlah sesosok manusia tampan dengan pakaian renang, dialah Neil York. Neil di pindahkan dengan kondisi apa adanya sebagai manusia biasa yang datang dari bumi.
Sementara itu di aula takdir, Jiwa Kent dan Deila sedang mengantri untuk mendapatkan takdirnya yang baru. Mereka berdua telah mati dan bersiap untuk bereinkarnasi dengan takdirnya masing masing.
"Kent Hermlie". Kent yang mendengar namanya dipanggil bergegas menuju ketengah aula untuk bereinkarnasi. Dengan berlutut Kent mendengarkan takdirnya sebelum dikirim kembali kedunia barunya.
"Pertama, Keluarga : Kau akan dilahirkan dalam keluarga Duke yang kuat. Kau akan dihormati oleh masyarakat karena kebesaran keluargamu. Kau akan diberkahi jiwa kepemimpinan untuk meneruskan kejayaan keluargamu. Namamu didunia adalah Sam Huosan".
"Kedua, Bakat : Kau akan diberkati dengan bakat elemen api dan elemen kegelapan. Kau akan diberkati dengan tubuh Hercules".
"Ketiga, Usia : Usiamu di dunia adalah 7000 tahun. Tidak lebih tidak kurang".
__ADS_1
Setelah takdir ketiga disampaikan, jiwa Kent berubah menjadi cahaya dan memasuki pintu takdir.
"Deila Emily". Suara panggilan kembali bergema, kali ini adalah giliran Deila untuk menerima takdirnya. Deila berjalan menuju ke tengah aula dan berlutut menerima takdirnya.
"Pertama, Keluarga : Kau akan dilahirkan dalam keluarga Duke di timur benua. Kau akan memiliki paras yang cantik dan berhati lembut. Namamu di dunia adalah Neila Hung".
"Kedua, Bakat : Kau akan diberkati dengan bakat elemen air dan elemen angin".
"Ketiga, Usia : Usiamu di dunia adalah 21.000 tahun 8 bulan lebih sehari".
Setelah takdir ketiga disampaikan, jiwa Deila berubah menjadi cahaya dan memasuki pintu takdir.
"Bukankah ada 3 manusia, dimana satunya. Apa kau melupakannya dewa".
Tiba tiba sebuah suara merdu terdengar ditelinga Dewa Takdir. Dewa Takdir yang telah selesai memberkati Kent dan Deila entah mengapa merasakan hal yang tidak menyenangkan akan mendatanginya.
"Dia berbeda". Jawab Dewa Takdir dengan ekspresi masam.
"Bukankah kau juga mengetahuinya". Lanjut Dewa Takdir masih dengan ekspresi masamnya. Mendengar tanggapan dewanya, Dewi Takdir hanya mengangkat bahu sebagai balasan.
"Aku sudah menarik jiwanya, tetapi gagal. Ada kekuatan besar yang melindungi jiwa dan tubuhnya. Ini pertama kali terjadi semenjak aku menjadi Dewa." Sambung Dewa Takdir.
"Tapi aku tidak menemukannya diruang dimensi, apakah dia telah mati". Tanya Dewi Takdir penasaran.
"Dia hidup...sekarang sudah berada di dunia". Jawab Dewa Takdir dengan menampilkan sebuah proyeksi keadaan Niel yang sedang tidak sadarkan diri di dalam goa.
"Kejadian ini benar benar tidak alamiah". Keluh Dewa Takdir.
Dewi Takdir yang mendengar penjelasan dari Dewa Takdir menjadi bingung, ini pertama kalinya dia mendengar kegagalan dari Dewanya. Tiba tiba senyum manis muncul dibibir Dewi Takdir.
__ADS_1
"Bukankah aku baru saja mendapatkan kartu AS. Dewa telah gagal. Aku bisa memanfaatkannya untuk membolos dari tugas". Gumam Dewi Takdir dalam hatinya.
Dewa Takdir yang melihat senyum Dewi Takdir menjadi waspada, entah mengapa punggungnya telah berkeringat. Ini adalah kegagalannya sebagai Dewa, jika rumor ini sampai tersebar di kalangan Dewa Dewi, dia pasti akan merasa sangat malu dan tidak berani menampakkan diri diantara mereka selama ribuan tahun.
Seolah mengerti pemikiran Dewi Takdir, Dewa Takdir mengancam Dewi Takdir untuk menyembunyikan kejadian ini dari dewa lain. Dengan sedikit penekanan pada kata katanya, dia mengultimatum Dewi Takdir tentang masalahnya.
"Kalau kau sampai menyebarkan berita ini kepada dewa dewi, bukankah akan sama saja denganmu. Terlebih aku akan pensiun dan membiarkanmu mengurus takdir sendiri".
"Ehh..." Dewi Takdir yang mendengar ancaman dari dewanya spontan mengangkat sudut bibirnya.
"Baiklah...tapi berikan aku libur lebih banyak, Ok". Balas Dewi Takdir dengan mata berkaca kaca.
"Libur... apa kau ingin aku bekerja lebih keras. Bukankah itu tanggung jawabmu juga !" Keluh Dewa Takdir.
Mendengar penolakan dari dewanya, Dewi Takdir sedikit berpikir mengenai hal hal yang tidak sulit ditolak oleh Dewa Takdir.
"Jika dewa tidak memenuhi keinginanku, aku sendiri yang akan menemui Dewa Agung. Bukankah tadi Dewa mengatakan kalau ini juga tanggung jawabku juga". Balas Dewi Takdir dengan percaya diri.
"Bagaimana mungkin kau akan membawa masalah ini kepada Dewa Agung. Tidak... aku bisa menyelesaikannya sendiri !"
Dewa Takdir yang tidak dapat menahan godaan raut imut didepannya dan ancaman dari Dewi Takdir yang akan membawa masalahnya ke hadapan Dewa Agung dengan napas berat akhirnya menyetujui permintaan Dewi Takdir.
"Baik, aku akan menambah liburmu....lalu apa solusimu untuk masalah ini, takdir ini harus tetap terjadi. Ini adalah tugas kita untuk menjaga takdir".
Dewi Takdir yang mendengar pertanyaan dari dewanya langsung terbang kebelakang dengan kecepatan penuh karena tidak mau berurusan dengan masalahnya.
"Kau tidak perlu memaksakannya dewa...dan terima kasih untuk liburnya".
Dewa Takdir yang mendengar jawaban dari Dewi Takdir tidak dapat tidak mengeluh dalam hatinya. "Dasar tidak bertanggung jawab. Setelah keinginannya tercapai, langsung menghilang seperti hantu. Kalau bukan karena rupanya cantik, aku meragukannya sebagai dewi".
__ADS_1
Sementara di bumi pihak pengelola wisata telah memberikan kabar hilangnya Neil, Kent dan Deila ke masing masing keluarga mereka. Pihak keluarga yang mendengar hilangnya mereka bertiga sangat terpukul dan berusaha untuk terus mencari keberadaan ketiganya di Laut Tenggara walaupun hasilnya nihil.
Tim pencari baik dari pihak pemerintah setempat dan swasta bergerak bersama mencari keberadaan mereka bertiga. Seperti hilang ditengah bumi, jasad mereka tidak ditemukan sama sekali.