Takdir Baru 3 Sekawan

Takdir Baru 3 Sekawan
53. Kehadiran Musuh


__ADS_3

"Aku dengar kalau akademi meningkat dengan pesat ?" Yien memulai percakapannya dengan Yuwe.


"Nona Yien memang yang terbaik. Berita di benua lainpun tidak ketinggalan". Puji Yuwe tanpa menunggu jeda.


"Hahaha, informasi seperti itu, bahkan para pelayanku juga mengetahuinya".


"Sepertinya akademi lebih dikenal sekarang". Gumam Yuwe yang masih didengar oleh Yien.


"Apakah nona Yuwe datang kemari untuk sebuah misi akademi ?"


"Ehm, bisa dikatakan iya, bisa juga dikatakan tidak. Lebih tepatnya untuk membantu temanku".


"Teman... baiklah aku akan memberi diskon kali ini. Informasi apa yang nona Yuwe butuhkan".


Menyesap tehnya, Yuwe kemudian menyampaikan maksudnya. "Aku butuh informasi mengenai bukit bulan".


"Bukit bulan... kenapa akhir akhir ini banyak orang yang mencari informasi mengenai bukit bulan !"


"Ehh, benarkah !" Yuwe terkejut karena bukan hanya dirinya yang mencari informasi mengenai bukit bulan. Yuwe memikirkan mengenai Geiz, tapi mengingat cara bekerja Geiz, Yuwe merasa tidak yakin kalau itu Geiz.


"Siapa orang yang juga menginginkan informasi mengenai bukit bulan ?"


Yien yang selalu menomor satukan uang tentu menginginkan keuntungan yang lebih besar. Sepertinya dia kali ini beruntung mendapatkan beberapa klien untuk informasi yang sama.


"Kau harus membayar lebih untuk mendapatkan informasinya".


"Tidak masalah. Katakan !"


...****************...


"Bagaimana informasinya master ?" Tanya Neil penasaran.


Yuwe yang sudah kembali ke meja makannya langsung ditembak dengan pertanyaan oleh Neil.


"Sepertinya kita harus bergegas. Kita berangkat sekarang".


"Ehh, terburu buru sekali. Apa ada sesuatu yang terjadi master ?" Tanya Neil dengan lebih penasaran.


"Aku sedikit khawatir dengan Master Geiz. Aku harap dia tidak melakukan hal yang macam macam".


"Ehh, apa yang terjadi dengan master, Master Yuwe ?"


"Akan aku beritahu diperjalanan. Kita harus segera menyusul Master Geiz".


"Baik Master Yuwe".


Setelah meninggalkan rumah dan bersiap untuk terbang, Yuwe merasa ragu. Dia tidak mungkin kan menggendong Neil seperti Geiz.

__ADS_1


"Apakah kau benar benar tidak bisa terbang Neil".


"Tidak, tapi aku bisa terbang menggunakan seluncur ini".


Yuwe berpikir untuk menggunakan teleportasi ke beberapa tempat, tapi dia khawatir akan kehabisan banyak mana karena untuk berteleportasi membutuhkan mana yang cukup banyak.


"Berapa lama kau bisa terbang dengan seluncur itu ?"


"Aku bisa terbang seharian dengan seluncur ini master. Tapi setelah itu tidak bisa digunakan lagi karena perlu diisi daya kembali".


"Sepertinya merepotkan". Setelah berpikir, Yuwe memberikan keputusannya. "Baiklah, kita gunakan itu. Setelahnya aku akan mengisinya kembali untukmu".


Menyiapkan skateboard terbangnya Neil bersiap untuk terbang. Merasakan terbang bebas di alam bebas, Neil terasa sangat menikmatinya. Yuwe yang melihat Neil beratraksi di udara memuji keahlian Neil.


"Tidak buruk. Dia malah terlihat lebih keren".


"Apa itu master ?" Neil menunjuk sebuah kumpulan burung yang sedang terbang secara massal.


"Itu Crimson Flame Sparrow. Sebaiknya kita menghindar terlebih dahulu".


"Memangnya kenapa master ?".


"Apa kau tidak mengetahuinya..?"


"Tidak, aku tidak terlalu tahu mengenai binatang master !"


"Hahh, bukan hanya binatang, kau memang tidak mengetahui banyak hal. Sebenarnya dimana sebelumnya kau tinggal !"


"Master, burungnya sudah semakin dekat. Sebaiknya kita menghindar terlebih dahulu".


"Kita turun ke danau itu". Yuwe menunjuk sebuah danau. Yuwe sebenarnya penasaran dengan Neil dan sikapnya yang suka menutupi sesuatu. Tapi Yuwe yang memiliki kelebihan dalam memperhitungkan sesuatu, lebih sabar dalam menggali informasi.


Setelah sampai di danau, Neil langsung menyerbu Yuwe dengan pertanyaan. "Master belum menjawab 2 pertanyaanku sebelumnya".


"Benarkah.. kamu juga belum menjawab 2 pertanyaanku sebelumnya. Jadi kita impas". Yuwe menjawabnya dengan tak acuh.


"Tapi, master kan sudah berjanji".


"Berjanji... kapan ?"


Neil yang sudah kehabisan kata kata raut mukanya tampak masam. Mencari alasan Neil berkata sekenanya. "Tapi... tapi master kan tadi udah.."


"Rombongan crimson flame sparrow sudah menjauh, bagaimana kalau kita melanjutkan perjalanan". Yuwe memotong kata kata Neil sebelum selesai.


Neil yang ingin protes tidak jadi karena Yuwe sudah bergerak terbang. Dia kemudian mengikutinya terbang di belakang.


Tidak seperti Geiz yang biasanya maju dulu baru berfikir, walaupun kesal tapi Neil yang berada di belakang Yuwe menatapnya dengan kagum. Neil kagum dengan sikap Yuwe yang selalu tenang dalam menghadapi sesuatu.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau pikirkan. Apa kau merasa kesal ?" Yuwe tiba tiba bertanya kepada Neil.


"Ehh, tidak master...ya tidak".


"Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan ?" Lanjut Yuwe.


"Kesepakatan.... kesepakatan apa ?"


"Jawab 2 pertanyaanku, maka aku akan menjawab 3 pertanyaanmu. Bagaimana ?"


"Pertanyaan apa..."


"Awas..!" Belum selesai Neil menyelesaikan perkataannya, Yuwe meminta Neil untuk menghindari sebuah pisau yang mengarah padanya.


"Siapa kalian ?" Yuwe memandang 2 orang bertopeng yang mencegatnya.


"Siapa kami itu tidak penting. Kalian berdua terlihat mencurigakan. Apa yang sedang kalian rencanakan. Apa kalian ada hubungannya dengan pria itu ?" Seru salah satu pria bertopeng.


Neil yang hampir terkena pisau nampak serius dengan mode bertarungnya. Dia sudah menyiapkan belati terbang dalam posisi on.


"Hahaha, sebaiknya kalian menyingkir jika tidak ingin mati !" Ancam Yuwe kepada 2 musuh didepannya.


Kedua pria bertopeng saling pandang dan kemudian menyerang Yuwe dan Neil tanpa peringatan. "Kalau begitu matilah.." Seru salah seorang pria bertopeng.


Kedua pria bertopeng berpisah untuk menyerang Neil dan Yuwe. Yuwe yang ingin melihat kemampuan bertarung Neil membiarkan salah satu musuhnya untuk berhadapan dengan Neil.


Sebuah pukulan mana hitam mengarah ke arah Yuwe dengan cepat. Yuwe yang levelnya berada jauh diatas mereka hanya menahan pukulan itu dengan satu tangannya. Sebuah perisai sihir muncul didepan tangan Yuwe.


"Lemah..." Gumam Yuwe lirih.


Melihat pukulannya ditahan, pria bertopeng maju menyerang secara langsung kearah Yuwe menggunakan sebuah tombak yang muncul ditangannya. Melakukan gerakan menusuk pria bertopeng terbang lurus ke arah Yuwe.


Saat ujung tombak hampir mengenai dadanya, Yuwe tiba tiba menghilang dari tempatnya dan muncul di belakang pria bertopeng.


"Braakk..." Sebuah tendangan menghujam punggung pria bertopeng hingga membuatnya terpental belasan meter.


Dari kejauhan muncul sebuah akar dari udara dan menusuk pria bertopeng hingga mati seketika. Melihat musuhnya mati, Yuwe melihat ke arah Neil yang masih bertarung.


Melemparkan belati sihirnya Neil berusaha menyerang pria bertopeng yang bergerak ke arahnya. Menggunakan sihir anginnya, pria bertopeng berusaha merubah arah belati ke arah Neil.


Melihat cakra angin dan belati yang mengarah kepadanya Neil dengan cepat menarik belatinya dan mengambil replika pedang harimaunya.


"Slaashh". Cakra angin terbelah menjadi dua.


Neil kemudian terbang ke depan menyerang pria bertopeng yang juga mengarah padanya. Neil menebas cakra angin yang bertubi tubi menyerangnya. Setelah cukup dekat dengan pria bertopeng, Neil menebas pria bertopeng ke arah dadanya.


"Klang..." Suara dua pedang yang bertabrakan terdengar ditelinga Neil. Menggunakan pedang yang dilapisi mana gelap, pria bertopeng menahan pedang Neil.

__ADS_1


Menggunakan kemampuan Level Body III Neil kembali menebas musuh didepannya. Walaupun berhasil ditahan, tapi pria bertopeng sedikit tertekan dengan serangan brutal Neil yang menyerangnya bertubi tubi.


"Hurricane.." Dengan satu ucapan pria bertopeng, sebuah badai angin tiba tiba muncul dan menyerang Neil.


__ADS_2